Berzikir Mengingat ALLAH SWT

berzikir-kepada-allah

Segala puji HANYA untuk Allah SWT. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan kepada seluruh kita yang selalu menempuh jalan hidayah-Nya. Salam untuk seluruh Nabi Nabi dan Rasul-Nya

Zaman modern, zaman di saat ini, zaman yang terlihat penuh dengan fitnah (ujian) keimanan. Zaman yang penuh dengan pergumulan, bercampur aduk antara yang HAQ dengan yang BATHIL, rasa superioritas manusia telah melahirkan manusia manusia yang enggan diatur oleh Allah Tuhan Pencipta, Pemilik dan Pemelihara semesta Alam, dan manusia merasa puas dan nyaman dengan mengikuti pendapat Aqal dirinya tanpa mau dituntun dengan petunjuk Allah SWT.

Dijaman lampau manusia bangga dengan pendapat dirinya lewat pemahaman-pemahaman pribadi dalam beragama, sehingga memunculkan berbagai golongan dan aliran yang menyimpang dalam beragama sebagaimana firman-NYA.

 

فَتَقَطَّعُوا أَمْرَهُم بَيْنَهُمْ زُبُراً كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ ﴿٥٣﴾

Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing). (QS. 23:53)

 

مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعاً كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ ﴿٣٢﴾

yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan.Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. (QS. 30:32)

 

Namun di jaman ini ketika di zaman telah memasuki kabut gelap pekat tersebarnya perbuatan Fahsya dan Mungkar, manusia semakin bangga untuk meninggalkan agama dan dengan berani untuk menyatakan diri bahwa dirinya ATHEIS. Manusia semakin kehilangan kemampuan untuk melihat siapa dirinya dan untuk apa dia ada hidup di muka bumi.

 

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَى عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَى سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَى بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَن يَهْدِيهِ مِن بَعْدِ اللَّهِ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ﴿٢٣﴾ وَقَالُوا مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُ وَمَا لَهُم بِذَلِكَ مِنْ عِلْمٍ إِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ ﴿٢٤﴾

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai ilahnya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat).Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran (QS. 45:23)

Dan mereka berkata: “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa”, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja. (QS. 45:24)

 

Untuk kembali kepada jalan kebenaran yang Haqiqi, manusia harus segera BERHIJRAH, berhijrah dari kubangan perbuatan Fahsya dan Mungkar kepada kehidupan yang Bersih, Suci dan Mulia. Sehingga akan kembali membuka cahaya mata batin yang telah tertimbun dengan kabut gelap pekat DOSA, menuju kepada Hati yang Berpetunjuk, hati yang Bercahaya.

 

إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ ﴿٢٢٢﴾

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. 2:222)

 

وَمَن تَزَكَّى فَإِنَّمَا يَتَزَكَّى لِنَفْسِهِ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ ﴿١٨﴾

Dan barangsiapa yang mensucikan dirinya, sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allah-lah kembali(mu). (QS. 35:18)

 

Proses Industrialisasi yang biasanya hanya ditunjukkan untuk mencapai kesenangan dan kesejahteraan materi tanpa mempertimbangkan aspek rohani telah membawa populasi manusia kepada memburu kesenangan jasmani dan lupa pada arti kehidupan dan arti kebahagiaan yang Haqiqi.

 

Sebagai contoh industri hiburan yang dibuat oleh orang-orang yang sekedar memburu kesenangan materi, tanpa disadari telah banyak menghancurkan iman umat beragama. Sehingga orang-orang yang mengkonsumsi hiburan tersebut menjadi manusia yang semakin tidak bisa lagi membedakan antara perbuatan yang benar dan perbuatan yang salah, dan bangga menjadi manusia yang tidak beragama.

 

Allah SWT, Allah Tuhan pencipta, pemilik dan pemelihara semesta Alam, menguji keimanan manusia, apakah manusia akan mengikuti jalan petunjuk Allah ataukah mau mengikuji jalan yang di murkai oleh Allah.

 

Setelah diberi berbagai nikmat dan fasilitas di muka bumi, Allah melengkapi dengan diturunkan kepada umat manusia Rasul Rasul dari Nya dan Kitab Suci dari Nya untuk menjadi pegangan hidup umat manusia di dunia. Berbahagialah manusia-manusia yang mau kembali kepada Allah dan kembali tekun beribadah kepada-Nya, dan disanalah letak kebahagiaan yang Haqiqi dan Abadi, sejak di Dunia hingga di akherat kelak.

 

Bila dalam diri manusia masih ada benih-benih iman dan kemudian ingin menemukan arti haqiqi kehidupan, maka Allah SWT telah menyampaikan firman-Nya

 

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ﴿١﴾ لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ﴿٢﴾ هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ ﴿٣﴾ هُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنزِلُ مِنَ السَّمَاء وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ ﴿٤﴾ لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الأمُورُ ﴿٥﴾ يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَهُوَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ ﴿٦﴾

 

Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 57:1)

Kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. 57:2)

Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. 57:3)

Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; Kemudian Dia bersemayam di atas ‘arsy dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang ke luar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. 57:4)

Kepunyaan-Nya-lah kerejaan langit dan bumi, Dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan. (QS. 57:5)

Dialah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati. (QS. 57:6)

 

Manusia yang masih bersih kata hatinya maka akan sangat mudah untuk memahami ayat-ayat tersebut. Karena hatinya belum termakan bisikan-bisikan syaitan yang biasanya memasukkan penyangkalan-penyangkalan kepada kebaikan kebaikan yang Allah berikan kepada manusia. Hati yang bersih dari perbuatan Dosa akan merasa tenteram dan bahagia memahami ayat ayat tersebut.

