Islamophobia dan Keinginan Lari dari Balasan Keadilan Allah

islam-kaffahSegala puji bagi Allah, Seluruh pujian hanya layak untuk Allah saja, Dialah Tuhan, pencipta, pemelihara dan pemilik semesta Alam. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan kepada seluruh pengikut beliau yang selalu mengikuti jalan petunjuk-Nya, dan salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya.

 

Segala puji bagi Allah yang telah menyadarkan umat Islam, umat manusia tentang keberadaan Sang Pencipta Alam yaitu Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya, Allah telah menyadarkan kepada Umat Islam agar mereka menyadari bahwa Alam semesta beserta apa yang ada di dalamnya diciptakan oleh Allah SWT.

 

إِنَّ رَبَّكُمُ اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُدَبِّرُ الأَمْرَ مَا مِن شَفِيعٍ إِلاَّ مِن بَعْدِ إِذْنِهِ ذَلِكُمُ اللّهُ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ أَفَلاَ تَذَكَّرُونَ

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy (singgasana) untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa’at kecuali sesudah ada keizinan-Nya. Yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran. (QS. 10:3)

 

وَلِلّهِ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَإِلَيْهِ يُرْجَعُ الأَمْرُ كُلُّهُ فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia, dan bertawakkallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan. (QS. 11:123)

 

رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيّاً

Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah) (QS. 19:65)

 

إِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ

Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku. (QS. 21:92)

 

Allah SWT memerintah manusia untuk memahami apa yang dikehendaki oleh Allah tentang adanya Alam semesta, dan termasuk adanya diri diri manusia dengan ungkapan yang yang dapat dipahami oleh manusia, yaitu agar manusia mau memahai akan kehendak Allah, kemudian mematuhi dengan kehendak Allah, dan itulah jalan nyata manusia dalam menyembah Allah. Apa arti menyembah kalao tidak ada Kekaguman, Ketaaatan, dan kepatuhan kepada Allah.

 

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Ilah (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (QS. 20:14)

 

وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

Dan Kami tidak mengutus seorang rasul sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya:”Bahwasanya tidak ada Ilah(yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”. (QS. 21:25)

 

هُوَ الْحَيُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Dialah Yang hidup kekal, tiada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia; maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadat kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. (QS. 40:65)

 

Allah SWT mengenalkan diri-Nya, bahwa Dia yang menciptakan seluruh Alam yang sangat besar dan sangat luas tak terbatas, tentu Dia Allah Tuhan yang memiliki Sifat-sifat yang luar biasa. Allah menuntun manusia dengan tuntunan, yaitu Al- Qur’an dan as-Sunnah, agar manusia dapat menyembah kepada-Nya sesuai dengan yang dikehendakinya.

 

إِنَّا أَنزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصاً لَّهُ الدِّينَ

Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (al-Qur’an) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya. (QS. 39:2)

 

إِنَّ اللَّهَ هُوَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ ﴿٦٤﴾

Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus. (QS. 43:64)

 

وَإِنَّ اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ

Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus. (QS. 19:36)

 

Menyembah Allah dan memurnikan ketaatan kepada Allah tidak dapat dilakukan kecuali seorang manusia harus mau menekuni Al-Qur’an dan As-Sunnah. Manusia harus mau untuk mengisi sebagian hidupnya untuk belajar dengan tekun kepada Al-Qur’an dan as-Sunnah.

 

Dapatkah manusia lari dari ketentuan Allah dan kemudian mereka membuat-buat sendiri peraturan yang mereka anggab lebih cocok untuk mengatur kehidupan ditengah-tengah kehidupan umat manusia yang telah Allah ciptakan ini.

 

Maka seharusnya setiap manusia yang berpaham heterogen ini diajari tentang sebab adanya kehidupan, dan juga dikenalkan siapa Allah SWT, dan kemudian bagaimana mereka dapat hidup menyelaraskan diri selaras dengan apa kehendak Allah SWT pada seluruh ciptaannya.

 

Bila manusia sudah mengetahui kehendak Allah di dalam menciptakan semesta Alam dan termasuk menciptakan diri-diri manusia itu telah terpahami maka kesadaran ilmu dan iman akan membawa manusia kepada melakukan tindakan untuk selalu taat dan tunduk patuh kepada Allah SWT.

 

فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadat kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya). (QS. 40:14)

 

Islmophobia dapat muncul di dalam diri-diri manusia yang tidak mau mengenal Allah dan hukum-hukum yang telah Allah tetapkan. Betapa Allah SWT Tuhan yang Maha Suci, Tuhan Yang Maha Agung, Tuhan Yang Maha Perkasa, Tuhan Yang Maha Bijaksana, Tuhan yang Maha Mengetahui, Tuhan Yang Maha Adil, menghendaki agar diri diri manusia menempuh jalan untuk selalu taat dan tunduk patuh kepada Allah Tuhan yang Maha Bijaksana Tuhan Semesta Alam. Dan itulah jalan keselamatan dan kebahagiaan yang haqiqi.

 

Orang menyangka ketika mereka menolak hukum-hukum Allah, bahwa mereka akan hidup bahagia. Dan pada kenyataannya keadaan di dunia ini semakin kacau balau dengan kemauan manusia yang ingin hidup tanpa aturan yang datang dari Allah.

