Momentum Yang Tepat Membangun Kebersamaan Umat Islam

mukmin-itu-satu-tubuh

Segala puji hanya untuk Allah SWT, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Saw, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya.Dalam firman-Nya Allah menyampaikan yang artinya :

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ ﴿٢٢﴾ هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ ﴿٢٣﴾ هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاء الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ﴿٢٤﴾

 (QS Al Hasyr ayat 22 s/d 24)

  1. Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
  2. Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.
  3. Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Segala puji bagi Allah, Dia Allah yang memberikan tanda-tanda keagungan Allah kepada umat manusia, dan seharusnya manusia selalu membersihkan hatinya dari segala Dosa, sehingga akan tetap dalam kenikmatan yang tinggi untuk selalu mengagungkan Allah dan Bertasbih kepada Allah SWT.

Segala puji bagi Allah, dengan kemampuan umat manusia mengagungkan Allah dan bertasbih kepada Allah maka itu semua akan menjadi sumber persatuan Umat Islam. Dan Umat Islam tidak akan lagi bersekat-sekat, namun umat Islam satu sama lain akan bisa menyumbangkan kelebihan-kelebihan yang dimiiki untuk disumbangkan dalam persatuan umat Islam dalam meninggikan Syareat Allah di muka bumi.

Kesatuan hati orang beriman adalah bersumber pada curahan rahmat Allah kepada mereka, dan bukan sekedar usaha manusia semata, namun adalah karena rahmat Allah kepada orang orang beriman. Sebagaimana firman-Nya

وَلَوْ شَاء رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلاَ يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ ﴿١١٨﴾ إِلاَّ مَن رَّحِمَ رَبُّكَ وَلِذَلِكَ خَلَقَهُمْ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لأَمْلأنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

(S Huud ayat 118 s/d 119)

 Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat.

  1. Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi Neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.

وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنفَقْتَ مَا فِي الأَرْضِ جَمِيعاً مَّا أَلَّفَتْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَـكِنَّ اللّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

(S Al Anfaal 63)

  1. dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Bahwa yang dapat menyatukan hati seluruh umat Islam, seluruh orang beriman adalah dengan rahmat Allah SWT. Dan umat Islam diperintah untuk menempuh jalan-jalan yang menjadikan Allah menurunkan rahmat kepada mereka. Salah satu cara sebab turunnya rahmat Allah adalah, manusia mau berhijrah. Berhijrah dari lingkungan yang kacau balau kepada lingkungan yang penuh dengan kepatuhan kepada syareat Allah, kebenaran, kesholihan, kemuliaan, ketaatan, kesopanan, kepatuhan kepada Allah SWT.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُواْ وَالَّذِينَ هَاجَرُواْ وَجَاهَدُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ أُوْلَـئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللّهِ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

( S Al-Baqarah ayat 218)

  1. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Bila umat telah sungguh-sungguh menggapai rahmat Allah dan Allah telah menurunkan Rahmatnya maka keadaan tersebut akan menjadi kondisi IDIAL persatuan UMAT ISLAM sebagaimana dalam hadist Rasulullah SAW yang artinya,

عَنْ اَبِى مُوْسَى قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَلْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَاْلبُنْيَانِ، يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا. مسلم
Dari Abu Musa, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Orang mukmin bagi orang mukmin lainnya seperti sebuah bangunan, sebagiannya menguatkan sebagian yang lain”. [HR. Muslim].

عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَثَلُ اَلْمُؤْمِنِيْنَ فِى تَوَادّهِمْ وَ تَرَاحُمِهِمْ وَ تَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ اْلجَسَدِ. اِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ اْلجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَ اْلحُمَّى. مسلم

Dari Nu’man bin Basyir, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling cinta dan kasih sayang mereka, seperti satu tubuh. Apabila ada satu anggota badan yang sakit, maka seluruh badan ikut merasakan sakit dengan tidak bisa tidur dan demam”. [HR. Muslim]

 

  1. PERLUNYA PEMANCAR TV NASIONAL UMAT ISLAM

Segala puji bagi Allah, serasa terhenyak dari tidur pulas, ketika kita umat Islam Indonesia melihat bukti nyata, bahwa sarana TELEVISI NASIONAL, merupakan sarana luar biasa untuk mewarnai segenap bangsa Indonesia. Berbagai partai besar telah mengkonsolidasi dan meraup suara dengan sarana Televisi.

