Arti dan Penjelasan dari kata Sunnah

allah-maha-pemurah-sangat-mta

Assalaamu ‘alaikum ustadz, apa arti kata SUNNAH, karena kita sering mendengar : Sunnah Nabi, Shalat Sunnah, dan Sunnatullah, ustadz ? (Rozak, Pati)

Jawab :

Wa ‘alaikumus salaam wa rahmatullaahi wa barakaatuh.

Arti Sunnah menurut bahasa

Kata Sunnah menurut lughat (bahasa) berarti sebagai berikut :

1. Undang-undang atau peraturan yang tetap berlaku.
2. Cara yang diadakan.
3. Jalan yang telah dijalani.
4. Keterangan.

Dengan singkat dapatlah dijelaskan sebagai berikut :

a) Sunnah yang berarti undang-undang atau peraturan yang tetap berlaku,

seperti firman Allah di dalam Al-Qur’an yang bunyinya : “(Yang demikian) sebagai suatu ketetapan terhadap Rasul-rasul Kami yang Kami utus sebelum kamu dan tidak akan kamu dapati perobahan bagi ketetapan Kami itu”. [QS. Al-Israa’ : 77] “Sebagai sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu sebelum(mu), dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunnah Allah”. [QS. Al-Ahzab : 62]

Dengan dua ayat ini jelaslah bahwa kata “sunnah” dalam dua ayat ini berarti peraturan atau undang-undang yang tetap berlaku.

b) Sunnah yang berarti cara yang diadakan,

seperti sabda Nabi SAW : “Barangsiapa yang mengadakan suatu cara yang baik di dalam Islam lalu (cara itu) diikuti orang sesudahnya, maka ditulis pahala baginya sebanyak pahala orang-orang yang mengikutinya dengan tidak kurang sedikitpun dari pahala mereka. Dan barangsiapa yang mengadakan suatu cara yang buruk di dalam Islam lalu (cara itu) diikuti orang sesudahnya, maka ditulis baginya sebanyak dosa orang-orang yang mengikutinya, dengan tidak kurang sedikitpun dari dosa mereka”. [HR. Muslim juz 4, hal. 2059]

c. Sunnah yang berarti jalan atau perjalanan yang telah dijalani,

Seperti sabda Nabi SAW. “Nikah (kawin) itu dari sunnahku, maka barangsiapa yang tidak beramal dengan sunnahku, bukanlah ia dari golonganku”. [HR. Ibnu Majah juz 1, hal. 592]

Sebagaimana diketahui bahwa Nabi SAW itu bukan orang yang pertama kali menjalani nikah, melainkan hanya mengikuti jalan yang pernah dijalani oleh para Nabi yang datang sebelumnya. Dan seperti sabda Nabi SAW : “Manusia yang paling dibenci Allah ada tiga golongan, yaitu : Yang melakukan kekufuran di tanah haram, dan menghendaki perjalanan jahiliyah di dalam (agama) Islam, dan yang menuntut darah seseorang dengan tidak haq (benar) untuk ditumpahkan darahnya”. [HR. Bukhari juz8, hal. 39]

Dengan dua hadits ini jelaslah kata “sunnah” dalam dua hadits ini berarti jalan atau perjalanan yang telah dijalani oleh orang yang datang terlebih dahulu.

d. Sunnah yang berarti keterangan,

Seperti perkataan ulama lughat :

“Sannalloohunahkaamahu linnaas” (Allah telah menerangkan hukum hukumnya kepada manusia.)

“Sannarrojulul amro” (Orang lelaki itu telah menerangkan satu urusan).

Demikianlah diantara arti “sunnah” menurut lughat (bahasa).

Arti Sunnah menurut istilah syara’

Para ulama ahli hadits dan ahli ushul fiqih memberikan ta’rif kata “Sunnah”, demikian :

“Apa-apa yang datang dari Nabi SAW berupa perkataan-perkataannya perbuatan-perbuatannya, taqrirnya dan apa-apa yang beliau cita-citakan untuk mengerjakannya” .

Jadi sunnah Nabi itu ada 4 macam :

1. Sunnah Qauliyyah (sunnah yang berupa perkataan Nabi SAW).
2. Sunnah Fi’liyyah (sunnah yang berupa perbuatan Nabi SAW).
3. Sunnah Taqririyyah (sunnah yang berupa pengakuan Nabi SAW).
4. Sunnah Hammiyah (sunnah yang berupa keinginan Nabi SAW).

Dan “Sunnah” bisa pula berarti hukum sunnah, yaitu apabila diakukan mendapat pahala, apabila ditinggalkan tidak berdosa.

Dan “As-Sunnah” dipakai pula sebagai sinonim Al-Hadits. Imam Asy-Syathibiy berkata dalam kitab Al-Muwafaqat : Kata “As-Sunnah” itu dipakai juga untuk nama bagi segala apa yang tidak diterangkan di dalam AlQur’an, baik menjadi keterangan bagi isi Al-Qur’an ataupun tidak.

Dan dipakai juga sebagai lawannya “bid’ah”. Seperti dikatakan, “Si Fulan itu berada pada sunnah”. Yakni : ia mengerjakan perbuatan yang sesuai dengan apa yang dikerjakan oleh Nabi SAW, baik pekerjaan itu ada nash-nya di dalam Al-Qur’an ataupun tidak.

Dan seperti dikatakan juga : “Si Fulan dalam bid’ah” . Yakni : Apabila ia telah mengerjakan pekerjaan yang berlawanan atau menyalahi perbuatan yang pernah dikerjakan oleh Nabi SAW.

