Akibat Buruk ISLAMOPHOBIA dan Sikap Kufur Kepada Hidayah ALLAH

islamopobia

Segala puji bagi ALLAH, Seluruh pujian hanya layak untuk ALLAH saja, Dialah Tuhan, pencipta, pemelihara dan pemilik semesta Alam. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan kepada seluruh pengikut beliau yang selalu mengikuti jalan petunjuk-Nya, dan salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya.

Segala puji bagi ALLAH, Dia lah Tuhan yang telah merancang seluruh makhluqnya 50 000 tahun sebelum diciptakan sebagaimana hadist Rasulullah Muhammad SAW

 

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قَدَّرَ اللَّهُ الْمَقَادِيرَ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ

aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “ALLAH telah menentukan takdir segala sesuatu, lima puluh ribu tahun sebelum menciptakan lagit dan bumi.” Abu Isa berkata; Ini adalah hadits hasan shahih gharib. (TIRMIDZI – 2082)

 

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قَدَّرَ اللَّهُ الْمَقَادِيرَ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

saya telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “ALLAH telah menetapkan ketentuan-ketentuan (takdir bagi setiap makhluk) lima puluh ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi.” (AHMAD – 6291)

 

segala puji bagi ALLAH, bahwa Dia telah menetapkan segala aturan-aturan yang akan mengenai seluruh makhluq-makhluqnya. Maka Sungguh kitab Al-Qur’an telah memuat berbagai macam informasi yang dikehendaki oleh ALLAH untuk diketahui oleh manusia, sejak dari zaman lapau hingga zaman yang akan datang.

ALLAH telah memberitakan tentang kejadian awal langit dan bumi, hingga akhir kehidupan di muka bumi sebagaimana firman-Nya

 

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقاً فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاء كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ ﴿٣٠﴾

Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tidak juga beriman? (QS. 21:30)

 

ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاء وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ اِئْتِيَا طَوْعاً أَوْ كَرْهاً قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ ﴿١١﴾ فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَى فِي كُلِّ سَمَاء أَمْرَهَا وَزَيَّنَّا السَّمَاء الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَحِفْظاً ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ ﴿١٢﴾

Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi:”Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab:”Kami datang dengan suka hati” (QS. 41:11)

Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (QS. 41:12)

 

Demikian pula kejadian terjadinya hari Qiyamat, hari berakhirnya kehidupan di muka bumi, ALLAH SWT telah mengabarkan kepada manusia tentang kejadian dahsyat tersebut, sebagaimana firman-Nya

 

فَإِذَا انشَقَّتِ السَّمَاء فَكَانَتْ وَرْدَةً كَالدِّهَانِ ﴿٣٧﴾

Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak. (QS. 55:37)

 

يَوْمَ تَكُونُ السَّمَاء كَالْمُهْلِ ﴿٨﴾ وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ ﴿٩﴾

Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak. (QS. 70:8)

Dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang berterbangan), (QS. 70:9)

 

إِذَا السَّمَاء انفَطَرَتْ ﴿١﴾ وَإِذَا الْكَوَاكِبُ انتَثَرَتْ ﴿٢﴾ وَإِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْ ﴿٣﴾

Apabila langit terbelah, (QS. 82:1)

dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan, (QS. 82:2)

dan apabila lautan dijadikan meluap, (QS. 82:3)

 

Sungguh keterangan-keterangan tersebut telah ALLAH berikan kepada manusia di dalam Al-Qur’an, Kitab Suci yang datang dari ALLAH SWT. Tuhan pencipta, pemelihara dan pemilik semesta Alam.

Bila manusia mau sejenak membeningkan hati dan fikirannya dari pengaruh perbuatan-perbuatan melampaui batas, perbuatan dosa dan perbuatan ingkarnya, maka manusia dapat mengambil manfaat yang sangat besar dari kebenaran Al-Qur’an tersebut.

Sehingga manusia tidak akan menyesal di saat-saat mendatang disaat manusia harus menerima balasan dari ALLAH SWT, terhadap amal perbuatan yang telah dilakukan, ALLAH akan mengadili manusia. Dan ALLAH akan membalas dengan keadilan yang se adil-adilnya, karena Dia ALLAH adalah Tuhan Yang Maha Adil.

