PENGAJIAN AHAD PAGI MTA BIKIN PENASARAN Gunawati Putar-putar Antena Radio Sampai Putus

ingin-selamat-dunia-akherat

Hati Gunawati merasa trenyuh, ketika suatu hari mendengarkan pengajian dari seorang ustadz dari HP milik putranya. Rasa trenyuh itu timbul, lantaran sang ustadz justru menghujat dan menjelek-jelekkan ustadz lainnya.

Penasaran dengan pengajian yang didengar dari HP anaknya itu, ibu rumah tangga asal Mranggen, Demak, Jawa Tengah ini meminta sang suami, Aini Agus Goza’i, memperbaiki radio tua yang sudah lama rusak. Akhirnya dari radio tua itulah, Gunawati mengetahui dari siaran 102.2 Persada FM, jika ustadz yang dihujat tersebut tak lain ialah Al Ustadz Drs Ahmad Sukina, Pimpinan Pusat Majlis Tafsir Alquran (MTA).

Gunawati (kiri), warga Mranggen, Demak, saat diwawancara kru MTA TV, FAtira Rofi'ah dalam acara Silaturahim Ahad Pagi, Ahad (20/6/2016).

Sejak saat itulah, Gunawati dan suami tak pernah absen menyimak kajian Ahad Pagi. Ia merasa cocok dengan kajian yang menerangkan Alquran dan sunnah tersebut. Namun siaran pengajian itu kadang timbul tenggelam, tertumpuk siaran radio lainnya.

“Sampai saya putar-putar antenanya, akhirnya antena itu putus. Sejak saat itu sudah tak bisa nyetel lagi. Akhirnya suami membeli HP yang ada radionya dan akhirnya bisa mendengarkan kajian lagi,” tutur Gunawati saat wawancara di acara Silaturahim Ahad Pagi MTA TV, di halaman Gedung MTA Jalan Ronggowarsito Nomor 111A Surakarta, Ahad (20/3/2016) pagi.

Begitu girangnya mendengarkan Kajian Ahad Pagi di Persada FM, Gunawati pun mengabarkan informasi itu kepada tetangganya. Ia membayangkan, tetangganya akan menyambut gembira setelah mendengar kajian tersebut. Namun ternyata bayangan tak seindah kenyataan.

“Bu, Bu, Bu, ini lho Bu ada kajian bagus. Ustadznya kalau menerangkan jelas. Qurannya begini, hadisnya begini. Saya kira tetangga saya akan menyambut girang seperti saya. Eh ternyata biasa-biasa saja Mbak,” imbuhnya.

Anehnya, radio di HP miliknya tidak mau disetel saat dibawa ke rumah tetangga. “Radio hanya bisa berbunyi saat disetel di rumah. Dari situ saya sadar, mungkin inilah hidayah dari Allah untuk saya,” imbuhnya.

Di sisi lain, Gunawati merasa kasihan dengan Ustadz Sukina yang mendapatkan hujatan dari sejumlah pihak. “Padahal apa yang diterangkan Ustadz Sukina ini berdasarkan Alquran dan sunnah,” ujarnya.

Begitu seringnya mendengarkan kajian MTA, Gunawati pun bermimpi suatu saat datang ke Kota Solo untuk mengikuti kajian secara langsung. Keinginan itu pun akhirnya terwujud, saat Ahad kemarin ia dan rombongan peserta kajian dari Mranggen bisa hadir langsung ke Gedung MTA di Surakarta.

Ia pun berpesan kepada warga Mranggen, Demak supaya tidak terburu-buru menghujat MTA jika belum mengenal MTA secara benar. “Kalau Anda belum tahu benar soal MTA, jangan ikut-ikutan menolak, membenci, menghujat, membubarkan dan mendholimi. Lebih baik ikut mengaji terlebih dahulu. Jika nanti menemukan ada yang dholim di MTA, boleh Anda menolak kami. Apalagi tidak seluruh warga Mranggen membenci MTA, karena banyak warga yang ikut mendengarkan kajian di radio maupun televisi,” tegasnya. Ida Aisha


4 Responses to “PENGAJIAN AHAD PAGI MTA BIKIN PENASARAN Gunawati Putar-putar Antena Radio Sampai Putus”

  1. 4
    sutardy kaspoetra Says:

    Mohon Informasi no HP peserta Kajian MTA di Bengkulu

  2. 3
    sohari Says:

    Semoga iman kita tambah di kuatkan amin

  3. 2
    Eko Wiyanto Says:

    Saya seorang laki laki , tapi setiap kali mendengar orang mendapatkan hidayah saya terharu, trenyuh , dan bersyukur. alangkah indahnya dunia ini bila banyak orang mendapatkan hidayah, dunia akan terbentuk dengan kasih sayang rasa persaudaan sejati, terasa dunia tentram laksana syurga,

  4. 1
    Cahayono Widagdo Says:

    Subhanallah, bu Gunawati, tetaplah istiqomah. Nanti Demak akan berslogan “Demak Negeri Hidayah”, bukan hanya Wali tapi penerus perjuangan wali krn Wali sangat teguh berpegang Quran dan Sunah. Salam dari Bali.

Leave a Reply