Hidup Dengan Sepenuh Penuh Kerugian

pernyataan-sikap-mta-isisSegala puji bagi Alloh, Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya yang selalu mengikuti jalan petunjuk-Nya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya.

Menghadapi zaman yang berubah serba cepat tidaklah mudah. Manusia telah mampu membuat rekayasa kejutan-kejutan aqal yang dapat membuat manusia tersihir mengikuti opini yang ditawarkan. Sebuah barang yang biasa-biasa saja, bila dibuatkan sebuah iklan yang menakjubkan, maka aqal akan terbius, emosi akan tergerak dan manusia kemudian hanyut dalam waktu-waktu kosong yang tidak berarti.

Seorang yang seharusnya tunduk kepada ritme kehidupan yang alamiyah, waktu-waktu yang produktip dengan amal-amal nyata yang jelas-jelas berbuah, telah terbelok dengan kilauan iklan yang membawa diri manusia tercenung tergila-gila dengan bualan-bualan yang menakjubkan.

Dalam kehidupan nyata, ketika peralatan siaran multi media belum berkembang sepesat jaman ini, maka kehidupan manusia terfokus pada hal-hal riil dan mendasar, yang dapat mengubah kebutuhan kehidupan yang paling dasar dari umat manusia. Seperti halnya kebutuhan dasar manusia adalah, ilmu, iman, dan amal sholih dan kebutuhan materi berupa sandang, pangan dan papan. Obyek-obyek fital yang seharusnya menjadi sesuatu yang paling fokus untuk diselesaikan.

Ketika kearifan manusia masih terjaga, ketika manusia memiliki ilmu, iman dan amal sholih, maka keinginan bersama untuk maju berkembang dan tercukupi tentang kebutuhan sandang, pangan dan papan telah menjadi obyek fital yang terus dikaji dengan serius. Bahkan Universitas-universitas terkemuka pun telah dibanjiri dengan manusia-manusia cerdas untuk memilih jurusan-jurusan tersebut.

Mereka masuk jurusan tersebut, setidaknya untuk mudah mendapatkan pekerjaan, tapi secara tidak langsung akan menjadi sesuatu yang memudahkan dalam menyelesaikan masalah-masalah tersebut dalam tingkat Negara. Karena telah memiliki banyak tenaga ahli yang cerdas dan trampil di bidangnya. Bagaimana anggaran masyarakat yang mengumpul dalam sebuah Negara kemudian disalurkan kedalam sektor-sektor penting penopang dasar kehidupan.

Fenomena Batu AKIK, yang dahulu dijual dengan harga 100 ribu rupiah, pada saat ini ada yang telah melejit menuju harga kisaran 15 juta rupiah bahkan 150 juta, merupakan keanehan yang akan berakibat sama. Manusia dibawa kepada logika aneh untuk menyia-nyiakan nilai uang dan mematikan produktifitas yang realistis.

Belum lagi manusia tergila-gila dengan keluarnya produk-produk berteknologi tinggi,didatangkan dengan import, yang datang beruntun dan berseri. Bahkan seseorang kadang-kadang telah membelanjakan uangnya untuk memenuhi gejolak nafsunya untuk membeli barang-barang yang dianggab menakjubkan, namun tidak terkandung produktifitas yang maksimal.

Bagaimana pasar ponsel terus menjadi sesuatu yang menarik investor, karena memang menghasilkan keuntungan yang menggiurkan disebabkan barang-barang tersebut laku laris manis di tengah kehidupan di saat ini.

Belum lagi, dan bahkan sebuah kenyataan, bahwa dalam dunia pergaulan internasional ternyata tidak ada ketulusan untuk transfer teknologi. Bila sebuah Negara ingin memiliki teknologi yang terbaru maka mereka setidaknya melakukan spionase, atau membeli lisensi, atau memberi kesempatan kepada investor asing untuk berkolaborasi.

