Kutbah Idhul Adha 1435H Oleh Dr Anton Tabah (04-10-2014)

DR-ANTON-TABAH-POLRI-PENASEHAT-MUI

KETIKA UMAT BERPALING DARI QUR’AN
(Membuat Bangsa Sekeng Kejujuran & Sugih Kebohongan)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ.

اَلْحَمْدُ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ، وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّا?تِ اَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَ مَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ:

Segala puja dan puji kita persembahkan kepada Allah SWT, yang telah mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul terakhir membawa agama paripurna untuk menyempurnakan agama-agama terdahulu, tidak ada Nabi dan Rasul lagi, dan tidak ada agama baru lagi. Allah perlihatkan keaslian dan kebenaran Al-Qur’an dari segala penjuru, juga dari dalam diri manusia, dengan berbagai penemuan sain dan teknologi yang memperkokoh kebenaran Al-Qur’an.

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa AlQur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu? [QS. Fushshilat : 53].

Al-Qur’an juga memberi khabar gembira (dengan surga) bagi orang-orang yang menjadikan Al-Qur’an sebagai panduan hidupnya, dan memberi khabar duka (dengan neraka) bagi orang-orang yang tidak beriman kepada Al-Qur’an dan bagi orang-orang yang berkata bahwa Allah punya putra.

 

وَيُنذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَداً

Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata, “Allah mengambil seorang anak”. [QS. Al-Kahfi : 4]

 

Hari ini, ummat Islam merayakan Idul Adlha sebagai rasa cintanya pada Allah dengan shalat Idul Adlha berjama’ah di lapangan, di gurun, di masjid di seluruh penjuru dunia, dan menyembelih berjuta hewan qurban untuk berbagi kebahagiaan dan cinta pada sesama (Fa sholli lirobbika wanhar), mengenang kisah fenomenal pengorbanan seorang hamba kepada Allah, yaitu Nabi Ibrahim AS, sekaligus mengingatkan kita tentang waktu dan umur kita yang terus bertambah secara matematis.

 

Idul Adlha dan umur hanyalah pergeseran waktu, tidak otomatis mengubah keadaan, seperti sehat belum tentu waras. Demikian juga umur bertambah, belum tentu menjadi dewasa dan bijak. Waktu bergerak dengan garis lurus tak kembali ke titik awal. Tiap detik berganti kita kehilangan umur. Namun hanya sedikit yang sadar akan kehilangannya itu. Contoh yang paling dekat, umur kita berapa sekarang ? Apakah sebagiannya kita gunakan untuk mendalami dan memahami Al-Qur’an yang tiada ragu kebenarannya dan menjadi jalan keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat ? Seperti teguran Allah dalam Surat Al-Hadid ayat 16 :

 

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ

 

Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan AlKitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan diantara mereka adalah orang-orang yang fasik. [QS. Al-Hadiid : 16]

 

Dengan teguran Allah tadi dapatkah hari raya Idul Adlha menghilangkan sifat-sifat buruk dalam kehidupan yang singkat ini ?

 

Pertama, Sifat buruk sering menyia-nyiakan waktu. Seolah waktu melimpah ruah seperti ungkapan “Waktu berputar”. Padahal waktu tidak berputar, tetapi berjalan lurus tak kembali. Waktu adalah karunia Allah yang sangat berharga. Sehingga Tuhan berkali-kali bersumpah dengan waktu. Demi malam, Demi pagi, Demi dluha, Demi siang, Demi sore, dan seterusnya yang membuat manusia merugi, kecuali yang mengalun dalam Iman dan kebajikan.

 

Waktu Cepat berlalu bagai kilatan kilau belati “al-waktu kassaif”, kata Nabi. Yang berlalu kekinian usang, yang datang kekinian cepat menjemput, hari esok ditentukan hari ini. Jika keburukan yang ditabur, masa lalu menakutkan, masa kini merisaukan dan masa depan menjadi badai. Jika kebaikan ditanam, masa lalu adi lumbung keagungan, masa kini kedung ketenangan, masa depan panen kehormatan dan kemuliaan.

