Manfaat KeTAQWAan Dalam Kehidupan Seorang Manusia

manfaat-ketaqwaan-mta

Segala puji hanya bagi Alloh, Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya yang selalu mengikuti petunjuk-Nya.Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya.

Rasulullah SAW telah menyampaikan sebuah pesan sebagai berikut;

 

 

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُمَدَّ لَهُ فِي عُمْرِهِ وَيُوَسَّعَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُدْفَعَ عَنْهُ مِيتَةُ السُّوءِ فَلْيَتَّقِ اللَّهَ وَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

 

dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda: “Barangsiapa ingin dipanjangkan umurnya, dilapangkan rizqinya dan di hindarkan dari kematian yang buruk maka hendaknya dia berTAQWA kepada Allah dan menyambung silaturrahim (tali persaudaraan).” (AHMAD – 1150)

 

TAQWA adalah ada di dalam dada manusia, sebuah bisikan hati yang nyata, yang memberikan dampak perilaku manusia. KeTAQWAan membuat manusia mencintai dan senang berbuat sesuatu yang membawa keselamatan dirinya baik di dunia dan di akherat.

KeTAQWAan merupakan sifat berhati-hati yang didasari dengan kesadaran hati dan aqal , bahwa perbuatan baik walau sebesar dzarah, maka ada balasan kebaikan padanya dan bahkan bisa dilipat gandakan minimal 10 kali, demikian pula dengan perbuatan buruk walau sebesar dzarah akan ada pula balasannya. Dan mungkin juga ada perbuatan-perbuatan yang kadang dilakukan dengan main-main dan lalai tapi dapat menghapus seluruh capaian amal kebaikan yang dimilikinya.

Dari keTAQWAan tersebut maka pribadi manusia akan selalu berhati-hati dalam menggunakan seluruh indra dalam dirinya, seluruh aqal dan hatinya, agar selalu mengikuti jalan petunjuk Allah, jalan yang penuh dengan keridhoan Alloh SWT. Jalan kemuliaan, jalan kebahagiaan,jalan ketinggian, dan berujung di jalan hidup penuh dengan kenikmatan.

Dan sekaligus manusia menjauhi segala perbuatan yang tidak berguna, atau perbuatan yang dapat merusakkan iman dan amal sholihnya. Menjauhi segala perbuatan dan jalan hidup yang dimurkai Alloh SWT. Jalan-jalan mencelakakan diri, jalan yang membawa diri manusia jatuh kepada kerugian, kerendahan, kebinasaan, dan berakhir pada kehidupan penuh siksaan.

Gambaran orang-orang yang tidak pernah peduli dengan keTAQWAan, boleh jadi mereka merasa bangga dan sombong diri dengan jalan-jalan kedurhakaan. Diri manusia yang penuh kekurangan ini, bisa berubah menjadi manusia yang merasa serba super dalam melakukan berbagai macam tindakan arogan dan kedzaliman, dan lupa dengan balasan buruk yang bakal diterima akan perbuatan jahatnya tersebut.

Syaitan laknatullah telah menyeret manusia untuk berubah menjadi bersifat super jahat dan super sombong dan bahkan menantang, siapa yang akan dapat mengalahkan kesombongan mereka. Mereka tidak sadar, bahwa cukup dengan makhluq bernama virus, manusia tersebut akan terkapar tidak berdaya. Sel-sel manusia yang dipenuhi dengan virus-virus sudah akan membuat manusia menjadi tersiksa. Belum lagi siksa yang haqiqi, sebagaimana Alloh SWT berfirman.

 

إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُواْ عَنْهَا لاَ تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاء وَلاَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ وَكَذَلِكَ نَجْزِي الْمُجْرِمِينَ ﴿٤٠﴾

 

Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lobang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. (QS. 7:40)

 

Manusia perlu merenungi perjalanan hidup yang ditempuhnya, agar tidak menemukan jalan fatal error yang demikian mengenaskan, hidup dalam siksaan tanpa mendapat jalan keluar. Hal tersebut bisa terjadi disebabkan manusia tidak peduli dengan masalah TAQWA dan membangun TAQWA dalam dirinya.

