Degradasi Keimanan Umat Manusia

jual-beli-dg-allah

Segala puji hanya layak untuk Allah, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya.

Allah SWT memberi pengertian kepada manusia bahwa ada manusia-manusia utama yang mereka hidup di dunia menempuh jalan yang Allah ridho kepada mereka sebagaimana dalam firman-Nya

وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. (Q S 9.100)

Sebuah gambaran yang sangat indah dari perbuatan manusia yaitu ketika manusia-manusia utama hidup di muka bumi, hidup di jalan kebenaran dan membela kebenaran itu untuk tetap tegak di muka bumi.

Allah Tuhan pemilik semesta Alam meridhoi hidup mereka dan memberikan kenikmatan di dunia dan di akherat dengan kenikmatan yang mulia. Dalam surat yang sama juga Allah berfirman

إِنَّ اللّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْداً عَلَيْهِ حَقّاً فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللّهِ فَاسْتَبْشِرُواْ بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُم بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ ﴿١١١﴾ التَّائِبُونَ الْعَابِدُونَ الْحَامِدُونَ السَّائِحُونَ الرَّاكِعُونَ السَّاجِدونَ الآمِرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّاهُونَ عَنِ الْمُنكَرِ وَالْحَافِظُونَ لِحُدُودِ اللّهِ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.(QS 9.111)

Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji (Allah), yang melawat, yang ruku`, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma`ruf dan mencegah berbuat mungkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mu’min itu.(QS 9.112)

Allah SWT menunjukkan akan jalan hidup orang-orang yang selalu hidup dalam kebenaran, dan pribadi-pribadi tersebut dihiasi dengan hati yang selalu bertaubat, beribadah, memuji Allah, mencari ilmu karena Allah, yang ruku’ yang sujud , yang menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah berbuat mungkar dan memelihara hukum-hukum Allah SWT.

Betapa indahnya moral manusia yang tersemat kepada mereka keutamaan pribadi tersebut. Mereka merupakan orang-orang yang selalu bersyukur kepada Allah SWT. Merasa dirinya telah diberi hidup oleh Allah, sehingga layak untuk bersyukur kepada Allah dengan selalu belajar tentang kebenaran yang Allah kehendaki dan kemudian mentaatinya dan kemudian selalu mengamalkannya dan kemudian membelanya untuk tetap lestari dalam kehidupan umat manusia di muka bumi.

Sebaliknya Allah SWT telah membenci kepada manusia manusia yang mereka berdusta kepada Allah SWT dengan melakukan kedustaan yang besar dengan cara menyembunyikan kebenaran yang Allah turunkan kepada umat manusia


إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِن بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَـئِكَ يَلعَنُهُمُ اللّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila`nati Allah dan dila`nati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat mela`nati,(QS 2.159)

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنزَلَ اللّهُ مِنَ الْكِتَابِ وَيَشْتَرُونَ بِهِ ثَمَناً قَلِيلاً أُولَـئِكَ مَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ إِلاَّ النَّارَ وَلاَ يُكَلِّمُهُمُ اللّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak akan mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.(QS 2.174)

Allah SWT, Tuhan pencipta dan pemilik semesta alam raya semesta Maha Mengetahui siapa-siapa orang yang hidup di jalan kebenaran yang dikehendaki Allah SWT dan juga Maha mengetahui orang-orang yang hidup mendustakan petunjuk-Nya.

Manusia boleh saja hendak berkilah dengan berbagai macam alasan yang seolah masuk akal dan seolah bijaksana, namun Allah SWT mengetahui dengan sebenarnya hati makhluq makluq tersebut.

Di zaman ini, betapa sulitnya manusia mendidik dirinya sendiri dan orang lain untuk selalu berbuat di dalam jalan iman dan amal sholih, dan betapa gencarnya di zaman ini tersebarnya perbuatan yang telah mengacaukan kemuliaan akhlaq manusia.

