Menjauhi Hal-Hal Yang Dimurkai Alloh SWT.

pernyataan-sikap-mta-isisSegala puji bagi Alloh, Alloh Dialah Tuhan Pencipta, Pemelihara dan Pemilik Semesta Alam Raya. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW, Keluarga, Sahabat dan seluruh pengikutnya yang selalu mengikuti jalan petunjuk-Nya.

Manusia perlu menyadari bahwa dirinya adalah makhluq ciptaan Alloh yang bila dibandingkan dengan makhluq-makhluq yang lain disatu sisi memiliki kelebihan, namun disisi lain juga banyak kekurangan. Sebagai contoh manusia bila terlena bisa mati karena virus-virus yang amat kecil, demikian pula manusia sangat lemah ditengah ganasnya ombak lautan. Dan bila manusia menyadari tentang kecilnya bumi, bahkan bumi sesuatu yang amat lemah diangkasa raya, sebagaimana firman Alloh.

 

إِنَّ اللَّهَ يُمْسِكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ أَن تَزُولَا وَلَئِن زَالَتَا إِنْ أَمْسَكَهُمَا مِنْ أَحَدٍ مِّن بَعْدِهِ إِنَّهُ كَانَ حَلِيماً غَفُوراً ﴿٤١﴾

Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (QS. 35:41)

 

Ketika manusia telah memuja kekafiran dan atheisme, banyak diantara mereka yang mengira bahwa mereka ada dengan sendirinya dan mereka bebas berbuat apa saja. Dan bahkan mereka merasa bahwa bumi milik manusia dan mau diatur-atur sekedar dengan segenggam otak yang terbuat dari sekepal tanah yang ada di kepala manusia, mereka merasa sombong diri dan menolak kekuasaan Alloh SWT atas mereka.

 

وَقَالُوا مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُ وَمَا لَهُم بِذَلِكَ مِنْ عِلْمٍ إِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ ﴿٢٤﴾

Dan mereka berkata:”Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa”, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja. (QS. 45:24)

 

فَعَقَرُواْ النَّاقَةَ وَعَتَوْاْ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ وَقَالُواْ يَا صَالِحُ ائْتِنَا بِمَا تَعِدُنَا إِن كُنتَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ ﴿٧٧﴾

Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. Dan mereka berkata:”Hai Shaleh, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah)”. (QS. 7:77)

 

وَلاَ تَكُونُواْ كَالَّذِينَ خَرَجُواْ مِن دِيَارِهِم بَطَراً وَرِئَاء النَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ اللّهِ وَاللّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ ﴿٤٧﴾

Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampung-kampung dengan rasa angkuh dan dengan maksud ria kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan. (QS. 8:47)

 

وَاسْتَكْبَرَ هُوَ وَجُنُودُهُ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ إِلَيْنَا لَا يُرْجَعُونَ ﴿٣٩﴾

Dan berlaku angkuhlah Fir’aun dan bala tentaranya di bumi (Mesir) tanpa alasan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami. (QS. 28:39)

 

فَتَوَلَّ عَنْهُمْ فَمَا أَنتَ بِمَلُومٍ ﴿٥٤﴾

Maka mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya, lalu mereka disambar petir sedang mereka melihatnya. (QS. 51:44)

 

Segala puji hanya bagi Alloh, Dia Alloh Tuhan semesta Alam, Tuhan Pencipta, Pemelihara dan Pemilik di seluruh penjuru Alam. Bila manusia Enggan untuk bertaat kepada-Nya manusia pasti akan secara otomatis menelusuri jalan-jalan Kekacauan, Kehancuran dan Kemusnahan. Manusia ibarat sebuat robot yang Alloh-lah penciptanya dan Dia pula Yang Maha Tahu segala rahasianya, mengapa manusia tetap akan terus bersombong?.

