BUMI MEMANG BUKAN MILIK MANUSIA.

bumi3Segala puji hanya bagi Alloh Tuhan semesta Alam, Tuhan Langit dan Bumi, Tuhan semesta Alam Raya. Tuhan Dunia dan Akherat. Tuhan segala sesuatu. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau yang selalu mengikuti jalan petunjuk-Nya.

Memasuki zaman hiruk pikuk dengan karya-karya manusia, manusia dihadapkan kepada berbagai macam pola pikir dan kiprah serta ungkapan pribadi-pribadi manusia yang semakin banyak dan beragam. Bila seseorang telah tekun menghayati Al-Qur’an dan As-Sunnah, manusia yang memahami kehendak Alloh maka kemudian akan menuntun jalan dan kiprah hidupnya sesuai dengan yang ditunjukkan oleh Alloh SWT, agar perjalanan hidupnya selaras dan diselaraskan dengan petunjuk Alloh tersebut.

Sibuknya manusia dalam membangun raga, membangun materi telah memunculkan kesibukan diri dengan penuh bangga diri, dan menghasilkan kerapuhan kesadaran jiwa bahwa kehidupan di dunia adalah hidup untuk melihat tanda-tanda keagungan Alloh dan mengaguminya dan kemudian mengagumi Allohu Akbar untuk kemudian selalu cinta beribadah kepada-Nya. Alloh telah menyedarkan manusia denganbeberapa firman-Nya.

 

اللّهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لأَجَلٍ مُّسَمًّى يُدَبِّرُ الأَمْرَ يُفَصِّلُ الآيَاتِ لَعَلَّكُم بِلِقَاء رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ ﴿٢﴾

Alloh-lah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan.Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan.Alloh mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan(mu) dengan Tuhanmu. (QS. 13:2)

 

وَهُوَ الَّذِي مَدَّ الأَرْضَ وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْهَاراً وَمِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ جَعَلَ فِيهَا زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ ﴿٣﴾

Dan Dialah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunungdan sungai-sungai padanya, dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Alloh menutupkan malam kepada siang.Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Alloh) bagi kaum yang memikirkan. (QS. 13:3)

 

وَفِي الأَرْضِ قِطَعٌ مُّتَجَاوِرَاتٌ وَجَنَّاتٌ مِّنْ أَعْنَابٍ وَزَرْعٌ وَنَخِيلٌ صِنْوَانٌ وَغَيْرُ صِنْوَانٍ يُسْقَى بِمَاء وَاحِدٍ وَنُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلَى بَعْضٍ فِي الأُكُلِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ ﴿٤﴾

Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tanam-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya.Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Alloh) bagi kaum yang berfikir. (QS. 13:4)

 

وَهُوَ الَّذِيَ أَنشَأَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ فَمُسْتَقَرٌّ وَمُسْتَوْدَعٌ قَدْ فَصَّلْنَا الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَفْقَهُونَ ﴿٩٨﴾

Dan Dialah yang menciptakan kamu dari seorang diri, maka (bagimu) ada tempat tetap dan tempat simpanan. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda kebesaran Kami kepada orang-orang yang mengetahui. (QS. 6:98)

 

هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاء وَالْقَمَرَ نُوراً وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُواْ عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ مَا خَلَقَ اللّهُ ذَلِكَ إِلاَّ بِالْحَقِّ يُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ ﴿٥﴾

Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Alloh tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. (QS. 10:5)

 

Banyak ayat-ayat yang sejenis, ayat-ayat yang menyadarkan bahwa adanya langit dan bumi dan adanya kehidupan adalah atas kehendak dan karya Alloh SWT. Bukan sebagaimana ungkapan-ungkapan orang-orang KOMUNIS dan ATHEIS, yang membangun OPINI bahwa BUMI milik MANUSIA, dan manusia bebas berkiprah menurut sesuka hati mereka.

Umat Islam dituntun oleh Alloh untuk rajin melaksanakan Dakwah Islam, menyampaikan firman-firman Alloh, agar manusia awam mengetahui asal-usul kehidupan dan mengenal kehendak Alloh adanya kehidupan baik di dunia dan di akherat.

Bila dakwah Islam berhenti dan bila manusia tidak mengenal aturan-aturan kehidupan yang Alloh gariskan, maka boleh jadi manusia akan membangun kelompok-kelompok, komunal-komunal yang akan menjalani hidup sekedar sesuai aturan yang mereka anggab baik dan menguntungkan. Mereka hiruk pikuk dalam kesibukan kerja yang super sibuk, namun tidak terkandung nilai kebaikan dan keselamatan yang universal di dunia dan akherat dan tidak mendapat pahala disisi Alloh.

