Mencermati Terjadinya Musibah

MENCERMATI-TERJADINYA-MUSIBAHBerbagai mushibah telah terjadi di negeri ini yang mengakibatkan banyak orang menderita karena kehilangan harta benda, bahkan termasuk kehilangan keluarga. Sudah sejak beberapa hari yang lalu sampai sekarang ini sedang terjadi mushibah banjir besar yang melanda Ibu Kota negeri ini, yang menimpa hampir seluruh warga masyarakat tanpa pandang bulu, kaya-miskin, pejabat maupun rakyat.

Bencana tanah longsor di Banjarnegara terjadi lagi yang menenggelamkan ratusan korban jiwa, dan disusul dengan mushibah jatuhnya pesawat AirAsia di perairan dekat Pangkalan bun yang mengangkut 162 jiwa.

Menanggapi mushibah yang sering melanda negeri ini, sudahkah negeri yang mayoritas penduduknya muslim ini termasuk orang-orang yang beriman, atau bahkan sebaliknya, yakni orang-orang yang mengkufuri ni’mat, sehingga Allah mendatangkan adzab-Nya ?.

Sebenarnya ni’mat apasaja yang kamu peroleh itu adalah dari Allah SWT. Dan bencana apasaja yang menimpamu itu dari kesalahan dirimu sendiri [QS. An-Nisaa’ : 79].

Suatu kaum yang telah diberi keni’matan oleh Allah, ni’mat itu tidak akan hilang atau dicabut lagi kecuali kaum itu sendiri yang menyebabkan hilangnya ni’mat tersebut (karena tidak bersyukur). [QS. Al-Anfaal : 53]. Dengan ayat-ayat Allah tersebut seharusnya mengingatkan kita semua untuk sadar dan mensyukuri ni’mat yang telah dianugerahkan oleh Allah SWT kepada kita.

Selama 350 tahun bangsa ini dalam penderitaan karena dijajah oleh bangsa asing. Berkat rahmat Tuhan yang Maha Esa (Allah SWT) bangsa ini diberi kemerdekaan, bebas dari cengkeraman bangsa asing. Disamping ni’mat kemerdekaan, bangsa ini juga diberikan oleh Allah negeri yang subur-makmur, berbagai macam hasil bumi, hasil laut, bahkan berbagai macam hasil tambang yang sangat besar.

Ni’mat tersebut mestinya kita syukuri, kita jaga dan kita kelola sebaik-baiknya, agar keni’matan ini bisa dirasakan oleh seluruh rakyat negeri ini, dari kota-kota besar sampai di pelosok-pelosok desa. Jangan malah kita berbuat kerusakan, berlaku serakah, sehingga keni’matan dari Allah tersebut hanya dirasakan oleh orang-orang tertentu saja, tidak merata bisa dirasakan oleh seluruh rakyat negeri ini, yang akhirnya berangsur-angsur ni’mat itu akan hilang (tercabut kembali).

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian akibat dari perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). [QS. Ar-Ruum : 41].

Mushibah itu sebenarnya akibat dari perbuatan tangan manusia sendiri. Karena terjadinya mushibah tanah longsor adalah akibat perbukitan yang gundul (tidak adanya tanaman pepohonan yang mampu menahan kestabilan tanah, sehingga rawan longsor.

Begitu pula jatuhnya pesawat AirAsia, konon menurut berita bahwa penerbangan pesawat itu diluar jadwal yang biasanya, tetapi kenapa bisa flight. Sehingga menimbulkan banyak tanda tanya tentang perizinan penerbangan maskapai AirAsia. Kalau mental manusianya tidak dibangun, tidak pandai mensyukuri ni’mat Allah, kita terancam dengan adzab yang lebih besar dan lebih dahsyat lagi.

Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu mensyukuri ni’mat, pasti Allah akan menambah ni’mat kepadamu. Dan jika kamu mengingkari ni’mat Allah (tidak bersyukur), maka sesungguhnya adzab Allah amat pedih. [QS. Ibrahim : 7]

Semoga menjadi perhatian dan renungan bagi bangsa ini yang mempercayai ayat-ayat Allah, dan bagi seluruh bangsa di negeri ini.

~oO[ @ ]Oo~

 

Al-Ustadz Drs. Ahmad Sukina
Ketua Umum Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA)

Suara Merdeka, Jumat – 09 Januari 2015

 


Leave a Reply