 

1. Langkah Awal Menuju Jalan Kehancuran.

Alloh SWT, Tuhan yang amat sayang kepada manusia yang tunduk patuh kepada-Nya, namun Alloh sangat benci kepada orang-orang yang menempuh jalan merusak diri, mencelakakan diri dan menghancurkan diri. Bila manusia enggan mempelajari kehendak-kehendak Alloh atas mereka, mengapa mereka ada di dunia, untuk apa di dunia dan akan kemana setelah kematian, maka kadang manusia bersikap angkuh kepada penyeru-penyeru kepada kesholehan. Dan bila itu terjadi rusaklah jiwa manusia, dan selanjutnya akan diikuti dengan butanya hati, sebagaimana firman-Nya

 

أَوَلَمْ يَهْدِ لِلَّذِينَ يَرِثُونَ الأَرْضَ مِن بَعْدِ أَهْلِهَا أَن لَّوْ نَشَاء أَصَبْنَاهُم بِذُنُوبِهِمْ وَنَطْبَعُ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لاَ يَسْمَعُونَ ﴿١٠٠﴾

Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)? (QS. 7:100)

 

Apa yang akan terjadi dalam diri manusia-manusia yang menolak dan bersombong dengan petunjuk Alloh adalah, mereka akan memiliki kecintaan yang luar biasa untuk selalu berbuat dosa dan akhirnya hatinya tertutup dengan dosa-dosa. Dan menjadi hati membatu. Dan tidak lagi mampu hati mereka menerima nasehat dan bahkan menganggap nasehat adalah penghalang bagi kesukaan mereka untuk memuaskan hawa nafsu.

 

2. Tanda-tanda Awal Menuju jalan Kehancuran

Langkah berikutnya, bila manusia tidak mau sadar diri dengan bimbingan dan petunjuk Alloh, bahkan manusia terus memutar otak untuk melawan Keagungan dan Kebesaran Alloh, dan sudah semakin besar penyakit sombong diri, maka pribadi-pribadi manusia akan terjangkiti penyakit adigang-adigung–adiguna, sehingga terjadilah perpecahan dimana-mana sebagaimana firman-Nya.

 

قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَن يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَاباً مِّن فَوْقِكُمْ أَوْ مِن تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعاً وَيُذِيقَ بَعْضَكُم بَأْسَ بَعْضٍ انظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ ﴿٦٥﴾

Katakanlah: “Dia yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian) kamu kepada keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya). (QS. 6:65)

 

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكاً وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى ﴿١٢٤﴾

Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. (QS. 20:124)

 

Manusia yang terus menerus bersombong kepada Alloh, dan tidak mau mentaati Alloh, secara terus menerus hatinya akan ditumbuhi dengan penyakit-penyakit hati yang menghancurkan kearifan dan sekaligus menyuburkan sifat-sifat buruknya, dan akan mengemuka ke permukaan dalam bentuk pertikaian-pertikaian yang tajam.

Manusia perlu melihat dengan teliti dalam keluarganya masing-masing. Ketika diantara mereka ada yang sangat kecanduan dengan perbuatan dosa apapun bentuknya, maka keluarga itu tidak akan pernah rukun dan serasi, yang ada adalah saling benci dan saling mencelakai dan saling menghancurkan.

Manusia yang telah kenyang dengan dosa dan kesombongan, hatinya semakin sempit dan sesak. Sifat-sifat jahat dan putus asa sering menonjol, menimbulkan perilaku kemunduran hidup. Hidup hanya mengejar kesenangan indrawi, tanpa ada ingat dengan kebutuhan rohani. Dan terus berbangga dengan sesuatu yang remeh temeh tanpa arti dan bahkan bangga dengan sesuatu kenistaan. Bangga dengan sesuatu yang nista di hadapan Alloh.

 

3. Kehancuran Yang Makin Wujud Dalam Kehidupan Nyata

Bila manusia terus menerus sombong diri dan tetap tidak mau tau dengan peringatan-peringatan dini yang Alloh turunkan kepada mereka, maka bila Alloh masih berkehendak kesadaran bagi mereka, maka Alloh akan mengingatkan mereka dengan peringatan yang lebih keras. Alloh akan turunkan bencana-bencana agar mereka kembali sadar dan kembali kepada jalan Alloh SWT. Tuhan semesta Alam, sebagaimana firman-Nya

 

أَفَلَمْ يَرَوْا إِلَى مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُم مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ إِن نَّشَأْ نَخْسِفْ بِهِمُ الْأَرْضَ أَوْ نُسْقِطْ عَلَيْهِمْ كِسَفاً مِّنَ السَّمَاءِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً لِّكُلِّ عَبْدٍ مُّنِيبٍ ﴿٩﴾

Maka apakah mereka tidak melihat langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau Kami jatuhkan kepada mereka gumpalan dari langit. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Tuhan) bagi setiap hamba yang kembali (kepada-Nya). (QS. 34:9)

 

Jangan pernah manusia lupa kepada asal-muasal kehidupan, jangan sampai manusia lupa dengan Alloh yang telah menciptakan segenap kehidupan. Dan jangan lupa manusia dengan petunjuk-petunjuk Alloh, Bahkan Alloh dapat melenyapkan seluruh ciptaannya.