 

Kedua, sifat buruk cinta dunia. Idul Adlha mengingatkan cinta kita kepada agama Allah karena Idul Adlha simbul cinta manusia kepada Allah diatas segalanya. Ajaran ini menjadi penting ketika manusia kehilangan substansi hidup mengabaikan Tuhan dan sangat mencintai dunia, sehingga menciptakan musuh-musuh iman materialis, sekuler, liberalis, mendewakan demokrasi, kebebasan dan HAM tapi abaikan KAM (Kewajiban Asasi Manusia) menerjang larangan-larangan-Nya. Contoh : kebebasan bersexria (free sex prostitusi), kebebasan gugurkan kandungan (aborsi), kebebasan umbar aurat dimuka umum (pornografi/pornoaksi), kebebasan kawin sejenis (homosex/lesbian).

 

Pada mulanya adalah pengabaian agama akibat pemurtadan pemikiran. Menafsirkan Al-Qur’an dan Sunnah semaunya sendiri tanpa merujuk pada penjelasan Allah dan Rasul, dan tafsir-tafsir baku para shahabat. Secara tak sadar semua itu diawali dari murtad pemikiran (mindset) menjadi sekuler liberalis yang tak kalah bahayanya dengan atheis. Murtad pemikiran dalam bahasa Tuhan adalah fasiq seperti firman-Nya :

 

وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ لِمَ تُؤْذُونَنِي وَقَد تَّعْلَمُونَ أَنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

 

Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Hai kaumku, mengapa kamu menyakitiku, sedangkan kamu mengetahui bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu ?”. Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka; dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang fasiq. [QS. Ash-Shaff : 5]

 

Lihat kebebasan perkawinan sejenis !. Padahal di dunia binatang saja tak ada yang mau kawin sejenis. Manusia malah mau kawin sesama jenis. Itulah makna Firman Allah dalam Surat Al A’raaf : 179.

 

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيراً مِّنَ الْجِنِّ وَالإِنسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لاَّ يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لاَّ يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لاَّ يَسْمَعُونَ بِهَا أُوْلَـئِكَ كَالأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُوْلَـئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jinn dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. [QS. Al-A’raaf : 179]

 

Ketiga, sifat buruk Nir tulodho. Idul Adlha sebuah Re-edukasi keteladanan. Dicontohkan tiga tokoh utama teladan pengorbanan demi kemuliaan peradaban manusia, yaitu Nabi Ibrahim teladan seorang suami, ayah dan pemimpin yang shalih, istrinya (Hajar) teladan istri dan ibu rumah tangga yang amanah pada suami, dan sukses mendidik anak-anaknya. Teladan ketiga adalah putranya (Isma’il) yang baru berusia 13 tahun, contoh remaja shalih yang berbhakti pada kedua orang tua. Atas pengorbanan 3 tokoh fenomenal inilah maka Idul Adlha juga disebut Hari Raya Qurban.

 

Ismail dalam ilmu hikmah adalah lambang duniawi yang dikejar-kejar manusia sehingga lupa akhirat. Padahal dunia seisinya ini jika dibandingkan dengan akhirat tak lebih berharga dari sehelai sayap seekor nyamuk yang kini diperebutkan oleh sekitar 7 milyar manusia penghuni bumi, sampai terjadi pertikaian dan peperangan, seperti dalam sabda Rasulullah SAW :

 

 

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ، قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ ؤعِنْدَ اللهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ. الترمذى

Dari Sahl bin Sa’ad, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Seandainya dunia ini di sisi Allah ada nilainya sesayap nyamuk, niscaya Dia tidak akan memberi minum kepada orang kafir sekalipun seteguk air”. [HR. Tirmidzi juz 3, hal. 383, no 2422]

 

