Tiga Perkara yang Menghancurkan

tiga-yang-menghancurkan

MENGHANCURKAN. Kata yang membikin bergidig. Bergidig kalau yang hancur kasat mata. Tubuhnya hancur, sungguh ngeri. Ada hancur yang “tidak” bikin bergidig karena tidak kasat mata. Itulah hancurnya kepribadian. Pribadinya hancur dan tentu diikuti hancur-hancur lainnya. Ada tiga perkara yang menghancurkan, yakni MARAH, SOMBONG DAN DENGKI. Tiga perkara ini bagian dari penyakit jiwa yang menghancurkan kedamaian, merusak suasana, merusak persaudaraan, merusak rencana, merusak masa depan dan sebagainya

(1) MARAH.
Marah merupakan suatu bentuk emosi yang memang lumrah atau alami. Marah ada pada setiap manusia. Wujudnya berbeda-beda. Secara istilah, berarti perubahan emosi oleh kekuatan luar untuk menghilangkan perasaan tidak nyaman.

Marah bisa membuat seseorang berbuat kekerasan, terutama mereka yang tidak memiliki kontrol emosi yang baik. Ketika seseorang kehilangan kontrol karena marah yang berlebih, yang pertama merasakan akibatnya adalah tubuh.

Emosi yang melonjak tinggi akan memengaruhi tubuh menjadikan tekanan darah meningkat, pernapasan semakin cepat, pernapasan terengah-engah (megap-megap), suhu tubuh meningkat, muka memerah dan nampak jelek, tubuh gemetar, bicara tidak jelas dan mudah berkeringat. Dalam kondisi ini, tubuh jadi mudah lelah. Karena saat marah, seseorang membutuhkan banyak energi.

Dampak lain dari marah adalah kesulitan tidur (umumnya disebabkan oleh pikiran-pikiran negatif) dan depresi. Tidak bisa berpikir secara rasional lagi. Inilah sebabnya mengapa sering terjadi orang marah melakukan tindakan-tindakan yang sebenarnya tidak perlu. Membanting pintu, merusak, menyakiti dan melukai lawannya dan seterusnya. Berikutnya bisa menyebabkan timbulnya penyakit tekanan darah tinggi, kencing manis, sampai penyakit jantung.

Bahaya Marah
1. Kehilangan kendali diri Seseorang yang sepenuhnya dikuasai amarah tak jarang akan kehilangan kontrol atas diri sendiri sehingga tidak bisa berpikir jernih dan tidak mampu membedakan mana perbuatan yang baik mana yang buruk.

2. Dapat menodai agama
Seseorang yang sedang dikuasai amarah tak jarang bertindak sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan karena akal sehatnya tidak berjalan dengan benar. Bahkan jika sudah sepenuhnya dikuasai oleh marah, maka ia bisa melakukan apa saja yang padahal tidak benar oleh Allah dan Rasul sehingga justru melakukan tindakan yang melenceng, hanya melakukan apa saja yang ia anggap benar demi menumpahkan seluruh amarah yang ada. Marah yang tidak terkontrol dengan baik membuat seseorang mudah melakukan tindakan yang melanggar perintah Allah dan Rasul-Nya. Ditambah dengan hasutan daripada setan dan iblis, jadilah seseorang yang pemarah menjadi mudah diajak pada perbuatan maksiat yang merugikan.

3. Merugikan diri sendiri
Jangan biarkan amarah menguasai, tetapi kita yang harus menguasai (mengendalikan) amarah tersebut. Sebab,marah yang berlebihan tidak mendatangkan kebaikan melainkan justru mendatangkan keburukan. Tindakan-tindakan orang yang dilakukan orang sedang marah merusak kenyamanan dan ketenteraman lingkungan sekitar. Setidaknya membuat suasana tegang. Orang-orang di lingkungannya menjadi terganggu karenanya. Oleh karena itu pemarah tidak akan disukai lingkungan.

Bahkan dijauhi karena sifatnya yang kasar. Akibatnya, pemarah bisa kehilangan kepercayaan, pekerjaan, jabatan, bahkan teman, dan banyak musuh. Kesehatan emosional adalah kunci untuk menjaga kesehatan tubuh. Amarah bisa memakan sumber daya yang baik dari tubuh dan membuat seseorang kekurangan energi. Dampak terburuk dari marah pada kesehatan Anda adalah stres.

1. Stres
Efek setelah marah adalah stres. Stres dapat menyebabkan penyakit serius seperti diabetes, depresi, tekanan darah tinggi dan penyakit Jantung.

2. Penyakit jantung
Kemarahan dapat memicu debaran jantung yang lebih cepat. Jika cepat marah, detak jantung akan terus meningkat dan akhirnya rentan terserang stoke.

3. Gangguan tidur
Ketika marah, hormon akan bergejolak di dalam tubuh. Itulah mengapa risiko kesehatan terburuk dari kemarahan adalah gangguan tidur. Jika tubuh tidak mendapatkan istirahat (tidur) bisa menjadi sasaran empuk bagi banyak penyakit.

4. Tekanan darah tinggi
Tekanan darah tinggi dapat disebabkan banyak hal dan kemarahan merupakan salah satu penyebab utamanya. Ketika marah, tekanan darah akan meningkat. Hal ini bisa menyebabkan banyak kerusakan pada jantung .