Betapa Alloh telah menggambarkan tentang arti kematian bagi seorang yang kafir kepada Alloh, bahwa Alloh telah mewarisi bumi, dan kemudian akan mengirimkan orang-orang kafir untuk diletakkan di neraka.

Sungguh bila semua manusia menjadi kafir, Alloh SWT tidak merasa rugi sedikitpun, namun begitu jelas Alloh memberi tahu kepada kita bahwa manusialah yang rugi, karena mereka di akherat akan dibersamakan dengan syaitan di neraka. Kehidupan yang dipenuhi dengan api dan siksa. Dan Bagaimana Alloh sebagai pemilik semesta alam Dia- lah yang akan selalu memelihara semesta Alam sampai waktu yang ditentukan.

 

وَإنَّا لَنَحْنُ نُحْيِي وَنُمِيتُ وَنَحْنُ الْوَارِثُونَ ﴿٢٣﴾

Dan sesungguhnya benar-benar Kami-lah yang menghidupkan dan mematikan dan Kami (pulalah) yang mewarisi. (QS. 15:23)

 

إِنَّا نَحْنُ نَرِثُ الْأَرْضَ وَمَنْ عَلَيْهَا وَإِلَيْنَا يُرْجَعُونَ ﴿٤٠﴾

Sesungguhnya Kami mewarisi bumi dan semua orang-orang yang ada di atasnya, dan hanya kepada Kamilah mereka dikembalikan. (QS. 19:40)

 

Sebaliknya orang-orang yang sombong dan besar kepala dan terus menerus menentang penjelasan-penjelasan dari Alloh, segala keterangan dari Alloh, dan mereka bangga dengan segala kelakuan arogansinya, maka mereka di akherat akan dimasukkan kedalam siksa yang sangat pedih, sebagaimana firman-Nya.

 

إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُواْ عَنْهَا لاَ تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاء وَلاَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ وَكَذَلِكَ نَجْزِي الْمُجْرِمِينَ ﴿٤٠﴾

Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lobang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. (QS. 7:40)

 

فَادْخُلُواْ أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا فَلَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ ﴿٢٩﴾

Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahannam, kamu kekal di dalamnya.Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu. (QS. 16:29)

 

وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا وَلَّى مُسْتَكْبِراً كَأَن لَّمْ يَسْمَعْهَا كَأَنَّ فِي أُذُنَيْهِ وَقْراً فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ ﴿٧﴾

Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih. (QS. 31:7)

 

وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ تَرَى الَّذِينَ كَذَبُواْ عَلَى اللَّهِ وُجُوهُهُم مُّسْوَدَّةٌ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِّلْمُتَكَبِّرِينَ ﴿٦٠﴾

Dan pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Alloh, mukanya menjadi hitam. Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri? (QS. 39:60)

 

Memang BUMI bukan MILIK MANUSIA, namun dia adalah milik Alloh Tuhan semesta Alam. Ketika kita terlahir di atasnya, adalah karena Karunia-Nya, maka marilah kita bersyukur kepada-Nya dengan cara kita tekun mempelajari Al-Qur’an dan As-Sunnah, dan kemudian kita bersabar selalu dijalan-jalan yang telah ditunjukkan oleh Alloh untuk sampai ke SURGA Alloh yang tinggi di akherat kelak, sebagaimana dalam firman-Nya.

 

وَتَرَى الْمَلَائِكَةَ حَافِّينَ مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَقُضِيَ بَيْنَهُم بِالْحَقِّ وَقِيلَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٧٥﴾

Dan kamu (Muhammad) akan melihat melaikat-malaikat berlingkar disekeliling ‘Arsy bertasbih sambil memuji Tuhan-nya; dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan adil dan diucapkan: “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam”. (QS. 39:75)

 

Segala puji bagi Alloh yang telah memperkenalkan kita jalan-jalan untuk selalu dekat kepada-Nya dengan tekun menempuh jalan-jalan kebaikan dan jalan ibadah kepada-Nya dan menjadi manusia-manusia yang didekatkan kepada Alloh di dunia dan di akherat. Semoga Alloh menunjuki kita semua, dan memberi kekuatan kepada kita untuk bersyukur kepada-Nya.   Wallohu a’lam.


One Response to “BUMI MEMANG BUKAN MILIK MANUSIA.”

  1. 1
    Maskatno Giri Says:

    Terima kasih atas artikelnya. Jelas sangat bermanfaat. Alloh SWT pasti akan membalas dengan kebaikan.

Leave a Reply