MABIT MTA 2014

MABIT-MTA-2014Solo (26/12). Seiring dengan perkembangan da’wah yang kian pesat, menjadikan lembaga da’wah MTA (Majlis Tafsir Al-Qur’an) dikenal diseluruh tanah air, bahkan sampai ke berbagai negara, baik di Asia, Eropa, maupun sampai ke Amerika.

Hal ini tak lepas dari pemanfa’atan media informatika yang tepat. Da’wah yang dilakukan MTA disiarkan melaui media radio satelit dan TV, meluaskan jangkauan ke segala penjuru nusantara, bahkan sudah mendunia. Bahkan salah satu stasiun TV mancanegara DAAI TV pernah meliput kegiaatan pengajian dan kemanusiaan yang dilaksanakan di MTA Perwakilan Medan.

Selain ditunjang oleh tekhnologi yang canggih dan sarana yang sangat memadai, cara penyampaian materi kajian yang disampaikan oleh Al-Ustadz Drs. Ahmad Sukina sangat mudah diterima oleh berbagai kalangan, mereka yang berpendidikan rendah bahkan yang tidak tamat SD pun bisa memahami, apalagi yang berpendidikan tinggi. Metode inilah yang menjadi daya tarik sehingga sampai saat ini ratusan cabang baru tersebar di seluruh Nusantara.

Untuk itu Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA) dalam upaya lebih meningkatkan pelayanannya terhadap ummat, mengadakan pembekalan dan pendidikan khusus kepada pengurus cabang dan perwakilan yang ada, agar lebih memahami tentang tugas-tugas sebagai pengurus yang dibebankan di pundaknya.

Karena sebagai pengurus tidak akan mendapatkan upah sepeserpun dari tugas jabatannya, dan apa yang menjadi tanggungjawabnya, hanya semata mengharap ridla Allah. Tugas mulia yang diamanahkan adalah sebagai pelayan ummat, dan melayani warga dan masyarakat yang memerlukan bantuannya.

Upaya dalam memberikan pembekalan dan pendidikan tentang mengelola majlis ini dikemas dalam bentuk acara MABIT, yaitu bermalam beberapa hari di MTA Pusat. Dalam acara ini para pengurus dibekali dengan berbagai macam materi yang berkaitan dengan tata kelola majlis.

Dalam acara ini juga bisa menjadi ajang untuk saling mengenal diantara sesama pengurus dan saling tukar-menukar pengalaman dalam berbagai hal. Acara yang dimulai Jum’at 26 Desember2014 ini dibuka oleh pimpinan Pusat MTA. Al-Ustadz Drs. Ahmad Sukina, dan akan berakhir pada 28 Des. 2014.

Dalam sambutannya pada acara pembukaan Mabit yang bertempat di Asrama Putra SMA MTA Semanggi, Pasar Kliwon Surakarta. Beliau menekankan bahwa tujuan diadakan pembekalan terhadap pengurus cabang dan perwakilan agar nantinya dalam mengelola majlis tidak dikelola secara asal-asalan, karena tTidak sama dengan mengelola organisasi-organisasi lain.

Di dalam mengelola majlis harus bisa mendidik agar warga dan ummat yang diampunya berani mencurahkan isi hatinya. Selain harus profesional sebagai pelayan ummat, dan amanah terhadap apa yang telah dibebankan diatas pundaknya. Sebagai pengurus juga harus bisa menjaga persatuan.

Mengutip yang diungkapkan oleh Ali bin Abu Thalib bahwa

لَا غَلَبَةَ اِلَّا بِالْقُوَّةِ وَ لَا قُوَّةَ اِلَّا بِاْلاِتّحَادَ وَ لَا اِتّحَادَ اِلَّا بِالْفَضَائِلِ وَ لَا فَضَائِلَ اِلَّا بِالدّيْنِ وَ لَا دِيْنَ اِلَّا مَا وَافَقَ الْقُرْاٰنَ وَ السُّنَّةَ

”Tidak ada kemenangan tanpa adanya kekuatan, dan tidak ada kekuatan tanpa adanya persatuan. Tidak ada persatuan tanpa adanya keutamaan. Tidak ada keutamaan tanpa adanya agama, dan tidak dianggap agama kalau tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah”.

Disamping itu sebagai seorang pemimpin harus tahan terhadap berbagai ujian, cobaan, dan segala hal yang menimpanya,,,,(nDaRu/Wahid)

 


Leave a Reply