Iman Kepada Adanya Nikmat Surga dan Siksa Neraka

surga-neraka-mta

Segala puji bagi Allah, Seluruh pujian hanya layak untuk Allah saja, Dialah Tuhan, pencipta, pemelihara dan pemilik semesta Alam. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan kepada seluruh pengikut beliau yang selalu mengikuti jalan petunjuk-Nya, dan salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya.

Rasulullah Muhammad SAW telah menyampaikan beberapa sabdanya;

 

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَابْنُ أَمَتِهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ وَأَنَّ الْجَنَّةَ حَقٌّ وَأَنَّ النَّارَ حَقٌّ أَدْخَلَهُ اللَّهُ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةِ شَاءَ

 

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “Barangsiapa mengucapkan dua Kalimah Syahadat yaitu: tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad hamba dan Rasul-Nya, bersaksi bahwa Nabi Isa adalah hamba Allah, anak hamba-Nya dan kalimah Allah (Nabi Isa As) yang Dia letakkan pada Maryam dan ruh dari-Nya, surga itu benar adanya dan neraka itu juga benar adanya, di mana Allah akan memasukkan mereka yang dikehendaki ke dalam Surga melalui salah satu dari delapan pintu Surga yang dia kehendaki.” (MUSLIM – 41)

 

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ يَتَهَجَّدُ قَالَ اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيَّامُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ حَقٌّ وَوَعْدُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ لَكَ أَسْلَمْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَبِكَ آمَنْتُ ثُمَّ ذَكَرَ قُتَيْبَةُ كَلِمَةً مَعْنَاهَا وَبِكَ خَاصَمْتُ وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

 

“Apabila Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam bangun malam, maka beliau mengerjakan shalat tahajjud. Beliau mengucapkan: ‘Ya Allah, segala puji bagi-Mu. Engkaulah (pemberi) cahaya langit dan bumi serta penghuninya. Segala puji bagi-Mu, Engkau pengatur langit dan bumi serta penghuninya. Segala puji bagi-Mu, Engkaulah penguasa langit dan bumi serta penghuninya. Segala puji bagi-Mu, Engkau benar, dan janji-Mu benar, surga itu benar, neraka itu benar, hari Kiamat itu benar, para nabi itu benar, dan Muhammad itu benar. Kepada-Mulah aku memasrahkan diri dan kepada Engkau aku bertawakal. Kepada Engkaulah aku beriman. Kemudian Qutaibah menyebutkan kalimat yang artinya, ‘kepada Engkaulah aku mengadu, dan kepada Engkaulah aku berhukum. Ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu dan yang akan datang serta yang terang-terangan. Engkaulah Yang paling dahulu dan Engkaulah yang paling Akhir. Tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah’.” (NASAI – 1601)

 

Segala puji bagi Allah, bagaimana Rasulullah telah menjelaskan tentang keberadaan Surga dan neraka benar-benar semuanya benar adanya. Surga akan diberikan kepada orang-orang yang selalu tunduk patuh kepada Allah, hidup di jalan-jalan iman, amal sholih dan jalan Taqwa kepada Allah, sebaliknya Neraka akan menjadi tempat akhir bagi orang-orang yang selalu berbuat Durhaka dan Kafir kepada Allah SWT.

Dalam sabda yang lain Rasulullah menyampaikan bagaimana keadaan warna nyala api neraka, sebagaimana firman-Nya;

 

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أُوقِدَتْ النَّارُ أَلْفَ سَنَةٍ فَابْيَضَّتْ ثُمَّ أُوقِدَتْ أَلْفَ سَنَةٍ فَاحْمَرَّتْ ثُمَّ أُوقِدَتْ أَلْفَ سَنَةٍ فَاسْوَدَّتْ فَهِيَ سَوْدَاءُ كَاللَّيْلِ الْمُظْلِمِ

 

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Api neraka dinyalakan selama seribu tahun lamanya sehingga ia menjadi sangat putih, kemudian di nyalakan lagi selama seribu tahun sehingga ia menjadi sangat merah lalu di nyalakan lagi selama seribu tahun lamanya sehingga ia menjadi sangat hitam, yaitu seperti gelapnya malam.” (IBNUMAJAH – 4311)

 

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أُوقِدَ عَلَى النَّارِ أَلْفَ سَنَةٍ حَتَّى احْمَرَّتْ ثُمَّ أُوقِدَ عَلَيْهَا أَلْفَ سَنَةٍ حَتَّى ابْيَضَّتْ ثُمَّ أُوقِدَ عَلَيْهَا أَلْفَ سَنَةٍ حَتَّى اسْوَدَّتْ فَهِيَ سَوْدَاءُ مُظْلِمَةٌ

 

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Bara api neraka jahannam itu dipanaskan selama seribu tahun sampai menjadi merah, kemudian dipanaskan lagi selama seribu tahun sampai menjadi putih, kemudian dipanaskan lagi selama seribu tahun sampai menjadi hitam, maka dia menjadi hitam gelap”(TIRMIDZI – 2516)

 

Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan segala makhluq, dialah Allah Tuhan semesta Alam, Tuhan segala sesuatu, Tuhan semesta Alam. Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, sekaligus Tuhan Yang amat keras Siksanya.

