Bahaya BESAR NARKOBA Dalam Kehidupan Berbangsa.

BAHAYA-NARKOTIKA-ARTIKEL-ISLAM

Segala puji hanya layak untuk Allah SWT, Sholawat dan Salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah MUHAMMAD SAW, Keluarga, Sahabat dan Seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya

Patriotisme, sering dihubungkan dengan daya juang, daya bela dan daya mempertahankan kebenaran untuk menuju terciptanya kedamaian yang sempurna dan paripurna. Sifat-sifat tersebut ternyata hanya bisa dipunyai oleh seseorang yang suka menjauhi bujukan hawa nafsu dan orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Allah memberikan kekuatan kepada orang ahli Iman dan Taqwa sebagaimana firman-Nya

إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاء وَأَن تَقُولُواْ عَلَى اللّهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ ﴿١٦٩﴾ وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنزَلَ اللّهُ قَالُواْ بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءنَا أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لاَ يَعْقِلُونَ شَيْئاً وَلاَ يَهْتَدُونَ ﴿١٧٠﴾ وَمَثَلُ الَّذِينَ كَفَرُواْ كَمَثَلِ الَّذِي يَنْعِقُ بِمَا لاَ يَسْمَعُ إِلاَّ دُعَاء وَنِدَاء صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لاَ يَعْقِلُونَ ﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُلُواْ مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُواْ لِلّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

 

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rizki. (QS. 3:169)

Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka. dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka. Bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. 3:170)

Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman. (QS. 3:171)

(Yaitu) orang-orang yang menta’ati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka. Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan di antara mereka dan yang bertaqwa ada pahala yang besar. (QS. 3:172)

 

Siapapun kita, sebagai manusia tentu memiliki kelemahan dalam melawan bujukan hawa nafsu. Sejak dari nafsu serakah dengan kekayaan, bujukan nafsu arogansi dengan kekuasaan, dan sekaligus terbelenggu dengan bujukan nafsu pemuasan seksual, dan bahkan di jaman modern ini ditambah lagi dengan bergulirnya kembali perang CANDU, merebaknya berbagai macam jenis NARKOBA seolah seperti merebaknya kembali sebagaimana PEPARANGAN di jaman masa lalu ketika suatu bangsa ingin menghancurkan bangsa lain maka mereka menggunakan senjata CANDU (NARKOBA).

 

Di waktu kita masih duduk di bangku SMP pun di dalam pelajaran buku sejarah DUNIA telah menuliskan perang hebat, yaitu perang CANDU, yang mengakibatkan sebuah bangsa berantakan disebabkan karena sebagian besar elemen bangsa telah dicekoki dengan nikmatnya, berasyik masyuk dengan CANDU. Dan tentu semua itu sekaligus dengan bumbu bumbunya.

 

Dalam buku sejarah itu juga tertulis dengan merebaknya, PERJUDIAN, MINUMAN KERAS, dan PROSTITUSI serta yang paling fatal adalah munculnya Mafia-mafia yang melindungi bisnis-bisnis haram mereka. Dan bahkan kejadian seperti itu sudah menjadi BUDAYA di sebagian negara-negara di belahan Bumi ini. Bahkan Negara pun sangat kesulitan memerangi para MAFIA NARKOBA yang tumbuh semakin kuat dan membesar di negara itu.

 

Pelajaran buku sejarah yang telah disuguhkan kepada kita bangsa Indonesia sejak kita masih duduk di SMP seharusnya menjadi sesuatu yang membekas di hati para manusia Indonesia, termasuk para manusia yang kemudian duduk di posisi atas di Negara ini. Sejak SD kita sudah dikenalkan dengan akibat buruk dari perang CANDU, apakah yang demkian itu akan kita lupakan. Apakah ketika semakin kuat mafia-mafia CANDU menggurita di tengah tengah masyarakat dan kemudian merasuk kepada seluruh elemen bangsa, maka hal tersebut masih ditangani dengan cara-cara biasa.

