Kunjungan ke MTA Perwakilan Cikarang

KUNJUNGAN-MTA-CIKARANGSeusai pengajian umum di OSO Sopert Center Bekasi, acara Pimpinan Pusat MTA dilanjutkan silaturahim pengurus MTA Pusat dengan pengurus MTA Perwakilan Karawang dan cabang Cikarang.

Berawal dari kajian kelompok yang dilakukan beberapa orang pada tahun 2003, sekarang ini sudah resmi menjadi cabang dengan ratusan warga yang mengikuti pengajian secara aktif. Silaturahim dengan pengurus pusat ini dimanfaatkan oleh warga selain untuk mengenal lebih dekat dengan pengurus pusat, juga minta nasihat dan arahan untuk mengembangkan da’wah Islam dengan tepat, dan agar hasil kajiannya diamalkan hingga bermanfaat.

Ustadz Suhadi yang menjabat ketua pada kepengurusan Pusat MTA menyampaikan arahan dan nasihatnya, agar semua warga kajian Cikarang benar-benar mengamalkan hasil kajiannya dalam kehidupan sehari-hari. dan semakin bersemangat dalam mengikuti kajian dengan tertib dan disiplin. Karena sebaik-baik manusia adalah yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an.

Dan mengajak warga MTA untuk sibuk dalam kebaikan. Mengakhiri nasihatnya ustadz Suhadi mengutip nasihat Ulama terkenal Imam Syafi’i bahwa “jika kamu tidak sibuk dalam kebenaran maka kamu pasti akan sibuk dalam kebathilan”…

Sementara itu ustadz Suharto yang menjabat ketua Umum MTA juga menegaskan kembali bahwa kita harus yakin akan kebenaran yang kita pelajari, yakni Al-Qur’an. Kebenaran Al-Qur’an itu adalah kebenaran yang hakiki, tidak ada keraguan di dalamnya. Seperti firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 2 :

ذٰلِكَ الْكِتبُ لَا رَيْبَ فِيْهِ هُدًى لّلْمُتَّقِيْنَ

Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa

Jadi orang yang bertaqwa tidak akan ragu lagi dalam mengamalkan hasil kajian. Dan yang menjadi tolok ukur kualitas lembaga da’wah MTA bukan dari segi banyaknya jumlah yang mengikuti kajiannya, akan tetapi yang menjadi tolok ukur adalah kesungguhan dalam mempelajari Al-Qur’an, kemudian berusaha untuk memahami dan yang terakhir adalah mengamalkan apa yang telah dipelajarinya, dan apa yang telah dipahaminya dalam kehidupan sehari-hari. Dan orang yang bertaqwa siap menghadapi segala resiko yang disebabkan dari hasil mengamalkan kajiannya. Menutup perjumpaannya disampaikan firman Allah

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِه عِلْمٌ، اِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولـٰۤئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُوْلًا

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya (QS. Al Isra’ 36)

Hendaknya kita mengamalkan sesuatu amalan itu didasari dengan Ilmu, karena segala amalan tanpa disertai ilmu akan sia-sia,,,,(nDaru)


Leave a Reply