Membeli Dunia dengan Akherat (Bahaya Sihir dan Perdukunan)

MEMBELI-DUNIA-DENGAN-AKERAT-MTASegala puji bagi Alloh, Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya yang selalu mengikuti jalan petunjuk-Nya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya. Alloh telah memberi tahu kepada kita bahwa kehidupan dunia adalah kehidupan yang sementara, kehidupan yang kecil, namun penuh dengan permainan dan tipu daya, sebagaimana firman-Nya

 

اللّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقَدِرُ وَفَرِحُواْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلاَّ مَتَاعٌ ﴿٢٦﴾

Alloh meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki.Mereka bergembira dengan kehidupan didunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit). (QS. 13:26)

 

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ الآخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلاَ تَعْقِلُونَ ﴿٣٢﴾

Dan tiadalah kehidupan dunia ini selain dari main-main dan sendau gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidaklah kamu memahaminya! (QS. 6:32)

 

Kecilnya kehidupan dunia adalah sebagai cobaan dari Alloh bagi manusia, apakah mereka lebih suka terperdaya dengan kehidupan dunia atau memilih kehidupan akherat. Bila manusia memilih jalan taqwa maka mereka akan memilih kehidupan akherat, membeli akherat dengan kehidupan dunia, sebaliknya bila orang tersebut memilih jalan kafir maka mereka akan memilih kehidupan dunia dan mengabaikan akherat. Sebagaimana firman-Nya

 

إِنَّ هَؤُلَاء يُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ وَيَذَرُونَ وَرَاءهُمْ يَوْماً ثَقِيلاً ﴿٢٧﴾

Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat). (QS. 76:27)

 

فَأَعْرِضْ عَن مَّن تَوَلَّى عَن ذِكْرِنَا وَلَمْ يُرِدْ إِلَّا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا ﴿٢٩﴾

Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan tidak mengingini kecuali kehidupan duniawi. (QS. 53:29)

 

Segala puji bagi Alloh, marilah kita umat Islam, umat yang tekun belajar Al-Qur’an dan As Sunnah, selalu setia mengikuti petunjuk Alloh, banyak manusia yang telah membeli dunia dengan akherat, contoh yang sederhana adalah berkaitan dengan ilmu sihir. Bahwa manusia yang melakukan sihir di dunia ini maka mereka tidak mendapatkan sesuatupun di akherat kecuali siksa

 

وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلاَ يَنفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُواْ لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاَقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْاْ بِهِ أَنفُسَهُمْ لَوْ كَانُواْ يَعْلَمُونَ ﴿١٠٢﴾

……..Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Alloh) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya sendiri dengan sihir, kalau mereka mengetahui. (QS. 2:102)

 

Banyak manusia yang menganggab enteng permasalahan sihir ini dalam kehidupan sehari hari, orang modern sering mengubah istilah yang sebenarnya sebuah perbuatan sihir dengan istilah baru yaitu penghisapan dan pemanfaatan energi alam.

Dan banyak praktek-praktek penyebaran ilmu sihir dilakukan dengan kemasan yang tersamar, sehingga bila manusia belum memahami bagaimana sifat-sifat taqwa dan kaidah taqwa dan wujud dari taqwa di dalam hatinya, maka akan mudah terseret dalam kasus sihir yang sangat merugikan kehidupan di dunia dan akherat.

Bahkan manusia awam sering menggunakan para pelaku sihir sebagai orang-orang penting yang mengitarinya, sebagaimana Fir’aun yang dikelilingi dengan ahli nujum dan ahli sihir di zamannya. Dan permasalahan tersebut terus bergulir hingga hari ini, tanpa menyadari bahaya besar yang akan mengancam mereka baik di dunia maupun diakherat. Meraka pelaku sihir dan orang yang minta tolong pada tukang sihir akan di buang di siksa NERAKA, siksa api yang sangat panas.

Rasulullah telah mewanti-wanti manusia agar mereka memahami Islam dengan benar lewat Al-Qur’an dan As-Sunnah, dan kemudian dapat mencapai derajad Taqwa dan kemudian akan nampak jelas bagaimana syaitan menipu daya manusia lewat perbuatan sihir.

Rasulullah menyampaikan bagaimana haramnya sihir dan mengingatkan dengan keras agar manusia tidak mendekati manusia-manusia pelaku perbuatan sihir. Sebagaimana dalam nasehat beliau.

