Generasi Beruntung – Generasi Beriman

semangat-pemuda

Pemuda
Generasi penerus orang tua, agama dan bangsa sehingga berbangsa-bangsa
Golongan yang berani merombak dan bertindak revolusioner terhadap tatanan sistem yang rusak
Kelompok yang memiliki moralitas (iman), berwawasan, bersatu, optimis dan teguh dalam pendirian serta konsisten dalam perkataan
Seseorang yang tidak berputus asa, pantang mundur untuk mencapai cita- cita
Menjadi idaman para pasangannya
Maka dari itu wahai pemuda, waspadalah terhadap kepentingan dunia! Karena engkau mempunyai do’a dan harapan di lubuk hatimu yang mulia
Janganlah pada masa- masa remaja, engkau gunakan untuk berfoya- foya
Janganlah pula pada masa- masa tua, hanya menginginkan kaya raya Hingga akhirnya mati engkau menginginkan masuk surga.
Beri aku seribu orang, dan dengan mereka aku akan menggerakkan gunung Semeru.
Beri aku sepuluh pemuda yang membara cintanya kepada Tanah Air, dan aku akan mengguncang dunia. (Bung Karno)

Tidak ada seorang nabipun yang diutus Allah SWT, melainkan ia dipilih dari kalangan pemuda. Begitu pula tidak seorang alimpun yang diberi ilmu melainkan ia hanya dari kalangan pemuda. (Ibnu Abbas RA)

Dari sekelumit ungkapan tersebut menggambarkan bahwa pemuda adalah sebagai sosok individu yang berusia produktif dan mempunyai kharakter yang special, yaitu revolusioner, optimis, berpikiran maju, idealis, serta mempunyai moralitas.

Tetapi pemuda juga manusia sehingga mereka juga mempunyai kelemahan, kelemahan yang mencolok dari seorang pemuda adalah kontrol diri yang lemah dalam arti mudah emosional, tetapi dibalik kelemahannya ada beberapa kelebihan yang paling menonjol yang seharusnya dimiliki oleh pemuda, diantaranya: Generasi penerus orang tua, agama dan bangsa.

Sebagaimana firman Allah SWT di dalam Q.S Al Hujurat/ 49: 13 yang artinya;

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang lakilaki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa- bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal- mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Di dalam Q. S An- Nisaa/ 4: 1 Allah SWT juga berfirman, yaitu;

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. Golongan yang berani merombak dan bertindak revolusioner terhadap tatanan sistem yang rusak. Q.S Al Anbiyaa’/ 21: 59 – 60

Allah SWT menjelaskan; 59. mereka berkata: “Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan Kami, Sesungguhnya Dia Termasuk orang-orang yang zalim.”

60. mereka berkata: “Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim “. Kelompok yang memiliki moralitas (iman), berwawasan, bersatu, optimis dan teguh dalam pendirian serta konsisten dalam perkataan.

Allah SWT berfirman di dalam Q.S Al Kahfi/ 18: 13 – 14 yang artinya;
13. Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda- pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.

14. dan Kami meneguhkan hati mereka diwaktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata, “Tuhan Kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; Kami sekali- kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, Sesungguhnya Kami kalau demikian telah mengucapkan Perkataan yang Amat jauh dari kebenaran“.

Seseorang yang tidak berputus asa, pantang mundur untuk mencapai cita- cita. Memang seharusnya manusia apalagi pemuda tidak boleh berputus asa, pantang mundur untuk mencapai cita- cita dikarenakan masih panjang jalan yang harus ia lalui.

Allah SWT menjelaskan di dalam Q.S Al Kahfi/ 18: 60

dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke Pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.

Menjadi idaman para pasangannya. Mempunyai idaman untuk hidup berpasangan dengan pasangannya merupakan tujuan mulia yang sudah menjadi sunnah nabi SAW, untuk itu sudah seharusnya kita sebagai pengikut nabi SAW untuk mengikuti sunnahsunnahnya, dan di dalam Q. S An Nuur/ 24: 26 Allah SWT juga menjelaskan, yaitu;

wanita- wanita yang keji adalah untuk laki- laki yang keji, dan laki- laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanitawanita yang baik adalah untuk laki- laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita- wanita yang baik (pula). mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).

Melalui firman- firman Allah tersebut menunjukkan bahwa masa muda adalah masa dimana seseorang menjalani dan menikmati pemberian- Nya yang sempurna, yaitu kekuatan fisik yang masih fit.

Dan mereka adalah pelaku sejarah di masa yang akan datang. Tetapi para pemuda harus waspada bahwa dengan kekuatan fisik (jasmani) saja tidak cukup untuk menentukan baik dan buruknya seseorang tetapi ada rohani yang perlu diperhatikan karena dengan kekuatan jasmani dan rohani tersebut akan menentukan baik dan buruknya akhlaq seseorang, maka dari itu akhlaq seseorang harus baik dan yang berpedoman dengan agama Allah (Islam).

