Gaul Tanpa Pacaran

dosa-zina-bahaya-pacaran-larangan

PACARAN itu “GAUL”, lo ga’ pacaran ga’ “GAUL”.??? Pacaran, itulah fenomena yang banyak kita jumpai pada kebanyakan remaja.

Mereka berkata: Jika ga’ pacaran, bagaimana kita mengenal pasangan kita? Mereka juga berkata: Hidup hanya sekali, ko ga’ dinikmati? Apa mereka tidak sadar, walaupun mereka tidak pacaran sebenarnya mereka juga menikmati kehidupan?

Bagaimana tidak menikmati kehidupan? Mereka bernafas! Mereka juga beraktifitas? Maka bersabarlah, ber- ikhlaslah, dan bersyukurlah supaya mendapat berkah, berkah hanya dari Allah SWT.

Wahai para remaja, engkaulah generasi penerus orang tua, agama dan bangsa maka janganlah engkau dekat- dekat pada zina karena zina adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk, firman Allah SWT di dalam Q. S Al Israa’/ 17: 32, “dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”

Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah melarang manusia untuk mendekati zina, maka jauhilah larangan- larangan Allah jika engkau ingin mendapati kesudahan yang baik (surga).

Kita harus sadar dan paham bahwa mendekati zina dilarang, apalagi melakukan! Na’udzubillah! Jelas, perbuatan tersebut dilarang dan dilaknat! Sebagai contoh becak saja dilarang melewati jembatan, lho ko bus malah lewat, ya ga’selamat lach…!

Perumpamaannya gini: ada serombongan wisatawan sedang picnic dengan mengendarai sebuah bus, ketika mereka akan menuju suatu tempat mereka harus menyeberangi sungai melalui jembatan, tetapi di depan jembatan ada peringatan “Becak di larang lewat!” .

Karena mereka didorong oleh hawa nafsu, mereka melewati jembatan tersebut beserta bus yang mereka tumpangi. Lalu, kemungkinan apa yang akan terjadi? Tentu, mereka akan terjun ke sungai bersama dengan bus yang mereka tumpangi. Dari perumpamaan kejadian tersebut kita bisa mengambil pelajaran bahwa jika Allah melarang kita, maka janganlah kita melanggar supaya kita selamat. Jika Allah dan Rasul sudah menetapkan suatu ketetapan, maka janganlah kita menentang.

Firman- Nya;

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata” (QS. Al Ahzab/ 33: 36).

Betul bukan, jika orang-orang mukmin menawar-nawar apa yang dah jadi ketetapan Allah dan Rasul maka manusia itu sendiri akan menerima azab karena kesesatannya. Berbagai masalah pergaulan yang terjadi di kalangan umat Islam, khususnya di kalangan remaja muslim memang sudah banyak menimbulkan kebimbangan dan keraguan.

Banyaknya kejadian di luar dugaan yang terjadi tersebut karena masalah pergaulan yang di luar batas agama, melanggar aturan dan ajaran agama yang sudah dijelaskan oleh Allah dalam Al- Qur’an. Insya Allah hal-hal tersebut bisa dihindari jika orang tua dan anak ada komunikasi yang baik.

Hal tersebut bisa terjadi dengan adanya beberapa factor, diantaranya:
(1)  Mereka tidak mempunyai aktifitas positif, contoh:
a. Nonton TV yang acaranya tidak edukatif
b. Banyaknya waktu yang mereka gunakan untuk main- main, nongkrong atau jalan- jalan.

(2)  Tidak percaya dengan janji Allah tentang jodoh. Mengapa?
a. Karena orang tua tidak membekali dengan agama yang kuat
b. Orang tua prihatin, tetapi prihatin karena anaknya tidak punya pacar

Sudah berapa banyak pemuda dan pemudi muslim yang terlibat dalam pergaulan bebas? Sudah berapa banyak pemuda dan pemudi muslim yang terlibat dalam perzinaan? Baik perzinaan yang terjadi karena pemaksaan salah satu pihak, ataupun “sama maunya” .

Dan sudah berapa banyakkah pemuda dan pemudi muslim yang terjebak ke dalam kehamilan di luar nikah? Ketika kita memandang berbagai permasalahan yang terjadi akibat pergaulan bebas tadi tentunya kita sebagai orang yang mengaku muslim merasa malu dengan berbagai kejadian tersebut.

Kita sebetulnya hidup di Negara yang mayoritas penduduknya adalah beragama Islam, tapi mengapa ajaran Islam yang mulia ini justru kesuciannya dikotori dan diinjakinjak oleh orang Islam sendiri dengan kejadian yang sudah disebut di atas? Seolah-olah Islam tidak pernah menerangkan dan mengajarkan kepada kita tentang bagaimana pergaulan yang disyariatkan oleh Islam.

