Amar Ma’ruf dan Nahi Mungkar Menyelamatkan Umat Manusia

amar-makrufSegala puji bagi Alloh, Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya yang selalu mengikuti jalan petunjuk-Nya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya.

 

Alloh SWT telah memerintah kepada umat Islam untuk menyampaikan Islam kepada umat manusia di tengah kehidupan, sebagaimana firman-Nya

 

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلاً مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحاً وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Alloh, mengerjakan amal yang saleh dan berkata:”Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri” (QS. 41:33)

 

وَمَنْ أَحْسَنُ دِيناً مِّمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لله وَهُوَ مُحْسِنٌ واتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفاً وَاتَّخَذَ اللّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلاً

Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Alloh, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus Dan Alloh mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya. (QS. 4:125)

 

لاَّ خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِّن نَّجْوَاهُمْ إِلاَّ مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلاَحٍ بَيْنَ النَّاسِ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ ابْتَغَاء مَرْضَاتِ اللّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْراً عَظِيماً

Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Alloh, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar. (QS. 4:114)

Alloh SWT, telah memerintahkan manusia untuk selalu dalam kebenaran dan kebaikan. Kebenaran dan kebaikan yang telah Alloh ridho kepadanya. Alloh menuntun manusia untuk menetapi jalan-jalan kebenaran. Karena kebenaran itu akan mengantarkan manusia pada jalan keselamatan dan kebahagiaan.

 

Alloh memerintah manusia untuk terus menerus sepanjang zaman melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar. Karena memang sifat kehidupan umat manusia senantiasa dalam incaran syaitan laknatullah. Bila manusia lalai dari menyembah dan tunduk patuh kepada Alloh maka manusia akan diseret syaitan ke jalan-jalan kesesatan, kecelakaan dan kehancuran.

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung. (QS. 3:104)

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْراً لَّهُم مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Alloh. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. 3:110)

 

يُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَأُوْلَـئِكَ مِنَ الصَّالِحِينَ

Mereka beriman kepada Alloh dan hari penghabisan mereka menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh. (QS. 3:114)

 

 

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوباً عِندَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُم بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَآئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالأَغْلاَلَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ فَالَّذِينَ آمَنُواْ بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُواْ النُّورَ الَّذِيَ أُنزِلَ مَعَهُ أُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 7:157)

 

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. (QS. 7:199)

 

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللّهَ وَرَسُولَهُ أُوْلَـئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّهُ إِنَّ اللّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta’at kepada Alloh dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Alloh; Sesungguhnya Alloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 9:71)

 

التَّائِبُونَ الْعَابِدُونَ الْحَامِدُونَ السَّائِحُونَ الرَّاكِعُونَ السَّاجِدونَ الآمِرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّاهُونَ عَنِ الْمُنكَرِ وَالْحَافِظُونَ لِحُدُودِ اللّهِ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, memuji (Alloh), yang melawat, yang ruku’, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah berbuat munkar dan yang memelihara hukum-hukum Alloh. Dan gembirakanlah orang-orang mu’min itu. (QS. 9:112)

 

الَّذِينَ إِن مَّكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ

(yaitu)orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Alloh-lah kembali segala urusan. (QS. 22:41)

 

 

Begitu bagusnya Alloh telah menjadikan Islam sebagai jalan untuk ditempuh umat manusia, yang menuntun manusia agar selalu dalam ketinggian akhlaq. Manusia yang tidak tekun dalam mengamalkan Islam memiliki kecenderungan untuk turun derajad. Mengikuti bujukan syaitan yang dibalut dengan kelezatan dan kesombongan. Manusia sering tertipu dengan gurisan-gurisan syaitan dalam hati mereka.

 

Semangat amar ma’ruf dan nahi mungkar akan meningkat dengan cara manusia menempuh jalan-jalan taqwa. Bila manusia rajin di dalam jalan-jalan ketaqwaan, mereka akan memiliki kesadaran bahwa dosa dan penyimpangan adalah sesuatu yang merugikan. Sebaliknya bagi orang yang lalai, perbuatan dosa dan penyimpangan sering dinampakkan indah oleh syaitan.

 

Segala puji hanya bagi Alloh SWT, yang telah memberikan nikmat kepada kita untuk berpuasa Romadhon, satu bulan penuh. Dan disanalah manusia diberi petunjuk oleh Alloh untuk menempuh jalan-jalan menahan diri dari bujukan hawa nafsu yang sering dijadikan oleh syaitan untuk menjatuhkan manusia.

 

Bulan puasa, bulan yang dijadikan oleh Alloh untuk awal turunnya kitab suci Al-Qur’an. Yang pada kenyataannya, manusia tidak akan mencintai agama Alloh, tidak senang menempuh jalan petunjuk Alloh kecuali kalo mereka telah rajin menahan diri dari bujukan syaitan dan hawa nafsu sesat dan rendah.

 

Puasa dan belajar Al-Qur’an, dua hal yang saling menguatkan, bila manusia rajin mengendalikan hawa nafsunya karena Alloh, maka akan mencintai firman-firman Alloh. Dan bila manusia mencintai belajar firman Alloh, maka mereka akan menemukan petunjuk jalan agar manusia dapat menempuh jalan kemulian dan terus hidup didalam kemuliaan tersebut.

 

Al-Qur’an bukan sekedar untuk dibaca huruf arabnya untuk menenteramkan jiwa, namun lebih jauh Al-Qur’an perlu dibaca, difahami artinya, diketahui perintah Alloh dan larangan Alloh, serta difahami apa kehendak Alloh dalam ayat-ayat tersebut, untuk kemudian manusia meneguhkan diri di dalam jalan-jalan petunjuk Alloh, untuk dapat selamat di dunia dan di akherat.   Wallohu a’lam.


Leave a Reply