Marilah di akhir bulan Rhomadhon ini kita selalu bermohon kepada Allah agar kita selalu diberi kekuatan untuk selalu rajin menempuh jalan-jalan petunjuk yang di ridhoi oleh Allah, dan sekaligus kita dikuatkan untuk selalu menjauhi segala jalan-jalan yang di murkai Allah SWT. Sehingga di saat kita kembali kepada Allah kita akan di letakkan di Surga-Nya yang penuh nikmat dan karunia Allah, dan dijauhkan dari Neraka-Nya yang penuh dengan siksa dan penderitaan.

Dalam beberapa firman-Nya kita telah sering membaca tentang kesusahan hidup di Neraka, keadaan yang sangat sulit dibayangkan kesengsaraan dan penderitaan yang demikian mengerikan

 

وَذَرِ الَّذِينَ اتَّخَذُواْ دِينَهُمْ لَعِباً وَلَهْواً وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَذَكِّرْ بِهِ أَن تُبْسَلَ نَفْسٌ بِمَا كَسَبَتْ لَيْسَ لَهَا مِن دُونِ اللّهِ وَلِيٌّ وَلاَ شَفِيعٌ وَإِن تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لاَّ يُؤْخَذْ مِنْهَا أُوْلَـئِكَ الَّذِينَ أُبْسِلُواْ بِمَا كَسَبُواْ لَهُمْ شَرَابٌ مِّنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُواْ يَكْفُرُونَ ﴿٧٠﴾

 

Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main main dan sendau gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan al-Qur’an itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak (pula) pemberi syafa’at selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusan pun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka, disebabkan perbuatan mereka sendiri. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu. (QS. 6:70)

 

وَقُلِ الْحَقُّ مِن رَّبِّكُمْ فَمَن شَاء فَلْيُؤْمِن وَمَن شَاء فَلْيَكْفُرْ إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَاراً أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا وَإِن يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاء كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءتْ مُرْتَفَقاً ﴿٢٩﴾

 

Dan katakanlah:”Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek. (QS. 18:29)

 

{س} هَذَانِ خَصْمَانِ اخْتَصَمُوا فِي رَبِّهِمْ فَالَّذِينَ كَفَرُوا قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِّن نَّارٍ يُصَبُّ مِن فَوْقِ رُؤُوسِهِمُ الْحَمِيمُ ﴿١٩﴾

 

Inilah dua golongan (golongan mu’in dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. (QS. 22:19)

 

إِنَّ شَجَرَةَ الزَّقُّومِ ﴿٤٣﴾ طَعَامُ الْأَثِيمِ ﴿٤٤﴾ كَالْمُهْلِ يَغْلِي فِي الْبُطُونِ ﴿٤٥﴾ كَغَلْيِ الْحَمِيمِ ﴿٤٦﴾

 

Sesungguhnya pohon zaqqum itu, (QS. 44:43)

makanan orang yang banyak berdosa. (QS. 44:44)

(Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut, (QS. 44:45)

seperti mendidihnya air yang sangat panas. (QS. 44:46)

 

وَأَصْحَابُ الشِّمَالِ مَا أَصْحَابُ الشِّمَالِ ﴿٤١﴾ فِي سَمُومٍ وَحَمِيمٍ ﴿٤٢﴾ وَظِلٍّ مِّن يَحْمُومٍ ﴿٤٣﴾ لَّا بَارِدٍ وَلَا كَرِيمٍ ﴿٤٤﴾ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُتْرَفِينَ ﴿٤٥﴾ وَكَانُوا يُصِرُّونَ عَلَى الْحِنثِ الْعَظِيمِ ﴿٤٦﴾ وَكَانُوا يَقُولُونَ أَئِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَاباً وَعِظَاماً أَئِنَّا لَمَبْعُوثُونَ ﴿٤٧﴾ أَوَ آبَاؤُنَا الْأَوَّلُونَ ﴿٤٨﴾

 

Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu. (QS. 56:41)

Dalam (siksaan) angin yang amat panas dan air yang panas yang mendidih, (QS. 56:42)

dan dalam naungan asap yang hitam. (QS. 56:43)

Tidak sejuk dan tidak menyenangkan. (QS. 56:44)

Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah. (QS. 56:45)

Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar. (QS. 56:46)

Dan mereka selalu mengatakan:”Apakah apabila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan kembali, (QS. 56:47)

apakah bapak-bapak kami yang terdahulu (dibangkitkan pula) (QS. 56:48)

 

 

Sebaliknya Allah SWT menggambarkan tentang keadaan Surga yang Allah berikan kepada orang-orang yang selalu merendahkan diri dihadapan Allah, berserah diri kepada Allah dan selalu mengikuti jalan-jalan petunjuk Allah, maka mereka akan diletakkan di Surga yang penuh dengan nikmat dan limpahan rahmat-Nya, sebagaimana dalam firman-Nya.