Alloh telah memberi tahu dimana letak surga, dimana manusia-manusia sholeh dan berTAQWA besok akan bertempat tinggal sebagaimana firman-Nya

 

 

وَأُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ ﴿٩٠﴾

dan (di hari itu) didekatkanlah surga kepada orang-orang yang berTAQWA, (QS. 26:90)

 

وَأُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ غَيْرَ بَعِيدٍ ﴿٣١﴾

Dan didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang berTAQWA pada tempat yang tiada jauh (dari mereka). (QS. 50:31)

 

وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَى ﴿١٣﴾ عِندَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى ﴿١٤﴾ عِندَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَى ﴿١٥﴾

Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (QS. 53:13)

(yaitu) di SIDRATIL MUNTAHA. (QS. 53:14)

Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (QS. 53:15)

 

وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ ﴿١٠﴾ أُوْلَئِكَ الْمُقَرَّبُونَ ﴿١١﴾ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ ﴿١٢﴾

Dan orang-orang yang paling dahulu beriman (QS. 56:10)

Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). (QS. 56:11)

Berada dalam surga-surga kenikmatan (QS. 56:12)

 

إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ ﴿٣٤﴾

Sesungguhnya bagi orang-orang yang berTAQWA (disediakan) surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya. (QS. 68:34)

 

إِنَّ الْأَبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ ﴿٢٢﴾ عَلَى الْأَرَائِكِ يَنظُرُونَ ﴿٢٣﴾ تَعْرِفُ فِي وُجُوهِهِمْ نَضْرَةَ النَّعِيمِ ﴿٢٤﴾

Sesungguhnya orang-orang yang berbakti itu benar-benar benar-benar dalam kenikmatan yang besar (surga), (QS. 83:22)

mereka (duduk) diatas dipan-dipan sambil memandang. (QS. 83:23)

Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup mereka yang penuh kenikmatan. (QS. 83:24)

 

Segala puji bagi Alloh, yang telah memberikan janjinya kepada orang-orang yang berTAQWA untuk diangkat ke SIDRATIL MUNTAHA, tempat yang tinggi di bawah Ars Alloh SWT, dimana surga itu berada.

Sebaliknya kita berlindung kepada Alloh dari segala kejahatan yang mengakibatkan manusia tidak dibukakan pintu-pintu langit, dan dibiarkan mereka dalam keadaan tersiksa, dan mereka termasuk manusia-manusia yang dijauhkan dari Alloh dan hidup dalam siksa api neraka yang amat dahsyat.

 

حُنَفَاء لِلَّهِ غَيْرَ مُشْرِكِينَ بِهِ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاء فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ ﴿٣١﴾

dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh. (QS. 22:31)

 

 

 

إِنَّ الْمُجْرِمِينَ فِي عَذَابِ جَهَنَّمَ خَالِدُونَ ﴿٧٤﴾ لَا يُفَتَّرُ عَنْهُمْ وَهُمْ فِيهِ مُبْلِسُونَ ﴿٧٥﴾ وَمَا ظَلَمْنَاهُمْ وَلَكِن كَانُوا هُمُ الظَّالِمِينَ ﴿٧٦﴾

 

Sesungguhnya orang-orang yang berdosa kekal di dalam azab neraka Jahannam. (QS. 43:74)

Tidak diringankan azab itu dari mereka dan mereka di dalamnya berputus asa. (QS. 43:75)

Dan tidaklah Kami menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (QS. 43:76)

 

Segala puji bagi Alloh, kita senantiasa bermohon kepada Alloh agar selalu diberi kekuatan menempuh jalan petunjuk-Nya, jalan keimanan, jalan amal sholih, jalan keTAQWAan, jalan yang akan menjadikan kita manusia diangkat ke atas langit yang ke tujuh, ke SIDRATIL MUNTAHA, masuk ke dalam surga-Nya yang penuh dengan kebahagiaan dan kenikmatan. Wallohu a’lam.


Leave a Reply