Sedangkan surga di akhirat adalah kekal, keindahan kesenangan kebahagiaannya tiada tara, belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga belum pernah terbersit dalam hati manusia. Dalam hadits diriwayatkan :

 

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ: قَالَ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ: اَعْدَدْتُ لِعِبَادِيَ الصَّالِحِيْنَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ وَ لَا اُذُنٌ سَمِعَتْ وَ لَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ، مِصْدَاقُ ذ لِكَ فِى كِتَابِ اللهِ: فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّآ اُخْفِيَ لَهُمْ مِّنْ قُرَّةِ اَعْيُنٍ جَزَآءً بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ. مسلم

Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (yang artinya) Aku telah menyediakan untuk hamba-hamba-Ku yang shalihin, apa-apa yang belum pernah mata memandang, belum pernah telinga mendengar dan belum pernah terlintas di hati seseorang”. Membenarkan hal itu dalam kitab Allah : Falaa ta’lamu nafsum maa ukhfiya lahum min qurroti a’yunin jazaa-am bimaa kaanuu ya’maluun [QS. As-Sajdah : 17] (Tiada seorangpun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu bermacam-macam nikmat yang menyedapkan pandangan mata, sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan)”. [HR. Muslim juz 4 hal. 2174]

 

Semua dalil/hujjah dari Qur’an dan Sunnah yang saya kutip dalam khutbah ini saya cantumkan nama surat dan ayatnya. Jika hadits, saya cantumkan perawi, juz dan halamannya, sebagai pertanggungjawaban saya di dunia dan akhirat, agar terhindar dari fitnah dan dari ayat-ayat serta hadits-hadits palsu yang sesat-menyesatkan.

اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ، لَا اِلهَ اِلَّا اللهُ وَ اللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ وَ لِلّهِ الْحَمْدُ.

Ismail-Ismail itu bisa berupa harta, anak, istri, keluarga, rumah, dagangan, perusahaan, pangkat, jabatan dan sebagainya, yang lebih dicintai daripada Allah dan RasulNya, lalu dengan segala cara ditempuh untuk mendapatkannya. Inilah akar kebohongan, penipuan, pencurian, korupsi dan dusta-dusta lain, sehingga bangsa Indonesia yang konon sebagai negara Muslim terbesar di dunia, kini miskin kejujuran dan kaya kebohongan, sebagai efek dari mengabaikan Al-Qur’an, meninggalkan Al-Qur’an, bahkan berpaling dari Al-Qur’an, karena tidak mau mengkaji dan memahami Al-Qur’an.

Kebenaran bahkan keaslian Al-Qur’an yang tidak diragukan lagi, hal ini diakui oleh pakar-pakar sosiologi agama non muslim dari berbagai negara. Mereka menyatakan bahwa sampai saat ini kitab suci agama yang otentik (asli) tinggal Al-Qur’an. Al-Qur’an diseluruh dunia sama, bahasanya, redaksional, layout, urutan surat. ayat-ayatnya, konsistensi hukum, cara membaca, etikanya dan dihafal oleh jutaan Muslim di dunia. Itulah antara lain bukti keaslian Al-Qur’an.

Bandingkan dengan kitab suci agama lain, tidak sama satu sama lain, inkonsisten, dan sulit dihafal. Sampai hari ini belum ada satupun kitab suci yang dihafal oleh ummatnya selain Al-Qur’an. Demikian pula isi Al-Qur’an selalu sejalan dengan sain dan teknologi yang banyak ditemukan saat ini, bahkan banyak penemuan-penemuan baru di berbagai bidang ilmu pengetahuan yang dipandu Al-Qur’an.

