Obat KECEWA..

OBAT-KECEWA-BISA-ALLAH-BERIKAN-YG-BENAR-BAIK

KECEWA, sebuah kata yang tidak nyaman didengar. Setiap insan tidak ingin bersahabat dan berdekat-dekat dengan kecewa. Tetapi bagaimanapun hendak lari dan menghindar dari kecewa, sekali-kali manusia tidak akan bisa.

Dengan intensitas yang berlainan, manusia pasti bersua dengan apa yang disebut kecewa. Kecewa terjadi ketika sebuah cita-cita, keinginan dan harapan tidak kesampaian.

Sangat berharap dapat diterima sebagai PNS, tiba-tiba tidak diterima.
Ingin pergi ke sebuah belahan dunia dengan pesawat, tiba-tiba ketinggalan pesawat.
Ketika seseorang berhadapan dengan dua kerjadian ini dan kejadian lain yang semisal, hampir dapat dipastikan akan merasa kecewa.

Seseorang akan benci dan tidak suka dengan apa yang menimpanya. Hanya saja intensitasnya berbeda, antara seorang dengan seorang lainnya.

Allah berfirman dalam Surat Al Baqoroh 216 yang artinya :

….Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Ayat ini merupakan penawar kecewa. Obat kecewa.

Adalah wajar seseorang kecewa atas apa yang luput daripadanya. Namun Allah memberi nasehat bahwa di balik apa yang dibenci (kegagalan), ada sesuatu yang baik baginya.

Demikian juga di balik apa yang disukai (keberhasilan), ada sesuatu yang buruk baginya. Hanya saja manusia tidak mengetahui di sisi apa dan di sisi mana ada letak kebaikan dan keburukan.

Jika memang ini yang terjadi, sebagaimana yang ditegaskan dalam ayat, Allah mengetahui di mana letak kebaikan dan atau keburukannya di balik semua kejadian.

Seorang pemuda putus cinta. Tidak jadi menikah dengan gadis pujaannya. Padahal segala persiapan sudah beres. Tempat, hari, catering dan semua thethek bengek yang terkait sudah ditentukan dan diberi down pay. Orang biasa menyebut DP alias uang muka. Kata yu Sani di pedesaan sana namanya panjer. Kegembiraan pemuda ini telah memenuhi seluruh relung hatinya. Suatu kegembiraan yang tiada dapat dilukiskan dan diungkapkan dengan kata-kata.

Tetapi tiba-tiba pernikahan dibatalkan secara sepihak tanpa alasan jelas. Gadis yang telah diincar selama lima tahun itu menikah dengan pria lain. Pemuda tersebut kecewa. Jelas. Namun di balik kekecewaan ada sesuatu yang sangat baik.

Lima tahun kemudian, gadis yang kalau orang melihat tidak mau memejamkan matanya karena diberi kelebihan oleh Allah ini, menderita stroke. Tidak bisa apa-apa. Hanya tergeletak di tempat tidur. Di tempat inilah, gadis yang ketika sehat menggiurkan itu, BAB dan pipis. Pemuda yang semula kecewa karena tidak kesampaian keinginannya ini pada suatu ketika secara tidak sengaja mengetahui keadaan bekas calon istrinya. Ia, yang semula kecewa berat dan bahkan hampir stress itu, kini berbalik. Berbalik seratus delapan puluh derajat.

Semula kecewa dan stress berat, kini bahagia bersyukur (bukan bahagia karena penderitaan orang lain). Telah menemukan rahasia kebijaksanaan Allah. Telah menemukan kebaikan di balik kekecewaan berat beberapa tahun sebelumnya. Ia tidak bisa membayangkan dan menggambarkan betapa sedihnya, seandainya jadi melangsungkan pernikahan.

Ayat 2016 Al Baqarah sebagai rujukan utama obat kecewa. Pada akhir ayat ini ada pekenanan yang perlu mendapat perhatian. Di situ ada kalimat “Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” .

Memang dalam prakteknya manusia sering sulit menerima apa yang terjadi. Dengan keterbatasannya, sering memvonis dan mengambil kesimpulan bahwa apa yang terjadi adalah sebuah musibah. Sebuah keburukan. Tidak ada setitik kebaikan pun ada padanya.

