Allah SWT, Tuhan YANG MAHA ESA (TUNGGAL) Tidak Beranak

hidup-dalam-ketetapan-islam-artikel-islam-mta2

Segala puji hanya untuk Allah SWT, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Saw, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya.

Allah SWT telah menurunkan Nabi dan Rasul untuk memberi penjelasan kepada umat manusia di muka bumi agar manusia selamat, dan bahagia dalam hidupnya di Dunia, di alam barzah dan di akherat kelak.

Allah SWT menjelaskan lewat Para Nabi dan Rasul tentang siapa Allah itu dan bagaimana seharusnya manusia bersyukur kepada Allah, Tuhan sang pencipta manusia dan dia pula Allah Tuhan pencipta semesta Alam. Allah berfirman.

إِنَّ رَبَّكُمُ اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثاً وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلاَ لَهُ الْخَلْقُ وَالأَمْرُ تَبَارَكَ اللّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

 Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Tuhan semesta alam. (QS. 7:54)

لَخَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَكْبَرُ مِنْ خَلْقِ النَّاسِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman. (QS. 40:57)

 

Allah Tuhan yang tidak bisa dilihat dengan mata kepala, namun keberadaan tanda-tanda keagungan Allah dapat difikirkan dengan indra dan aqal dan keberadaaan Allah dapat dirasakan dengan nyata dengan Hati bersih manusia. Dia Allah Tuhan pencipta semesta Alam, Dia Allah pencipta seluruh makhluq termasuk mencipta seluruh umat manusia.

Allah SWT mengehendaki agar manusia beribadah dan berbakti, menyembah kepada Allah. Dan Allah melarang manusia menyembah Allah dan bersamaan itu pula menyembah tandingan tandingan Allah, atau menyekutukan Allah dengan yang lain. Dan bahkan Allah sangat murka ketika dikatakan bahwa Allah beranak, sebagaimana firman-Nya.

وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَداً ﴿٨٨﴾ لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئاً إِدّاً ﴿٨٩﴾ تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدّاً ﴿٩٠﴾ أَن دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَداً ﴿٩١﴾ وَمَا يَنبَغِي لِلرَّحْمَنِ أَن يَتَّخِذَ وَلَداً ﴿٩٢﴾ إِن كُلُّ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِلَّا آتِي الرَّحْمَنِ عَبْداً

Dan mereka berkata:”Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak”. (QS. 19:88)

Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, (QS. 19:89)

hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, (QS. 19:90)

karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Penurah mempunyai anak. (QS. 19:91)

Dan tidak layak lagi Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. (QS. 19:92)

Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. (QS. 19:93)

 

Allah dzat Yang Maha Esa, Allah sangat benci bila dikatakan mempunyai anak, dan Allah sangat murka bila manusia menyangka bahwa Allah punya anak. Bila manusia ingin masuk surga Allah, maka manusia harus menjauhi segala ucapan, persangkaan dan pernyataan bahwa Allah beranak.

أَلَا إِنَّهُم مِّنْ إِفْكِهِمْ لَيَقُولُونَ ﴿١٥١﴾ وَلَدَ اللَّهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ

Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan: (QS. 37:151)

“Allah beranak”.Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta. (QS. 37:152)

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لاَ تَغْلُواْ فِي دِينِكُمْ وَلاَ تَقُولُواْ عَلَى اللّهِ إِلاَّ الْحَقِّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِّنْهُ فَآمِنُواْ بِاللّهِ وَرُسُلِهِ وَلاَ تَقُولُواْ ثَلاَثَةٌ انتَهُواْ خَيْراً لَّكُمْ إِنَّمَا اللّهُ إِلَـهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَن يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَات وَمَا فِي الأَرْضِ وَكَفَى بِاللّهِ وَكِيلاً

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan:”(Ilah itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Ilah Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara. (QS. 4:171)

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللّهِ وَقَالَتْ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُم بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِؤُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ

Orang-orang Yahudi berkata:”Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata:”Al-Masih itu putera Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir terdahulu. Dila’nati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling. (QS. 9:30)

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُواْ إِنَّ اللّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُواْ اللّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّهُ عَلَيهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ ﴿٧٢﴾ لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُواْ إِنَّ اللّهَ ثَالِثُ ثَلاَثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَـهٍ إِلاَّ إِلَـهٌ وَاحِدٌ وَإِن لَّمْ يَنتَهُواْ عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata:”Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam”, padahal Al-Masih (sendiri) berkata:”Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (QS. 5:72)

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan:”Bahwanya Allah salah satu dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Ilah (yang kelak berhak disembah) selain Ilah Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. (QS. 5:73)

Allah SWT menghendaki agar manusia benar-benar MENG ESA kan Allah SWT. Dia Allah Tuhan Sang Maha Pencipta dan Allah Tuhan pencipta seluruh, semesta Alam Raya, di Allah benar benar ESA. Allah mengajak akal manusia untuk mengerti dan memahami bahwa Allah benar-benar ESA, sebagaimana firman-Nya.

