Hidup Dalam Ketetapan ISLAM

hidup-dalam-ketetapan-islam-artikel-islam-mta2

hidup-dalam-ketetapan-islam-artikel-islam-mtaHidup dalam ketetapan Islam merupakan keseharian bagi orang muslim. Sebuah kondisi dimana nilai-nilai Islam menjadi pedoman dalam menapaki kehidupan.

Dan ini bisa terwujud dengan mengamalkan perintah dan nasihat yang ada dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. Disamping menjalankan perintah-Nya juga harus menjauhi semua yang dilarang-Nya.

Dengan mengamalkan sunnah Rasulullah SAW seorang muslim akan mendapatkan hasil terbaik dalam kehidupannya yang akan membahagiakannya baik di dunia maupun di akhirat.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an bahwa seseorang dapat mencapai kehidupan yang baik dengan melakukan amal shaleh, sebaimana tersirat pada ayat:

Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan[QS. An-Nahl ; 97]

Atas ijin Allah SWT. menjalani hidup sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan Sunnah akan menjadikan seseorang itu mampu mengembangkan pemahaman yang luas dengan kecerdasan akal dan pikiran sehingga berujung kepada kemampuan untuk membedakan antara yang benar (haq) dan yang salah (batil).

Dengan membawa diri kedalam kehidupan yang di dalamnya dipenuhi cahaya keimanan juga akan meningkatkan kemampuan dalam mempertimbangkan sebuah problema yang mendalam, dan bisa berani mengambil keputusan dengan berdasarkan kepada kebenaran Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW.

Syarat mutlak untuk mendapati kehidupan yang demikian adalah dengan berada dalam kehidupan Islam yang menyeluruh. Jadi berada dalam Islam secara menyeluruh (kaffah) sebagaimana perintah Allah dalam firman-Nya:

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaithan, sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagimu. [QS. Al-Baqarah : 208]

Dalam kehidupan yang Islami akan terbentuk karakteristik yang akan menjamin seseorang memiliki kesempatan dan kemudahan-kemudahan dalam kehidupannya dan merupakan sebuah keunggulan bila dibandingkan mereka yang hidupnya jauh dari norma-norma Islam.

Seseorang yang menjalani hidupnya dengan kehidupan Islam yang menyeluruh dan berserah diri kepada Allah Ta’ala akan sepenuhnya berbeda dengan orang lain dalam hal cara bersikap, bertingkahlaku, maupun pola hidup kesehariannya.

Dan dalam cara berpikir, seorang muslim yang berserah diri akan berbeda dengan orang lain. Hal ini akan diketahui bagaimana mereka dalam menafsirkan atau menjelaskan sesuatu.

Seorang muslim akan berpedoman kepada kebenaran sedang orang lain akan lebih banyak terpengaruh kepada nafsunya. Seorang muslim akan selalu berpedoman kepada mengerjakan atau melakukan perbuatan yang baik (ma’ruf) dan meninggalkan perbuatan yang buruk (munkar) sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

Hendaklah kamu melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar, atau (kalau tidak) Allah akan mendatangkan siksa (adzab) akibat dari dosa-dosamu, kemudian kamu berdoa niscaya Allah tidak akan mengabulkannya. [HR. Tirmidzi]

Melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar kalau kita dalami dengan segala kemampuan kita, maka kita akan mendapatkan hikmah atas apa yang diperintahkan Allah SWT dan hikmah dari apa yang dilarang-Nya.

Yaitu orang yang beriman akan menafkahkan harta bendanya untuk mencari keridhaan Allah, Rahmat Allah dan akan digunakan untuk mendapatkan surga Allah.

Orang yang beriman semakin banyak hartanya, maka makin banyak yang digunakan untuk jalan Allah dan semakin hati-hati dalam menggunakannya serta sangat memperhatikan apa yang diharamkan dan yang dihalalkan Allah.

Disitulah Allah akan menambah kekayaan mereka, apa yang mereka kerjakan akan semakin mudah dan semakin banyak pula kesempatan untuk menafkahkan hartanya di jalan Allah. Yang sangat menyenangkan bagi setiap orang yang beriman adalah tidak adanya kekhawatiran dalam hatinya terhadap hari depan, mereka akan memahami rahasia segala macam perintah dan larangan yang diberlakukan atas kehidupannya.

Allah menjanjikan pada mereka pahala, tidak ada rasa khawatir, dan tidak ada kesedihan bagi orang beriman seperti yang tersirat dalam firman-Nya:

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati [QS. Al-Baqarah : 277]

Beramal baik (shaleh) agar berujung kepada manfaat haruslah disertai dengan ke ikhlasan. Karena ihklas adalah syarat mutlak diterimanya semua amal. Allah memberikan pengecualian dalam memberikan balasan (pahala) yang dikhususkan kepada orang yang ikhlas dalam mengerjakannya.

