Kunjungan Imam Besar FPI ke MTA

ust-sukino-mta-habib-rizki-fpiImam besar FPI (Front Pembela Islam) DR. Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab, Lc. MA. didampingi koordinator FPI wilayah Soloraya H. Choirul RS, SE mengunjungi MTA (Majlis Tafsir Al-Qur’an) selasa (10/11).

Kehadirannya disambut pimpinan pusat MTA Al Ustadz Drs. Ahmad Sukina. Habib Rizieq dalam kunjungannya ke MTA juga sempat untuk interaktif langsung dengan pendengar dan pemirsa Radio Televisi MTA saat siaran langsung dengan bahasan waspada bahaya laten PKI.

Dengan gamblang pria kelahiran Jakarta, 24 agustus 1965 ini menjelaskan tentang sejarah lahirnya PKI di Indonesia berikut sepak terjangnya sehingga menjadi partai yang dilarang hidup di Indonesia.

Habib Rizieq namanya mencuat sejak memimpin dan menjadi Imam besar FPI. Sepak terjangnya dalam kegiatan sosial yang banyak mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak dan keberaniannya memberantas kemaksiatan menjadi topik utama di berbagai media nasional.

Banyak yang pro dan kontra dengan aktifitas lembaga yang dipimpinnya. Dalam kesempatan bershilaturahim ke MTA, dia menyampaikan harapan agar semua pimpinan organisai maupun lembaga Islam bisa bersatu menggalang kekuatan untuk melawan komunisme dan syiah yang mulai terang-terangan.

“jangan jadikan perbedaan sebagai alat untuk menjatuhkan saudaranya yang lain, semuanya mempunyai tugas yang harus dijalankan masing-masing” ujarnya,

kemudian belia juga menegaskan bahwa masing-masing organisasi, atau lembaga Islam yang ada mempunya kelebihan dibidangnya masing-masing. “kalau NU terkenal dengan banyaknya mendirikan Pondok Pesantren hingga hampir disetiap daerah di seluruh Indonesia, kalau Muhammadiyah terkenal dengan banyaknya mendirikan sekolah sehingga dalam bidang pendidikan hampir semuanya dikuasai oleh Muhammadiyah.

Ada ICMI yang disana tempat berkumpulnya teknokrat muslim. MTA terkenal dengan ajakan dan seruannya kepada ummat Islam untuk kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah, sedang FPI bagian memberantas tempat makshiyat” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh pimpinan MTA Al Ustad Drs. Ahmad Sukina. Saat ini ummat Islam dalam keadaan mudah dihasut sehinggat dengan sesama muslim tega melemparkan fitnah dan tuduhan yang sangat keji.

Ustadz berharap persatuan dan kesatuan ummat Islam dijaga. “ kita semua adalah bersaudara, berbeda paham jangan dijadikan alat untuk menjatuhkan sesama muslim. Sedang diantara saudara kandung saja bisa berbeda pemahaman” ujarnya yang di iyakan oleh tamunya.

Diakhir perbincangan kedua tokoh yang membawahi organisasi besar ini mempunyai pandangan kedepan yang sama, dan sama-sama menjalankan aktifitasnya masing-masing untuk tujuan yang sama, yakni menegakkan syiar Islam dengan keahlian dan dibidangnya masing-masing.

Selesai kunjungannya ke MTA pria lulusan King Saud University Riyadh Arab Saudi (S1), Universitas Antar-Bangsa Malaysia (S2), dan (S3) ini akan menjadi pembicara dalam Tabliq Akbar yang akan diselenggarakan selasa (10/11) pukul 19.00 wib, di Masjid Agung Surakarta, yang bertemakan “fitnah dan ghibah = ideologi komunis, Sikat komunis dari NKRI” (Roe).


Leave a Reply