Islam Agama Perdamaian Abadi Universal

islam-agama-universal

Segala pujian hanya layak untuk Allah SWT, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya

Segala puji hanya milik Allah, kepada-Nya kita selalu berserah diri dan memohon kekuatan lahir batin agar kehidupan kita di dunia, di alam barzah di alam akherat, di manapun kita berada agar selalu dalam keselamatan, rahmat dan barokah Nya, selalu dalam ampunan, ridho dan perlindungan serta pertolongan-Nya.

Segala pujian hanya layak untuk Allah SWT, sholawat dan salam telah Allah berikan kepada Rasulullah SAW, dan para Malaikat dan kita manusia diperintah untuk selalu bershalawat kepada Rasulullah SAW sebagaimana firman-Nya

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. 33:56)

Segala puji hanya bagi Allah marilah kita manusia untuk rajin menelusuri jalan-jalan yang Allah dan Rasulnya perintahkan kepada kita untuk menelusurinya dengan ketekunan. Islam adalah agama seluruh para Nabi dan Allah SWT menjadikan agama perdamaian yang paripurna bagi seluruh umatnya yang mau berserah diri kepada-Nya.

Islam memuntun umat manusia untuk menyerahkan jalan hidupnya kepada Allah dengan mengikuti tuntunan yang telah Allah dan Rasulnya berikan kepada kita umat manusia. Manusia perlu meningkatkan waktu untuk mempelajari Agama Islam, Al-Qur’an dan As-Sunnah, ini dan kemudian juga memohon kekuatan kepada Allah untuk tekun mengamalkan apa yang menjadi kehendak Allah tersebut.

كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ وَأَنزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيمَا اخْتَلَفُواْ فِيهِ وَمَا اخْتَلَفَ فِيهِ إِلاَّ الَّذِينَ أُوتُوهُ مِن بَعْدِ مَا جَاءتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ بَغْياً بَيْنَهُمْ فَهَدَى اللّهُ الَّذِينَ آمَنُواْ لِمَا اخْتَلَفُواْ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَاللّهُ يَهْدِي مَن يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ

Manusia itu adalah ummat yang satu. maka Allah mengutus para Nabi, sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (QS. 2:213)

Allah SWT menghendaki agar manusia senantiasa tetap dalam persatuan, dan persatuan itu Allah jaga dari zaman ke zaman dengan menurunkan para Nabi. Apa yang dibawa para Nabi (Kitab Suci) harus terus menerus dibaca, karena di dalam itu terdapat Kabar gembira dan peringatan, kabar gembira bagi mereka yang beriman dan beramal sholih dan peringatan bagi mereka yang masih bergelimang dalam durhaka kepada Allah atau bahkan masih alam kejahiliyahan.

Umat Islam secara pribadi-pribadi harus terus menerus membaca dan memahami Al-Qur’an, baik dalam bahasa aslinya maupun dalam bahasa yang bisa dipahami, Allah menyampaikan firmannya dengan sangat jelas dan tegas. Dalam S Al Qomar, ayat 17, 22, 32 dan 40

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran (QS. 54:17)

Semua ayat ayat tersebut di dahului dengan kisah tentang umat-umat yang dimusnahkan oleh Allah karena mereka membangkang kepada Allah. Bisa dipahami bahwa Al-Qur’an itu adalah utamanya untuk memberi kabar gembira dan peringatan. Agar manusia kemudian menempuh jalan petunjuk Allah dan kemudian manusia akan menemukan kebahagiaan dan kedamaian di dunia dan di akherat.

Zaman modern , Al Qur’an telah merambah keseluruh penjuru dunia, banyak bangsa-bangsa yang mereka tidak tahu bahasa Arab sama sekali namun hati mereka mendapatkan HIDAYAH Allah untuk beragama dengan patuh. Terjemah Al-Qur’an dalam bahasa yang dipahami masing-masing bangsa telah mampu menyentuh hati orang BERBAGAI BANGSA di SELURUH PENJURU DUNIA. Karena ALLAH telah menunjuki mereka.

Tidak ada sedikitpun peran manusia dalam andil dakwah di muka bumi ini kecuali semua dengan HIDAYAH dan Kekuatan dari Allah.

إِنَّ هَذِهِ تَذْكِرَةٌ فَمَن شَاء اتَّخَذَ إِلَى رَبِّهِ سَبِيلاً ﴿٢٩﴾ وَمَا تَشَاؤُونَ إِلَّا أَن يَشَاءَ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيماً حَكِيماً

Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan, maka barangsiapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (QS. 76:29)
Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. 76:30)

Manusia perlu bersyukur kepada Allah, bahwa tidak ada kekuatan sebesar zarah dalam kehidupan ini kecuali dengan pertolongan Allah semata. Ketika manusia ingin ibadahnya diterima maka mereka harus senantiasa beribadah kepadanya dengan rasa takut dan berendah diri kepada Allah SWT.