 

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ يَهْدِيهِمْ رَبُّهُمْ بِإِيمَانِهِمْ تَجْرِي مِن تَحْتِهِمُ الأَنْهَارُ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ ﴿٩﴾

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, dibawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan. (QS. 10:9)

 

الْمُلْكُ يَوْمَئِذٍ لِّلَّهِ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ ﴿٥٦﴾

Kekuasaan di hari itu ada pada Allah, Dia memberi keputusan di antara mereka. Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh adalah di dalam surga yang penuh kenikmatan. (QS. 22:56)

 

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ جَنَّاتُ النَّعِيمِ ﴿٨﴾

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, bagi mereka surga-surga yang penuh kenikmatan, (QS. 31:8)

إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ ﴿٣٤﴾

Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertaqwa (disediakan) surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya. (QS. 68:34)

 

وَإِذَا رَأَيْتَ ثَمَّ رَأَيْتَ نَعِيماً وَمُلْكاً كَبِيراً ﴿٢٠﴾

Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar. (QS. 76:20)

 

كَلَّا إِنَّ كِتَابَ الْأَبْرَارِ لَفِي عِلِّيِّينَ ﴿١٨﴾ وَمَا أَدْرَاكَ مَا عِلِّيُّونَ ﴿١٩﴾ كِتَابٌ مَّرْقُومٌ ﴿٢٠﴾ يَشْهَدُهُ الْمُقَرَّبُونَ ﴿٢١﴾ إِنَّ الْأَبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ ﴿٢٢﴾ عَلَى الْأَرَائِكِ يَنظُرُونَ ﴿٢٣﴾ تَعْرِفُ فِي وُجُوهِهِمْ نَضْرَةَ النَّعِيمِ ﴿٢٤﴾ يُسْقَوْنَ مِن رَّحِيقٍ مَّخْتُومٍ ﴿٢٥﴾ خِتَامُهُ مِسْكٌ وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ ﴿٢٦﴾ وَمِزَاجُهُ مِن تَسْنِيمٍ ﴿٢٧﴾ عَيْناً يَشْرَبُ بِهَا الْمُقَرَّبُونَ ﴿٢٨﴾

 

Sekali-kali tidak, sesungguhnya kitab orang-orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (surga), (QS. 83:18)

Tahukah kamu apakah ‘Illiyyin itu? (QS. 83:19)

(yaitu) kitab yang bertulis, (QS. 83:20)

yang disaksikan oleh maliakat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah). (QS. 83:21)

Sesungguhnya orang-orang yang berbakti itu benar-benar benar-benar dalam kenikmatan yang besar (surga), (QS. 83:22)

mereka (duduk) diatas dipan-dipan sambil memandang. (QS. 83:23)

Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup mereka yang penuh kenikmatan. (QS. 83:24)

Mereka minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya), (QS. 83:25)

laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. (QS. 83:26)

Dan caampuran khamar murni itu adalah dari tasnim, (QS. 83:27)

(yaitu) mata air yang minum dari padanya orang-orang yang didekatkan kepada Allah, (QS. 83:28)

 

Segala puji bagi Allah, Tuhan Pencipta, Pemilik dan Pemelihara Semesta Alam. Segala puji bagi-Nya yang telah menciptakan berbagai ciptaan dengan tujuan yang pasti, agar seluruh makhluqnya selalu Bertasbih dan Mengagungkan Allah SWT. Agar setiap Manusia untuk selalu Beriman kepada Allah dan Rasulnya, Menguatkan agamaNya, MengagungkanNya dan selalu Bertasbih kepadaNya di watu pagi dan petang.

Berbahagialah manusia yang selalu rajin beribadah dan tunduk patuh serta berserah diri kepada Allah, dan celakalah orang-orang yang kafir kepada Allah, durhaka kepada Allah, dan terus menerus berbuat sombong kepada Allah.

Semoga kita digolongkan sebagai hamba-hamba calon penghuni SurgaNya dan benar benar dimasukkan ke dalam surgaNya di akherat kelak, aamien. Wallahu a’lam.


One Response to “Iman Kepada Adanya Nikmat Surga dan Siksa Neraka”

  1. 1
    wien Says:

     Maha benar Allah, di alam raya, para penagamat, melihat banyak black hole, bintang mati…menjadi gelap karena menyerap cahaya…sungguh  Al Quran benar….

Leave a Reply