Iwan, Mantan Preman Kalijodo yang Bertobat dan Ngaji di MTA

IMG_20160327_070327Lengan tangan kanannya penuh dengan gambar tato. Begitu pula di pelipis sebelah kirinya, ada tiga tato tanda bintang. Bukan sembarang tanda, karena tanda tersebut memiliki makna khusus.
“Tanda ini ibaratnya jenderal bintang tiga. Preman-preman lain jika melihat saya dengan tanda ini, langsung menunduk (hormat-red),” kisah Iwan, seorang mantan preman Kalijodo, saat diwawancara dalam acara Silaturahim Ahad Pagi MTA TV, Ahad (27/3/2016).
Ya, Iwan adalah salah seorang hamba Allah yang mendapatkan hidayah. Sejak tiga tahun lalu, Iwan bertobat dan meninggalkan dunia hitam yang selama bertahun-tahun digelutinya.
“Lama-lama capek hidup di dunia hitam. Saya ingin bertobat,” ujar laki-laki asal Miri, Sragen, Jawa Tengah ini.
Saat menjadi preman, laki-laki yang membiarkan rambutnya tumbuh sebahu ini tak hanya dikenal di kawasan Kalijodo. Namun juga Sumatra. “Tak hanya di Kalijodo. Maaf ya, preman di Sumatra pun hormat sama saya,” terangnya seraya menyebut salah seorang preman terkenal asal Sumatra.
IMG-20160327-WA0016
Hidup malang-melintang di dunia hitam, apakah Iwan pernah menikah? “Saya sudah menikah lima kali. Namun yang empat saya tinggal. Dulu saat masih di dunia hitam, kalau cari istri ya yang cantik dan seksi. Namun setelah tobat, saya ingin punya istri yang rajin mengaji,” jelas Iwan.
Alhamdulillah ia pun menemukan seorang wanita yang kini menjadi istrinya. Siti Aisyah, nama perempuan solehah yang orangtuanya memiliki sejumlah pondok pesantren itu.
Iwan pun berpesan kepada para preman yang dulu menjadi temannya saat masih berada di dunia hitam, agar segera bertobat. “Buat teman-teman saya yang masih berada di dunia hitam, marilah segera bertobat,” pungkasnya. Ida Aisha

Leave a Reply