 

بَلْ كَذَّبُوا بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءهُمْ فَهُمْ فِي أَمْرٍ مَّرِيجٍ

Sebenarnya, mereka telah mendustakan kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, maka mereka berada dalam kadaan kacau balau. (QS. 50:5)

 

أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا جَعَلْنَا حَرَماً آمِناً وَيُتَخَطَّفُ النَّاسُ مِنْ حَوْلِهِمْ أَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَةِ اللَّهِ يَكْفُرُونَ

Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, sedang manusia sekitarnya rampok-merampok. Maka mengapa (sesudah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang bathil dan ingkar kepada nikmat Allah? (QS. 29:67)

 

Kejiwaan dan tatanan sosial kemasyarakatan menjadi kacau ketika mereka tidak mau menerima hukum-hukum yang ditetapkan oleh Allah SWT. Senantiasa orang-orang yang lebih Cerdas, lebih Kaya dan lebih Kuat senantiasa mengatur ngatur kepada yang lebih lemah.

Bagaimana ketika Kesucian Jiwa, Keadilan Jiwa dan Ketaqwaan Jiwa telah diabaikan dan digantikan dengan sekedar Kecerdasan Aqal, Kelimpahan kekayaan Harta dan Kebesaran Kekuasaan Manusia. Hidup manusia terlepas dari fitrah Keselamatan dan Kedamaian.

Islamophobia, lebih sering disebabkan manusia telah lebih awal menemukan kesenangan hawa nafsu, dibanding kenikmatan iman dan taqwa. Orang orang yang telah menemukan kelezatan dunia tanpa mengetahui hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Tuhan pencipta semesta Alam.

Bila manusia terus mempertahankan diri dalam posisi Islamophobia dan terus menghendaki mereka-mereka itu yang harus ditaati dan dianggap sebagai ahli kebijaksanaan. Maka Allah Tuhan yang Maha Adil akan membalas kekafiran mereka di akherat kelak.

 

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ لَن تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوَالُهُمْ وَلاَ أَوْلاَدُهُم مِّنَ اللّهِ شَيْئاً وَأُولَـئِكَ هُمْ وَقُودُ النَّارِ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka, (QS. 3:10)

 

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ لَن تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوَالُهُمْ وَلاَ أَوْلاَدُهُم مِّنَ اللّهِ شَيْئاً وَأُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir baik harta mereka maupun anak-anak mereka, sekali-kali tidak dapat menolak azab Allah dari mereka sedikitpun. Dan mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (QS. 3:116)

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَوَلَّوْا قَوْماً غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ قَدْ يَئِسُوا مِنَ الْآخِرَةِ كَمَا يَئِسَ الْكُفَّارُ مِنْ أَصْحَابِ الْقُبُورِ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah, sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa. (QS. 60:13)

 

إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُواْ عَنْهَا لاَ تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاء وَلاَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ وَكَذَلِكَ نَجْزِي الْمُجْرِمِينَ

Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lobang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. (QS. 7:40)

 

Setidaknya di dunia ini dengan segala arogansi dan kekafiran mereka untuk selalu enggan menggunakan hukum-hukum dan aturan Allah akan menghadirkan kesulitan-kesulitan yang tak pernah mereka mampu memperoleh jalan keluarnya, dan bahkan hingga mereka masuk ke dalam siksa api neraka merekapun tidak akan mampu memperoleh jalan keluar darinya, naudzubillahi min dzalika. Jauhilah Islamophobia.   Wallahu a’lam


3 Responses to “Islamophobia dan Keinginan Lari dari Balasan Keadilan Allah”

  1. 3
    mawar biru Says:

    Dunia mmg t4e pujian atau hinaan.

    hanya iman sbg harta berharga yg hrs sll kt jaga.kita rawat ..naik trn keimanan adlh hal yg sll dialami.ttp kt py allah t4 kt bergantung

  2. 2
    sukman Says:

    smoga ibu dan keluarga tabah menjalani cobaan dan ujian dari Alloh SWT, kita tdk tau rahasia dibailk itu semua hanya milik Alloh, smga ada hikmah yg terbaik dan tetap istiqomah dalam menjalankan perintah Alloh dan menjauhi larangan Alloh melalui kajian Qur’an dan Sunnah…hidup ini sangat singkat, bahwa surga lebih indah dari dunia ini

  3. 1
    yunliati Says:

    saya yunliati dari cabang grobogan mau bercerita …begini …..awlnya suami saya yang tahu duluan dan saya menentangnya .ketika saya pelajari saya pun meyakininya .ketika itu kondisi saya sedang hamil enam bulan .karna ada pertentangan dari mertua dari orang tua saya dan dari masyarakat saya setiap hari menangis dan hampir putus asa. dan masalah bertambah lagi ketika mertua laki2 meninggal.setelah dua bulan berlalu saya melahirkan oprasi sesar…. dua bulan kemudian anak saya yang kecil divonis tumor mata dan harus dioprasi .hati saya hancur sedih tidak terkira .dalam hatiku bertanya mau berbuat lebih baik kok bertubi tubi ujianku…. ya Allah kuatkanlah aku dan keluargaku terutama anaku hanif alhusna yang cuma hidup dengan satu mata.sudah miskin dihina orang ..inilah kisahku semoga bisa istiqomah dalam mengaji….

Leave a Reply