OBAT MUJARAB MENOLAK VIRUS GANAS -LGBT-

berani-dakwah-jangan-diam

Segala puji hanya layak untuk Allah, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Saw, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya.

Segala pujian hanya untuk Allah SWT. Manusia perlu menyadari bahwa diri manusia adalah makhluq ciptaan Allah SWT. Dan Allah telah menetapkan bahwa JIWA manusia membutuhkan perbuatan IBADAH kepada Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفاً فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.(Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui, (QS. 30:30)

Kenikmatan JIWA yang paling sempurna adalah kenikmatan IMAN dan TAQWA . Allah menuntun manusia untuk rajin mensucikan jiwanya dengan cara melaksanakan ibadah-ibadah kepadaNya.

Perbuatan ibadah khusus, seperti Sholat dengan penuh pemahaman, Dzikir dengan penuh pemahaman, Membaca Al-Qur’an dengan penuh pemahaman. Puasa dengan penuh kesadaran, adalah jalan-jalan Ibadah JIWA, yang dari ibadah itu manusia menemukan KELEZATAN JIWA dan Kebenaran serta kelurusan pemahaman jalan hidup.

Bila manusia telah mampu merasakan kemantapan dalam merasakan kelezatan IBADAH dan TEGUH dalam memegang keimanan dan ketaqwaan maka manusia akan selamat di dalam melangkah di jalan kehidupan di dunia, sebagaimana firman-Nya

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ

 Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan:”Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan):”Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu” (QS. 41:30)

Hingga sampai pada tataran tertentu manusia akan hidup di dunia dalam kebahagiaan dan selalu dalam Lindungan, Ampunan dan Rahmat Allah SWT sebagaimana firman-Nya

أَلا إِنَّ أَوْلِيَاء اللّهِ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ ﴿٦٢﴾ الَّذِينَ آمَنُواْ وَكَانُواْ يَتَّقُونَ ﴿٦٣﴾ لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَياةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ لاَ تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. 10:62)

(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa. (QS. 10:63)

Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. (QS. 10:64)

 

Dalam masa Globalisasi, banyak BUDAYA-BUDAYA GELAP dan KOTOR menyebar keseluruh dunia. Ketika sekelompok manusia menolak untuk menerima AGAMA SUCI dari Allah SWT maka banyak manusia yang terhempas, terlibas habis oleh kesenangan-kesenangan bisikan Syaitan yang menghancurkan Kesucian dan Kebahagiaan manusia.

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نِبِيٍّ عَدُوّاً شَيَاطِينَ الإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُوراً وَلَوْ شَاء رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ

 Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkan mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (QS. 6:112)

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالإِنسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِّنكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِي وَيُنذِرُونَكُمْ لِقَاء يَوْمِكُمْ هَـذَا قَالُواْ شَهِدْنَا عَلَى أَنفُسِنَا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَشَهِدُواْ عَلَى أَنفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُواْ كَافِرِينَ

 Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayat-Ku dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini Mereka berkata: “Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri”, kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir. (QS. 6:130)

الَّذِينَ اتَّخَذُواْ دِينَهُمْ لَهْواً وَلَعِباً وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فَالْيَوْمَ نَنسَاهُمْ كَمَا نَسُواْ لِقَاء يَوْمِهِمْ هَـذَا وَمَا كَانُواْ بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ

 (yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main atau senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka”. Maka pada hari itu (kiamat ini), Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami. (QS. 7:51)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِاللَّهِ الْغَرُورُ

 Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. (QS. 35:5)

Bila manusia hidup di dunia sekedar sibuk dengan urusan dunia, sekedar sibuk mengejar kesenangan dunia, dan kemudian mengabaikan BIMBINGAN Allah SWT dalam mengarungi kehidupan, maka mereka akan menjadi SASARAN EMPUK dari bisikan syaitan yang bersifat perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia),

Bila manusia menolak Rasulullah Muhammad SAW, dan mereka enggan menekuni Al-Qur’an dan As-Sunnah, maka mereka akan hanyut diseret syaitan kedalam kekafiran, kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir. Jika mereka menolak Rasulullah Muhammad SAW dan apa yang dibawa oleh beliau manusia akan masuk ke dalam jurang KEKAFIRAN.

Bila manusia lupa bahwa hidup di dunia harus berpegang teguh dengan agama Allah SWT , dan mereka mengabaikan agama Allah, baik mempelajari, menghayati, membahas, mengamalkan, mendakwahkan, maka mereka akan masuk kedalam KEKAFIRAN, (yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main atau senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka”.

Bila mausia mengabaikan menghayati, membahas, mengamalkan dan mendakwahkan agama Allah maka mereka akan menjadi SASARAN EMPUK bagi bisikan syaitan untuk disesatkan, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.