 

Bila mau mengkalkulasi kerugian, maka sudah sedemikian besar kerugian itu. Kerugian besar yang pertama adalah rusaknya generasi muda anak-anak orang kaya, yang seharusnya mereka memiliki potensi besar untuk membangun bangsa, namun ternyata phisik dan mental mereka hancur akibat Narkoba.

 

Kerugian berikutnya adalah dari sisi Ekonomi, berapa banyak dana yang seharusnya untuk membangun potensi-potensi positip bangsa, namun telah terbuang sia-sia sekedar untuk bernikmat-nikmat mengkonsumsi Narkoba.

 

Kerugian berikutnya adalah, hampir seluruh jenis manusia akan mudah terkena pengaruh buruk NARKOBA. Maka bagaimana pula bila akibat buruk narkoba itu merembet kepada manusia-manusia yang menjadi aparat penegak Hukum. Maka Pilar Keadilan akan runtuh berantakan. Dan itu pula yang akan menjadi Cikal Bakal runtuhnya sebuah bangsa.

 

Betapa besar kekuatan sebuah bisnis NARKOBA, dan itu semua hanya bisa diatasi dengan IMAN dan TAQWA. Manusia tanpa IMAN dan TAQWA akan mudah menyerah menghadapi rongrongan dan ancaman ancaman para perusak bangsa ini. Sebaliknya manusia manusia yang memiliki iman dan taqwa sadar bahwa mereka yang melakukan kerusakan maka kemenangan mereka di dunia adalah kemenangan yang sementara. Namun di akherat mereka akan sengsara kekal selama-lamanya.

Para Bandar-bandar NARKOBA dan seluruh elemen yang menggurita dan terus menerus merusak seluruh sel-sel elemen bangsa ini mereka besuk di akherat akan dimasukkan ke dalam NERAKA kekal selama-lamanya sebagaimana firman ALLAH SWT

إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُواْ عَنْهَا لاَ تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاء وَلاَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ وَكَذَلِكَ نَجْزِي الْمُجْرِمِينَ

Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lobang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. (QS. 7:40)

 

Bila dengan minuman keras itu saja 10 elemen pendukung tersebarnya minuman keras akan dimasukkan oleh Allah ke dalam NERAKA, maka bagaimana pula dengan elemen-elemen yang menjadi pendukung tersebarnya NARKOBA. Tentang minuman keras Rasululllah SAW bersabda

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لُعِنَتْ الْخَمْرُ عَلَى عَشْرَةِ أَوْجُهٍ بِعَيْنِهَا وَعَاصِرِهَا وَمُعْتَصِرِهَا وَبَائِعِهَا وَمُبْتَاعِهَا وَحَامِلِهَا وَالْمَحْمُولَةِ إِلَيْهِ وَآكِلِ ثَمَنِهَا وَشَارِبِهَا وَسَاقِيهَا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Khamer dilaknat atas sepuluh bagian; dzatnya, yang memerasnya, yang minta diperaskan, penjualnya, yang minta dibelikan, yang membawanya, yang minta dibawakannya, yang memakan hasil penjualannya, peminumnya dan yang menuangkannya, ” (IBNUMAJAH – 3371)

 

Maka tentu saja NARKOBA dengan segala kenikmatan dan segala bujukan syaitan di dalamnya, dan segala kecanduan di dalamnya, tingkat kerusakan yang timbul lebih parah dari sekedar minuman keras. Maka bila para pengedar hingga bandar Narkoba mereka mati dan dimasukkan Neraka pasti itu sangat setimpal dengan niat buruk mereka yang ingin mencari keuntungan dengan cepat dengan melakukan perbuatan merusak kepada orang lain bahkan menginginkan kerusakan sebuah bangsa. Dan gambaran siksa Allah di Neraka untuk mereka sungguh sangat pedih, sebagaimana firman-Nya

