Melupakan Masa Lalu

jadilah-orang-memaafkan-mta-or-id

Ustadz, saya seorang wanita yang masih belum bisa melupakan masa lalu saya, karena sakitnya penghianatan dan penghinaan keluarga mantan saya. Saya sudah mencoba ikhlas menerima semua dan mencoba tegar, tapi tetap saja masih ingat dan sakit rasanya. Saya membenci mereka karena kata-kata mereka juga melukai perasaan orang tua saya. Saya harus usaha bagaimana lagi ustadz biar hati saya tenang dan melupakan sikap mereka. (Fulanah-Bumi Allah)

Jawaban :

Wa’alaikum salam wr wb Nanda Fulanah yang disayangi Allah berbicara soal khianat mengkhianati, manusia itu bisa dibagi menjadi 4 kelompok.

Yang pertama adalah orang yang mengkhianati. Orang seperti ini termasuk ke dalam kelompok orang munafik yang kalau tidak bertobat tentu akhirnya akan masuk neraka yang paling bawah.

Kelompok yang ke dua adalah orang yang dikhianati. Orang seperti ini termasuk orang yang didholimi yang menurut Rasulullah Saw doanya akan dikabulkan Allah. Maka jangan sampai kita mendholimi orang lain agar tidak kena akibat doa jeleknya.

Yang ke tiga adalah orang yang saling mengkhianati. Orang-orang yang seperti ini saling mendholimi dan keduanya termasuk munafik. Tidak ada rasa persaudaraan, sebaliknya pertengkaran setiap saat mudah pecah di antara mereka. Orang-orang beriman tidak layak hidup dengan cara yang seperti itu, karena mereka satu terhadap yang lain saling bersaudara.[QS Al Hujurat 49:10]

Yang terakhir kelompok orang yang tidak saling mengkhianati. Mereka saling menjaga kehormatan satu terhadap yang lain. Yang seperti itulah cara hidup orang beriman. Antar sesama orang beriman itu haram darahnya, haram kehormatannya dan haram hartanya. Idealnya interaksi antar orang beriman dilaksanakan seperti kelompok yang ke empat. Andaikan tidak bisa, yang penting tidak seperti kelompok yang ke tiga atau yang pertama.

Oleh karena itu beruntunglah nanda Fulanah yang masuk ke dalam kelompok yang kedua. Pengelompokkan manusia atas dasar pengkhianatan juga berlaku untuk penghinaan. Kalau keselamatan akhirat yang menjadi ukuran kebaikan, mestinya nanda Fulanah merasa kasihan kepada mantan suami dan keluarganya yang telah mengkhianati dan menghina nanda.

Kalau mereka tidak bertobat dan meminta maaf kepadamu, niscaya Allah tidak akan mengampuni mereka. Boleh jadi pengkhianatan dan penghinaan itu sudah menjadi karakter mereka yang sulit dirubah dan akan membawa mereka ke neraka. Artinya perbuatan yang mereka lakukan kepadamu sama seperti menggali lubangnya sendiri di neraka. Oleh karena itu nanda tidak perlu kecewa, marah, benci dan dendam terhadap perlakuan mereka.

Allah selalu membela pihak yang benar. Allah akan membalas manusia sesuai dengan amalnya, maka yakinlah bahwa Allah akan membalas kejahatan mereka dengan balasan yang setimpal. Di antara dua orang yang bersengketa tidak ada yang lebih beruntung kecuali orang yang mendapatkan pembelaan Allah. Maka bersyukurlah, bahwa kamu telah dikhianati dan dihina, tidak termasuk orang yang mengkhianati dan menghina. Nanda perlu bersyukur juga karena tidak lagi hidup bersama mereka.

Boleh jadi kalau masih hidup bersama mereka, sifat-sifat mereka yang suka berkhianat dan menghina akan menular kepadamu dan membawamu ke neraka juga. Sehingga pengkhianatan dan penghinaan itu menjadi jalan Allah untuk menyelamatkan kamu dari kejahatan mereka.

Yang perlu nanda lakukan sekarang adalah menunjukkan kepada mereka, bahwa nanda tetap teguh dan tegar menghadapi penghianatan dan penghinaan mereka. Jangan berharap apapun dari mereka. Jangan bersikap cengeng dan menggantungkan harapan kepada mereka.

Gantungkan harapanmu hanya kepada Allah saja dan bangunlah kehidupan baru yang lebih baik. Buktikanlah bahwa penghinaan mereka tidak benar. Tunjukkan kepada dunia bahwa kamu adalah orang yang mulia dalam pandangan Allah karena bertakwa.

Yakinlah bahwa Allah akan memberikan jalan keluar terhadap semua persoalan yang kamu hadapi dan akan memberimu rejeki dari arah yang tiada disangkasangka asal kamu bertakwa [QS Ath Thalaq 65: 2-3].

Amalkan nasehat itu dan mohonlah ridha kepada Allah, niscaya 1-2 tahun ke depan kamu sudah menjadi sosok yang berbeda dari sekarang dengan petolongan Allah, aamiin.***

_____________________________
Rubrik Curhat

Oleh : Ust.Abdurrahman Suparno
Majalah Al-Mar’ah Sholihah & cerdas edisi Maret 2013/1434

 


Leave a Reply