Untuk itu para pemuda (generasi penerus) harus waspada dalam menjalani dan menikmati kehidupan ini karena pemudalah yang seharusnya sudah mempunyai cita- cita yang tinggi dan mulia.

Maka dari itu kita harus memperhatikan kehidupan akhirat dan seharusnya sebagai orang muslim yang cerdas, tentunya kita akan memilah dan memilih apa yang kita dengar, bicarakan, baca, tulis dan lakukan serta memfilter hal-hal yang tidak memiliki landasan syar’i dan kita harus sadar betul bahwa hidup di dunia ini hanyalah sekali dan sebentar, sehingga tidak akan sembarangan dalam mengambil dan menjalani suatu keputusan apalagi jika hal itu berkaitan dengan nasibnya di akhirat kelak.

Pemuda (generasi penerus) masa kini harus benar- benar waspada terhadap berbagai ujian yang mengancam jiwa, agama, akhlaq dan kepribadian mereka.

Bahkan ketika berada di rumahpun, belum menjamin bahwa mereka aman dari berbagai ancaman yang bisa datang kapan saja tanpa undangan resmi dari kita.

Maka penting dan menjadi kewajiban bagi orang tua dan para pendidik untuk mencetak generasi penerus yang beriman, diantaranya dengan; memperhatikan dan menegakkan shalat mereka, memperhatikan pakaian dan aurat mereka sudah syar’i atau belum, memperhatikan sekolah mereka yakni dengan memilih sekolah yang memberikan pelajaran agama sesuai dengan keyakinan masing- masing dan memperhatikan juga menegakkan belajar mereka, kemudian yang tidak kalah penting adalah menjaga komunikasi dengan mereka.

Sebagai generasi penerus yang cerdas hendaklah kita memperhatikan kehidupannya di akhirat. Sebagaimana firman Allah SWT di dalam Qur’an Surat Al Hasyr/ 59: 18 18.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Dari firman Allah tersebut di dalam Qur’an Surat Al Hasyr/ 59: 18 jelas bahwa hendaklah sebagai manusia yang cerdas memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertakwa kepada Allah, tetapi alangkah sayangnya jika hanya karena kenikmatan dunia (sebentar dan menipu) kita menggadaikan dan bahkan menjual agama (Islam) dengan harga yang murah.

Allah SWT berfirman, diantaranya melalui: Qur’an Surat Al Hadiid/ 57: 20.

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbanggabanggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

Qur’an Surat An Nisaa/ 4: 77

Katakanlah: “Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun”. Dan hendaklah manusia tidak menjual agamanya dengan harga yang murah (hanya karena dunia mereka mengingkari ayat- ayat Allah).

Karena Allah SWT telah memperingatkannya melalui Qur’an Surat An Nahl/ 16: 95 dan janganlah kamu tukar perjanjianmu dengan Allah dengan harga yang sedikit (murah), Sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah, Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Dari firman- firman Allah tersebut diatas, kita bisa menyimpulkan bahwa kewajiban generasi penerus harus bertaqwa dan memperhatikan kehidupannya untuk hari esok, karena:

Kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat lebih baik Hendaklah tidak menjual agamanya dengan harga yang murah. Disamping itu pemuda (generasi penerus) Islam adalah generasi yang membawa ideologi Islam dalam kehidupan, yang setiap jejak dan langkah perbuatan kita harus kita gunakan untuk kemaslahatan Islam dan keridhoan Allah karena Allah selalu mengawasi kita kapanpun dan dimanapun kita berada.

Allah telah menjelaskan di dalam firman- Nya antara lain:

QS. Al Mujaadilah/ 58: 7; tidakkah kamu perhatikan, bahwa Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah keempatnya. dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dia-lah keenamnya. dan tiada (pula) pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia berada bersama mereka di manapun mereka berada. kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.

Q.S Ar Ra’d/ 13: 11, yang artinya: bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

Demikianlah generasi penerus yang beruntung, selamat di dunia dan akhirat adalah generasi yang beriman, untuk itu mari kita beragama Islam secara kaffah karena dengan beragama secara kaffah kita selalu menjadikan Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman hidup sehingga teman setia kita hanyalah Allah, Rasul dan orang- orang beriman sebagaimana yang diperintahkan Allah SWT. (*)

 

Oleh:
SUTANTO, S. Pd, M. Pd
Dosen Bahasa Inggris FIK
Universitas Muhammadiyah Ponorogo,
Ketua Pemuda Majlis Tafsir Al Qur’an (MTA)
Kab. Semarang


Leave a Reply