Nikmat ALLAH

NIKMAT-ALLAHJangan pernah khawatir dengan ni’mat yang belum di berikan kepadamu, akan tetapi khawatirlah dengan ni’mat-ni’mat yang sudah Allah berikan kepadamu, karena semua yang kamu ni’mati kelak akan dimintai pertanggung jawaban.

Allah SWT berfirman,

وَمَا بِكُمْ مِنْ نّعْمَةٍ فَمِنَ اللهِ ثُمَّ اِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَاِلَيْهِ تَجْأَرُوْنَ

Dan apa saja ni’mat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudaratan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan (QS An Nahl ; 53)

Jangan kita khawatir terhadap ni’mat yang belum datang kepada kita. Sesungguhnya segala ni’mat itu milik Allah SWT dan Dia Yang Maha PemberiNi’mat, memberikannya kepada kita. Dan apabila kita ditimpa segala sesuatu yang berupa kemudaratan, maka hanya kepada Allah lah kita kembali dan memohon pertolongan.

Ni’mat dan karunia Allah akan diberikan kepada kita tanpa kita memintanya, apabila kita mensyukuri segala ni’mat yang telah diberikan-Nya kepada kita. Maka Allah akan menambah ni’mat-Nya kepada kita.

Allah SWT berfirman,

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim : 7).

Hati yang bersyukur itu bagaikan jaring yang bertebaran meraih ni’mat-ni’mat yang lain yang belum pernah datang kepada kita. Maka jika kita selalu mensyukuri ni’mat yang telah Allah berikan kepada kita, dan kita semakin mendekatkan diri kita kepada Allah, maka kita akan dekat pula dengan ni’mat-ni’matNya yang sungguh tak bisa kita duga banyaknya.

Dalam hidup ini kalau kita menyadari bahwasanya Allah sudah memberikan ni’matnya tanpa kita minta, semua tersedia semenjak kita belum diciptakan. Bumi, Langit dan segala isinya adalah penopang kehidupan kita, dan Allah sudah menyiapkan sejak manusia belum diciptakan.

Kita tinggal meni’mati tanpa susah payah dan tanpa meminta padaNya. Alangkah kufurnya kita apabila kita tidak mensyukurinya. Sebagai orang yang beriman kita tidak perlu risau akan ni’mat-ni’mat Allah yang belum pernah kita rasakan. Semua ni’mat pasti akan datang kepada kita apabila kita makin mensyukuri ni’mat-ni’mat yang telah ada dan telah diberikan oleh Allah kepada kita.

Celakalah orang-orang yang tidak mensyukuri ni’mat yang Allah telah berikan padanya, maka Allah akan mengadzabnya dengan adzab yang pedih. Dan lepaslah semua ni’mat-ni’mat yang Allah telah berikan padanya. Dan sudah pasti orang yang demikian ini kehidupannya akan selalu dipenuhi dengan penderitaan dan serba kekurangan.

Bagi orang-orang yang beriman harus tertanam kuat dalam hati, bahwa hanya Allah lah yang Maha Pemberi, segala sesuatunya datang dari Allah, sedang yang lain adalah perantara.

Allah lah yang memberikan rezeki kepada tiap-tiap makhluk ciptaanNya, tidak ada satupun makhluk yang terdzalimi karena sesungguhnya Allah juga Maha Adil. Dan sesungguhnya segala sesuatu yang terjadi di dunia ini tidak ada mustahil bagi Allah, Dia yang Maha Perkasa dan Berkuasa atas segala sesuatu, dan setiap yang dikehendaki Allah tidak ada satupun penghalang yang mampu menghentikan-Nya, dan segala sesuatu yang ditiadakan oleh Allah, maka tak satupun makhluk yang bisa mengadakannya.

Maka dari itu kita hanya bisa berharap kepada sumber dari segala sumber kehidupan yakni hanya berharap kepada Allah semata. Seribu jala ditebar dilautan apabila Allah tidak memberikan rezeki pulanglah dengan tangan hampa, akan tetapi satu kail terpasang apabila Allah memberikan rezeki-Nya pulanglah dengan penuh kebahagiaan.

Intinya adalah bahwa hati dan pikiran kita harus tertuju kepada sang Pemberi Rezeki (Allah), sedang jala dan kail adalah sarana. Secara logika hasilnya akan lebih besar yang menggunakan jala, tapi bilamana Allah menghendaki kail yang diberi maka tiadalah yang bisa menghalangi-Nya.

Ada lagi ni’mat yang tidak disangka-sangka. Dan ni’mat ini hanya bisa dirasakan oleh orang-orang yang taqwa saja. Sedangkan orang-orang yang lalai tidak akan pernah merasakan mendapat ni’mat yang datangnya sangat luar biasa.

Bahkan sering tidak masuk akal. Seperti halnya ketika dalam keadaan tidak berdaya untuk melakukan sesuatu tiba-tiba pertolongan Allah dating dengan cara yang belum pernah terpikirkan sama sekali. Seperti dalam firman Allah:

وَمَنْ يَّتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَّه مَخْرَجًا

Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ، وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ فَهُوَ حَسْبُهُ، اِنَّ اللهَ بَالِغُ اَمْرِهِ، قَدْ جَعَلَ اللهُ لِكُلّ شَيْءٍ قَدْرًا

Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu (QS Ath Thalaaq: 2-3)

Demikian Allah menjanjikan kepada orang-orang yang bertaqwa, dan janji Allah adalah sesuatu yang pasti. Mudah-mudahan kita termasuk dalam golonganyang demikian itu. (nDaroe)

JatengPOS, 24 Desember 2014


Leave a Reply