Penyimpangan PERILAKU JIWA di zaman MODERN

LOGO MTASegala puji bagi Allah, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Saw, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Nya.
Allah telah membuat suatu ketetapan yang pasti terhadap seluruh mahkluqnya sebagaimana disampaikan dalam firmanNya

سُنَّةَ مَن قَدْ أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِن رُّسُلِنَا وَلاَ تَجِدُ لِسُنَّتِنَا تَحْوِيلاً ﴿٧٧﴾

(Kami menetapkan yang demikian) sebagai suatu ketetapan terhadap rasul-rasul Kami yang Kami utus sebelum kamu dan tidak akan kamu dapati perubahan bagi ketetapan Kami itu. (QS. 17:77)

سُنَّةَ اللَّهِ فِي الَّذِينَ خَلَوْا مِن قَبْلُ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلاً ﴿٦٢﴾

Sebagai sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu sebelum(mu), dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunnah Allah. (QS. 33:62)

سُنَّةَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلُ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلاً ﴿٢٣﴾

Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu. (QS. 48:23)

Allah menjelaskan ayat ayat tersebut berkenaan dengan balasan atas pembangkangan dan permusuhan orang-orang yang durhaka kepada Allah yang mereka melawan orang-orang yang menyampaikan kebenaran dari Allah. Allah pasti akan membela orang-orang yang membela kebenaran dari Allah SWT, Allah selalu berpihak kepada orang orang yang beriman dan bertaqwa.

Jaman modern, didominasi dengan manusia manusia yang super sibuk mengurusi kehidupan materiil, sehingga manusia tidak sempat mengurusi jiwanya yang memiliki kebutuhan utama untuk bertasbih mengagungkan Allah , beribadah kepada Allah. Dan banyak manusia telah tersesat jalan.

Manusia manusia yang super sibuk dengan sekedar urusan dunia tanpa tujuan ibadah dan ukhrowi, maka akan menjadi mangsa syaitan untuk dibelokkan ke jalan yang dimurkai oleh Allah atau jalan kesesatan yang dibenci oleh Allah SWT, sehingga jiwanya hanyut dengan hal-hal yang merusak diri dan mencelakakan diri.

Dalam dunia industri yang padat dengan urusan dunia dan kosong dengan tuntunan agama Allah, maka manusia akan kehilangan keimanan dan ketaqwaan. Maka muncullah syaitan dengan membujukkan berbagai kesenangan hawa nafsu.

LGBT, adalah sebagian kecil dari budaya baru manusia yang tumbuh akibat diri jiwa manusia yang tidak punya IMAN dan TAQWA, walaupun manusia memiliki kelainan HORMONAL, namun bila mereka memiliki IMAN dan TAQWA kepada Allah maka mereka tidak akan terhanyut dengan bisikan LGBT. Ciri budaya industrialisasi yang padat dengan pekerjaan pekerjaan materiil, bila tidak didasari dengan IMAN dan TAQWA, maka berikutnya akan diwarnai dengan pemuasan hawanafsu dan perbuatan melampau batas.

Di belahan yang manapun setelah orang memiliki kemajuan dalam bidang materiil, melimpah sarana materiil, maka kemudian tumbuh subur sarana hiburan, sejak dari hiburan makan makan, hiburan klub malam, hiburan rumah rumah sauna, rumah rumah pijat, hingga rumah rumah prostitusi, dan sejenisnya. Lelahnya seharian bekerja diakhiri dengan malam hari atau akhir minggu yang diisi dengan berbagai pemuasan hawa nafsu di tempat tempat hiburan.

Banyak pertanyaan pertanyaan tentang penyimpangan perbuatan seksualitas terdapat di berbagai media, menunjukkan bahwa banyak umat manusia yang telah kehilangan IMAN dan TAQWA kepada Allah. Iman dan Taqwa itu nyata di hati sanubari bagi orang-orang yang suka beribadah kepada Allah, sehingga mereka memiliki kecintaan dan kelezatan untuk beribadah kepada Allah SWT. Sebaliknya mereka yang sudah tidak memiliki keimanan maka diantara kelezatan puncak dalam hidup itu adalah pada pemuasan seksualitas, dan bahkan menyimpang dalam wujud LGBT.

Allah menyampaikan dalam firman-Nya

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ ﴿١٨﴾ وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنسَاهُمْ أَنفُسَهُمْ أُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ ﴿١٩﴾ لَا يَسْتَوِي أَصْحَابُ النَّارِ وَأَصْحَابُ الْجَنَّةِ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمُ الْفَائِزُونَ ﴿٢٠﴾

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 59:18)
Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri.Mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS. 59:19)
Tiada sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 59:20)

 

Bila manusia melupakan ibadah kepada Allah, maka manusia akan terseret kepada bujukan syaitan dan hawa nafsu yang kemudian lupa kepada keselamatan dirinya di dunia dan di akherat, sehingga mereka kemudian mencelakakan diri, merusak diri dengan perbuatan-perbuatan secara haqiqi merusak dirinya.

Umat Islam perlu terus menyampaikan dakwah islam ini kepada umat manusia, agar orang-orang yang mau sadar segera kembali ke jalan yang benar, karena bila mereka tetap saja menyukai jalan kedurhakaan dan kesesatan maka Allah telah menyediakan bagi mereka tempat kembali di akherat di neraka.

Fenomena LGBT dan berbagai penyimpangan kejahatan di zaman modern , menunjukkan akan lemahnya jiwa manusia. Bila mereka enggan menempuh jalan IMAN dan TAQWA maka mereka akan dibawa oleh syaitan untuk menyenangi jalan hiburan pemuas hawa nafsu yang kemudian berakhir di NERAKA. Kita berlindung kepada Allah dari keadaan yang demikian. Wallahu a’lam.


Leave a Reply