“BF” Penjajah Moral

moral-mta70 tahun yang lalu Indonesia memerdekakan diri dari cengkeraman penjajahan negara- negara penjajah, seperti Inggris, Portugis, Belanda, dan Jepang.

Hari kemerdekaan Indonesia bertepatan pada hari Jum’at, salah satu hari besar dan mulia dalam Islam, bertepatan pula pada bulan Ramadhan, bulan yang paling mulia dalam Islam.

Jadi kemerdekaan merupakan anugerah dari Allah SWT, sebagaimana disebut dalam muqaddimah UUD 1945 bahwa atas berkat rahmat Allah telah sampailah Indonesia kepada gerbang kemerdekaan. Hal tersebut tidak luput dari jasa- jasa pengorbanan para pahlawan kemerdekaan yang berjuang tanpa pamrih dengan jiwa dan raganya untuk Indonesia.

Dua bulan setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaan, yakni tanggal 10 November rakyat Indonesia memperingatinya sebagai Hari Pahlawan Nasional. 10 November sebuah tanggal yang monumental buah dari perjuangan arek- arek Suroboyo di bawah pimpinan pejuang besar kemerdekaan, Bung Tomo.

Yang kemudian setiap tanggal 10 November bangsa Indonesia memperingatinya sebagai hari pahlawan, pada tahun 2015 ini bertepatan pada hari Selasa.

Benar, secara fisik Indonesia adalah negara yang sudah merdeka. Secara bahasa merdeka artinya bebas. Bebas dari segala bentuk penjajahan, bebas dari segala bentuk pengekangan serta bebas dalam menentukan sikap dan pilihan.

Sikap dan perasaan merdeka merupakan sikap dan perasaan yang dimiliki oleh setiap pahlawan di atas bumi ini. Sikap dan perasaan yang merdeka inilah yang melahirkan gerakan dari para pahlawan untuk merebut kemerdekaan mereka yang direnggut oleh orang atau bangsa lain.

Gerakan- gerakan yang muncul di dalam membebaskan dari penjajah bisa dalam bentuk gerakan radikal seperti pemberontakan atau gerakan- gerakan politik. Sehingga tidak heran, pahlawan itu muncul dari penjajahan serta kolonialisme yang melanda suatu bangsa atau satu kelompok tertentu.

Sehingga dapat dipastikan jika suatu bangsa atau suatu kelompok mengalami penjajahan maka akan muncul pahlawan- pahlawan bagi kelompok atau bangsa yang terjajah tersebut. Dapat kita simpulkan bahwa atas jasa- jasa para pahlawan nasional kita, Indonesia merdeka. Negara yang di dalamnya tiada penjajahan.

Sungguhkah? Sungguh, secara fisik Indonesia telah merdeka tetapi betapa tertipunya kita. Ternyata akar- akar penjajahan itu masih tertancap kokoh di bawah tanah air Indonesia. Walau batang- batang penjajahan yang tampak di mata telah habis dipangkas, namun akar itu masih terus menjalar dan merambat di bawah tanah air kita.

Penjajahan telah bertransformasi, dia telah bermutasi seperti angin yang hanya bisa dirasakan tapi tak dapat di pandang dengan mata. Itulah sebuah penjajahan baru, bukan penjajahan fisik. Tapi penjajahan pikiran, sistem kapitalis, liberalis, hedonis, dan materialistis telah ditanamkan di tanah air ini.

Sebuah penjajahan yang sangat melenakan laksana angin sepoi- sepoi di padang rumput. Diantara penjajahan di jaman modern ini yaitu:

BF

Apa itu BF? Yuk kita simak BF dari penulis berikut!. BF (Baverage, Food, Fashion, Freedom & Funs).

Baverage (minuman)

Di jaman modern ini banyak dan mudah kita dapatkan minuman di dalam kemasan, misalnya di dalam gelas kaca, gelas plastic dan juga di dalam kaleng, sehingga mudah dan dapat langsung diminum.