Dengan ayat 216 Al Baqarah ini manusia perlu mengubah mindsetnya. Bagaimanapun manusia tidak lebih mengerti dibanding Allah. Allah memberi tahu, bahwa Allah mengetahui letak kebaikan dan keburukan. Sedang manusia tidak mengetahui letak kebaikan dan keburukan sebuah peristiwa.

Dengan ini maka manusia harus meyakini bahwa ada hikmah kebaikan yang tidak diketahuinya di balik peristiwa buruk yang tidak disukainya. Dan ada hikmah keburukan yang tidak diketahuinya di balik peristiwa baik yang amat disenanginya. Manusia tidak mengetahui keburukan di balik kebaikan.

Dan tidak mengetahui kebaikan di balik keburukan. Akhirnya menusia semestinya menerima apapun yang terjadi. Karena semuanya mengandung hikmah. Selanjutnya beberapa catatan berikut dapat menjadi pertimbangan guna mengurangi dan atau menghindari kegagalan.

Kegagalan perlu diminimalkan untuk mencegah lahir dan hadirnya kecewa.

1. Berfikir positif.
Kekecewaan mungkin akan mengantar ke tempat terpuruk, membawa ke dunia gelap dan suram. Dalam suasana seperti ini ada baiknya mencari hikmah yang ada di balik peristiwa. Berfikir positif .

Kegagalan bukan berarti dunia telah kiamat. Bukan akhir segalanya. Bukan sebuah kekejaman. Kegagalan adalah sukses yang tertunda. Kegagalan adalah sinyal, bahwa belum saatnya berhasil.

Yakinlah bahwa sukses menunggu mereka-mereka yang sungguh-sungguh berusaha dan panang menyerah. Sukses berada di puncak dan menunggu kedatangan orang-orang yang tangguh dan tahan banting.

Setelah kegagalan akan ada keberhasilan. Maka berfikirlah positif. Man jadda wa jadda. Sebagai manusia, wajar memiliki emosi marah atau sedih. Yang perlu dilakukan adalah mengendalikan marah atau sedih.

Jangan sampai keduanya menjadi kuda liar yang membahayakan. Jangan sampai keduanya mengganggu dan membelenggu aktifitas, dan membuat putus asa. Membuat galau dan mengacaukan masa depan. Jangan menabur garam di atas luka.

Ada saatnya melepaskan emosi-emosi yang terpendam tersebut melalui cara yang aman. Misalnya dengan bicara kepada orang yang bisa dipercaya. Orang yang mau mendengarkan.

Curhat kepada orang-orang mukmin. Walijah, teman setia orang mukmin adalah orang mukmin. Allah berfirman dalam surat At Taubah ayat 16.
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. “

Mengungkapkan perasaan akan jauh lebih melegakan dibandingkan dengan jika dipendam sendiri. Atau jika ragu untuk membicarakannya pada teman, bisa menulis dan mengungkapkan perasaan melalui diary. Tuliskan semua kesedihan dan kemarahan sampai puas, dan setelah itu bisa dirobek atau dibakar kertasnya

2.Kegagalan adalah guru dan motivator.
Tidak seorangpun yang tinggal di kulit bumi ini hidupnya mulus tanpa rintangan. Kegagalan adalah guru dan motivator. Rintangan atau gagal memaksa seseorang memutar otaknya untuk berfikir.

Memaksa untuk merenung dan mawas diri mengapa gagal. Setelah menganalisis dan menemukan penyebab kegagalan, selanjutnya bangkit berusaha dengan cara-cara baru. Cara-cara lama yang menyebabkan gagal ditinggalkan. Kegagalan dan kekecewaan menjadi cambuk untuk lebih baik.

Pastikan usaha yang dilakukan benar benar gigih. Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sehingga kaum itu merubah nasibnya sendiri. Di kehidupan nyata apapun harus dihadapi sendiri. Di dunia ini tidak ada yang gratis. Semua berbayar. Pun dengan oksigen yang kita hirup, hendaknya kita bayar dengan rasa syukur pada Allah.

3. Cita-cita (ekspektasi) setara dengan kemampuan.
Di antara penyebab kegagalan adalah adanya kesenjangan antara ekspekasi dengan kemampuan. Makin jauh jarak kesenjangan antara ekspektasi dengan kemampuan makin besar peluang gagal. Sebagaimana pepatah mengatakan “bagaikan katak merindukan bulan”.