Begitulah jika manusia tidak mau tahu tentang hukum yang sudah ditetapkan oleh Allah yang hanya memperturutkan hawa nafsunya yang rendah. Maka jika manusia berbuat demikian, mereka termasuk generasi yang jelek (QS. Maryam/ 19: 59).

Tentunya hal ini dapat kita jadikan sebagai bahan introspeksi bagi diri kita masing-masing, baik yang sudah melakukan, yang sedang melakukan, dan yang baru akan melakukan pergaulan bebas.

Bagi yang sudah pernah melakukan pastinya sudah bisa merasakan bagaimana nikmatnya kenikmatan sesaat yang bisa dirasakan ketika mereka melakukan “pergaulan bebas” – dalam hal ini bisa berupa (maaf) kumpul bebo, main-main bersama tanpa tujuan yang jelas, FB-an, SMS-an, atau pacaran berduaan sampai berpegang-pegangan tangan, dan sebagainya. Pacaran memang “GAUL” . “GAUL” yang dimaksud penulis yaitu;

(1) Grounded (bertahap)
Banyak media yang bisa kita baca bahwa mereka melakukan zina dengan tahapantahapan yang dimulai dari hal yang kecil, seperti bermula dari kenalan (SMS dll), jumpa darat, kencan, jalan-jalan dan seterusnya. Dari hal yang kecil menuju kepada yang besar.

Dengan terus menerus mereka melakukan maksiat maka akan mengakibatkan kerasnya hati, jauh dari Allah, dan imannya lemah. Iman itu bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Terus menerus melakukan maksiat juga akan mengakibatkan maksiat tersebut menjadi suatu kebiasaan sekaligus tempat bergantung bagi pelakunya. Sungguh, jika jiwa itu terbiasa dengan suatu hal maka akan sulit untuk berpisah dengannya.

Jika ini telah terjadi pada pelaku maksiat maka akan sulit melepaskan diri dari maksiatnya dan setan akan membukakan untuknya pintu-pintu kemaksiatan lainnya yang lebih besar dan lebih dahsyat dari sebelumnya. Itulah tahapantahapan yang direncanakan setan dalam mesesatkan manusia.

Walaupun mereka memandang dunia itu lebih indah tetapi yang sebenarnya adalah surga merupakan kesudahan yang baik, sebagaimana firman Allah di dalam QS. Ali Imran/ 3: 14, yaitu;

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)” .

(2) Addicted (ketagihan)
Bermula dari yang kecil sehingga menyebabkan manusia sering mengulangi perbuatan maksiat (ketagihan) maka akan semakin melemahkan cinta kepada Allah dan menguatkan cinta kepada selain-Nya dalam hati manusia tersebut.

Bahkan lemahnya iman dapat menguasai dan mendominasi diri ini sehingga tidak tersisa dalam hati ini tempat untuk cinta kepada Allah kecuali sedikit bisikan jiwa. Pengaruh iman tidak akan terasakan dalam melawan dorongan jiwa, menahan maksiat serta menganjurkan berbuat baik.

Akibatnya diri ini akan semakin terperosok ketagihan ke dalam lembah nafsu syahwat dan perbuatan maksiat. Sehingga noda hitam (dosa) menumpuk di dalam hati dan akhirnya memadamkan cahaya iman yang lemah dalam hati.

(3) Unabashed (tidak malu)
Jika seseorang secara bertahap melakukan hal-hal yang negative maka akan menjerumuskannya ke dalam jurang ketagihan. Jika sudah ketagihan maka jadilah ia unabashed (tidak malu).

Bagaimana ia tidak malu? Jika kita lihat di sekitar kita, pacaran sudah dilakukan di tempat-tempat terbuka bukan? Jika seseorang sudah tidak malu melakukan perbuatan- perbuatan yang dilarang agama (Islam) hancurlah ia dan juga negeri ini, sebagaimana sabda nabi SAW yaitu;

“Sesungguhnya diantara tanda-tanda datangnya kehancuran suatu bangsa ialah diangkatnya (didangkalkan) pengetahuan agama, dan didukungnya sifat jahil (bodoh) tentang agama, diminumnya minuman keras secara terang-terangan dan dilakukan perzinaan secara meluas dan terang-terangan” . [HR. Bukhari juz 1, hal. 28]

Tetapi sebaliknya jika penduduk negeri ini beriman maka nikmat Allah yang dilimpahkan kepada kita. Firman-Nya;

“Jikalau penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan ayat-ayat Kami, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. [QS. Al-A’raaf/ 7: 96]

(4) Lame brained (lemah, bodoh)
Orang- orang yang memperturutkan hawa nafsu, sungguh jelas mereka adalah generasi yang jelek (bodoh) di mata Allah (QS. Maryam/ 19: 59).