Namun ALLAH Tuhan yang Maha Mengetahui, juga sudah mencantumkan di dalam Al-Qur’an tentang orang-orang yang bakal sangat sangat sangat menyesal di akherat di akibatkan dengan sikap mereka yang tidak meyakini Al-Qur’an atau bahkan antipati dan memusuhi Al-Qur’an, ALLAH menyampaikan firman-Nya

 

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنَادَوْنَ لَمَقْتُ اللَّهِ أَكْبَرُ مِن مَّقْتِكُمْ أَنفُسَكُمْ إِذْ تُدْعَوْنَ إِلَى الْإِيمَانِ فَتَكْفُرُونَ ﴿١٠﴾ قَالُوا رَبَّنَا أَمَتَّنَا اثْنَتَيْنِ وَأَحْيَيْتَنَا اثْنَتَيْنِ فَاعْتَرَفْنَا بِذُنُوبِنَا فَهَلْ إِلَى خُرُوجٍ مِّن سَبِيلٍ ﴿١١﴾ ذَلِكُم بِأَنَّهُ إِذَا دُعِيَ اللَّهُ وَحْدَهُ كَفَرْتُمْ وَإِن يُشْرَكْ بِهِ تُؤْمِنُوا فَالْحُكْمُ لِلَّهِ الْعَلِيِّ الْكَبِيرِ ﴿١٢﴾

Sesungguhnya orang-orang yang kafir diserukan kepada mereka (pada hari kiamat): “Sesungguhnya kebencian ALLAH (kepadamu) lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri karena kamu diseru untuk beriman tapi kamu kafir”. (QS. 40:10)

Mereka menjawab:”Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah suatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)” (QS. 40:11)

Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila ALLAH saja disembah. Dan kamu percaya apabila ALLAH dipersekutukan. Maka putusan (sekarang ini) adalah pada ALLAH Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS. 40:12)

 

Dengan bukti-bukti yang sudah sedemikian jelas terang benderang manusia masih saja meragukan dan enggan untuk mengikuti jalan petunjuk Al-Qur’an, dan bahkan mengingkari dan memusuhi orang-orang yang mengikuti petunjuk Al-Qur’an, maka mereka akan sangat-sangat menyesal, namun penyesalan yang sudah terlambat.

Demikian pula dalam ayat yang lain difirmankan;

 

وَلِلَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ ﴿٦﴾ إِذَا أُلْقُوا فِيهَا سَمِعُوا لَهَا شَهِيقاً وَهِيَ تَفُورُ ﴿٧﴾ تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ ﴿٨﴾ قَالُوا بَلَى قَدْ جَاءنَا نَذِيرٌ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللَّهُ مِن شَيْءٍ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا فِي ضَلَالٍ كَبِيرٍ ﴿٩﴾ وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ ﴿١٠﴾ فَاعْتَرَفُوا بِذَنبِهِمْ فَسُحْقاً لِّأَصْحَابِ السَّعِيرِ ﴿١١﴾

Dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. (QS. 67:6)

Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak. (QS. 67:7)

hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: “Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?” (QS. 67:8)

Mereka menjawab:”Benar ada”,sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakan(nya) dan kami katakan:”ALLAH tidak menurunkan sesuatupun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar”. (QS. 67:9)

Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala”. (QS. 67:10)

Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala”. (QS. 67:11)

 

Segala puji bagi ALLAH, yang telah mengabarkan berbagai kebenaran berita sejak dari awal penciptaan Alam Raya hingga memasuki zaman kekekalan di Akherat kelak. Semuanya sudah tertulis di dalam Al-Qur’an.

Maka bila manusia di zaman hari ini masih terus saja meragukan Al-Qur’an dan enggan menerima Al-Qur’an sebagai Hidayah ALLAH, maka kejadian-kejadian yang diterangkan oleh ALLAH tersebut pasti akan terjadi.

Berbahagialah orang-orang yang terus menerus membersihkan dirinya dari segala perbuatan Dosa dan dari segala kesombongan dan keangkuhan diri, dan kemudian mau menerima hidayah ALLAH, maka mereka akan menemukan Islam, Al-Qur’an dan segala petunjuk dari ALLAH adalah nikmat yang luar biasa besarnya yang perlu untuk selalu disyukuri, di pelajari, di pikirkan, dan kemudian segala perintah ALLAH dijalani serta segala larangan di ALLAH dijauhi, untuk mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan yang universal.

ALLAH Dia Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang yang telah menurunkan petunjuk kepada manusia, agar manusia dapat selamat di Dunia dan Di Akherat, di alam Kubur dan dimanapun mereka berada. Agar manusia selalu dalam limpahan Rahmat dan Kasih sayang ALLAH SWT. Wallahu a’lam.


Leave a Reply