Menghilangkan Bisikan Ujub Dari Hati

MENGHILANGKAN-BISIKAN-UJUB-HATISegala puji bagi Alloh, Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya yang selalu mengikuti jalan petunjuk-Nya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya.

Penyakit Ujub, penyakit bangga diri, termasuk salah satu penyakit hati yang dapat merusak amal-amal pribadi manusia. Penyakit ini sangat mudah menjangkiti hati manusia dan sesesorang sering merasa kesulitan untuk menghindarinya. Alloh SWT berfirman

 

وَإِذَ أَخَذَ اللّهُ مِيثَاقَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ لَتُبَيِّنُنَّهُ لِلنَّاسِ وَلاَ تَكْتُمُونَهُ فَنَبَذُوهُ وَرَاء ظُهُورِهِمْ وَاشْتَرَوْاْ بِهِ ثَمَناً قَلِيلاً فَبِئْسَ مَا يَشْتَرُونَ ﴿١٨٧﴾ لاَ تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَفْرَحُونَ بِمَا أَتَواْ وَّيُحِبُّونَ أَن يُحْمَدُواْ بِمَا لَمْ يَفْعَلُواْ فَلاَ تَحْسَبَنَّهُمْ بِمَفَازَةٍ مِّنَ الْعَذَابِ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ ﴿١٨٨﴾ وَلِلّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاللّهُ عَلَىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

 

Dan (ingatlah), ketika Alloh mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu):”Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya,” lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruk tukaran yang mereka terima. (QS. 3:187)

Janganlah sekali-kali kamu menyangka bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih. (QS. 3:188)

Kepunyaan Alloh-lah kerajaan langit dan bumi: dan Alloh Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. 3:189)

 

Manusia diperintah oleh Alloh untuk mengikuti jalan-jalan petunjuk Alloh dan bisa senang dan bahagia dengan mengikuti jalan petunjuk itu. Dan segala kebaikan dan kesuksesan yang diterimanya itu disebabkan karena mereka telah mengikuti jalan petunjuk Alloh SWT.

Sehingga segala nikmat dan keberhasilan yang telah mereka rasakan sudah sepantasnya dikembalikan kepada Alloh SWT. Seluruh pujian dan pengagungan untuk Alloh semuanya. Karena manusia bisa mencapai kenikmatan dan kesuksesan disebabkan setelah mereka itu bersungguh sungguh mentaati Alloh, Segala puji hanya bagi Alloh.

Bila manusia mau bertekun untuk mempelajari firman Alloh, maka fungsi manusia hidup adalah untuk beribadah kepada Alloh, untuk memuji Alloh dan mengagungkan Alloh. Bila manusia menyadari tujuan-tujuan penciptaan tersebut maka manusia akan segera menyadari akan kesalahan besar dalam dirinya ketika dirinya terjangkiti bisikan hati untuk UJUB, atau bangga diri.

 

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

 

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (QS. 51:56)

 

وَقُلِ الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَداً وَلَم يَكُن لَّهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُن لَّهُ وَلِيٌّ مِّنَ الذُّلَّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيراً

 

Dan katakanlah:”Segala puji bagi Alloh Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempuyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan tidak mempunyai penolong (untuk menjaga-Nya) dari kehinaan dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebenar-benarnya”. (QS. 17:111)

 

يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

 

Bertasbih kepada Alloh apa yang di langit dan apa yang ada di bumi; hanya Alloh-lah yang mempunyai semua kerajaan dan semua pujia-pujian; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. 64:1)

 

Jiwa yang sadar, maka akan segera melihat kesalahan ketika hatinya terbisikkan bisikan UJUB. Karena memang manusia diciptakan untuk memuji bukan untuk dipuji, dan diciptakan untuk mengagungkan bukan untuk diagungkan.

Pemimpin umat yang Arif adalah para pemimpin yang mampu membersihkan diri dari UJUB dan kemudian menggiring seluruh dirinya dan pengikutnya untuk memuji dan mengagungkan Alloh SWT saja. Mengajari anak buahnya untuk memahami bahwa adanya kehidupan dan seluruh makhluq adalah untuk memuji dan mengagungkan Alloh SWT.

Bagaimana manusia akan membiarkan perasaan bangga diri menyelinap dan tumbuh membesar dalam hatinya. Karena hal tersebut selain akan merugikan dirinya sendiri. Bahwa perasaan ujub merupakan bisikan syaitan yang masuk ke dalam hati, berarti pasti ada kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan, kenapa syaitan sampai masuk ke dalam hatinya.

 

لِيَجْعَلَ مَا يُلْقِي الشَّيْطَانُ فِتْنَةً لِّلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ وَالْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ وَإِنَّ الظَّالِمِينَ لَفِي شِقَاقٍ بَعِيدٍ

 

agar Dia menjadikan apa yang dimaksudkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat, (QS. 22:53)

 

  1. Menyadari Asal Usul Diri

Bagaimana manusia manata hati dan menyadari keberadaan dirinya di tengah-tengah belantara alam raya, yang tidak lebih dari setitik noktah yang amat kecil. Bumi merupakan setitik noktah di belantara Alam Raya. Dan manusia tidak lebih merupakan setitik noktah di muka bumi.