Jika mereka sudah bertahap, tidak malu dan bodoh dalam kemaksiatan, maka kemaksiatan mereka akan menggiring mereka ke dalam jurang kesengsaraan. Wahai para pemuda, dikarenakan kita adalah generasi penerus orang tua, agama dan bangsa ini hendaklah kita harus memiliki;

a. komunikasi yang baik terjalin dengan orang tua, dan hendaklah para orang membentengi keluarga, salah satunya dengan membuat kelompok keluarga yang isinya tidak hanya membahas dunia tetapi yang lebih penting untuk mengkaji Al Qur’an dan Sunnah nabi SAW. Insya Allah dengan menjaga komunikasi dalam diskusi tentang dunia dan akhirat maka seorang kepala keluarga bisa menjalankan kewajiban untuk menjaga diri dan keluarga dari api neraka (QS. At Tahrim/ 66: 6).

b. aktifitas positif, contoh: Nonton TV yang acaranya edukatif, tidak membuang waktu percuma hanya untuk main- main, nongkrong ataupun jalan- jalan yang tiada berguna.

c. kepercayaan dengan janji Allah tentang jodoh. Allah SWT menjelaskan di dalam QS. Ar Rum/ 30: 21, yaitu; “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang.

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” Kemudian di dalam QS. An Nur/ 24: 26 Allah juga berfirman;

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga)” .

Saudara2ku seiman! Betapa indahnya syariat Islam, jika kita menghendaki jodoh dari jenis kita sendiri yakni manusia yang shalih dan shaliha maka kita harus shalih dan shaliha terlebih dahulu.

Mengapa kita alergi terhadap penegakan syariat Islam? Hanya orang-orang yang bodoh serta anti Islam dan anti kemapanan sajalah yang menolak atau tidak suka dengan syariat Islam, kemudian berusaha dengan berbagai cara untuk menjadikan orang murtad dan lari dari syariat Islam, serta benci kepada Islam. Maka disebarkanlah tuduhan-tuduhan jelek dan kotor, seolah-olah Islam itu menakutkan.

Terhadap orang-orang semacam itu kita harus waspada, dan Allah sudah memperingatkan kepada kita dengan firman-Nya, yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menthaati orangorang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang merugi” . [QS. Ali ‘Imraan/ 3: 149]. (*)

Sutanto, MP.d
Dosen Bahasa Inggris
FIK UNIVERSITAS MUH. PONOROGO,
Ketua Pemuda MTA Kab. Semarang


5 Responses to “Gaul Tanpa Pacaran”

  1. 5
    suryono Says:

    syukron katsir.

  2. 4
    SUGIONO JOGOROGO Says:

    Pacaran banyak ruginya dari pada untungya, mencari ilmu agama Islam jelas untungnya dimudahkan jalan ke surga. Insyaallah Allah meridhoi perjuangan dakwah MTA.

  3. 3
    pacaran yang sehat Says:

    Saya masih belom tahu mana ayat yang melarang pacaran?
    Karena menurut saya pacaran dan zina itu suatu hal yang berbeda.

  4. 2
    Abdul Dzikri Says:

    Saya setuju sekali dg post ini.. Saya juga pemuda MTA, sampai umur saya yg ke 16 ini saya belum pernah sekalipun pacaran dan tidak ada yg bilang kalau nggak pacaran nggak gaul. Kalo ad yg bilang begitu, apa mau ane BACOK!! Yaah, mau gimana lagi, emang pengaruh pergaulan pacaran kayaknya mjd hal yg wajib, yg nggak pacaran dikira nggak punya jodoh atau nggak dapet jodoh pdhl udah jelas kalau jodoh itu udah diatur. Peran Orang Tua sangat berpengaruh.. Temen2 saya aja yg semajlis banyak yg pacaran,.. Sy sebenarnya jg mau bikin kebijakan kalau Pacaran mending keluar nggak usah ngaji aja. Tapi kata temen saya kalau itu susah diterapkan, jd ya sudah sy ngalah aja :3 . Sebodoh2 generasi muda adlh generasi yg pacaran..

    Min komenku kok nggak pernah dibales y.,

  5. 1
    SUGIONO JOGOROGO Says:

    Saya sengat setuju adanya dakwah terutama yg di lakukan oleh MTA , menuntun orang dari tempat gelap ke tempat yg terang benderang. kalau Allah membolehkan jangan manusia membuat aturan melarangnya.

Leave a Reply