Jauhi Memilih Pemimpin berjiwa DAJJAAL

DOA-UNTUK-PEMIMPIN

Segala puji hanya layak untuk Allah, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya

Membuat peraturan memang terasa sangatlah mudah, apalagi bila dilengkapi dengan petugas petugas yang siap untuk menghukum siapa yang melanggar aturan tersebut. Didalam Negara maju yang relatip kesenjangan pendidikan dan ekonomi tidak begitu jauh maka mengatur masyarakat yang HOMOGEN relatip lebih mudah. Namun beda halnya dengan masyarakat yang memiliki kesenjangan pendidikan dan kesenjangan ekonomi dan kesejahteraan masih sangat LEBAR.

Kemanakah peraturan-peraturan itu mau dibuat, apakah para pembuat aturan itu itu sudah sadar diri bahwa mereka telah mampu untuk membuat jarak kesenjangan pendidikan dan ekonomi itu semakin dekat. Apakah mereka sudah berusaha dengan sungguh sungguh bahwa mereka telah berhasil menjadikan pendidikan dan kesejahteraan itu telah semakin merata dan berdiri sama tinggi dan sudah mencapai tingkat itu disaat ini.

Arogansi para pemimpin MUDA yang kurang pengalaman sering ambisi yang sangat emosional telah melupakan kegagalan-kegagalan yang sebelumnya telah terjadi akibat salah kebijakan, dan bahkan pemimpin MUDA sering kurang memiliki KEARIFAN, sehingga membabi buta dalam membuat aturan-aturan yang sangat ambisius sekedar untuk mencari decak PUJIAN.

Seharusnya para pemimpin MUDA memprioritaskan terlebih dahulu bagaimana untuk menutup kesenjangan pendidikan dan ekonomi , sehingga akhirnya masyarakat memiliki tingkat keahlian dan kesejahteraan yang merata. Ketika hal tersebut sudah tercapai maka otomatis akan muncul masyarakat yang mandiri. Sehingga peraturan-peraturan yang dibuat akan dapat dipikul bersama-sama dengan beban yang bersama sama pula.

Contoh nyata di negri ini adalah kondisi kota-kota BESAR yang makin dipadati dengan roda empat, sehingga motor roda dua menjadi terpepet ke tepi-tepi badan jalan, karena memang sudah dipenuhi oleh kendaraan roda empat. Belum lagi ada larangan lewat bagi kendaraan roda dua di ruas jalur-jalur jalan tertentu, Hal ini semakin membuat motor roda dua menjadi anak tiri di kota sendiri.

Bila hujan datang, maka hampir kemacetan itu di dominasi oleh banyaknya kendaraan roda empat, dan kemudian kendaraan roda dua kehabisan jalan. Yang perlu dipertanyakan, kenapa pemerintah tidak membuat jalur khusus untuk roda dua. Bahkan kadang ketika dibuatkan jalur khusus untuk roda dua pun , sering diserobot pula oleh kendaraan roda empat. Kenapa kondisi riil masyarakat yang masih demikian tarafnya akan diselesaikan dengan kondisi IDIAL yang di idamkan sebagaimana KOTA KOTA METROPOLITAN di NEGARA MAJU.

Bila manusia mau terlebih dahulu membangun IMAN dan TAQWA suatu bangsa, maka akan muncul manusia manusia yang ikhlas untuk berkorban, berkorban untuk mencerdaskan bangsa ini dan ikhlas untuk membawa seluruh elemen bangsa pada kondisi kesejahteraan yang sederajad.

Namun kerena ambisi mengejar kemajuan Materi dan melupakan pembangunan IMAN dan TAQWA maka akhirnya muncul kekerasan demi kekerasan untuk memaksa dan dipaksakan agar siapapun mematuhi peraturan yang lahir secara ambisius, premature dan melupakan BUDAYA JATI DIRI bangsa sendiri.

Marilah kita memilih pemimpin yang tidak hanya tampak CAKAP di dalam mengurus masalah kehidupan dunia, tapi marilah kita memilih pemimpin yang memiliki kemahiran dalam membangun masalah ilmu Akherat dan ilmu Dunia. Yaitu pemimpin yang mahir dalam memimpin manusia awam untuk membangun IMAN dan TAQWA serta membangun kemajuan ILMU PENGETAHUAN dan TEKNOLOGI.

Allah telah mengisyaratkan agar kita berlindung dari DAJJAAL si mata satu. Yaitu manusia manusia begitu CEMERLANG mata yang satu dan bahkan menonjol kedepan, yaitu mata DUNIA. Namun mata yang satu , mata keimanan dan ketaqwaan, mata Akherat malah BUTA. Sehingga begitu amat sangat getol membangun kemajuan kehidupan DUNIA namun tidak memiliki sedikitpun ilmu untuk membangun KEIMANAN dan KETAQWAAN.

Rasulullah MUHAMMAD SAW mengajari kita untuk berdoa setelah selesai sholat dengan do’a yang sangat penting yaitu

عَنْ اَبِى هُرَ يْرَةَ رض قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص يَدْعُوْ: اَللّهُمَّ اِنـِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ اْلـقَـبْرِ وَمِنْ عَذَابِ الـنَّـارِ، وَمِنْ فِـتْنَةِ اْلمَحْيَا وَ اْلمَمَاتِ، وَمِنْ فِـتْنَةِ اْلمَسِيْحِ الدَّجَّالِ. البخارى

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : “Adalah Rasulullah SAW berdo’a (di dalam shalatnya) Alloohumma innii a’uudzu bika min ‘adzaabil qobri wa min ‘adzaabin naar, wa min fitnatil mahyaa wal mamaat, wa min fitnatil masiihid dajjaal. (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa qubur, dari siksa neraka, dari fitnah hidup dan mati dan dari fitnah masiihid dajjaal (perusak yang menghabiskan kebaikan)”. [HR. Bukhari II : 103]

Segala puji hanya layak untuk Allah SWT. Marilah kita memilih pemimpin yang CERDAS, yang TRAMPIL, yang AHLI, namun yang memiliki KEIMANAN dan KETAQWAAN. Bila kita memilih pemimpin yang bersifat DAJJAAL, maka ALLAH pun akan berlepas diri dari umat Islam akibat kecerobohan dalam memilih pemimpin mereka sebagaimana firman-NYa

وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللّهِ مِن وَلِيٍّ وَلاَ نَصِيرٍ

Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS. 2:120)

 

Janganlah kita memandang keberhasilan seseorang pemimpin sekedar keahlian mereka mengelola masalah-masalah DUNIA, namun kita diperintah oleh ALLAH untuk memilih pemimpin yang dapat membangun DUNIA dan AKHERAT. Bila kita ingkar dengan petunjuk Allah, maka kita tidak akan lagi dilindungi dan ditolong Allah SWT. Wallahu a’lam


Leave a Reply