Kenapa Manusia Berubah Menjadi BERWAJAH GARANG

kenapa-bisa-berubah-menjadi-garangSegala puji bagi Alloh, Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya yang selalu mengikuti jalan petunjuk-Nya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya.

Segala puji Bagi Alloh yang telah menciptakan kehidupan di semesta Alam. Semoga manusi mau mendengar nasehat-nasehat yang datangnya dari Alloh SWT untuk kita semua. Alloh berfirman

 

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفاً فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ ﴿٣٠﴾

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.(Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui, (QS. 30:30)

 

Kapan kita mau memikirkan dengan sungguh-sungguh ayat tersebut, manusia sering terus menerus salah dan salah, walaupun sudah dinasehati berkali-kali, namun tetap terus berbuat salah, Alloh telah memerintah agar manusia hidup dijalani dengan bersyukur kepada Allah dan ikhlas untuk Alloh

 

قُلْ إِنَّنِي هَدَانِي رَبِّي إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ دِيناً قِيَماً مِّلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفاً وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ ﴿١٦١﴾ قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿١٦٢﴾ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَاْ أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ ﴿١٦٣﴾

Katakanlah:”Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar; agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik”. (QS. 6:161)

Katakanlah:”Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, (QS. 6:162)

tiada sekutu baginya;dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. (QS. 6:163)

 

Alloh SWT mengajak manusia untuk memperhatikan jiwanya dan raganya, hatinya dan aqalnya. Jiwa manusia butuh melihat keagungan Alloh SWT, raga manusia butuh zat-zat tubuh yang menyehatkan. Hati manusia butuh menyembah kepada Alloh dengan ibadah-ibadah sesuai yang telah para Nabi dan Rasul kabarkan. Aqal manusia butuh melihat bukti-bukti nyata tanda-tanda keagungan Alloh di Alam kehidupan dunia ini.

Alloh SWT telah menciptakan berbagai suku dan bangsa untuk saling mengenal, saling menolong dan saling memberikan kebaikan. Kebaikan yang diberikan dengan niat ikhlas karena Alloh akan menjadi pahala yang akan dipetik sejak di alam kubur hingga Alam akherat. Masing-masing bangsa diberi kelebihan untuk saling mempergunakan.

 

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلاَئِفَ الأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿١٦٥﴾

Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa dibumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikanNya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 6:165)

 

أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَةَ رَبِّكَ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُم مَّعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُم بَعْضاً سُخْرِيّاً وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ ﴿٣٢﴾

Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain beberapa derajat, agar sebahagian mereka dapat mempergunakan sebahagian yang lain.Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. (QS. 43:32)

 

Keunggulan satu bangsa dengan bangsa lain, satu masyarakat dengan masyarakat yang lain, satu orang dengan orang lain, adalah agar satu sama lain memberikan keuntungan, saling memberikan kebaikan dan saling berlomba untuk memberikan kebaikan.

Kebaikan yang diberikan oleh seseorang kepada yang lainnya adalah disebabkan Alloh SWT memerintah setiap manusia untuk berbuat baik satu sama lain. Sehingga seluruh harapan balasan kebaikan tidak sekedar diharap dari manusia yang berbuat baik kepadanya, tetapi Alloh SWT pasti akan membalas kebaikan itu, kalau kebaikan itu dilakukan ikhlas karena Alloh.

 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً ﴿١﴾

Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (QS. 4:1)

 

Bila manusia terus menerus menjaga aqal dan hatinya dengan petunjuk-petunjuk yang datangnya dari Alloh dengan lurus dan benar, maka semua aktifitas manusia akan tetap terjaga didalam kebaikan. Akan selalu menuai kebaikan dan akan merasakan kebahagiaan sejak di alam dunia, di alam kubur, hingga alam akherat.

Alloh perintahkan juga agar manusia terus menerus di dalam kehidupan yang bahagia tersebut, Alloh memerintah agar manusia menjauhi segala perbuatan kekejian (fahsya) dan kemungkaran (kejahatan). Dalam diri manusia ada potensi jahat yang tersembunyi, bila potensi jahat tersebut tidak dipenjarakan maka akan menyembul ke permukaan dan merubah diri manusia dari manusia yang baik menjadi manusia yang senang berbuat jahat.