Karena kita mendapat kemudahan di dalam mendapatkan minuman tersebut maka kita juga harus pandai dalam menyeleksi, apakah minuman tersebut mengandung alcohol yang memabukkan ataukah tidak.

Jika minuman tersebut beralkohol dan memabukkan maka kita harus menjauhinya, dikarenakan segala macam minuman yang memabukkan adalah haram.

Sebagaimana sabda nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, yaitu: Dari Ibnu ‘Abbas, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah mengharamkan kepadaku atau diharamkan (kepadaku) khamr, judi dan Kuubah”. Dan beliau bersabda, “Setiap yang memabukkan adalah haram”. Sufyan berkata: Lalu aku bertanya kepada ‘Ali bin Badzimah tentang arti Kuubah. Ia menjawab, “(Kuubah itu adalah) tambur”.

Allah SWT juga menjelaskan di dalam QS. Al Baqarah/ 2: 219 bahwa khamar (segala minuman yang memabukkan) dan judi pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya. Kemudian kita juga harus hati- hati terhadap minuman di dalam kemasan, baik itu di dalam gelas plastic, gelas kaca dan juga kaleng.

Di samping kita menghindari minuman-minuman beralkohol, kita juga harus menghindari minuman yang mengandung supplement tinggi. Di katakan Laily 2015 di dalam jurnalnya, ia menjelaskan bahwa semakin banyak seseorang mengkonsumsi minuman suplement maka semakin tinggi mereka memiliki risiko gagal ginjal kronik.

Dan selanjutnya jika tiap-tiap orang ditanya apakah anda mau hidup sehat dan lebih lama? Maka mereka menjawab “Ya”. Tetapi perlu disadari bahwa di jaman modern ini banyak diantara kita (Islam) yang sebenarnya menginginkan kesehatan dan hidup lebih lama tetapi kebiasaan makan dan minumnya membuat ia cepat terkena penyakit dan bisa menyebabkan kematian walau secara perlahan, yaitu kebiasaan makan dan minum dengan berdiri, memakai tangan kiri lagi.

Tidak hanya di lingkungan terkecil (keluarga) tetapi di pesta pernikahan banyak kita jumpai orang Islam makan dan minum dengan santainya, berdiri lagi.

Hendaknya orang Islam jika ia makan dan minum duduk dengan tawaduk, dengan tangan kanan. Sebagaimana sabdda Rasulullah SAW Dari Ibnu ‘Umar bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,

“Apabila seseorang diantara kalian makan, maka hendaklah makan dengan tangan kanannya. Dan apabila minum, maka hendaklah minum dengan tangan kanannya. Karena syaithan makan dengan tangan kirinya, dan minum dengan tangan kirinya”. [HR. Muslim juz 3, hal. 1598]

Rahasia Medis

Minum dan makan sambil duduk, lebih sehat, lebih selamat, dan lebih sopan, karena apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lembut.

Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan pernah sekali minum sambil disfungsi pencernaan.

Begitu pula makan sambil berjalan, sama sekali tidak sehat, tidak sopan, tidak etis dan bukan tuntunan Islam. Manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengan sempurna.

Ini merupakan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat terpenting pada saat makan dan minum.

Ketenangan ini bisa dihasilkan pada saat duduk, dimana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.

Makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus.

Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (Vagal Inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak. Oleh karena itu marilah kita kembali hidup sehat dan sopan secara Islami!

Food (makanan)

Berbagai macam makanan jadi dan cepat saji yang diproduksi oleh pabrik bisa jadi belum jelas kesucian dan kehalalannya.

Media juga membantu menyebarkan dan mempromosikan kelezatan makanan yang terkadang kita tergoda untuk mecicipi tanpa melihat kadar kehalalan bahan makanan yang terkandung didalamnya, cara memotongnya dan mengandung syubhat lainnya atau tidak walaupun ia disebut sebagai makanan 4 sehat 5 sempurna.

