Kiat Meraih Kebahagiaan

BAHAGIA-ITU-BERSAMA-DALAM-KEBAIKAN

Kebahagiaan, tentunya setiap insan sangat mendambakan kebahagiaan akan selalu hadir disetiap perjalanan hidupnya.  Bahagia dengan keluarganya, dengan saudara-saudaranya, dan bahagia bersama teman-temannya. Kebahagiaan mustahil didapat oleh orang yang berhati dan berpikiran tidak bersih.

Sebaliknya kebahagiaan itu akan bersemayam pada hati yang selamat, hati yang dipenuhi itikad-itikad kebaikan.

Orang-orang yang berbahagia dan tentram hidupnya adalah orang yang beriman, bertaqwa kepada Tuhannya dengan taqwa yang sebenar-benarnya. Mereka adalah orang-orang yang :

1.Tidak membenci siapapun
Tidak sedikitpun terbersit kebencian kepada siapapun. Tidak gibah, namimah, dan tidak buruk sangka. Jauh dari kebencian yang ada adalah tebaran kasih sayang.

Sekalipun dirinya didzalimi dia tidak membalas dengan kedzaliman. Dibalasnya keburukan dengan kebaikan. Dalam pergaulannya dia selalu menjaga agar diantaranya tidak muncul kebencian yang berujung kepada permusuhan dan perpecahan.

Rasulullah SAW bersabda: Dari Anas bin Malik RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian saling membenci, jangan saling mendengki, jangan saling membelakangi, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Dan tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 88]

2. Sabar dalam menghadapi cobaan.
Kesabaran adalah perekat kebahagian hidup. Sebuah pekerjaan yang sangat sulit yang harus dikerjakan selama hidupnya. Banyak yang mengatakan kesabaran itu ada batasnya. Yang benar kesabaran itu berbatas dengan ajal.

Sabar hanya akan diperoleh dengan iman dan taqwa, karena orang yang sabar maka Allah akan senantiasa bersamanya.

Allah Ta’ala berfirman: Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. [QS. Al Baqarah : 153]

3. Tawadlu’
Tawadlu’ merupakan cara terbaik dalam menjalin hubungan dengan sesama. Tawadlu’ adalah dirinya tidak merasa lebih dari yang lain.

Derajat seseorang dimata Allah bukanlah diukur dari banyaknya harta, tingginya kedudukan dan jabatan, punya kekuasaan dll. Dihadapan Allah hanyalah taqwa yang dijadikan ukuran, semakin tinggi ketaqwaannya terhadap Allah semakin tinggi pula derajatnya dihadapan Allah.

Dalam suatu riwayat Rasulullah SAW bersabda:
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa tawadlu terhadap saudaranya sesama Muslim, Allah akan meninggikannya, dan barangsiapa merasa tinggi (terhadap sesama Muslim) Allah akan menjatuhkannya”. [HR. Thabarani di dalam Al-Ausath]

4. Berharaplah Ada Kebaikan Dibalik Penderitaan
Yakin pada setiap peristiwa yang dialaminya merupakan ketetapan Allah, dan pada setiap sesuatu yang tidak menyenangkan terselip kebahagiaan karena dibalik penderitaan yang dialaminya terdapat kebaikan-kebaikan yang Allah sertakan.

Apa yang terjadi kepada manusia adalah menurut prasangka manusia terhadap Allah, Rasulullah SAW bersabda:

Dari Abu Hurairah RA dari Rasulullah SAW bahwasanya beliau bersabda, “Allah Azza wa Jalla berfirman : Aku menurut persangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku selalu bersamanya dimana ia mengingat-Ku”. [HR. Bukhari dan Muslim]

5. Bersedekah meski dalam kesulitan.
Kelihatannya sesuatu yang mustahil, bagaimana mungkinn kita harus bersedekah di jalan Allah sedang kita sendiri dalam keadaan yang serba sulit, serba kekurangan. Bagi mereka yang beriman, maka dengan sedekah akan diperoleh kebaikan-kebaikan yang berlipatlipat.

Tidaklah seseorang menjadi miskin karena banyak sedekah. Yang ada justru akan memperoleh balasan yang jauh lebih banyak dan lebih baik dari yang dia sedekahkan. Allah akan melipat gandakan balasan bagi mereka yang mau berinfak dan bersedekah dijalanNya.

Allah SWT berfirman : Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan (pembalasannya) kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun.[QS. Ath Taghaabun :17]

6. Jangan mengecilkan nikmat Allah.
Janganlah mengecilkan nikmat yang telah Allah berikan. Sesungguhnya kita manusia tidak akan pernah bisa menghitung berapa banyak nikmat Allah yang telah kita nikmati.

Kadang manusia lengah dan tergiur dengan nikmat Allah yang diberikan kepada orang lain, sehingga merasa dirinya hanya diberi sedikit yang pada akhirnya syaithan akan mebisikkan dalam hatinya iri, dengki hingga menjadikannya kufur terhadap nikmat yang telah Allah berikan kepadanya.

Untuk menjaga agar hati kita terjaga agar tidak mengkufuri nikmat Allah, maka hendaklah kita melihat kebawah. Melihat kepada orang-orang yang lebih kekurangan dari kita, lebih menderita dari kita. Dengan demikian akan muncul rasa syukur terhadap nikmatnikmat Allah yang telah kita rasakan.

Rasulullah SAW bersabda :
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Lihatlah pada orang yang dibawah kalian, dan janganlah kalian melihat pada orang yang diatas kalian. Maka yang demikiian itu lebih pantas agar kamu tidak mengecilkan nikmat Allah atas kalian. [HR. Bukhari dan Muslim]

7. Mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya.
Mendoakan kebaikan kepada saudara-saudara kita seiman bukanlah suatu amalan yang sia-sia, karena dengan tanpa sepengetahuannya kita mendoakan, maka malaikat pun mengatakan bahwa doa itu untukmu pula.

Jadi bilamana kita mendoakan kebaikan untuk saudara kita seiman maka doa itu sesungguhnya untuk kita juga.

Rasulullah SAW bersabda: Dari Abud Darda’ ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang muslim mendoakan kebaikan untuk saudaranya di waktu yang di doakan tidak ada di situ, kecuali malaikat berkata : Dan untukmu seperti itu pula”. [HR. Muslim juz 4 : 2094]

Dari Ummu Darda’ ia berkata : Suamiku menceritakan kepadaku bahsawanya Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang mendoakan kebaikan untuk saudaranya, dimana yang didoakan tidak ada di situ, maka malaikat yang ditugasi mengucapkan, Aamiin, dan untukmu seperti itu pula”. [HR. Muslim 4 : 2094]

Demikian salah satu kiat agar kita bisa meraih kebahagiaan dan ketentraman dalam hidup kita. Yang jelas hanya kepada Allah-lah kita bergantung dan berserah diri. Tidak suatu ujian dan cobaan yang diterima oleh seorang muslim melainkan dengan itu Allah akan menukarnya dengan kebahagiaan apabila dia bersabar. (Roe)

dimuat Jateng Pos, 02 Maret 2016


One Response to “Kiat Meraih Kebahagiaan”

  1. 1
    Suyono Says:

    Berkat rajin kotak katik siaran tv lewat parabola, saya menemukan channel mta tv dan langsung tertarik mengikuti kajiannya. Untuk Saya mohon Izin untuk terus menikmati siaran tersebut.
    Suyono
    Padangsidimpuan, Sumatera Utara

Leave a Reply