MUI Pusat Lahirkan Kode Etik Ukhuwah Islamiyah

Kode Etik Ukhuwah Islamiyah

mui-dan-mta Dalam rangka menjalin shilaturahim yang baik diantara sesama muslim.
Dan dalam rangka memberikan rambu-rambu kepada ummat agar tidak melakukan tindakan yang mengancam Ukhuwah Islamiyah, maka Dewan Pertimbangan Majlis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, menyelenggarakan Rapat Pleno untuk menghasilkan kesepakatan terkait rambu-rambu dan aturan yang harus ditaati demi menjaga ukhuwah Islamiyah ini diiukti oleh para tokoh Islam, pimpinan ormas Islam serta para cendekiawan.

Acara berjalan penuh khidmad. Sebagai pemimpin lembaga da’wah yang maju pesat, Al Ustadz Drs. Ahmad Sukina juga hadir dalam Rapat Pleno ini. Pimpinan Pusat MTA (Majlis Tafsir Al-Qur’an) ini diminta kehadirannya untuk ikut serta memberikan dukungan terhadap upaya menjalin persatuan dan kesatuan ummat dan upaya untuk meningkatkan Ukhuwah Islamiyah ini.
Beberapa tokoh terkemuka seperti Din Syamsuddin, , Nasarrudin Umar adalahi sosok yang turut menggawangi jalanya acara ini. Rapat Pleno selesai dengan menghasilkan beberapa kode etik yang akan dipakai dan digunakan oleh seluruh tokoh dan pemimpin organisasi Islam, dalam perjuangannya menegakkan agama Islam, serta dijadikan pedoman oleh ummat Islam Indonesia dalam rangka menegakkan Ukhuwwah Islamiyyah. Diharapkan dengan adanya kode etik ini dapat dijadikan sebagai alat pemersatu seluruh ummat Islam yang ada.

Kode etik yang dihasilkan dalam rapat pleno tersebut adalah:

Setiap muslim memandang muslim lain sebagai saudara seiman, karenanya dia memperlakukan saudara seimannya dengan penuh kasih sayang, kejujuran, empati, dan solidaritas. Bukan dengan rasa benci, antipati, dan cenderung melukai.

Setiap muslim merasa wajib mengembangkan persaudaraan, keimanan kearah sikap dan budaya saling membantu dan melindungi.

Setiap muslim mengutamakan kehidupan berjama’ah dan dapat mendayagunakan organisasi sebagai alat da’wah dan perjuangan. Dalam hal ini organisasi hanyalah alat, bukan tujuan.

Setiap organisasi / lembaga Islam memandang organisasi / lembaga Islam lain sebagai mitra perjuangan. Karenanya, hendaknya dikembangkan budaya kerjasama dan perlombaan meraih kebaikan, bukan budaya pertentangan, permusuhan, dan persaingan tidak sehat.

Dalam memilih pemimpin, setiap muslim wajib mempedomani tuntunan Islam, yakni mendasarkan pilihan pada pertimbangan kesamaan aqidah, akhlaq mulia, kemampuan dan sifat amanah calon pemimpin yang akan dipilih. Sesama pemimpin dan tokoh ummat Islam wajib menghidupkan shilaturahim tanpa memandang perrbedaan suku, etnik, organisasi, kelompok,atau aliran politik.

Setiap pemimpin dan tokoh ummat Islam perlu menahan diri untuk tidak mempertajam dan mepertentangkan masalah-masalah khilafitah, keragaman ijtihad dan perbedaan madzhab didalam forum khutbah, pengajian dan sebagainya.

Apalagi dengan mengklaim pendapat atau kelompok tertentu yang paling benar dan menyalahkan pendapat atau kelompok orang lain. Setiap pemimpin dan anggota dalam organisasi Islam hendaklah memandang organisasi bukanlah tujuan melainkan hanya alat atau sarana yang digunakan dalam menegakkan agama dan membangun ummat.

Hubungan antara sesama organisasi Islam haruslah dilandasi pandangan positif (husnudzon) dan selalu mengedepankan sikap saling menghargai peran dan kontribusi masingmasing dalam pembangunan ummat. Setiap amal dan prestasi suatu organisasi Islam haruslah dipandang sebagai bagian dari karya dan prestasi ummat Islam secara keseluruhan.

Dalam arti organisasi Islam yang lain wajib menghormati, menjaga serta melindunginya Setiap muslimin harus memandang muslim lain di berbagai negara dan belahan dunia sebagai bagian dari dirinya dan berkewajiban untuk membangun solidaritas dan tolong menolong dalam berbagai bidang kehidupan.

Kode etik tersebut diatas adalah konsep dari Dewan Pertimbangan Majlis Ulama Indonesia (MUI) tentang etika khuwwah Islamiyah yang harus diterapkan terhadap ummat Islam yang ada di Indonesia, untuk mencegah terjadinya konflik didalam tubuh ummat Islam itu sendiri. Karena seorang muslimin adalah bagian dari muslim yang lain, yang harus dijaga kehormatannya, dijaga hartanya dan dijaga jiwanya. (edyP)

kenapa masuk mta

Leave a Reply