Ini tersirat dalam firman-Nya :

Kecuali orang-orang yang tobat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersamasama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.[QS. An-Nisaa : 146]

Dalam sebuah riwayat Rasulullah SAW bersabda: Dari Adl-Dlohhak bin Qais, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda :

Sesungguhnya Allah yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi berfirman : «Aku adalah sebaik-baik sekutu. Barangsiapa mengambil sekutu disamping Aku, maka amalnya itu untuk sekutu-Ku». (Rasulullah SAW bersabda ) «Wahai para manusia berbuatlah ikhlas pada amal-amal kalian, karena Allah Yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi tidak mau menerima amal-amal, kecuali amal yang ikhlas untukNya. Dan janganlah kalian mengatakan : «Ini untuk Allah dan untuk sanak saudara». (Maka kalau begitu) amal itu untuk sanak saudara dan bukan untuk Allah sedikitpun. Dan jangan mengatakan : «Ini untuk Allah dan untuk kalian (para manusia)». (Kalau begitu), maka amal itu untuk kalian (para manusia) dan bukan untuk Allah sedikitpun». [HR. Al-Bazzar dan Baihaqi]

Ikhlas dalam beramal akan selalu berhadapan dengan kelicikan syaithan. Rencana syaithan untuk mengancam keikhlasan orang-orang yang beriman akan terus ada hingga hari pembalasan nanti.

Keberhasilan syaithan dalam menggoda Nabi Adam AS dan Hawa akan diteruskan sampai kepada anak cucunya. Syaithan akan menjadikan indah segala bentuk bujukannya sampai manusia tertarik untuk mengikutinya. Karena kelicikannya orang-orang yang terperdaya oleh syaithan akan memandang baik perbuatan buruknya.

Maka dari itu Allah memperingatkan kepada kita anak cucu adam agar melawan kelicikan yang dilakukan oleh syaithan dalam firman-Nya :

Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‹auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman [QS.Al-A’raaf : 27]

Kepandaian syaithan dalam menyesatkan manusia tidak lepas dari kesempatan yang diberikan oleh manusia itu sendiri yang memberi peluang masuknya bisikan-bisikan syaithan dalam hatinya.

Sehingga syaithan mampu merubah pandangan manusia terhadap sesuatu yang buruk menjadi baik di hati dan pikirannya. Ayat tersebut diatas adalah rahasia penting yang diungkapkan Allah Ta’ala agar manusia yang beriman akan kebenaran Al-Qur’an selamat dari dari bisikan syaithan.

Syaithan akan selalu berusaha menyesatkan dan memalingkan manusia dari jalan Allah. dan syaithan akan selalu berusaha agar manusia sibuk dengan perbuatan yang sia-sia. disamping itu syaithan juga akan selalu menanamkan perasaan sedih dan takut pada manusia hingga hilang rasa syukurnya terhadap karunia Allah, serta selalu menyemaikan benih-benih pertentangan dan pertikaian diantara manusia.

Dan yang lebih dahsyat lagi syaithan akan membuat manusia ragu terhadap kebenaran Al-Qur’an. Allah berfirman:

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya[ QS. Al-A’raaf 36]

Telah diungkapkan oleh Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an bagaimana menyelamatkan diri dari bisikan syaithan. Dan petunjuk ini amat penting bagi orang yang beriman yang takut kepada Allah dan menginginkan kehidupan akhirat yang menyenangkan agar terhindar dari setiap bisikan syaithan yang menyesatkan yang akan memalingkan manusia dari jalan yang lurus.

hidup-dalam-ketetapan-islam-artikel-islam-mta2

Hidup dalam ketetapan Islam dan tidak menyekutukan Allah, kemudian meneguhkan pendiriannya atas kebenaran Islam, maka akan berkahir dengan kebahagian hidup dalam surga yang telah Allah janjikan. Allah berfirman :

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: «Tuhan kami ialah Allah» kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): «Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu».[QS. Fushilat 30].

Tidak ada pilhan lain bagi yang menginginkan surga, hanya ada satu jalan menuju surga yakni hidup berpedoman kepada Al-Qur’an dan Sunnah Nabi SAW. Dan tidak terpengaruh oleh bisikan-bisikan syaithan.

Syaithan akan menjauhkan manusia dari AlQur’an, karena syaithan tahu kalau surga tidak akan pernah terbuka bagi orang yang mendustakan ayat Allah (Roe)


Leave a Reply