KH. Muh. Ikrom Seorang Tokoh NU shilaturrahim ke MTA

20150308-kh_ikromSolo (08/03/2015) Pengajian ahad pagi MTA dihadiri oleh seorang tokoh dari NU Kabupaten Banyuwangi untuk shilaturahim dan tabayun tentang berbagai kabar yg tidak baik dengan MTA. Sebenarnya kehadiran beliau ini sudah yang kedua kalinya setelah dahulu datang pada akhir bulan Desember 2014 bersama Jendral Anton Tabah. Dalam kesempatan yang berbahagia tersebut KH. Muhammad Ikrom Hasan yang aktif di Pengurus Cabang IPNU Banyuwangi, Pimpinan GP Anshor Banyuwangi, anggota DPRD Banyuwangi 3 periode dan masih banyak aktifitas organisasi lainnya, berkenan memberikan tausyiah kepada peserta pengajian ahad pagi.

Pada awal tausyiahnya beliau menyampaikan bahwa ketika pertama kali datang ke MTA ini berpikir setengah tahun lebih, karena banyaknya informasi atau omongan yang masuk ke beliau. Namun sesuai pesen ibu beliau bahwa jika ada omongan jangan disimpan nanti sesak di dada, tapi kalau ada duit simpan di saku. Adanya omongan-omongan miring tentang MTA sehingga saya harus tabayun dahulu sebelum saya beranikan diri datang ke MTA ini.

Beliau sampaikan bahwa Rasul sangat tegas tanpa kompromi dalam hal aqidah, namun beliau sangat kasih sayang, artinya kita harus senantiasa dalam kesabaran walaupun banyaknya omongan miring tentang MTA. Jangan sampai melakukan kekerasan, sebab hanya sekedar menggunjing saudaranya saja itu bagaikan makan bangkai saudaranya. Kesabaran sangat dibutuhkan dalam kehidupan ini bahkan Allah memerintahkan agar sabar dijadikan penolong kita. Banyaknya keruwetan dan kesemrawutan saat ini karena kurang sabarnya kita, banyak orang masuk penjara karena kurang sabarnya, terjadinya kecelakanaan di mana-mana juga karena kurang sabar.

Dalam akhir paparan beliau sempat menerima banyak pertanyaan dari para peserta pengajian yang menurut beliau pertanyaannya sangat susah-susah, namun karena terbatasnya waktu, maka belum semua peserta yang ingin bertanya bisa disampaikan pada kesempatan tersebut. Semoga dengan kehadiran beliau di Jihad Pagi ini akan menambah rasa ukhuwah dan persatuan antara umat Islam dari berbagai golongan atau berbagai paham.

 


7 Responses to “KH. Muh. Ikrom Seorang Tokoh NU shilaturrahim ke MTA”

  1. 7
    suparlan Says:

    Salut buat pak yai,yg mau tabayun ke mta.smoga bisa memberitakan ke warga nu .agar tdk menuduh lg dg mta aliran sesat.

  2. 6
    Brigadir Ronni sukino Says:

    Persaudaraan sesama Muslim bagaikan satu tubuh..Sesama muslim  Saudara!

  3. 5
    jokosantoso Says:

    bravo kpda kyai ihrom…anda sosok kyai yg patut di teladani. sya sakin bnyak kyai di nu yg seperti anda. hanya belum muncul saja…

  4. 4
    SUDARDI Says:

    KH. Ikram Hasan  sosok  Ulama  yang pantas menjadi teladan dalam kehidupan  umaat ini, pandangannya perlu perhatikan oleh siapun yang mengakuku ulama tetapi  tidak pernah memberi ruang adanya berbedaan pemahaman / perbedaan pendapat … sehingga ada kecenderungan melahirkan sikap apriori terhadap  pihak lain  tidak sejalan nya … aduuuh payah  sikapnya hanya akan  me3lemahkan tujuan dakwah yang hakiki.

  5. 3
    abunuria Says:

    Kami sangat terkesan dengan tausiah KH. Muh. Ikrom Hasan terutama dalam menanggapi dakwah yang dilakukan Majlis Tafsir Al Qur’an yaitu
    tentang perbedaan pemahaman diantara sudara kita sesama muslim di NKRI, beliau menyatakan karena kurang kesabaran diantara kita saja sehingga terjadi friksi/gesekan. Beliau optimis dengan berjalannya waktu bagi saudara2 kita yang tidak paham dengan MTA akan semakin paham dan saling mengisi dan fastabiqul khoirot untuk berdakwah di NKRI. Kemudian beliau mengeluarkan ungkapan yang sangat pandai dan menyejukkan dengan slogan MTA (maju terus aman). Mudah-mudah dengan kehadiran KH. Muh. Ikrom Hasan di MTA akan memberikan kesejukan warga MTA dan umat islam di NKRI tercinta. Amin

  6. 2
    dnoko purwanto Says:

    Alhamdulillah ada juga kyai dari nu yang mau tabayun di gedung pusat mta,jadi biar tahu bagaimana mta yang sebenarnya dan setelah tahu mau meluruskanpada para nahdiyin bahwa apa yang di tuduhkan pada mta tidak benar. semoga para kyai kyai nu yang lain bisa mengikuti jejak pak kyai ikhrom untuk tabayun di gedung mta pusat…..amin untuk mta semoga tambah banyak jamaahnya dan tambah luas dakwahnya. bravo mta.

  7. 1
    huyi Says:

    Jk cobaan sepanjang sungai, sehrsnya kesabaran seluas samudra. Jika harapan seluas hamparan sehrsnya ikhtiar itu seluas langit yg membentang. Jika pengorbanan sebesar bumi shrsnya keikhlasan seluas jagad raya. Hanya rencana Allohlah yg terindah

Leave a Reply