Jadi makanan 4 sehat 5 sempurna belumlah cukup bagi orang Islam karena sebagai orang Islam harus disertai dengan halal. Firman Allah;

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan, karena sesungguhnya syaithan itu adalah musuh yang nyata bagimu”. [QS. Al-Baqarah/ 2: 168]

Makanan yang tidak halal juga akan menyebabkan seseorang masuk neraka, sebagaimana sabda nabi SAW;

Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW pernah ditanya tentang sesuatu yang paling banyak menyebabkan manusia masuk surga. Beliau SAW menjawab, “Taqwa kepada Allah dan akhlaq yang baik”, Dan beliau ditanya tentang sesuatu yang paling banyak menyebabkan manusia masuk neraka. Beliau menjawab, “(Sesuatu yang paling banyak menyebabkan manusia masuk neraka) adalah mulut dan kemaluan”. [HR. Tirmidzi juz 3, hal. 245, no. 2072].

Di zaman yang modern ini, restaurant siap saji merupakan perkembangan dari kehidupan yang sangat berguna untuk menunjukkan gaya hidup khususnya bagi anak-anak, remaja, bahkan orang tua: seolah-olah remaja yang mampu jajan di sana itulah yang disebut remaja gaul.

Uang saku remaja sering habis untuk membiayai gaya hidup tersebut. Makanan dan minuman modern dari Barat mendesak makanan dan minuman local seperti soto ayam, nasi uduk, kari ayam, air kelapa muda, dan lain-lain.

Padahal, ada penelitian membuktikan bahwa makanan dan minuman modern lebih berpotensi menimbulkan bebagai penyakit.

Fashion

Busana, terutama dikalangan generasi muda yang kebanyakan sudah berkiblat pada trend-trend orang kafir yang selalu mengumbar aurat dan menimbulkan syahwat.

Misalnya Para perancang busana mempromosikan pakaian yang indah namun mengumbar lekuk tubuh pria dan wanita, memamerkan potongan pakaian yang menampakkan pakaian dalam pria dan wanita hingga promosi gaya hidup lesbian, homoseksual yang sekuler, mereka meninggalkan pakaian ketaqwaan yang Islami dan para Nabi yang santun dibalut pakaian suci dan menutup aurat baik jilbab maupun gamis dan koko yang bersih.

Yakinlah, kehidupan sekuler semakin dikejar sejatinya semakin tak mampu mengisi relung hati manusia dengan materi semata.

Karena itulah tipu daya syaithon harus kita jauhi. Tipu daya syaiton yang diikuti menunjukkan bahwa ia adalah generasi yang lemah dimata Allah (QS. Maryam/ 19: 59), walaupun ia bisa mengikuti perkembangan jaman, jaman yang semakin jauh dari tuntunan.

Semakin jauh seseorang dari tuntunan maka ia akan semakin keruh hatinya, sebagaimana air semakin jauh dari sumbernya maka air tersebut akan semakin keruh. Jadi kebanyakan dari mereka meniru tontonan bukanlah meniru tuntunan, itulah yang perlu diluruskan.

Padahal jelas bahwa Allah dan Rasul sudah menuntunkan adab berpakaian. Khusus bagi kaum muslimah, wajib menutup seluruh tubuh selain wajah dan telapak tangan. Jangan yang tipis dan jangan dengan potongan yang menampakkan lekuk tubuh.Allah berfirman,

“… dan janganlah merka menempatkan perhiasanya kecuali yang bisa tampak (yaitu wajah dan telapak tangan) dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya …”(QS. An Nur/ 24: 31).

Dengan pakian tersebut dapat dibedakan antara wanita baik-baik dengan wanita nakal, insya Allah. Firman Allah; “…. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, dan agar mereka tidak diganggu ….”(QS. Al Ahzab/ 33: 59).

Kemudian batas aurat laki-laki adalah antara pusar dan lutut baik kepada laki-laki muslim dan non-muslim atau wanita muslim dan non-muslim. Berikut dalil tentang aurat laki-laki: Aurat laki-laki ialah antara pusar sampai dua lutut. [HR. ad-Daruquthni dan al-Baihaqi].