5. Masalah pernapasan
Marah juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan seperti asma. Seseorang akan merasa sulit bernapas ketika marah. Kemarahan juga dapat memicu serangan asma dan membuat napas seseorang terengah-engah.

6. Sakit kepala
Ketika marah, pembuluh darah di otak akan berdenyut liar. Hal ini dapat memicu rasa sakit di kepala. Cobalah untuk tenang segera, jika Anda merasa nyeri di kepala Anda karena dipicu oleh perasaan marah.

7. Serangan jantung
Serangan jantung sering terjadi, jika seseorang menjadi sangat emosional, bersemangat atau marah. Kemarahan adalah salah satu penyebab paling berbahaya yang dapat memicu serangan jantung. Itulah sebabnya pasien jantung dilarang untuk terlalu sering mengekspresikan kemarahan mereka.

8. Stroke
Stroke otak terjadi ketika satu atau lebih pembuluh darah di otak pecah. Hal ini dapat terjadi ketika kemarahan membuat tekanan darah naik sangat tinggi. Stroke otak dapat membunuh Anda atau melumpuhkan Anda seketika.

Sedemikian besar bahaya marah, maka perlu pengendalian. Caranya dengan mengubah posisi. Dari berdiri diubah menjadi duduk, duduk menjadi tidur dan seterusnya. Jangan dibalik duduk, berubah posisi menjadi berdiri. Rasulullah SAW bersabda yang artinya;

“Jika salah seorang di antara kalian marah ketika berdiri, maka hendaklah ia duduk. Apabila marahnya tidak hilang juga, maka hendaklah ia berbaring.” (H. R. Ahmad).

(2) SOMBONG
Sombong telah banyak mencelakakan makhluk ciptaan Allah subhanahu wata’ala, mulai dari peristiwa terusirnya Iblis dari surga karena kesombongannya untuk tidak mau sujud kepada Nabi Adam hingga umatumat berikutnya.

Demikian juga Allah menenggelamkan Qorun beserta seluruh hartanya ke dalam perut bumi karena kesombongan dan keangkuhannya terhadap Allah dan juga kepada sesama kaumnya.

Allah menenggelamkan Fir’aun dan bala tentaranya di lautan karena kesombongan dan keangkuhannya terhadap Allah subhanahu wata’ala dan juga kepada sesama kaumnya, dan karena kesombongannya itulah dia lupa diri sehingga dengan keangkuhannya dia menyatakan dirinya adalah tuhan yang harus disembah dan diagungkan.

Kehancuran kaum Nabi Luth juga karena kesombongan mereka dengan menolak kebenaran yang disampaikan Nabi Luth agar mereka meninggalkan kebiasaan buruk mereka yaitu melakukan penyimpangan seksual, yakni lebih memilih pasangan hidup mereka sesama jenis (homosek).

Sehingga tanpa disangka-sangka pada suatu saat Allah membalikkan bumi yang mereka tempati Tiada satu pun di antara mereka yang bisa menyelamatkan diri dari adzab Allah yang datangnya tiba-tiba.

Memakai baju dan sandal bagus tidak termasuk sombong. Sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia. Menolak nasihat, petunjuk, saran adalah perbuatan sombong. Akibatnya fatal, tidak masuk surga.

Dari Abdullah bin Mas’ud RA, dari Nabi SAW beliau bersabda :

“Tidak akan masuk surga barangsiapa yang di dalam hatinya itu ada sebesar dzarrah dari sombong”. Lalu ada seorang laki-laki bertanya : “Sesungguhnya ada orang senang bajunya itu bagus dan sandalnya bagus, (yang demikian itu bagaimana, ya Rasulullah ?”). Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah itu indah dan suka pada keindahan. Sombong itu ialah menolak kebenaran dan merendahkan manusia”. [HR. Muslim dan Tirmidzi]

(3) DENGKI
Dari Anas RA, ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda :

“Dengki itu bisa memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar. Shadaqah itu bisa menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api, shalat itu adalah cahayanya orang mukmin dan puasa itu adalah perisai (bisa menjauhkan) dari neraka”. [HR. Ibnu Majah dan Baihaqi]

Dengki penyakit jiwa dan merusak amal. Menyimpan dendam dan dengki sangat menderita dan menanggung beban berat yang harus dipikul. Tidak suka melihat orang lain mendapat nikmat dan bahagia. Sakit hati, kecewa, jengkel, marah & dendam kepada orang yang menyakiti hati kita. Tumpleg bleg jadi satu.

Sebaliknya senang menyaksikan orang lain menderita. Tidak ada simpati dan empati. Perasaan seperti ini akan menggerogoti tubuh dan menimbulkan berbagai macam penyakit-penyakit fisik ringan sampai berat, seperti sakit perut, sakit kepala, darah tinggi, insomnia, bahkan mag dan jantung. Sebagai rujukan pemahaman dan pengetian dengki, firman Allah berikut baik untuk dicermati.

Ataukah mereka dengki kepada manusia lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya ? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar. Maka diantara mereka, ada orang-orang yang beriman kepadanya, dan diantara mereka ada orang-orang yang menghalangi (manusia) beriman kepadanya. Dan cukuplah (bagi mereka) Jahannam yang menyala-nyala apinya. [An-Nisa’ : 54 – 55]

Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bershabar dan bertaqwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan. [Ali ‘Imran : 120]

Oleh: AA Gim. Guru SMA MTA Surakarta


Leave a Reply