Mengkalkulasi PEMBOROSAN

hidup-boros

pemborosanSegala puji hanya pantas untuk Allah SWT semata. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan kepada seluruh kita yang selalu menempuh jalan hidayah-Nya. Salam untuk seluruh Nabi Nabi dan Rasul-Nya.

Kedatangan sang Messiah (Nabi Isa) di zaman lampau tentu sebagai sesuatu yang ditunggu tunggu oleh orang-orang sholeh di waktu itu, dan ternyata Nabi Isa telah diutus ke muka bumi agar manusia kembali kepada jalan Allah SWT, yaitu jalan Iman dan amal sholih, jalan ingat kepada Allah dan hari akhirat, jalan kebenaran dan keadilan.

Kisah rencana pembunuhan kepada Nabi Isa telah juga diabadikan oleh Allah di dalam Al-Qur’an, karena apa yang dibawa oleh para Nabi adalah jalan keutamaan yang biasanya dirasakan asing oleh umat manusia di zaman itu, zaman yang biasanya bergelimang dengan berbagai pesta pemuasan hawa nafsu. Sebagaimana firman-Nya

 

وَبِكُفْرِهِمْ وَقَوْلِهِمْ عَلَى مَرْيَمَ بُهْتَاناً عَظِيماً ﴿١٥٦﴾ وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَـكِن شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُواْ فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِّنْهُ مَا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلاَّ اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِيناً ﴿١٥٧﴾ بَل رَّفَعَهُ اللّهُ إِلَيْهِ وَكَانَ اللّهُ عَزِيزاً حَكِيماً ﴿١٥٨﴾ وَإِن مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلاَّ لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيداً ﴿١٥٩﴾

 

Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa), dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina), (QS. 4:156)

dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putera Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (QS. 4:157)

Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 4:158)

Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka. (QS. 4:159)

Seorang Nabi, seorang Rasul, atau dalam bahasa umum dikatakan seorang Messiah (pembawa kebenaran Universal), diutus oleh Allah ke dunia untuk membimbing suatu bangsa dari berpola kehidupan yang berkwalitas rendah menuju jalan kehidupan berkwalitas tinggi dan mulia.

Seorang Nabi, Rasul atau Messiah dikirimkan oleh Allah ke suatu bangsa agar dijadikan sarana terangkatnya bangsa tersebut kepada tingkat kehidupan yang Mulia dan bermartabat tinggi, dan Allah berikan rahmat kepada mereka. Namun dari zaman ke zaman para Nabi, Rasul dan para Messiah selalu menghadapi keadaan yang sebaliknya, dilawan, dihadang, dihambat, dimusuhi, difitnah, di-cacimaki, dan bahkan di bunuh.

 

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نِبِيٍّ عَدُوّاً شَيَاطِينَ الإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُوراً وَلَوْ شَاء رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ ﴿١١٢﴾

 

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkan mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (QS. 6:112)

Apa yang dibawa seorang Nabi dan Rasul sesuatu yang berkwalitas Tinggi dan Mulia, sebaliknya apa yang terjadi pada saat dikirimnya Nabi dan Rasul biasanya adalah saat-saat sebuah bangsa mengalami kemerosotan moral. Allah berkehendak mengangkat bangsa tersebut, sehingga tugas seorang Nabi adalah untuk mengangkat kembali kwalitas moral bangsa tersebut.

Namun kadang-kadang bila terlalu pekatnya dosa dosa suatu bangsa, maka nasehat nasehat baik seorang penyeru kebaikan sering diabaikan. Ketika hati manusia sedang terbuai dalam lezatnya perbuatan dosa maka sering para Nabi dan Rasul yang hendak membimbing mereka kepada jalan hidup kemuliaan malah mereka hinakan dan bahkan mereka bunuh, sebagaimana firman-Nya

ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُواْ إِلاَّ بِحَبْلٍ مِّنْ اللّهِ وَحَبْلٍ مِّنَ النَّاسِ وَبَآؤُوا بِغَضَبٍ مِّنَ اللّهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُواْ يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللّهِ وَيَقْتُلُونَ الأَنبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ ذَلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُواْ يَعْتَدُونَ ﴿١١٢﴾

 Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas. (QS. 3:112)

Nabi Isa AS telah lewat dari zaman kini 2000 tahun lamanya, dan apa saja yang diajarkan oleh Nabi Isa pun sesuatu yang mengajak Manusia untuk Bertauhid Mengesakan Allah SWT, dan mengajari manusia untuk beribadah tunduk patuh kepada Allah SWT,

وَإِذْ قَالَ اللّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنتَ قُلتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَـهَيْنِ مِن دُونِ اللّهِ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ إِن كُنتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلاَ أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ إِنَّكَ أَنتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ﴿١١٦﴾

 

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai ‘Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang Ilah selain Allah”. ‘Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”. (QS. 5:116)

Nabi Isa diperintah oleh Allah untuk membimbing Bani Israil untuk menegakkan sholat dan membayar zakat, dan Nabi Isa diutus pula untuk membantu orang-orang miskin dan orang-orang yang sakit dan sedang tertimpa musibah, sehingga Nabi Isa mengajak sahabat sahabatnya untuk selalu menolong orang-orang yang sedang menderita baik sakit atau miskin.