Penemuan jenazah jasad Fir’aun oleh peneliti Perancis Mauris Bucael awal abad XX ketika meneliti makam raja-raja di piramida Mesir menemukan salah satu mayat yang utuh, mengandung garam laut berusia sekitar 4000 tahun, diyakini sebagai mayat Raja Fir’aun era Nabi Musa yang ditegggelamkan oleh Allah di laut, ulama-ulama Mesir memberitahu pada peneliti Perancis tersebut, bahwa hal itu sudah ada dalam Al-Qur’an sejak sekitar 1500 tahun silam, yang membuat Prof. Bucael kaget dan kagum, sehingga ia masuk Islam. Firman Allah tersebut ada di surat Yunus ayat 92

فَالْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ آيَةً وَإِنَّ كَثِيراً مِّنَ النَّاسِ عَنْ آيَاتِنَا لَغَافِلُونَ

Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu, dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. [QS. Yuunus : 92].

Juga penelitian pakar-pakar serangga dan obat-obatan seperti semut (An-Naml : 18), laba-laba (Al-‘Ankabut : 41) nyamuk (Al-Baqarah : 26) babi, dan sebagainya, tak satupun bertentangan dengan sain dan teknologi dan tak lekang oleh zaman. Itu semua sebagai bukti keaslian dan kebenarannya, sebagaimana firman Allah dalam Surat Nisa ayat 82 :

أَفَلاَ يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِندِ غَيْرِ اللّهِ لَوَجَدُواْ فِيهِ اخْتِلاَفاً كَثِيراً

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an? Kalau kiranya AlQur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. [QS. An-Nisaa’ : 82].

اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ، لَا اِلهَ اِلَّا اللهُ وَ اللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ وَ لِلّهِ الْحَمْدُ.

Kisah Dr Olivia (dokter wanita, ahli kandungan) di sebuah rumah sakit bersalin di New York, Amerika Serikat, tanggal 17 Mei 2014 jam 8 pagi waktu setempat ketika dia akan pulang setelah semalaman tugas jaga, dan tugasnya telah digantikan oleh dokter kandungan yang lain yang kebetulan laki-laki. Ketika Dr Olivia baru melangkahkan kakinya di teras rumah sakit tersebut, datanglah seorang suami mengantarkan istrinya yang akan melahirkan. Wanita berjilbab itu langsung mencegat Dr Olivia memohon agar mau menolong persalinannya. Dr Olivia menjawab bahwa dirinya baru saja selesai sift malam, persalinannya akan ditangani dokter lain yang kebetulan dokter pria.

Pasien wanita tersebut terus merajuk, bahkan menangis histeris, memohon agar Dr Olivia yang menanganinya. Dr Olivia pun menuruti kemauan pasien tersebut. Usai persalinan, Dr Olivia menasehati suami pasien tersebut agar tak berhubungan pasutri sebelum 40 hari pasca persalinan. Suami tersebut menjawab, “Agama kami (Islam) memang mengajarkan demikian”. Dr Olivia terkejut, ternyata Islam telah mengajarkan hal serumit itu, padahal di Amerika untuk menemukan jawaban banyaknya wanita kena penyakit kanker rahim dari efek hubungan pasutri pasca persalinan sebelum 40 hari, butuh berpuluh-puluh tahun penelitian. Islam sudah mengajarkan 1500 tahun silam.

Dr Olivia juga menasehati ibu yang baru melahirkan tadi agar sering menidurkan bayinya miring ke kanan untuk memperlancar jantung dan paru-parunya. Lagi-lagi ibu berjilbab tadi menjawab, “Terima kasih dokter, agama kami memang mengajarkan demikian”. Tambah terkejutlah Dr Olivia, ternyata Islam mengajarkan sedetail itu. Lalu Dr Olivia yang cerdas itu berfikir, Islam bukan sekedar agama, tetapi juga sebuah peradaban yang komplit ! Belum lagi tentang babi yang dilarang dikonsumsi dalam Islam. Ketika Olimpiade London 2010, Komite Olah Raga se dunia melarang atlit-atlit makan daging babi, karena mengandung zat yang mengganggu kesehatan mereka.