Manusia telah disuguhi dengan berbagai perbuatan yang mengacaukan akhlaq mulia mereka. Sehingga manusia kehilangan radar hati. Dan semakin sedikit orang yang berani mengatakan yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah. Manusia berusaha memutar-mutar lidahnya untuk dapat dianggab sebagai manusia bijaksana.

وَإِنَّ مِنْهُمْ لَفَرِيقاً يَلْوُونَ أَلْسِنَتَهُم بِالْكِتَابِ لِتَحْسَبُوهُ مِنَ الْكِتَابِ وَمَا هُوَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَقُولُونَ هُوَ مِنْ عِندِ اللّهِ وَمَا هُوَ مِنْ عِندِ اللّهِ وَيَقُولُونَ عَلَى اللّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: “Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah”, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahui. (QS 3.78)

Marilah kita umat Islam berteguh hati dengan selalu hidup dalam jalan kebenaran, mari kita rajin membersihkan aqal dan hati kita dengan kebenaran yang datang dari Allah SWT dan kemudian hidup lurus dalam pemahaman yang benar.

Jangan sampai kita umat Islam ini membiarkan terhanyut ke dalam kekacauan akhlaq yang sedang mewabah dengan sangat deras di zaman ini, sehingga kekeruhan akhlaq telah mengacaukan kearifan umat manusia. Akibat buruk akan diterima oleh mereka yang menjual diri-diri mereka kepada kesesatan, sebagaimana firman-Nya

لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِن بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُواْ يَعْتَدُونَ ﴿٧٨﴾ كَانُواْ لاَ يَتَنَاهَوْنَ عَن مُّنكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُواْ يَفْعَلُونَ ﴿٧٩﴾ تَرَى كَثِيراً مِّنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُواْ لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنفُسُهُمْ أَن سَخِطَ اللّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ

Telah dila`nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan `Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.(QS 5.78) Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. .(QS 5.79)
Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan.(QS 5.80)

Berapa banyak kemaksiyatan yang tersebar dan kemudian telah menghancurkan akhlaq umat manusia , sehingga pikiran dan hati umat manusia telah menjadi kacau balau.

Kisah-kisah di dalam kitab suci Al-Qur’an adalah sebuah kejadian yang pernah terjadi. Bagaimana degradasi akhlaq manusia menjadi tidak terbendung ketika orang-orang baik telah bercampur aduk dengan orang-orang jahat, namun orang-orang baik tidak mengingkari kejahatan orang-orang jahat, bahkan orang baik telah tertular menjadi ikut berbuat jahat.

Segala puji bagi Allah. Kehidupan dunia yang semakin bergeser kepada kenikmatan dan kenyamanan materiil, namun ternyata banyak manusia yang mereka melepaskan agamanya untuk mengejar kenikmatan kehidupan dunia, sebagaimana Rasulullah telah bersabda

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: بَادِرُوْا بِاْلاَعْمَالِ فِتَنًا كَقَطْعِ اللَّيْلِ اْلمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَ يُمْسِى كَافِرًا، وَ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَ يُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيْعُ دِيْنًهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا. مسلم

Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “bersegeralah kamu sekalian untuk beramal, sebelum datangnya saat-saat kekacauan seperti memotongnya malam yang gelap, di waktu pagi seseorang dalam keadaan beriman dan di waktu sore menjadi kafir. Di waktu sore seseorang dalam keadaan beriman dan di waktu pagi menjadi kafir. Dia menjual agamanya dengan harta benda dunia”. [HR. Muslim]

Tidak ada orang sholih yang ingin menghina orang lain, karena perbuatan menghina adalah dosa. Namun Allah dan Rasulnya telah mengingatkan umat Islam agar selalu kukuh memegang agamanya. Jangan sampai menjual agamanya dengan kesenangan dunia.

Segala puji bagi Allah, kita masing-masing berlindung kepada-Nya agar selamat dan bahagia hidup kita di dunia dan di akherat. Banyak dari kita manusia yang tanpa disadari telah terlepas dari tempatnya di surga di akherat akibat salah dalam mengisi hidup di dunia, semoga Allah SWT meneguhkan kita dalam kebenaran-Nya.   Wallahu a’lam.


Leave a Reply