 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُواْ مِمَّا فِي الأَرْضِ حَلاَلاً طَيِّباً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ ﴿١٦٨﴾ إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاء وَأَن تَقُولُواْ عَلَى اللّهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ ﴿١٦٩﴾

Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan; karena sesungguhnya syaithan adalah musuh yang nyata bagimu. (QS. 2:168)

Sesungguhnya syaithan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan kepada Allah apa yang tidak kamu ketahui. (QS. 2:169)

 

قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَن تُشْرِكُواْ بِاللّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَاناً وَأَن تَقُولُواْ عَلَى اللّهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ ﴿٣٣﴾

Katakanlah:”Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak maupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa saja yang tidak kamu ketahui””. (QS. 7:33)

 

إِنَّ اللّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاء ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ ﴿٩٠﴾

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu daoat mengambil pelajaran. (QS. 16:90)

 

وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً ﴿٣٢﴾

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS. 17:32)

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَن يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَا مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ أَبَداً وَلَكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَن يَشَاءُ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ﴿٢١﴾

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya.Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. 24:21)

 

Kehidupan Kedamaian Yang Berubah Menjadi Kekacauan

Zaman hari ini, semakin hari manusia semakin merasa tidak hirau dan tidak risi untuk menyebarkan perbuatan dosa, perbuatan fahsya dan perbuatan kemungkaran. Secara terus menerus dan perlahan angin busuk tentang penyebaran ajakan dan rangsangan untuk melakukan perbuatan keji dan perbuatan kemungkaran terus merambah kesegala sudut kehidupan.

Sebagaimana proses GLOBAL WARMING, secara perlahan tapi pasti pemanasan global terus merayap dan meningkat setiap waktu. Dan manusia tetap saja dengan bersikap tidak hirau. Banyaknya puting beliung sebagi effek nyata dari Global Warming dianggab sebagi kejadian baru yang biasa, sebuah effek merusak yang seolah menjadi terasa biasa. Namun suatu saat bila tidak dicegah, maka akan dapat berubah menjadi SUPER BADAI yang sangat menghancurkan.

Demikian pula penyebaran tontonan fahsya dan mungkar, yang sudah mulai berefek dengan mulai timbulnya masyarakat yang jahat dan terus menggejala di tengah-tengah masyarakat, dianggab sebagai sesuatu hal yang biasa terjadi. Namun bila penyebaran hiburan kejahatan tersebut dibiarkan berlarut-larut, maka secara perlahan tapi pasti akan pula merubah kepribadian sebuah masyarakat atau bangsa. Dari masyarakat yang memilik kearifan yang tinggi, beubah menjadi masyarakat yang memiliki pribadi DESTRUKTIF.

Orang merasa bahwa penyebaran sesuatu yang dianggab hiburan, yang ternyata didalamnya penuh dengan perbuatan fahsya dan mungkar, dianggab sebagai sesuatu yang tidak berpengaruh. Namun secara perlahan dan terus menerus, hal tersebut telah merubah kepribadian, manusia, masyarakat bahkan sebuah bangsa. Dan akhirnya mengumpul menjadi sebuah bahaya besar. Masing-masing diri manusia akan tampil dengan kesombongannya untuk melakukan sesuatu yang DESTRUKTIF dalam sekala yang tak dapat lagi ditanggulangi. Bendungan telah jebol dan manusia menjadi sangat bangga untuk saling menyakiti dan saling menghancurkan.

Kebiadaban di muka bumi menjadi gejala yang mengemuka, disebabkan masing-masing manusia telah mengkonsumsi bujukan syaitan. Dan syaitan telah masuk ke dalam hati manusia. Manusia telah berubah menjadi berwajah garang, siap untuk saling bertikai dimana-mana.

Lihatlah manusia yang dulu berwajah lembut, sopan santun, penghiba, suka saling membantu, sekarang dengan mudah kita melihat manusia-manusia berwajah garang. Sebuah bukti nyata bahwa bila manusia terus menerus menkonsumsi perbuatan keji dan mungkar akan merusak sifat-sifat baiknya kemudian berubah menjadi manusia yang bersifat jahat. Lihatlah KEGARANGAN di WAJAH-WAJAH mereka.

 

قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَن يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَاباً مِّن فَوْقِكُمْ أَوْ مِن تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعاً وَيُذِيقَ بَعْضَكُم بَأْسَ بَعْضٍ انظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ ﴿٦٥﴾

Katakanlah:”Dia yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian) kamu kepada keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya). (QS. 6:65)

 

Manusia yang telah mengotori jiwa dan hatinya dengan perbuatan fahsya dan mungkar. Dan mereka telah berubah jadi manusia-manusia yang GARANG, KEJAM, SADIS, dan sebenarnya semuanya dengan sangat mudah dilihat dari WAJAH dan PENAMPILANNYA,

Manusia berkebiasaan jahat, hidup di dunia digunakan untuk rajin mengumpulkan dosa, dan kemudian bila tetap tidak mau bertaubat maka, akan mati dan segera memasuki SIKSA di ALAM KUBUR dan kemudian di akherat akan berakhir di NAAR, neraka, berupa siksa panas api yang dahsyat sebagai balasan yang setimpal terhadap perbuatan jahat yang telah dilakukan di muka bumi.

Kita berlindung kepada Alloh dari segala kejahatan kita. Semoga Alloh menetapkan kita sebagai hamba-hamba-NYa yang selalu diselamatkan di Dunia dan di Akherat. Wallohu a’lam.


One Response to “Kenapa Manusia Berubah Menjadi BERWAJAH GARANG”

  1. 1
    Satrio Damar Setiadji Says:

    Aamiin alhamdulilah

Leave a Reply