Contoh yang lebih dekat, pakar fisika Sovyet Dimetri Bolykov dan Nicolai Kosinikov pada tanggal 9 September yang lalu masuk Islam, efek dari teorinya bahwa menjelang hancurnya alam raya ini, matahari akan terbit dari barat. Dari teori “Gerak Integral Elektro Magneto Dinamika” aktivitas perputaran bumi pada porosnya yang semua digerakkan oleh matahari sebagai sumber kekuatan alam raya. Pada saatnya nanti akibat pengaruh dua kutub magnet akan bergantian tempat.

Gerak perputaran bumi pun mengalami perubahan arah yang saling berlawanan dan matahari akan terbit dari barat. Penelitian tersebut didengar oleh kalangan ulama Ukraina, lalu mereka mencocokkannya dengan hadits Rasulullah SAW bahwa menjelang qiyamat (kehancuran dunia) matahari akan terbit dari barat. Menjelaskan wahyu yang diterima Nabi Muhammad SAW ketika itu, yaitu Al-Qur’an Surat Al-An’aam ayat 158.

هَلْ يَنظُرُونَ إِلاَّ أَن تَأْتِيهُمُ الْمَلآئِكَةُ أَوْ يَأْتِيَ رَبُّكَ أَوْ يَأْتِيَ بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لاَ يَنفَعُ نَفْساً إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِن قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْراً قُلِ انتَظِرُواْ إِنَّا مُنتَظِرُونَ

Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka), atau kedatangan Tuhanmu atau kedatangan sebagian tanda-tanda Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: “Tunggulah olehmu sesungguhnya kami pun menunggu (pula). [QS. Al-An’aam : 158]

 

Ayat ini sudah dijelaskan Nabi SAW hampir 1500 tahun yang lalu, dengan sabdanya yang sangat menakutkan para sahabat ketika itu :

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ … حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا فَاِذَا طَلَعَتْ وَ رَآهَا النَّاسُ يَعْنِى آمَنُوْا اَجْمَعُوْنَ فَذ لِكَ حِيْنَ (لَا يَنْفَعُ نَفْسًا اِيْمَانُهَا لَمْ تَكُنْ ا مَنَتْ مِنْ قَبْلُ اَوْ كَسَبَتْ فِيْ اِيْمَانِهَا خَيْرًا)

 

Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah datang hari qiyamat …. sehingga matahari muncul dari barat. Maka apabila matahari muncul (dari barat) dan orang-orang melihatnya, maka mereka beriman semuanya. Maka itulah masa “Tidaklah bermanfaat iman seseorang kepada dirinya yang tadinya belum beriman, atau dia belum mengusahakan kebaikan dalam imannya”. [HR. Bukhari juz 8 hal. 101]

Masih banyak contoh lain yang bisa kita kaji lebih dalam dilain kesempatan. Itu pula makna firman Allah Surat An-Nahl ayat 89 :

وَيَوْمَ نَبْعَثُ فِي كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيداً عَلَيْهِم مِّنْ أَنفُسِهِمْ وَجِئْنَا بِكَ شَهِيداً عَلَى هَـؤُلاء وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَاناً لِّكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ

Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu AlKitab (AlQur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. [QS. AN-Nahl : 89]

اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ، لَا اِلهَ اِلَّا اللهُ وَ اللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ وَ لِلّهِ الْحَمْدُ.

Saudaraku yang mulia, kehebatan dan kebenaran Al-Qur’an juga telah dijelaskan pujangga Jawa yang kebetulan dari kota ini (Solo) berabad silam yaitu Ki Ronggo Warsito, pujangga yang sangat masyhur dengan kidung indahnya Jeroning Qur’an iku roso kang sayekti. Namung jalmo kang uningo, kejobo lawan tuduhe”. Masih banyak ajaran Ki Ronggo Warsito yang intinya mengajak kita memahami isi Al-Qur’an dan Hadits. Sedangkan Pangeran Sambernyowo menciptakan kidung Duh prokadang den ingeto mring kanjeng Nabi panutan, kang kwadyo ing kadise. Muslimin estri lan jalu amrih samyo ngudi ngelmi wiwit saking bandulan tumekeng kubure. Nggomonggo sami dipun lampahi supados sami bejo”.