Selanjutnya Asy-Syathibi berkata,“Dan kata “sunnah” ini dipakai juga menjadi nama bagi pekerjaan atau perbuatan para shahabat Nabi, baik pekerjaan itu terdapat dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah ataupun tidak.

Karena adanya pekerjaan tersebut dengan mencontoh “sunnah” , atau karena ijtihad mereka dengan disepakati para khalifah mereka, yang dikala itu tidak dibantah oleh seorangpun dari mereka. Pemakaian istilah ini disandarkan atas sabda Nabi SAW yang bunyinya :

“Maka hendaklah kalian berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah para khalifah yang rasyidin yang mengikuti petunjuk” . [HR. Darimiy juz 1, hal. 45, no. 93].


6 Responses to “Arti dan Penjelasan dari kata Sunnah”

  1. 6
    maman s Says:

    Alhamdulilah sgala puji milik Alloh Swt,smoga rahmat dan hidayah ttp d berikan pd Ust Sukino yg tlah mnerangi umat muslim yg mau mngaji sesuwai tuntunan Quran dan Sunah, sy sngat trbantu keimanan sy dg adanya MTA,,,Wassalam

  2. 5
    Faisal Says:

    Assalamualaikum wr. wb

    Mohon maaf sebelumnya,saya mau tanya bisakah saya mengajukan pertanyaan seperti pada saat pengajian ahad/online tetapi lewat email. Karena saya rasa cara ini yang saat ini memungkinkan bagi saya untuk bisa berkomunikasi. Karena saat ini saya berada di pulau terluar Propinsi Kaltara. Untuk keluar dari pulau ini saja membutuhkan biaya cukup banyak, bukan hanya itu biaya komunikasinya pun sama.

    Saya tertarik dan merasa ada kecocokan karena kajiannya yang berlandaskan dari dasar-dasar yang InsyaAllah benar. Ketertarikan saya disebabkan karena saya tidak gampang puas dengan jawaban/pernyataan tentang islam yang pernah saya dapatkan sebelumnya yang masih rancu, masih banyak yang memberatkan, dan kebanyakan memang poko’e dan katanya.

    Salah satu contoh yang meberatkan ketika saya masih SD, yaitu apabila membaca Al-Quran dan hafal/khatam semua juz dan tiba-tiba suatu saat ada sebagian yang tidak hafal, maka yang bersangkutan berdosa atau dipertanggung jawabkan saat hari pembalasan nanti. Ini memang terjadi pada saya saat itu dan saya masih ingat betul, dan menjadi pertanyaan terus bagi saya sampai dewasa. Dalam pemikiran saya, bagaimana kalau orang usia lanjut dan pikun padahal dahulunya hafal semua juz dan mungkin dulunya pemenang lomba kiroah. Sangat tidak masuk akal sekali. Padahal dalam islam Allah menyerukan “Wahai orang beriman, gunakan akal sehatmu”, dan masih banyak yang lainnya yang pernah saya dapatkan.

    Saya orang eksak/berkecimpung dalam bidang logika. Saat mempelajari logika harus menguasai dasarnya, kalau tidak menguasai dasarnya maka selanjutnya akan salah terus. Saya rasa cara belajar islam pun sama, kalau tidak tau dasarnya yang benar/haq maka akan salah amalannya. Itu pandangan saya tentang belajar sesuatu. Dan saat ini di sela-sela waktu saya mencoba mencari tahu khususnya tentang islam, karena ketidak puasan, keigin tahuan kebenaran, tidak ingin tersesat/melenceng dari islam. Saat ini masih banyak pengetahuan yang terdahulu yang saya pakai karena banyak yang belum saya temukan jawabannya. Terus terang saat ini saya masih mencari tahu tentang sholat walaupun sudah tahu sholat sejak kecil, karena sholat merupakan tiang/pondasi agama. Sedikit demi sedikit saya tahu dan masih ada yang menjadi pertanyaan di benak saya.

    Saya mengetaui MTA dari televisi, dowload brosur, dan download video itupun kalau saya ada kemampuan dan kesempatan saat itu. Karena saya masih numpang dan penghasilan saya pas-pasan.

    Atas perhatiannya, saya ucapkan banyak terima kasih.

    Assalamualaikum wr. wb

  3. 4
    Abah Yudhi Says:

    Semoga kita senantiasa bisa menjalankan yang sunnah (selain wajib) dan menjauhi bid’ah. Amiiin

  4. 3
    Monita sulistianingsih Says:

    Semoga istiqomah untuk bapak Ahmad Sukina dan warga MTA. Amin

  5. 2
    LISTIYANTO Says:

    Saya bertempat tinggal di Belitung mau ikut mengaji untuk memahami Al-Quran dan As-Sunnah di MTA tapi belum ada Perwakilan/Cabang MTA yang saya lakukan cuma nonton MTA TV dan via internet untuk mencari ilmu agama .dan tuntunan ibadah.

  6. 1
    SYAHMINAN NOOR Says:

    Apakah di Kota Sampit Kalimatan Tengah Sudah ada Perwakilan MTA?,
    saya mau ikut mengaji kalau ada waktu dan kesempatan,
    saya rasa dengan nonton tiap malam dan hari ahad pagi di TV MTA banyak sekali membawa perubahan kepada diri saya, dulu saya orang kurang paham dengan agama Al Quran dan Hadhits alhamdulillah sekarang sedikit banyak tau lah, berkat MTA TV

Leave a Reply