Paket KEMERDEKAAN

PAKET-KEMERDEKAAN-MTAHamdan wa syukru lillah, washshalaatu wassalaamu ‘alaa rasulillah, amma ba’du. Telah dinyatakan dalam pembukaan UUD 1945, bahwa kemerdekaan Negara Republik Indonesia adalah rahmat dari Allah SWT.

Maka wajib kita syukuri dengan menggunakan nikmat kemerdekaan ini dengan sebaik-baiknya, mengisinya dengan pembangunan jasmani dan rohani sejalan dengan apa yang dikehendaki dan diridhai Allah SWT.

Allah SWT telah menegaskan dalam firmanNya :

لَئِنْ شَكَرْتُمْ َلأَزِيْدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim [14]:7)

Syukur adalah penyubur. Nikmat kemerdekaan akan semakin dirasakan ketika cara mensyukurinya sejalan dengan yang dikehendaki Sang Pemberi. Adakalanya kebanyakan manusia tertipu. Dikiranya tasyakuran tetapi justru kekufuran, maka yang datang adalah azab dan kesengsaraan, na’udzubillahi min dzaalik.

Harus diketahui syukur yang sebenarnya. Jika tidak, bukan syukur yang dilakukan, tetapi kufur yang dibesar-besarkan. Walhasil bukan kemerdekaan yang dirasa, tetapi belenggu azab semakin menyiksa, bukan kemerdekaan yang subur, tapi sikap kufur yang menyebabkan semuanya hancur. Itulah rumusan yang telah Allah terangkan dalam ayat tersebut di atas.

Kemerdekaan adalah nikmat dari Allah, maka marilah kita gunakan dengan sebaik-baiknya dalam rangka penghambaan diri kepada Allah. Mengisinya dengan kebaikan-kebaikan yang diridhoi Allah.

Pembangunan rohani dikedepankan, agar masyarakat menjadi menusia yang berakal dan berbudi, berbakti kepada ilahi. Dilandasi dengan kerohanian yang kuat, keimanan yang melekat, pembangunan fisik meningkat dijalankan dengan penuh rasa tanggung jawab dan amanat.

Dilandasi dengan rohani yang baik, pembangunan dinikmati dengan suka cita penuh kesyukuran, menambah kekhusyukan dalam peribadatan, menjaga kedamaian dan ketentraman berlandaskan hukum negara dan tuntunan agama. Semoga Allah mewujudkannya di negeri Indonesia tercinta, amin.

Ini menjadi sebuah perenungan. Kemerdekaan sudah 70 tahun, namun belum bisa merasa sungguh-sungguh merdeka. Keterbelengguan, keterbelakangan, kerusakan moral di semua lapisan adalah hasil kesalahan dari mensyukuri, memaknai, dan mengisi kemerdekaan.

Malam perayaan kemerdekaan dilalui dengan bermacam kemaksiatan, berfoya-foya, berjoget, sampai mabuk-mabukan, yang ujung-ujungnya terjadi perkelahian. Kenapa tidak diisi dengan refleksi perenungan yang bisa membangkitkan kembali semangat perjuangan yang telah dicontohkan para pahlawan.   Allah SWT telah mengingatkan :

وَضَرَبَ اللهُ مَثَلاً قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيْهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللهِ فَأَذَاقَهَا اللهُ لِبَاسَ الْجُوْعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوْا يَصْنَعُوْنَ

Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat. (QS. An Nahl [16] : 112)

Kata orang negeri kita gemah ripah loh jinawi. Potensi alam yang luar biasa tiada negeri yang menandinginya. Tetapi karena kita tidak pandai bersyukur, kita mengingkari nikmat-nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, maka merasakan bermacam-macam azab, berupa kelaparan dan ketakutan.

Kenaikan BBM, tingginya harga sembako, susahnya mencari pekerjaan menjadi permasalahan yang tiada pernah habis mendera kehidupan kita. Ketakutan karena merasa tidak aman dengan adanya pencurian, penjambretan sampai pembegalan membuat kita tidak tenang menjalani hidup ini.

Penipuan dengan berbagai modus, kejahatan di berbagai kelas, dari penjahat kelas teri, sampai yang berdasi dengan modus korupsi, kolusi dan nepotisme.

Rupanya berbagai bencana yang menimpa belum juga menyadarkan kita bahwa itu semua karena kesalahan diri kita bersama.