Misalnya mempunyai uang Rp 5 juta, bercita-cita ingin membeli Supra X 125 baru. Dalam hal ini tentulah bakal gagal. Berbeda dengan mereka yang memiliki uang Rp 16 juta, tentulah peluang untuk membawa pulang Honda Supra X 125 bakal kesampaian.

Tidak dilarang bermimpi besar. Tidak dilarang berharapan besar. Tetapi hendaknya menakar kemampuan dirinya, baru kemudian baru menancapkan ekspektasi. Sesuaikan cita-cita dengan kemampuan.

Berfikir dan bertindak realistiis adalah langkah paling bijaksana. Sekali waktu dalam hidup ini, seseorang mengalami sakit hati atau kecewa. Sumber kecewa bisa berasal dari dalam diri sendiri, bisa juga berasal dari pihak lain.

Persoalan kecewa bersumber dari masalah pertemanan, pekerjaan, atau percintaan. Dalam muamalah ini ada peluang terjadinya pengkhianatan. Pengkhianatan yang meninggalkan rasa sakit hati, kecewa, dendam yang membekas. Membekas bagai luka yang sulit mengering.

Ada dua kelompok dalam menyikapi kecewa. Sebagian orang dengan mudahnya bisa move on dari kejadian yang menyedihkan. Melupakan kejadian yang menyakitkan.
Kelompok lain merasa sulit melupakan peristiwa yang menyakitkan tersebut. Sebenarnya bukan sulit untuk move on, tetapi tidak mau move on. Tidak mau move on dari merenungi kecewa dan sakit hati yang berlebihan, kerugiannya jauh lebih banyak.

Jika sikap ini dipertahankan berarti tidak mau membuka diri untuk hubungan baru. Rasa sakit hati yang dipendam pun dapat menggerogoti tubuh perlahan-lahan. Orang yang memendam rasa sakit hati dan kecewa selama bertahuntahun tubuhnya ada peluang untuk digerogoti kanker.

Karena 90% penyakit fisik berasal dari faktor psikis. Bahkan pola makan atau pola hidup yang seringkali dijadikan kambing hitam dari munculnya sebuah penyakit kronis bisa berawal dari pengalihan stres.

Pemegang kendali
Manusia adalah penguasa atas dirinya sendiri. Pemegang kendali atas dirinya. Bukan orang lain yang memegang kendali. Bukan perbuatan si fulan yang membuat anda kecewa. Karena tidak ada seorangpun yang bisa menyakiti perasaan anda kecuali anda sendiri.

Artinya kecewa atau tidak kecewa, tergantung pada diri masing-masing. Seseorang bisa memutuskan kecewa. Bisa juga memutuskan tidak kecewa.

Dialah yang memutuskan untuk menjadi pihak korban tersakiti. Tidak dipungkiri memang butuh waktu untuk bisa menerima kenyataan. Namun tidak boleh terkekang dan terbelenggu. Penderita kecewa dan sakit hati perlu membuka diri untuk hal-hal baru dan orang-orang baru yang lebih baik untuk hadir dalam kehidupan kita.

Trauma akibat pengkhianatan mungkin tidak akan mudah untuk langsung membuka diri, karena prasangka buruk cenderung menyertai, takut dikhianati lagi. Seharusnya dipahami bahwa prasangka pun adalah doa. Jangan sampai kita menarik kejadian yang sama terus menerus, semua orang diyakini sama. Sama seperti orang-orang yang pernah menyakiti kita..

Yakinkan bahwa kita layak mendapatkan orang yang lebih baik. Kita pantas untuk itu. Selanjutnya banyak kepada Allah. Ingat kepada Allah menenteramkan hati. Yakinlah dengan sepenuh hati bahawa Allah maha mengetahui dan sentiasa bersama kita, termasuk pada saat sedang dilanda kesedihan dan kekecewaan.

Apa yang membuat kita sedih, Allah lebih Maha Kuasa, Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi kita. Yakinlah kesedihan dan rasa tidak tenang yang Allah beri itu adalah agar kita kembali mengingati NYA.

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenteram.” ( QS Ar Ra’d : 28 ) “Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” (QS.At -Taubah :40)

Oleh : AA Gim. Guru SMA MTA Surakarta


One Response to “Obat KECEWA..”

  1. 1
    Yudhi Curma Sapo Says:

    Maka janganlah kita gampang kecewa dan putus asa. Ingat selalu pada Allah yang selalu kita harapkan pertolongan-Nya.

Leave a Reply