 

ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَّكِينٍ ﴿١٣﴾ ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَاماً فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْماً ثُمَّ أَنشَأْنَاهُ خَلْقاً آخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). (QS. 23:13)

Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Alloh, Pencipta Yang Paling Baik. (QS. 23:14)

 

وَأَنَّهُ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنثَى ﴿٤٥﴾ مِن نُّطْفَةٍ إِذَا تُمْنَى

dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan. (QS. 53:45)

dari air mani, apabila dipancarkan. (QS. 53:46)

 

أَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِّن مَّنِيٍّ يُمْنَى ﴿٣٧﴾ ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوَّى

Bukankah dia dahulu dari setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), (QS. 75:37)

kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Alloh menciptakannya, dan menyempurnakannya, (QS. 75:38)

 

قُتِلَ الْإِنسَانُ مَا أَكْفَرَهُ ﴿١٧﴾ مِنْ أَيِّ شَيْءٍ خَلَقَهُ ﴿١٨﴾ مِن نُّطْفَةٍ خَلَقَهُ فَقَدَّرَهُ

Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya (QS. 80:17)

Dari apakah Alloh menciptakannya (QS. 80:18)

Dari setetes mani, Alloh menciptakannya lalu menentukannya. (QS. 80:19)

 

  1. Menjauhi Ujub Dengan Menyadari Fungsi Manusia dalam Hidup

Ketika manusia diperintah oleh Alloh untuk berbuat ikhlas. Maka memang ikhlas lah yang dapat mengatasi manusia dari keburukan UJUB, manusia datang ke dunia ini atas kehendak Alloh, dan dia diciptakan dengan kondisi sesuai dengan kehendak Alloh, dan dia diperintah untuk tekun mengikuti jalan-jalan Alloh.

Bila manusia mampu untuk membawa aktifitas diri dan hatinya dalam jalan-jalan keridhoan Alloh, maka merekalah manusia yang telah bersyukur kepada Alloh.

Bagimana manusia telah beraktifitas untuk mengenal dan memperkenalkan keagungan Alloh kepada umat manusia tanpa ada keinginan sedikitpun untuk mengagungkan diri. Demikian pula para hamba-hamba Alloh yang sholeh ini telah mengurbankan dirinya di tengah-tengah kehidupan untuk mengenalkan ke Agungan dan Kemuliaan Alloh Tuhan Semesta Alam. Tanpa ada sedikitpun keinginan untuk mengangkat dirinya dalam usahanya tersebut. Semua untuk Memuji Alloh dan Mengagungkan Alloh semata.

Dan manusia sering berkurban diri untuk dapat menjelas jelaskan bagaimana kemuliaan Alloh dan kebesaran Alloh tanpa ada sedikitpun keinginan untuk membonceng ketenaran padanya. Bila manusia mampu untuk membersihkan diri dengan sebaik-baiknya, maka mereka akan mampu memuji Alloh dan mengagungkan Alloh.

Bagaimana Alloh mengajari kita untuk selalu berusaha membersihkan diri dengan banyak berzikir, Subhanalloh (Maha Suci Alloh) ,hati yang terbersihkan maka hati akan dengan mudah untuk memuji Alloh, Alhamdulillah (Segala puji Bagi Alloh) dan mengagungkan-Nya, Allohu Akbar (Alloh Maha Agung). Sebuah jalan hidup alamiah untuk diri-diri manusia.

 

إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِداً وَمُبَشِّراً وَنَذِيراً ﴿٨﴾ لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ وَتُسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلاً

Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, (QS. 48:8)

supaya kamu sekalian beriman kepada Alloh dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)Nya, membesarkan-Nya. Dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang. (QS. 48:9)

 

سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يَقُولُونَ عُلُوّاً كَبِيراً ﴿٤٣﴾ تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ وَإِن مِّن شَيْءٍ إِلاَّ يُسَبِّحُ بِحَمْدَهِ وَلَـكِن لاَّ تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ إِنَّهُ كَانَ حَلِيماً غَفُوراً

Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang sebesar-besarnya. (QS. 17:43)

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Alloh. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (QS. 17:44)

 

Jalan menuju fitroh terciptanya manusia dan makhluq di alam semesta, semua harus mengikuti jalan memuji dan mengagungkan Alloh SWT.

Alangkah fatalnya bila manusia tidak mau mengenal petunjuk Alloh, tidak mau mengenal Agama dari Alloh, maka dipastikan bahwa segala apa yang mereka lakukan adalah untuk dapat nampak bahwa dirinya BESAR, dirinya TERPUJI dan dirinya HEBAT, sehingga segala daya upaya yang dilakukan adalah sekedar untuk membesarkan DIRINYA, dan KELOMPOKNYA, dan segala Capaiannya itu dilakukan sekedar untuk mendapatkan pujian-pujian manusia semata.

Segala puji bagi Alloh, Seluruh PUJIAN dan KEAGUNGAN hanya milik Alloh dan Dia adalah Tuhan pencipta, pemilik dan pemelihara semesta Alam dan Dia Alloh Tuhan yang Maha Agung dan Maha Terpuji. Wallohu a’lam


Leave a Reply