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن مَّنَعَ مَسَاجِدَ اللّهِ أَن يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَى فِي خَرَابِهَا أُوْلَـئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَن يَدْخُلُوهَا إِلاَّ خَآئِفِينَ لهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam masjid-masjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (masjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat. (QS. 2:114)

وَلاَ تُفْسِدُواْ فِي الأَرْضِ بَعْدَ إِصْلاَحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفاً وَطَمَعاً إِنَّ رَحْمَتَ اللّهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ

Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. 7:56)

وَاذْكُر رَّبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعاً وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالآصَالِ وَلاَ تَكُن مِّنَ الْغَافِلِينَ

Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. (QS. 7:205)

الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِالْغَيْبِ وَهُم مِّنَ السَّاعَةِ مُشْفِقُونَ

(yaitu) orang-orang yang takut akan (azab)Tuhan mereka, sedang mereka tidak melihatnya dan mereka merasa takut akan (tibanya) hari kiamat. (QS. 21:49)

{س} تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفاً وَطَمَعاً وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo’a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. (QS. 32:16)

قَالُوا إِنَّا كُنَّا قَبْلُ فِي أَهْلِنَا مُشْفِقِينَ

Mereka berkata:”Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab)”. (QS. 52:26)

Agama Allah Islam mengajarkan kepada manusia untuk selalu memiliki rasa takut kepada Allah di dalam hati mereka, sehingga mereka bisa sampai kepada tingkat IKHLAS dan jangan sampai terjerumus dalam keadaan RIYA’ kepada manusia.

Perasaan takut kepada Allah (taqwa), meliputi seluruh prilaku mereka, yang bersumber dari hati yang telah dibersihkan oleh Allah, dan perasaan khawatir kalao-kalo amal mereka tidak dinilai oleh Allah sama sekali. Perasaan takut agar amalnya diterima oleh Allah di dunia dan di akherat. Manusia-manusia yang demikianlah yang akan mendapatkan perasaan bahagia, kedamaian, dan senantiasa dalam ampunan, rahmat dan perlindunga Allah SWT.

Manusia siapapun, dari berbagai tingkat Ekonomi atau berbagai tingkat kecerdasan, atau bahkan berbagai latar belakang SUKU BANGSA se DUNIA, selama mereka menempuh jalan-jalan TAQWA, maka mereka tidak akan pernah hidup di dunia untuk berbuat pertikaian dan kerusakan.

Manusia perlu takut kepada Allah, jangan sampai amal-amal yang dilakukan telah menyimpang dari tuntunan Allah dan Rasulnya dan kemudian amal-amal itu menjadi batal dan kembali kepada Allah dalam keadaan menyesal. Allah berfirman

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَن سَبِيلِ اللَّهِ وَشَاقُّوا الرَّسُولَ مِن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الهُدَى لَن يَضُرُّوا اللَّهَ شَيْئاً وَسَيُحْبِطُ أَعْمَالَهُمْ ﴿٣٢﴾ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ

Sesungguhnya orang-orang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah serta memusuhi rasul setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Dan Allah akan menghapuskan (pahala) amal-amal mereka. (QS. 47:32)
Hai orang-orang yang beriman, ta’atlah kepada Allah dan ta’atlah kepada rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu” (QS. 47:33)

Seorang mukmin perlu berhati-hati dengan dirinya jangan sampai amal-amal mereka menjadi sia-sia karena mereka telah mendurhakai Allah dan Rasulnya. Sebuah nasehat agar manusia berhati hati dalam membaca bisikan hatinya. Apakah amalnya itu untuk Allah atau untuk manusia, atau bahkan untuk menghalangi umat manusia dalam bertaat kepada Allah karena ingin dipuji manusia.

Segala puji hanya untuk Allah semata. Marilah umat Islam Indonesia segera berbondong-bondong menyambut HIDAYAH yang Allah berikan kepada segenap BANGSA BANGSA di SELURUH Dunia. Banyak negri-negri yang dahulunya tidak mengenal Islam, pada saat ini telah bergerak dengan signifikan menjadi negri yang diberi HIDAYAH oleh Allah, sehingga bangsa itu berbondong-bondong masuk Islam. Bangsa Indonesia yang telah lebih dahulu diberi HIDAYAH oleh Allah seharusnya mempersiapkan diri untuk menyambut DUNIA BARU yang dipenuhi dengan tumbuh pesatnya berbagai BANGSA di dunia untuk memeluk agama Islam.

Jangan pernah bergeser dari jalan lurus yang telah Allah tunjukkan kepada kita semua, Islam adalah agama Allah , agama yang menuntun manusia kepada jalan perdamaian, Allah berfirman.

إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِداً وَمُبَشِّراً وَنَذِيراً ﴿٨﴾ لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ وَتُسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلاً

Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, (QS. 48:8)
supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)Nya, membesarkan-Nya. Dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang. (QS. 48:9)

bila manusia menempuh jalan tersebut dengan tekun maka PERDAMAIAN SELURUH DUNIA itu sudah hampir datang di depan mata di hadapan kita , di ZAMAN yang sebentar lagi akan dilewati oleh umat manusia. Mari kita umat Islam Indonesia bersiap-siap menyambut dengan penuh ketaqwaan menyambut ZAMAN tersebut. Wallahu ‘alam.


One Response to “Islam Agama Perdamaian Abadi Universal”

  1. 1
    Abah Yudhi Says:

    Islam itu adalah agama yang benar, sbb sudah di akui Allah dalam kitab Alqur’an. Sedangkan kitab lain, tidak ada namanya Allah sdh berfirman dan mengakui agama mereka. Jadi berbahagialah jadi orang Islam, sedangkan Islam itu di sampaikan oleh nabi Muhammad Saw untuk seluruh umat manusia. Jadi yang mengingkarinya, maka di akhirat sungguh akan merugi.

Leave a Reply