Demikian pula telah banyak bintang-bintang film yang terus menerus ditampilkan di layar Televisi telah mampu menggaet hati masyarakat, dan akhirnya terpilih menjadi kepala-kepala daerah, atau pejabat-pejabat Negara.

Bahkan manusia telah juga berusaha untuk mengambil hati masyarakat dan membuat pemberitaan sedemikian rupa sehingga seseorang yang biasa-biasa saja kemudian dinaikkan menjadi Penguasa tertinggi di Indonesia, yang dapat mengatur apa saja, merah putihnya, hitam birunya Indonesia.

Televisi telah menjadi asupan paling dicari oleh masyarakat, yang siap mengisi waktu luang berbagai kalangan, yang bekerja terus menerus selama 24 jam sehari, 7  hari seminggu , 366 hari per tahun, tanpa henti.

Demikian pula kritikan seorang pakar moral, ketika acara-acara Televisi menjadi sarana mudah untuk membentuk karakter yang salah umat manusia. Orang-orang yang lemah iman dan taqwanya terus menerus diolah oleh pengisi-pengisi hiburan berkwalitas rendah di Televisi, sehingga terbangunlah ratusan juta umat manusia mengikutinya.

Begitu pentingnya peran Televisi berskala Nasional, maka para pengusaha Muslim yang Kaya-Kaya dan sholih-sholeh , harus bersegera menyambut panggilan Allah SWT. Untuk membuat siaran TV  ISLAMI untuk berdakwah Islam, untuk membangun karakter moral seluruh manusia menjadi karakter yang berkwalitas tinggi.

 

  1. AL-QUR’AN KITAB SUCI PEMERSATU UMAT ISLAM

Tidak syak lagi di dalam pendidikan agama di negri ini sering umat langsung diajak mendalami kepada mengamalkan  Fiqih Ibadah. Namun bila kita melihat perkembangan Islam sejak dari awalnya dan hingga kini di negri-negri non muslim, banyak orang yang mendapatkan hidayah untuk masuk islam lewat membaca tarjamah Al-Qur’an dalam bahasa mereka masing-masing.

Tarjamah Al-Qur’an dalam bahasa berbagai  bangsa telah dapat menggetarkan hati yang bersih setiap umat manusia, dan menggugah hati mereka untuk kemudian memeluk Islam dan menyembah kepada Allah SWT yang menurunkan Al-Qur’an dalam bahasa Arab. Hal ini setidaknya menggugah umat Islam Indonesia untuk menggunakan Al-Qur’an dan Terjemah Al-Qur’an dan kitab-kitab  tafsir Al-Qur’an untuk menggugah semangat iman dan taqwa umat Islam Indonesia.

Bagaimana para sahabat di Mekkah selama 13 tahun telah dibangun iman dan taqwanya dengan Al-Qur’an , dan baru kemudian selama 10 tahun dituntun oleh Allah dengan syariat yang sangat mendalam dan teliti. Kitab-Kitab tafsir yang sudah menjadi kesepakatan ulama perlu dijadikan pemersatu umat dalam memahami Islam dan mengamalkan Islam. Sehingga keragaman yang ada adalah keragaman yang satu. Keragaman yang tidak mengandung banyak perbedaan, dan perselisihan.

 

  1. AKSELERASI KESATUAN UMAT ISLAM DALAM SEGALA BIDANG

Bangsa Indonesia pernah terbangun semangatnya dengan sebuah persaudaraan yang berbentuk organisasi para cendekiawan, yaitu ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), entah mengapa lembaga itu secara nama masih ada namun secara aktifitas belum dapat memuaskan seluruh umat Islam.