إِنَّ شَجَرَةَ الزَّقُّومِ ﴿٤٣﴾ طَعَامُ الْأَثِيمِ ﴿٤٤﴾ كَالْمُهْلِ يَغْلِي فِي الْبُطُونِ ﴿٤٥﴾ كَغَلْيِ الْحَمِيمِ ﴿٤٦﴾ خُذُوهُ فَاعْتِلُوهُ إِلَى سَوَاء الْجَحِيمِ ﴿٤٧﴾ ثُمَّ صُبُّوا فَوْقَ رَأْسِهِ مِنْ عَذَابِ الْحَمِيمِ ﴿٤٨﴾ ذُقْ إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْكَرِيمُ ﴿٤٩﴾ إِنَّ هَذَا مَا كُنتُم بِهِ تَمْتَرُونَ

 Sesungguhnya pohon zaqqum itu, (QS. 44:43)

makanan orang yang banyak berdosa. (QS. 44:44)

(Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut, (QS. 44:45)

seperti mendidihnya air yang sangat panas. (QS. 44:46)

Peganglah dia kemudian seretlah dia ketengah-tengah neraka. (QS. 44:47)

Kemudian tuangkanlah di atas kepalanya siksaan (dari) air yang amat panas (QS. 44:48)

Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia. (QS. 44:49)

Sesungguhnya ini adalah azab yang dahulu kamu selalu meragu-ragukannya. (QS. 44:50)

 

Manusia jangan sekali-sekali menyepelekan firman Allah, sebab jika mereka menyepelekan firman Allah, maka dalam waktu singkat Allah bisa mendatangkan adzab yang keras kepada mereka sehingga mereka tidak mampu lagi menolak siksa Allah yang datang kepada mereka.

وَكَمْ قَصَمْنَا مِن قَرْيَةٍ كَانَتْ ظَالِمَةً وَأَنشَأْنَا بَعْدَهَا قَوْماً آخَرِينَ ﴿١١﴾ فَلَمَّا أَحَسُّوا بَأْسَنَا إِذَا هُم مِّنْهَا يَرْكُضُونَ ﴿١٢﴾ لَا تَرْكُضُوا وَارْجِعُوا إِلَى مَا أُتْرِفْتُمْ فِيهِ وَمَسَاكِنِكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْأَلُونَ ﴿١٣﴾ قَالُوا يَا وَيْلَنَا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ ﴿١٤﴾ فَمَا زَالَت تِّلْكَ دَعْوَاهُمْ حَتَّى جَعَلْنَاهُمْ حَصِيداً خَامِدِينَ

Dan berapa banyaknya (penduduk)negeri yang zalim yang telah Kami binasakan, dan Kami adakan sesudah mereka itu kamu yang lain(sebagai penggantinya). (QS. 21:11)

Maka tatkala mereka merasakan azab Kami, tiba-tiba mereka melarikan diri dari negerinya. (QS. 21:12)

Janganlah kamu lari tergesa-gesa; kembalilah kamu kepada nikmat yang telah kamu rasakan dan kepada tempat-tempat kediamanmu (yang baik), supaya kamu ditanya. (QS. 21:13)

Mereka berkata:”Aduhai,celaka kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim”. (QS. 21:14)

Maka tetaplah demikian keluhan mereka, sehingga Kami jadikan mereka sebagai tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi. (QS. 21:15)

Seharusnya masalah-masalah bangsa yang semakin komplek dan menggurita ini semua dikembalikan kepada memperhatikan kepada pembangunan IMAN dan TAQWA untuk seluruh elemen bangsa Indonesia. Siapa yang menyepelekan dan mengabaikan aturan Allah, pasti mereka akan dihinakan oleh Allah di Dunia dan di Akherat.

Bila kita semua mau mengikuti aturan Allah SWT maka seluruh masalah Bangsa yang telah menggurita dan membelenggu dan sulit di urai akan mendapatkan penyelesaian yang sangat mudah dan sederhana serta sempurna, karena semua diselesaikan dengan pertolongan ALLAH SWT, Allah Tuhan Semesta Alam, Tuhan Langit dan Bumi, Tuhan seluruh Makhluq. Wallahu a’lam.


Leave a Reply