Dalam pergaulan BUDAYA INTERNASIONAL, banyak manusia saling bertukar budaya. Bila umat Islam tidak memahami dengan sebenarnya tujuan kehidupan di dunia ini dengan bimbingan Al-Qur’an dan As-Sunnah, maka banyak diantara mereka yang ter inveksi VIRUS-VIRUS, Kekafiran, Kefasikan, Kedurhakaan, Kesesatan, Kejahatan, Kehancuran.

Dalam pemahaman dunia materiil yang instan, disaat ini banyak makanan beracun yang di kemas dalam wadah-wadah yang indah warna warni dan menawan, dan manusia terutama anak-anak banyak yang tergila-gila dengannya. Mereka berebut membeli makanan beracun yang akan menghancurkan kesehatan tubuh mereka. Setelah mereka besar dan mereka belajar tentang ilmu kesehatan barulah mereka sadar, banyak makanan ringan dari bahan-bahan beracun yang ENAK DI LIDAH, namun sebenarnya tidak baik untuk kesehatan tubuh.

Demikian pula ketika manusia belum tekun belajar Al-Qur’an dan As-Sunnah, mereka menuduh orang-orang yang berpegang teguh pada Agama Allah dicap sebagai orang JUMUD, ORANG KOLOD atau juga orang TIDAK MAU MAJU.  Namun bila mereka mau sedikit mempelajari Al-Qur’an dan As-Sunnah, mungkin mereka akan sadar bahwa Al-Qur’an dan As-Sunnah itu sesuatu yang HARUS dipelajari dan diamalkan oleh semua manusia yang INGIN SELAMAT dan BAHAGIA dalam hidupnya.

Apa yang diburu oleh manusia awam dalam hidup adalah KELEZATAN dan KESENANGAN dan KEMUDAHAN, namun bila orang sudah menghayati arti hidup, apa yang dikejar adalah KEMULIAAN dan KEBAHAGIAAN haqiqi.

Dunia tanpa Agama Islam, manusia sering merespon karunia Allah berupa ilmu pengetahuan dan teknologi adalah sekedar untuk memuaskan kesenangan hawa nafsu. Sebaliknya dunia yang dituntun dengan Agama Islam, maka merespon karunia Allah berupa ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai alat untuk mencapai Kemuliaan dan Kebagiaan sesuai yang Allah dan Rasulullah tuntunkan.

Dunia Industrialisasi yang tumbuh pesat di lingkungan yang lemah dengan pengamalan AGAMA ISLAM, maka kemudian dibarengi dengan tumbuhnya sarana-sarana pemuas hawa nafsu. Ketika manusia bekerja keras dan mampu mendapatkan uang yang banyak, maka kemudian uang-uang tersebut banyak dibelanjakan di Kafe-Kafe, Klub-klub Malam, Sauna-sauna, Panti-panti Pijat, Gedung-gedung Prostitusi, dan seluruh sarana untuk mendapatkan KELEZATAN BADANIYAH. Menjamurnya pabrik dan industri, maka disertai pula menjamurnya sarana untuk memanjakan tubuh dengan cara DOSA.

Ketika manusia sibuk dengan dunia Industri, ketika manusia melalaikan ibadah kepada Allah SWT. Maka hadirlah disana sarana-sarana untuk memuaskan hawanafsu syaitoniyah yang tumbuh di dalam JIWA manusia. Maka ketika tumbuh membesar dan membesar maka proses-proses penyimpangan semakin menjadi njadi.

Orang tidak puas dengan minum minuman keras maka mereka membuat minuman keras OPLOSAN yang dahsyat, demikian pula penyimpangan seksual, ketika orang tidak lagi puas dengan melacur maka mereka membuat LGBT sebagai pola baru memanjakan seksualitas. Sehingga penyimpangan JIWA tentang seksualitas tersebut kemudian akan tersebar dengan lebih mudah dan MURAH MERIAH.

Mengetahui berbagai budaya-budaya IMPOR yang merusak keserasian kehidupan manusia, maka membangun kesadaran IMAN dan TAQWA haruslah dibangun sejak dini. Bahkan seseorang harus membangun agama dirinya, Suaminya, Istrinya dan anak-anak turunnya secara terus menerus. Jangan sampai VIRUS LGBT, yang merupakan VIRUS TURUNAN dari VIRUS-VIRUS JAHAT sebelumnya, leluasa berkembang di dalam hati manusia.

Dengan IMAN dan TAQWA yang wujud di hati manusia, maka hati, pikiran, perasaan manusia tidak akan pernah terpikir untuk mengenal LGBT, apalagi mengetahui dan menikmatinya. Karena jelas-jelas perbuatan tersebut selain merusak JIWA ketika hidup di dunia ini, dia juga akan berakhir di NAAR (NERAKA), siksa Allah yang amat pedih dan kekal selamanya. Kita berlindung kepada Allah dari segala macam bentuk kejatan lahir dan batin. Wallahu ‘alam.


Leave a Reply