 

قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيّاً ﴿٣٠﴾ وَجَعَلَنِي مُبَارَكاً أَيْنَ مَا كُنتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيّاً ﴿٣١﴾

 

Berkata Isa:”Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia manjadikan aku seorang Nabi. (QS. 19:30)

dan dia menjadikan aku seorang yang berbakti di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup, (QS. 19:31)

Nabi Isa diberi mu’zizat untuk melakukan hal-hal yang luar biasa, termasuk dalam menolong orang sakit dan orang miskin.

وَرَسُولاً إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُم بِآيَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُم مِّنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْراً بِإِذْنِ اللّهِ وَأُبْرِئُ الأكْمَهَ والأَبْرَصَ وَأُحْيِـي الْمَوْتَى بِإِذْنِ اللّهِ وَأُنَبِّئُكُم بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ ﴿٤٩﴾

 

Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka):”Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mu’jizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seijin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman”. (QS. 3:49)

Para Nabi adalah membimbing sebuah bangsa untuk memiliki perbuatan-perbuatan Utama dan perbuatan Mulia, sehingga Allah kemudian akan mengangkat mereka kepada derajad yang tinggi dan mulia.

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ لاَ تَعْبُدُونَ إِلاَّ اللّهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً وَذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَقُولُواْ لِلنَّاسِ حُسْناً وَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ وَآتُواْ الزَّكَاةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلاَّ قَلِيلاً مِّنكُمْ وَأَنتُم مِّعْرِضُونَ ﴿٨٣﴾

 

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu):”Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling. (QS. 2:83)

Bila manusia mau mencermati apa yang dilakukan oleh Nabi Isa saat 2000 tahun yang lalu adalah mengeluarkan manusia dari jalan hidup yang salah kepada jalan hidup yang benar dan mulia.

Manusia begitu mudah untuk mengeluarkan dana untuk berpesta pora, padahal sering-sering sebuah pesta pora itu hanya menghadirkan kesenangan sesaat, dan sering-sering dalam pesta sesaat itu dibumbui dengan pesta puncak nafsu hewaniah, syaitoniyah, yang sering membawa manusia semakin tenggelam dalam kelamnya kenikmatan perbuatan DOSA BESAR.

Orang begitu mudah untuk membeli Dosa Besar dengan uang yang dimilikinya, itulah bujuk rayu syaitan yang berhasil menipu daya umat manusia.

Bisa dibayangkan, seandainya seluruh manusia mau beriman kepada Allah dan hari akhir dengan sebenar-benarnya, tentu mereka tidak akan membelanjakan dan menyia-nyiakan segala nikmat yang Allah berikan pada jalan Dosa dan Kemaksiyatan.

Pesta Klub Malam, Pesta Dansa Dansi, Pesta Minum minuma keras, Pesta Prostitusi, Pesta Makan Minum yang berlebihan, Dan semua itu biasanya membutuhkan biaya yang sangat besar, karena memang itu budaya import dari Negara-negara Kaya. Sehingga betapa pemborosan telah terjadi luar biasa.

Bila manusia hendak mengikuti jejak Nabi Isa dengan sebenarnya, maka jalan iman dan amal sholih harus mereka jalani, sehingga mereka bisa menyalurkan Dana-Dana yang mereka miliki untuk berbuat baik sebagaimana Nabi Isa telah berbuat baik.

Dan pasti Nabi Isa pasti melarang umatnya untuk berpesta pora, atau pesta Kembang Api, dan pesta-pesta menghambur hamburkan uang sekedar untuk memuaskan hawa nafsu syahwat.

 

Trilyunan Rupiah atau bahkan untuk seluruh dunia mungkin mencapai Trilyunan Dollar bisa terkumpul dari biaya pesta pora di awal Tahun Masehi, betapa besarnya biaya itu dan seandainya biaya itu bisa dikumpulkan dan dijadikan biaya AMAL SOSIAL KEMANUSIAAN.

 

Betapa kebaikan itu akan dapat dirasakan oleh siapapun baik yang menyantuni dan yang disantuni. Dan pahala akan mengalir kekal di dunia dan di akherat bagi mereka yang beramal ikhlas karena Allah semata.

Seandainya Nabi Isa Masih hidup di Zaman ini, dan seandainya para seluruh pengikut Nabi Isa semuanya setia dengan Nabinya tentu masalah penderitaan Sosial di segala Bangsa dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya.

Karena Nabi Isa memberi contoh nyata kepada umatnya, agar mereka Bertauhid, dan agar mereka suka menolong orang yang sedang miskin dan menderita. Dan Nabi Isa melarang Umatnya melakukan perbuatan pemborosan yang sia-sia.

Kapan di Negri ini akan muncul para pemimpin yang dicintai rakyat dan mampu membimbing bangsa ini untuk hidup berkwalitas tinggi, hidup selamat di dunia dan di akherat. Bukan hidup untuk menyiapkan tempat dan memperdalam tempatnya di NERAKA, semoga zaman zaman mendatang akan melahirkan sosok sosok pemimpin yang benar-benar BERIMAN dan selalu BERAMAL SHOLIH ikhlas karena Allah. Wallohu a’lam.


Leave a Reply