Disisi lain tampak disana sini transfer budaya telah merambat dengan begitu cepat, namun tidak demikian dengan transfer teknologi, tidak mungkin berjalan dengan gratis. Namun membutuhkan kerja keras otak-otak cerdas anak-anak pribumi.

Cuci otak, terus mengalir dan mengalun deras, berbagai sarana siaran multi media yang bergitu dahsyat terus mengalir gratis-tis-tis-tis mencuci otak manusia, manusia siap diubah menjadi otak-otak yang menyukai sesuatu yang menyenangkan, instant, menghabiskan uang dan merusak produktifitas riil.

Sarana untuk terkumpulnya dana untuk menyejahterakan masyarakat dalam menyelesaikan masalah sandang, pangan dan papan, telah terserobot kepada sekedar berebut sesuatu yang sangat tidak berguna, misalnya, sekedar berebut batu AKIK asesoris tangan yang berharga ratusan juta.

Demikian pula berduyun-duyun manusia untuk mendaftarkan sebuah acara untuk menjadi seorang artis, pikiran dibuai dengan mimpi-mimpi menjadi artis kondang yang begitu mudah meraih jutaan rupiah dengan cara tampil di muka umum, dan bahkan sering dan sangat sering harus mengabaikan norma-norma agama, ataupun norma ketimuran.

Semua yang dibicarakan diatas hanyalah gambaran kecil tentang REVOLUSI  peradaban di zaman ini, manusia telah dibuai pada angan-angan, untuk dibawa kepada hal-hal yang melalaikan arti kehidupan yang sebenarnya. Ruh yang begitu mulia, Jasad yang begitu mulia, hanya digunakan untuk aktifitas yang remeh temeh dan tidak bernilai disisi Alloh Tuhan yang telah memberi kehidupan.

Dan pasti di akherat besok akan menyesal, sejadi-jadinya, karena tidak memiliki pahala apapun untuk dibawa ke akherat, menghapat Alloh SWT. Hidup hanya disia-siakan begitu saja. Allah telah berfirman

 

وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ﴿٣﴾

Demi masa. (QS. 103:1)

Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, (QS. 103:2)

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (QS. 103:3)

 

Kerugian-kerugian, manusia dibawa kepada kerugian-kerugian. Waktu hidup di dunia yang seharusnya untuk mengumpulkan pahala untuk dibawa keakherat telah disia-siakan dengan berbagai hal-hal yang tidak berguna. Dan hal yang tidak berguna itu bukan hal yang sepele, biasanya adalah perbuatan dosa, sehingga pola pikir dan pola hidupnya telah lupa kepada Alloh, dan melupakan kehidupan akherat.

 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْماً لَّا يَجْزِي وَالِدٌ عَن وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَن وَالِدِهِ شَيْئاً إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِاللَّهِ الْغَرُورُ ﴿٣٣﴾

Hai manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah”. (QS. 31:33)

 

Banyak orang satu sama lain saling menuduh bahwa mereka telah dicuci otaknya dengan ajaran-ajaran yang sesat. Betapa manusia awam sering membiarkan multi media dengan bebas mencuci otak-otak mereka sehingga otak dan hati mereka berubah menjadi aqal dan hati yang tidak punya iman dan tidak punya keikhlasan dalam menempuh kehidupan, karena sudah tidak lagi mampu untuk mengenal Alloh dan bersyukur kepada Alloh Tuhan pencipta semesta Alam. Rukun Iman dan Rukun Islam telah tercabut dari aqal dan hati mereka. Kita berlindung kepada Alloh dari kerugian waktu Hidup. Wallahu a’lam


One Response to “Hidup Dengan Sepenuh Penuh Kerugian”

  1. 1
    djoko purwanto Says:

    Semoga Alloh menjauhkan kita dari hal-hal yang merusak akal dan pikiran kita. semoga kita bisa selalu menjaga iman dan taqwa kita kepada Alloh SWT…….amin

Leave a Reply