Sedangkan kidung Sunan Kalijogo yang monumental booming sampai sekarang diterjemahkan ke berbagai bahasa suku negeri ini, bahkan ke berbagai bahasa bangsa-bangsa dunia. Lagu itu sangat kita hafal, yaitu Tombo ati iku limo perkarane, kaping pisan moco Qur’an sak maknane, kaping pindho sholat wengi lakonono, kaping telu wong kang sholeh kumpulono, kaping papat weteng siro ingkang luwe, kaping limo dzikir wengi ingkang suwe. Salah sawijine sopo biso ngalakoni, insya Allah Gusti Allah ngijabahi“. Saya yaqin jama’ah shalat ‘Idul Adlha di Solo ini semua mengerti maksudnya.

Demikianlah priyagung-priyagung kerajaan Mataram telah mengajari kita berabad silam tentang kebenaran Al-Qur’an dan As-Sunnah untuk kita ikuti. Solo memang fenomenal. Yang mencetuskan adat halal-bihalal setelah shalat Idul Fithri juga Pangeran Sambernyowo, beliau pula yang menciptakan budaya open house halal bihalal agar efektif dan efisien. Ribuan prajurit Mataram setelah shalat Idul Fithri diajak ke pendopo agung kerajaan untuk melakukan sungkem halal bihalal pada raja. Budaya open house ini dilestarikan oleh pejabat-pejabat kita sampai sekarang.

Solo, selain fenomenal juga monumental. Untuk nguri-uri ajakan para priyagung tersebut, di Solo sejak tahun 1972 lahir perkumpulan orang yang tekun mendalami isi Al-Qur’an, yaitu Majlis Tafsir Al-Qur’an yang terkenal dengan MTA, yang sampai kini terus meningkatkan SDM-nya, metodologinya, sarana prasarana agar kajian Al-Qur’an dan Hadits mudah diakses oleh ummat secara luas, melalui satelit, radio, TV dan IT, sehingga jutaan ummat bisa mengikuti kajiannya, sampai ke luar negeri. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa MTA adalah jelmaan priyagung terdahulu seperti Ki Ronggo Warsito dan Pangeran Sambernyowo dan lain-lain yang ngejowantah. Mengkaji Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan bahasa yang mudah difahami ummat dari segala kalangan.

 Rekomendasi Khutbah

Akhirnya dari khutbah ini kita sadar, yang disebut bejo kemayangan hidup singkat di dunia ini adalah jika kita bisa memahami Al-Qur’an dan mengamalkannya. Maka untuk mengakhiri khutbah, ijinkanlah saya menyampaikan beberapa rekomendasi, antara lain :

  1. Jangan silau dan tertipu dunia. Jika dibandingkan dengan akhirat, dunia seisinya ini tidak lebih berharga dari sehelai sayap seekor nyamuk, betapa tidak berharganya dunia yang saat ini diperebutkan sekitar 7 milyar manusia.
  2. Ingin sukses dunia dan akhirat ? Kaji dan fahami Al-Qur’an, ia jalan kebahagiaan. Menjauhi Al-Qur’an akan tersesat, sedih, tidak bahagia karena kaya kebohongan
  3. Orang yang kaya kebohongan akan kehilangan rasa malu dan hilang iman.
  4. Rasa malu harus disuburkan melalui hukum potong tangan dan dimiskinkan, sita semua harta koruptor. Misal korupsi nominal 1 M potong pergelangan tangan. 10 M potong sampai siku, di atas 10 M sampai 50 M dipotong sampai pangkal pundak, di atas 50 M dipotong kedua tangannya atau dihukum mati.
  5. Orang yang tidak memahami Al-Qur’an di akhirat akan benar-benar buta matanya.
  6. Murtad syar’i diawwali dengan murtad pemikiran, hati-hatilah dengan konsep pemikiran sekuler liberal, karena bisa menjadi murtad sesungguhnya.
  7. Tantangan dan ancaman terhadap aqidah/iman makin berat, bukan hanya menghadapi kekafiran, tetapi juga kefasiqan, sekuler, leberalis, pluralis dan radikalis. Maka dari itu tingkatan persatuan ukhuwwah Islamiyah untuk mengalahkan musuh-musuh aqidah tersebut.

اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ، لَا اِلهَ اِلَّا اللهُ وَ اللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ وَ لِلّهِ الْحَمْدُ.

اَلْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ نَزَّلَ الْقُرْانَ لَا رَيْبَ فِيْهِ، هُدًى لِلْمُتَّقِيْنَ الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيبِ وَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلوةَ وَ مِمَّا رَزَقْنهُمْ يُنْفِقُوْنَ. فَيَااَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَ اَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. وَ قَالَ اللهُ تَعَالَى، اِنَّ اللهَ وَ مَلَآئِكَتَه يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ اْلاَمْوَاتِ، اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

اَللّهُمَّ ارْحَمْنَا بِالْقُرْانِ وَ اجْعَلْهُ لَنَا اِمَامًا وَ هُدًى وَ رَحْمَةً وَ شَفَاعَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ.

 

Ya Allah Kau telah karuniakan kami keturunan kami yang tumbuh dewasa, jadikanlah kami dan keturunan kami dan bangsa kami hamba-hambaMu yang menegakkan shalat, tekun dan khusu’ mengkaji, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an, menegakkan hukum, keadilan, dan kejujuran sampai akhir hayat.

 

Ya Allah SADARKAN saudara-saudara kami, bangsa-bangsa yang bertikai, agar kembali ke jalanMu, tidak saling fitnah hanya karena dunia yang tak berharga ini. Ya Allah, sadarkan kami kaum Muslimin seluruh dunia agar tidak mau diadu domba oleh kaum anti Islam, untuk melawan kedhaliman musuhMU dan anthek-antheknya.

رَبَّنَا اتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّ فِى اْلاخِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَابَ النَّارِ. آمين. اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَ اْلاِحْسَانِ وَ اِيْتَآءِ ذِى الْقُرْبى وَ يَنْهى عَنِ اْلفَحْشَآءِ وَ الْمُنْكَرِ وَ الْبَغْيِ وَ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. اِنَّ اللهَ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.
وَ اَوْفُوْا بِعَهْدِ اللهِ اِذَا عَاهَدْتُّمْ وَ لَا تَنْقُضُوْا اْلاَيْمَانَ بَعْدَ تَاْكِيْدِهَا وَ قَدْ جَعَلَتُمُ اللهَ عَلَيْكُمْ كَفِيْلًا، اِنَّ اللهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُوْنَ. وَ الْحَمْدُ لِلّ?هِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ

 **) DR Anton Tabah, Jenderal Polri, Penasehat Kapolri, Pengurus MUI Pusat, Dewan Pakar ICMI/KAHMI/PJMI, Dosen Tamu di berbagai Universitas /Lemdikti/Kolumnis, Guru Ngaji, Konsultan Hukum & Industri dan Komisaris Beberapa Perusahaan.
Alamat : Komplek AKRI Ragunan Jl P.2 Jakarta Selatan

 


One Response to “Kutbah Idhul Adha 1435H Oleh Dr Anton Tabah (04-10-2014)”

  1. 1
    wardana Says:

    kapan lagi ya pak Jenderal Anton Tabah memberi kuliah umum di Ahad Pagi… semoga beliau punya waktu ….untuk memberi ilmunya kepada kita…amien

Leave a Reply