قُل لَّوْ كَانَ مَعَهُ آلِهَةٌ كَمَا يَقُولُونَ إِذاً لاَّبْتَغَوْاْ إِلَى ذِي الْعَرْشِ سَبِيلاً

Katakanlah:”jikalau ada ilah-ilah di samping-Nya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya ilah-ilah itu mencari jalan kepada (Tuhan) Yang mempunyai ‘Arsy”. (QS. 17:42)

مَا اتَّخَذَ اللَّهُ مِن وَلَدٍ وَمَا كَانَ مَعَهُ مِنْ إِلَهٍ إِذاً لَّذَهَبَ كُلُّ إِلَهٍ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلَا بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ ﴿٩١﴾ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ

Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada ilah (yang lain) beserta-Nya, kalau ada ilah beserta-Nya, masing-masing ilah itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari ilah-ilah itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu, (QS. 23:91)

Yang mengetahui semua yang ghaib dan semua yang nampak, maka Maha Tinggilah Dia dari apa yang mereka persekutukan. (QS. 23:92)

لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلَّا اللَّهُ لَفَسَدَتَا فَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ

Sekiranya ada di langit dan di bumi ilah-ilah selain Allah, tentulah keduanya itu sudah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai ‘Arsy daripada apa yang mereka sifatkan. (QS. 21:22)

 

Allah SWT menghendaki manusia untuk tahu, bahwa tidak mungkin Tuhan semesta Alam itu lebih dari satu. Bila Tuhan lebih dari satu maka masing masing Tuhan akan saling mengalahkan. Dan tentu bila Tuhan sedang bertikai, maka ciptaan masing-masing akan berantakan. Alam Raya sudah berjalan Milyaran Tahun dan semuanya berjalan dengan teratur dan rapi karena memang dijaga oleh Allah Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan Pencipta dan Pemilik semesta Alam. Rasulullah SAW Bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُرَاهُ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى يَشْتِمُنِي ابْنُ آدَمَ وَمَا يَنْبَغِي لَهُ أَنْ يَشْتِمَنِي وَيُكَذِّبُنِي وَمَا يَنْبَغِي لَهُ أَمَّا شَتْمُهُ فَقَوْلُهُ إِنَّ لِي وَلَدًا وَأَمَّا تَكْذِيبُهُ فَقَوْلُهُ لَيْسَ يُعِيدُنِي كَمَا بَدَأَنِي

dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku diperlihatkan ketika Allah berfirman: “Anak Adam mencaciku padahal tidak pantas dia mencaci-KU dan dia mendustakan-KU padahal tidak patut baginya. Caciannya kepadaKU yaitu ucapannya yang mengatakan bahwa AKU punya anak dan pendustaannya adalah ucapannya yang mengatakan bahwa tidak ada yang dapat mengemballikannya (setelah hancur dimakan tanah/mati) sebagaimana awal penciptaan-KU”. (BUKHARI – 2954)

 

Segala puji bagi Allah, Dia Allah Tuhan yang Maha Esa , sangat benci bila dikatakan bahwa Allah itu punya anak. Marilah kita sebagai umat manusia mensyukuri firman Allah yang telah diberikan kepada kita semuanya bahwa Allah itu Tuhan Yang Maha Esa, Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ

Katakanlah:”Dialah Allah, Yang Maha Esa”. (QS. 112:1)

Allah adalah Ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. (QS. 112:2)

Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, (QS. 112:3)

dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia. (QS. 112:4)

 

Pernyataan Allah , firman-firman Allah tersebut haruslah disyukuri oleh umat manusia, dan jangan malah dianggab sebagai sesuatu yang mengejek manusia. Atau hendak mengaburkan keyakinan manusia. Namun manusia perlu bersyukur bahwa Allah itu tidak suka dikatakan bahwa Allah beranak, segala puji bagi Allah.

Segala puji bagi Allah semata, dan kepada-Nya saja kita berbakti, menyembah, tha’at dan tunduk patuh dan kepada Allah kita berlindung, memohon pertolongan. Segala puji bagi Allah, dia Allah Tuhan yang Maha Akbar. Wallahu a’lam.


Leave a Reply