Belum cukup mengingatkan kita akan kewajiban kita kepada Allah, agar diri kita kembali kepada tuntunan agama Allah. Belum menjadikan kita sadar bahwa Allah maha kuasa mendatangkan azab yang lebih besar lagi.

 

قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيْقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ اْلآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُوْنَ

Katakanlah: “Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian) kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami (nya). (QS. Al An’aam [6] : 65)

 

Allah Maha Kuasa mendatangkan berbagai macam adzabnya dengan silih berganti agar manusia memahami. Tetapi kita masih belum paham juga. Ini terlihat dari bermacam-macam bentuk kesenangan merayakan kemerdekaan.

Sehingga akan terasa asing bagi kaum muslimin yang memegang teguh ajaran agamanya dan seolah tidak punya tempat untuk ikut merayakan. Mau ikut selamatan takut terseret pada kemusyrikan, mau ikut berjoget mabuk-mabukan ini jelas-jelas kemaksiatan, sampai lomba panjat pinang pun rasanya kok gak pantas.

Ada yang lomba sepak bola bapak-bapak pake daster, ada yang lomba lari suami sambil menggendong istri — yang ini saya ngalah deh –, dll semua jauh dari nilai-nilai keislaman. Kalau untuk anak-anak ya seharusnya diadakan lomba-lomba yang mendidik dan mencerdaskan, bukan menjadikan mereka bahan tertawaan dan ejekan.

 

Alhamdulillah di majlis tercinta ini ada kegiatan Paket Kemerdekaan. Ketika para panitia lain berkunjung dari rumah ke rumah untuk “meminta” sumbangan, tetapi dari kita “memberi” paket kemerdekaan. Ada beberapa manfaat dari kegiataan ini antara lain : Menjaga keikhlasan amal dalam bersedekah. Jika seseorang memberikan sedekahnya langsung kepada orang lain, terkadang bisa terbentik perasaan merasa berjasa. Mungkin juga pada awalnya bisa ikhlas, tetapi ketika di belakang hari timbul perselisihan, sedekah yang dulu terungkit, keikhlasan bisa memudar.

 

Si penerima tidak merasa “kepotangan budi” dengan si pemberi. Karena dengan paket kemerdekaan secara kolektif di majlis, taunya orang yang memberi adalah majlis. Sehingga paket kemerdekaan ini menjadi media dakwah.

Perasaan kepotangan budi dari penerimana tersebut semoga mereka wujudkan dengan sikap positif terhadap majlis, mungkin bisa berupa sikap tidak mengganggu, cinta terhadap majelis dan kegiatannya, bergabung dengan majlis dan menjadi majlis sebagai ladang amalnya.

 

Beberapa penerima paket kemerdekaan yang telah diwawancarai menyatakan kegiatan ini lebih tepat, karena mencerminkan sikap kepahlawanan, peduli terhadap sesama, dan membelanjakan uang tepat pada sasaran, bukan untuk foya-foya yang tiada berguna.

 

Semoga kegiatan paket kemerdekaan menjadi wujud syukur kepada Allah sehingga Allah menambahkan lagi nikmat yang lebih banyak kepada kita semua. Semakin suburnya dakwah yang mengantarkan ummat pada pemahaman agama sesuai dengan Al Qur’an dan As Sunnah. Amin.

 

MTA Madiun, 17 agustus 2015

 

Tri harmoyo

thmoyo@yahoo.com

 

 


3 Responses to “Paket KEMERDEKAAN”

  1. 3
    sudardi Says:

    SUdah saatnya umat islam mengisi kemerdekaan  RI dengan hal yang bermanfaat bagi saudara lain … sesuai kemampuan yang ada  HAri Kemerdekaan  mestinya  merdeka  dari penjajahan lahir dan batin ( kemiskinan, kebobroksn mental  keterbelakangan dll.)  peringatan kemaerdekaan banyak disalah artikan oleh Generasi muda  ==hiburan   maksiat, mabuk dan acara acara  yang tidak mrndidikan   dalam mengisi kemerdekaan dengan  hal yang positif
    Kesholehan sosial ditampakkan Yayasan MTA dengan  membagikan paket sembako=   semoga menginspirasi  umat islam + bangsang OIndonesia … Merdeka … merdeka atas ridha Alloh SWT.. aamiin

  2. 2
    yunliati Says:

    terims kasih kepada mta saya mendapatkan sembako paket kemerdekaan …

  3. 1
    virnaw.ikhlass@ymail.com Says:

    Semoga bs terus tetap beramal sholeh. Dan tetap “jaga keikhlasan”

Leave a Reply