Membersihkan Diri Dari Kotoran Jiwa Menuju Tegaknya TAUHID

bumi3Segala puji bagi Alloh, Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya yang selalu mengikuti jalan petunjuk-Nya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya.

Segala puji bagi Alloh, sesungguhnya sudah menjadi sunatullah bahwa diciptakan manusia ataupun makhluq adalah diciptakan untuk mengagungkan Alloh SWT sebagaimana firman-Nya

 

لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ وَتُسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلاً ﴿٩﴾

Supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)Nya, membesarkan-Nya.Dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang. (QS. 48:9)

 

Alloh SWT mampu menciptakan 8 malaikat yang menjunjung arsy’-Nya, betapa hebatnya makhluq-makhluq Alloh yang dapat menjunjung Arsy’ Allah yang lebih luas dari langit dan bumi. Namun mereka sangat patuh kepada Alloh SWT. Sebabagimana firman-Nya

 

وَلِلّهِ يَسْجُدُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مِن دَآبَّةٍ وَالْمَلآئِكَةُ وَهُمْ لاَ يَسْتَكْبِرُونَ ﴿٤٩﴾ يَخَافُونَ رَبَّهُم مِّن فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ ﴿٥٠﴾

Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri. (QS. 16:49)

Mereka takut kepada Tuhan mereka yang berkuasa atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka), (QS. 16:50)

 

Alloh menciptakan manusia dari setitik Air mani, yang bila dilihat secara materiil sangat kecil sekali sebagaimana firman-Nya

ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِن سُلَالَةٍ مِّن مَّاء مَّهِينٍ ﴿٨﴾

Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani). (QS. 32:8)

 

ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَاماً فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْماً ثُمَّ أَنشَأْنَاهُ خَلْقاً آخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ ﴿١٤﴾

Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. (QS. 23:14)

 

Namun dalam diri manusia ada ujian yang sangat berat, yaitu Alloh telah memberi kebebasan kepada manusia, diperintah untuk memilih untuk taat ataukah mau menempuh jalan bujukan syaitan yang sangat licin dan sangat penuh tipu daya, dan akhirnya manusia dari setitik air mani itu bisa menjadi makhluq yang suka membatah Alloh SWT.

 

خَلَقَ الإِنسَانَ مِن نُّطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُّبِينٌ ﴿٤﴾

Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yamng nyata. (QS. 16:4)

 

أَوَلَمْ يَرَ الْإِنسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِن نُّطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُّبِينٌ ﴿٧٧﴾

Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! (QS. 36:77)

 

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِي هَذَا الْقُرْآنِ لِلنَّاسِ مِن كُلِّ مَثَلٍ وَكَانَ الْإِنسَانُ أَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلاً ﴿٥٤﴾

Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam al-Qur’an ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah. (QS. 18:54)

 

Bila manusia bisa menjauhi tipu daya syaitan dalam segala bentuknya dan tekun mengikuti dengan tekun bimbingan Alloh dan Rasul-Nya maka segala nikmat lahir dan batin kan benar-benar menjadi kenikmatan yang dicurahkan oleh Alloh di dunia dan di akherat.

 

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُم مَّا فِي الأَرْضِ جَمِيعاً ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاء فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ ﴿٢٩﴾

Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit! Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. 2:29)

 

Betapa Alloh SWT telah menciptakan Alam Raya yang sangat luas untuk dapat dijelajahi manusia, dan Alloh sendiri mempersilahkan agar semua nikmat itu untuk disyukuri, yaitu untuk digunakan untuk Memuliakan Alloh SWT, Mengagungkan Alloh SWT, dan selalu beribadah dengan penuh ketaatan kepada-Nya semata.

Mari kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah dengan sekuat-kuatnya agar kita manusia bisa hidup dalam KESUCIAN, dalam KETAQWAAN dan dalam KEMULIAAN dan KEBAHAGIAN untuk selalu dekat dengan Alloh SWT sebagaiamana untuk sebagai makhluq-makhluq lain berbuat dan diterima ibadah mereka oleh Allah

 

تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ وَإِن مِّن شَيْءٍ إِلاَّ يُسَبِّحُ بِحَمْدَهِ وَلَـكِن لاَّ تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ إِنَّهُ كَانَ حَلِيماً غَفُوراً ﴿٤٤﴾

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (QS. 17:44)

 

Allahu Akbar… memang hidup kita untuk selalu beriman kepada Allah dan Rasulnya, menguatkan Agamanya, Mengagungkan-Nya dan selalu bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dan semua disatukan oleh Allah untuk senantiasa disatukan di dunia dan di akherat dalam MENGAGUNGKAN-NYA. Tanpa ada KESOMBONGAN GOLONGAN , ALIRAN, KESUKUAN, KEBANGSAAN dan kesombongan-kesombongan lainnya diantara manusia. Wallohu ‘Alam


Leave a Reply