Memang di tangan Allah lah segala nikmat karunia kehidupan. Kebangkitan dan keruntuhan masing-masing bangsa di dunia, seolah sebuah misteri. Namun setidaknya sunatullah penyebab jatuh bangunnya suatu bangsa sudah termuat di dalam Al-Qur’an,  Allah berfirman,

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَلَـكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

(QS al A’raaf ayat 96)

  1. 096. Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

(QS an-Nahl 97)

  1. Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

 Kesatuan umat Islam adalah kesatuan dalam segala bidang kehidupan. Penyadaran seluruh umat Islam untuk mau menyumbangkan diri berupa ilmu, keahlian, dan hartanya untuk menegakkan kebenaran Islam di dalam kehidupan adalah kewajiban seluruh umat Islam. Rasulullah mengumpamakan sebuah bangunan yang satu bagian dengan bagian yang lain saling kuat menguatkan.

Umat Islam harus mau membangun sebuah system yang menyeluruh dalam seluruh aspek kehidupan. Maka peran Pondok pesantren dan termasuk Universitas Islam dan sekaligus ICMI dan berbagai sarana kehidupan, semuanya harus memiliki tenaga-tenaga ahli dikalangan orang Islam yang beriman dan bertaqwa.

Bila hari ini kita melihat berbagai lembaga pendidikan Islam tampak maju namun dengan biaya yang relatip MAHAL. Maka untuk membangun masa depan Islam yang gemilang , haruslah muncul para perintis-perintis dari kaum KAYA untuk membangun kecerdasan dan ketrampilan umat Islam  dengan kwalitas yang baik namun terjangkau oleh semua kalangan.

Sampai waktunya, ketika muncul manusia-manusia cerdas yang beriman dan bertaqwa, dan pandai mengamalkan Islam dengan sungguh-sungguh, maka Islam akan kembali mencuat ke permukaan sebagai Agama yang digandrungi umat  manusia dan telah dilihat nyata oleh orang awam bahwa Islam telah mewujudkan suasana keselamatan, kebahagian, kedamaian, ketenteraman, kemajuan umat manusia di sepanjang zaman.

  1. PENUTUP

Segala puji bagi Allah, bahwa momentum hari ini janganlah di sia-siakan, marilah kita seluruh umat Islam betul-betul merajut kembali persatuan. Dan tidak ada persatuan kecuali semuanya itu disebabkan karena rahmat Allah SWT. Dan rahmat Allah dapat turun ke muka bumi jika manusia berjalan dalam ketaatan kepada Allah

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

 (QS Al-Baqarah 186)

  1. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Jangan lagi mayoritas umat Islam di Indonesia, kekuatan umat islam di Indonesia tercabik cabik disebabkan oleh penyebaran-penyebaran budaya kekafiran yang mendominasi ruang-ruang publik, sehingga terjadilah LOST GENERATION, bukan oleh peperangan senjata api tapi oleh serangan-serangan HIBURAN JAHAT dari siaran-siaran MULTI MEDIA MODERN.

Momentum persatuan umat Islam kali ini harus menghasilkan akselerasi yang signifikan untuk terbangunnya jalinan antar golongan-golongan umat Islam yang ada, dan kemudian masing-masing menyempurnakan diri seperti yang dikehendaki oleh Allah dan Rasulnya. Dan semuanya itu adalah dalam rangka beribadah kepada Allah semata, tanpa ada sedikitpun perasaan lebih dari yang lainnya.

لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ وَتُسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلاً

 (QS Al Fath ayat 9)

  1. supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama) Nya, membesarkan-Nya. Dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang.

Tidak ada masing-masing GOLONGAN merasa paling hebat dan paling penting, namun semuanya membersihkan diri dari segala kekurangan dan dosa dan kemudian satu sama lain kembali mengikuti jalan Allah dan Rasulnya untuk memikul jalan Dakwah, menyebarkan ISLAM RAHMATAN LIL ‘ALAMIN ke segenap BANGSA di MUKA BUMI. Semoga Allah menuntun kita semua bersatu dalam RAHMAT ALLAH. Wallahu a’lam.


Leave a Reply