 

Demikian pula dalam firman yang lainnya, Allah menyatakan

 

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ ﴿٢٢﴾ هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ ﴿٢٣﴾ هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاء الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ﴿٢٤﴾

 

Dia-lah Allah Yang tiada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (QS. 59:22)

Dia-lah Allah Yang tiada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan,Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS. 59:23)

Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih Kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi.Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 59:24)

 

Hati yang masih fitroh akan bersinar-sinar menerima dan merasakan ketinggian ayat tersebut. Dan hati menjadi bahagia dan tenteram, bahwa dirinya yang penuh kelemahan ini telah diberitahu oleh Allah, bahwa dirinya punya Allah Tuhan Yang Esa dan Maha Perkasa dan Tuhan Segala sesuatu.

Hati manusia yang bersih dan terjauhkan dari segala perbuatan Fahsya dan Mungkar akan sangat memahami dan mencintai ayat tersebut, dan ayat tersebut mendatangkan rasa bahagia, rasa tenteram, dan rasa terlindung dalam dirinya, karena dirinya dilindungi oleh Allah Tuhan Yang Maha segala Maha.

 

وَبِالْحَقِّ أَنزَلْنَاهُ وَبِالْحَقِّ نَزَلَ وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ مُبَشِّراً وَنَذِيراً ﴿١٠٥﴾ وَقُرْآناً فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَى مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنزِيلاً ﴿١٠٦﴾ قُلْ آمِنُواْ بِهِ أَوْ لاَ تُؤْمِنُواْ إِنَّ الَّذِينَ أُوتُواْ الْعِلْمَ مِن قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَى عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلأَذْقَانِ سُجَّداً ﴿١٠٧﴾ وَيَقُولُونَ سُبْحَانَ رَبِّنَا إِن كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُولاً ﴿١٠٨﴾ وَيَخِرُّونَ لِلأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعاً ﴿١٠٩﴾ {س} قُلِ ادْعُواْ اللّهَ أَوِ ادْعُواْ الرَّحْمَـنَ أَيّاً مَّا تَدْعُواْ فَلَهُ الأَسْمَاء الْحُسْنَى وَلاَ تَجْهَرْ بِصَلاَتِكَ وَلاَ تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلاً ﴿١١٠﴾ وَقُلِ الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَداً وَلَم يَكُن لَّهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُن لَّهُ وَلِيٌّ مِّنَ الذُّلَّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيراً ﴿١١١﴾

 

Dan Kami turunkan (al-Qur’an itu dengan sebenar-benarnya dan al-Qur’an telah turun dengan (membawa) kebenaran. Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. (QS. 17:105)

Dan al-Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian. (QS. 17:106)

Katakanlah:”Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila al-Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, (QS. 17:107)

dan mereka berkata:”Maha suci Tuhan kami; sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi”. (QS. 17:108)

Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’. (QS. 17:109)

Katakanlah:”Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan jangan kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu”. (QS. 17:110)

Dan katakanlah:”Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempuyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan tidak mempunyai penolong (untuk menjaga-Nya) dari kehinaan dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebenar-benarnya”. (QS. 17:111)

 

Hati yang masih bersih dan masih fitroh akan sangat bahagia mendengar atau melantunkan ayat tersebut, Betapa dirinya ingin terus untuk dapat merasakan curahan kebahagiaan dari Allah Tuhan Pencipta, Pemilik dan Pemelihara Semesta Alam.

 

Betapa pujian-pujian yang dilakukan dalam ibadah kepada-Nya bukan sesuatu yang sia-sia, Allah selalu mendengar dan menyambut pujian yang dilantunkan kepada Allah SWT, dan kemudian Allah membalas kepada orang-orang yang selalu MEMUJINYA agar hamba yang rajin dengan tulus beribadah dan memuji Allah pasti diberi hati yang selalu Selamat dan Bahagia dalam Rahmat-Nya dan Barokah-Nya.

 

Wahai umat manusia se DUNIA , Wahai umat manusia se DUNIA , Wahai umat manusia se DUNIA ……… marilah kita kembali kepada jati diri kita sebagai manusia, janganlah hati kita hanya dinyamankan dan dibius dengan hiburan-hiburan buatan manusia, tapi ambilah yang sangat dibutuhkan oleh hati manusia, yaitu selalu ingat Allah dan selalu rajin beribadah kepada Allah SWT, sebagaimana firman-Nya

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْراً كَثِيراً ﴿٤١﴾ وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلاً ﴿٤٢﴾ هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيماً ﴿٤٣﴾ تَحِيَّتُهُمْ يَوْمَ يَلْقَوْنَهُ سَلَامٌ وَأَعَدَّ لَهُمْ أَجْراً كَرِيماً ﴿٤٤﴾

 

Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. (QS. 33:41)

Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. (QS. 33:42)

Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. (QS. 33:43)

Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mu’min itu) pada hari mereka menemui-Nya ialah:”Salam”; dan Dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka. (QS. 33:44)

 

 

Pilihlah Madu jangan memilih Racun, pilihlah yang menyehatkan, bukan yang membius. Manusia bukan robot-robot yang muncul dari muka bumi tanpa asal-usul. Tapi Dia adalah makhluq yang diciptakan oleh Allah dan bertugas untuk rajin selalu beribadah kepada Allah.

 

Dengan cara hidup yang benar maka zaman akan berubah dari zaman GELAP menuju zaman BERCAHAYA, dari zaman menuju kehancuran menuju zaman kebangkitan. Semoga manusia segera berbondong-bondong berlari kepada Allah SWT, dan kembali rajin beribadah kepada-Nya.

 

Bila manusia rajin untuk berbuat kesholihan , Allah pasti akan menurunkan Kedamaian dan Perdamaian dalam kehidupan Umat Manusia. Wallahu a’lam.


Leave a Reply