Warga Solo Tolak Terorisme

KOTA-SOLO-CINTA-DAMAI

Senin (11/7) Ribuan orang dari berbagai warga elemen organisasi masyarakat menggelar aksi damai di Kawasan Bundaran Gladag untuk menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk tindak terorisme dan radikalisme.

Selain menyatakan siap melawan aksi terorisme dan radikalisme, mereka juga menyampaikan pesan agar masyarakat Solo tidak takut terhadap peristiwa bom bunuh diri di Mapolresta Solo yang terjadi pada 5 Juli lalu.

Aksi yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut diawali dengan long marchdengan menempuh jarak sekitar 3 kilometer. Dengan membawa sejumlah spanduk berisikan penolakan terhadap aksi terorisme, ratusan peserta aksi yang diantaranya berasal dari sejumlah organisasi masyarakat seperti Satgas dan Bankom Majelis Tafsir Alquran (MTA), From Pembela Pancasila (FPP), SH Terate, Satgas Banser, Setkom LDII, Pramuka, serta sejumlah organisasi politik di Solo berjalan dari Plaza Sriwedari menuju Bundaran Gladag.

mta-menolak-segala-aksi-terorisme

Adapun spanduk yang dibawa diantaranya bertuliskan “Aksi Teror Perbuatan Biadab dan Tidak Diajarkan Oleh Agama Apapun”, “Aksi Teror Membuat Ekonomi Hancur”, Warga Solo Raya Juga Melawan Aksi radikalisme dan Terorisme”, dan Warga Bersatu Padu Melawan Aksi Radikal dan Teror”.

Terkait aksi dama tersebut, Komandan Satgas MTA, Heru Prayitno mengatakan, aksi tersebut diikuti sekitar 1.500 peserta dari berbagai elemen masyarakat yang ada di Kota Solo. Aksi tersebut sengaja mereka gelar sebagai tanggapan atas aksi bom bunuh diri yang terjadi di Mapolresta Solo beberapa waktu lalu.

“Aksi ini merupakan bentuk nyata penolakan warga Solo, baik dari elemen muslim maupun ormas yang ada di kota bengawan terhadap aksi terorisme dan radikalisme. Kami mendukung Negara dalam hal ini kepolisian untuk menindak tegas para pelaku teror dan radikalisme,” tandasnya.

Aksi damai itu sendiri ditutup dengan penandatanganan pernyataan sikap dukungan kepada kepolisian untuk memberantas terorisme dan radikalisme. Pernyataan sikap tersebut selanjutnya diserahkan kepada Kapolresta Solo, Kombes Pol Ahmad Lutfi.

Menanggapi hal tersebut, Kapolresta mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada masyarakat yang melakukan aksi damai menolak tindak terorisme dan radikalisme. “Kami ucapkan banyak terima kasih atas dukungan masyarakat Solo, sehingga kota Solo tetap nyaman dan aman, sebagai kota yang berbudaya,” kata Kapolresta. (jay/Roe)


One Response to “Warga Solo Tolak Terorisme”

  1. 1
    Abah Yudhi Says:

    Teroris itu merugikan dirinya sendiri dan tentu juga orang lain. Merugikan sendiri karena belum tentu apa yang dilakukannya itu benar, kalau salah maka pertanggung jawaban di hadapan Allah sangat berat. Sedangkan merugikan orang lain, sbb bisa mengakibatkan orang lain menderita. Semoga kita menjadi pribadi yang berbudi luhur, yang taat dan beriman pada Allah. Dan tidak menjadi teroris !

Leave a Reply