Indonesia Guru Toleransi Negara Lain

silatnas-2-2015-mta-stadion-gbk

JAKARTA – Merebaknya radikalisme dan terorisme yang ditampilkan melalui kekejaman ISIS, menjadikan Islam banyak disorot dunia internasional. Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia pun banyak diharapkan menjadi contoh wajah Islam yang demokratis.

Kepala Staf Presiden Teten Masduki mengatakan, banyak negara mengaku kagum dengan stabilitas keamanan di Indonesia yang salah satunya disumbang oleh tingginya tingkat toleransi antar umat beragama.

“Banyak negara yang sekarang berguru ke Indonesia, belajar mengembangkan toleransi,” ujarnya usai menghadiri Silaturahim Nasional (Silatnas) yang dihadiri 70 ribu warga Majelis Tafsir Alquran (MTA) di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Minggu, (27/12).

Menurut Teten, di forum-forum internasional, Indonesia seringkali didaulat untuk berbagi pengalaman bagaimana membangun kultur kerukunan beragama. Dengan latar agama dan etnik yang beragam, Indonesia relatif jauh lebih rukun.

“Karena itu, banyak permintaan agar Indonesia menjadi leader (pimpinan) dalam membangun peradaban Islam dunia yang menonjolkan kedamaian,” kata Teten yang hadir mewakili Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tengah mengadakan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT).

Teten mengakui, masih ada riak-riak kecil dalam kehidupan beragama di Indonesia, misalnya kasus perusakan masjid di Tolikara Papua maupun kasus perusakan gereja di Singkil Aceh. Selain itu, ada pula beberapa kelompok radikal di Indonesia.

“Untuk kasus bernuansa SARA, sikap pemerintah jelas, mengedepankan dialog untuk menjembatani perbedaan,” ucapnya.

Ketua Umum Pusat MTA Ahmad Sukina menambahkan, aksi terorisme jauh dari nilai-nilai Islam. Menurut dia, Islam senantiasa mengedepankan ajaran sebagai rahmatan lil alamin atau rahmat seluruh alam. “Islam itu menjunjung tinggi kesantunan dan kelembutan, bukan kekerasan,” ujarnya. (owi)

 


Leave a Reply