 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ : عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَكْلُ الرِّبَا وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ الْغَافِلَاتِ

Abu Hurairah dari Nabi shallAllohu ‘alaihi wasallam bersabda; “Jauhilah tujuh dosa besar yang membinasakan.” Para sahabat bertanya; ‘Ya Rasulullah, apa saja tujuh dosa besar yang membinasakan itu? ‘ Nabi menjawab; “menyekutukan Alloh, sihir, membunuh jiwa yang Alloh haramkan tanpa alasan yang benar, makan riba, makan harta anak yatim, lari dari medan perang, dan menuduh wanita mukmin baik-baik melakukan perzinahan.” (BUKHARI – 6351)

 

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ اقْتَبَسَ عِلْمًا مِنْ النُّجُومِ اقْتَبَسَ شُعْبَةً مِنْ سِحْرٍ مَا زَادَ زَادَ وَمَا زَادَ زَادَ

Rasulullah shallAllohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mempelajari sebagian dari ilmu nujum, maka sesungguhnya ia telah mempelajari cabang dari ilmu sihir, semakin bertambah (ilmunya) semakin bertambah pula (dosanya), semakin bertambah (ilmunya) semakin bertambah pula (dosanya).” (AHMAD – 2697)

 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَتَى حَائِضًا أَوْ امْرَأَةً فِي دُبُرِهَا أَوْ كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah shallAllohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa menyetubuhi wanita haidl, atau menyetubuhi wanita dari duburnya, atau mendatangi dukun lalu membenarkan apa yang diucapkannya maka ia telah kafir dengan wahyu yang diturunkan kepada Muhammad.” (IBNUMAJAH – 631)

 

Segala puji bagi Alloh, Dia yang telah menurunkan petunjuk kepada umat manusia, agar manusia menempuh jalan Alloh yang membawa kepada keselamatan dan menjauhi jalan-jalan syaitan yang nampak indah, mudah dan memikat hati.

 

Orang awam sering tidak menyadari bahaya-bahaya besar yang ada disekitarnya. Menganggab bahwa perbuatan sihir dan mendatangi perdukunan sebagai hal yang tidak berbahaya. Padahal semuanya itu jalan-jalan syaitan yang dipulas dengan berbagai gurisan-gurisan menarik dan menyenangkan dan seolah sesuatu hal yang halal.

 

Alloh mengingatkan orang-orang bertaqwa agar mereka menjauhi segala larangan Alloh, dan ancaman Alloh kepada orang-orang yang terus bergelimang dan tidak mau bertaubat dengan sihir dan perdukunan, maka dipastikan di akherat akan mendapatkan balasan setimpal. Bagaimana kesenangan dunia yang diperoleh dengan jalan-jalan Haram akan menuai kesusahan yang kekal di akherat.

 

وَيَوْمَ يُعْرَضُ الَّذِينَ كَفَرُوا عَلَى النَّارِ أَذْهَبْتُمْ طَيِّبَاتِكُمْ فِي حَيَاتِكُمُ الدُّنْيَا وَاسْتَمْتَعْتُم بِهَا فَالْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنتُمْ تَسْتَكْبِرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَبِمَا كُنتُمْ تَفْسُقُونَ ﴿٢٠﴾

Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan):”Kamu telah menghabiskan rezkimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan kamu telah fasik”. (QS. 46:20)

 

ذَلِكُم بِأَنَّكُمُ اتَّخَذْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ هُزُواً وَغَرَّتْكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فَالْيَوْمَ لَا يُخْرَجُونَ مِنْهَا وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ ﴿٣٥﴾

Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu menjadikan ayat-ayat Alloh sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia, maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertaubat. (QS. 45:35)

 

Manusia lebih suka mengejar kesenangan dunia dengan mengabaikan petunjuk Alloh Al-Qur’an dan As-Sunnah, sehingga menjadi makanan empuk syaitan dan pasukan syaitan.

 

Marilah kita umat islam segera bersungguh-sungguh dalam menempuh jalan ilmu, iman dan amal sholih dan merasakan sendiri bagaimana rasanya menjadi orang yang bertaqwa, dan dengan selalu bermohon kepada Alloh agar selamat dari godaan dan ujian di dunia, termasuk godaan dari perbuatan sihir dan perdukunan. Wallohu a’lam


2 Responses to “Membeli Dunia dengan Akherat (Bahaya Sihir dan Perdukunan)”

  1. 2
    yunliati Says:

    insya allah saya dan suami sudah mengamalkannya walaupun sulit .banyak cemoohan dimasyarakat . orAng yang baru masuk pasti merasakannya.semoga saya dan suami bisa istiqomah ..Amin………

  2. 1
    Hasan Bimbel Website dan SEO KARAWANG Says:

    subhanalloh…ternyata sangat banyak sekali perbuatan-perbuatan yang menytimpang dari ajaran islam, dan banyak masyarakat yang mendatangi dukun dengan berdalih mencari syariat atau upaya saja…. dan mereka anggap hal itu adalah hal wajar dan tidak berdosa….

    semoga kita diberikan kekuatan oleh ALLAH untuk menghindari dari perbuatan-perbuatan yang mendekatkan kita kepada syihir.

Leave a Reply