Dalil tersebut diatas sudah menjelaskan tentang batas-batas aurat bagi seorang laki-laki. Dan definisi aurat adalah bagian tubuh yang wajib di tutupi dan haram untuk diperlihatkan kepada orang lain yang tidak berhak melihatnya.

Adapun pengucualian khusus adalah bagi istrinya yang boleh melihat seluruh anggota badannya. Karena istrinya adalah pakaian baginya dan fungsi pakaiaan adalah menutup aurat.

Freedom and Funs (kebebasan dan kesenangan)

Lawakan, tontonan -tontonan yang lucu yang sering kita jumpai dalam tayangan televisi merupakan hal yang sangat di benci Rasulullah SAW.

Dan kini hampir semua acara TV dan film dibubuhi pesan lawak dan kebebasan ala liberalis. Freedom and funs yang perlu dihindari kaum mukmin diantaranya;

SING: Musik-musik yang mempertunjukkan budaya dan lirik orang kafir dengan berbagai instrumennya.

SEX: Banyaknya media baik media cetak dan elektronik yang menyajikan gambar dan tayangan yang mengandung unsur pornografi dan porno aksi.

SPORT: Berbagai macam events olahraga yang tidak mencerminkan culture of Islam (membuka aurat) serta digelar tanpa memperhatikan waktu sholat.

Film: Banyak film terus menerus mempropagandakan liberalisasi, umbar aurat wanita sampai kepada maksiat, tatto dan body piercing, rokok dan minuman keras, syirik maupun paham-paham yang menyerang Islam.

Dan logika ini dipakai orientalis, liberalis lokal dengan memasarkan film sejenis dengan menggunakan talent artis Muslim dan non-muslim dalam kondisi yang semakin mendangkalkan iman dan moral bangsa.

Salah satu ungkapan Bung Karno yang terkenal “Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai jasa para pahlawannya”. Untuk itu kita harus ingat bagaimana perjuangan para pendahulu kita (para nabi dan Rasul serta para pahlawan Indonesia) yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral.

Mereka mengorbankan darah dan air matanya untuk sebuah kemerdekaan. Rela meregang nyawa demi kehormatan dan harga diri.

Kepada orang tua harus sigap dalam menyikapi kenakalan yang muncul pada anak keturunannya. Orang tua adalah pihak yang utama dan pertama dalam mengemban kewajiban mendidik dan membina mereka.

Tidak boleh berpaku-tangan dengan menyerahkannya kepada pihak lain, seperti guru, sekolah, dan sebagainya. Tetapi harus bekerja sama dengan baik.

Maka orang tua harus mampu menegakkan QS. At Tahrim/ 66: 6, yaitu orangtua muslim dalam menjaga akidah generasi yang merupakan wujud di dalam menjaga diri dan keluarga dari api neraka.

Orang tua menyampaikan kepada anak-anak yang menginjak remaja, betapa Islam adalah ajaran yang lurus dan terbaik bagi seluruh manusia. Tak ada jalan hidup yang menyamai apalagi mengalahkannya.

Sebab, sebagian orang benci terhadap Islam karena salah paham atau buruknya potret Islam yang ia kenal atau dikenalkan kepadanya.

Semoga Allah SWT selalu menunjukkan kepada kita yang benar itu tampak benar dan kita memiliki kekuatan untuk menegakkan kebenaran itu, serta menunjukkan kepada kita yang salah itu tetap tampak salah lalu kita mendapat kekuatan-Nya untuk menjauhi kesalahan itu. Aamiin ….

Oleh:
Sutanto, M. Pd
Dosen Bahasa Inggris FIK
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Ketua Pemuda Majelis Tafsir Al Qur’an (MTA)
Perwakilan Kab. Semarang


One Response to ““BF” Penjajah Moral”

  1. 1
    Abdul Dzikri Says:

    Gw kirain BF itu apaan

Leave a Reply