Wahai manusia, tanyakan kepada diri masing-masing, Bahwa Alloh telah memberikan kehidupan dan segala fasilitas kehidupan kepada kita. Tanyakan dihati yang terdalam, seberapa waktu yang Engkau gunakan untuk merenungi firman-firman Alloh, petunjuk-petunjuk Alloh, serta nasehat-nasehat Rasulullah. Seberapa bangga kita denga predikat harga diri di mata manusia, namun tidak bangga dengan uluran kasih sayang Alloh. Petunjuk Alloh Al-Qur’an dan Nasehat Rasulullah, telah kita abaikan dan tidak pernah kita tekuni dengan serius.

Wahai manusia apakah kita terus akan bersikap lupa ???, bahwa janji Alloh pasti akan berlaku kepada setiap diri manusia, sebagaimana firman-Nya

 

ثُمَّ أَنتُمْ هَـؤُلاء تَقْتُلُونَ أَنفُسَكُمْ وَتُخْرِجُونَ فَرِيقاً مِّنكُم مِّن دِيَارِهِمْ تَظَاهَرُونَ عَلَيْهِم بِالإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَإِن يَأتُوكُمْ أُسَارَى تُفَادُوهُمْ وَهُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيْكُمْ إِخْرَاجُهُمْ أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ فَمَا جَزَاء مَن يَفْعَلُ ذَلِكَ مِنكُمْ إِلاَّ خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَى أَشَدِّ الْعَذَابِ وَمَا اللّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ ﴿٨٥﴾

Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu-membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu. Apakah kamu beriman kepada sebagian dari Al-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat. (QS. 2:85)

 

Bila ayat ini ada terkandung dalam Al-Qur’an, maka bukan saja peringatan itu untuk Bani Israil, namun untuk kita seluruh umat manusia. Karena Al-Qur’an Alloh berikan kepada Rasulullah Muhammad SAW dan untuk segenap umat mansia hingga akhir zaman terutama untuk kita umat Islam. Bila manusia sudah menjauhi tuntunan Alloh, maka akan muncul pertikaian diantara mereka. Dan berakibat siksa dunia dan akherat bagi mereka.

 

4. Manusia Yang Tekun Menempuh jalan Bahagia.

Kapan lagi manusia akan bersegera menempuh jalan bertaubat. Alloh memberi kesempatan bertaubat kepada manusia hingga terbitnya matahari dari barat. Dan Alloh memberi kesempatan manusia untuk bertaubat hingga ruh sampai ke kerongkongan, sebagaimana firman-Nya

 

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعاً إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ ﴿٥٣﴾ وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِن قَبْلِ أَن يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ ﴿٥٤﴾ وَاتَّبِعُوا أَحْسَنَ مَا أُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَكُمُ العَذَابُ بَغْتَةً وَأَنتُمْ لَا تَشْعُرُونَ ﴿٥٥﴾

Katakanlah:”Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu terputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 39:53)

 Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). (QS. 39:54)

 Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya, (QS. 39:55)

 

 

أَن تَقُولَ نَفْسٌ يَا حَسْرَتَى علَى مَا فَرَّطتُ فِي جَنبِ اللَّهِ وَإِن كُنتُ لَمِنَ السَّاخِرِينَ ﴿٥٦﴾ أَوْ تَقُولَ لَوْ أَنَّ اللَّهَ هَدَانِي لَكُنتُ مِنَ الْمُتَّقِينَ ﴿٥٧﴾ أَوْ تَقُولَ حِينَ تَرَى الْعَذَابَ لَوْ أَنَّ لِي كَرَّةً فَأَكُونَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ ﴿٥٨﴾ بَلَى قَدْ جَاءتْكَ آيَاتِي فَكَذَّبْتَ بِهَا وَاسْتَكْبَرْتَ وَكُنتَ مِنَ الْكَافِرِينَ ﴿٥٩﴾ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ تَرَى الَّذِينَ كَذَبُواْ عَلَى اللَّهِ وُجُوهُهُم مُّسْوَدَّةٌ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِّلْمُتَكَبِّرِينَ ﴿٦٠﴾

supaya jangan ada orang yang mengatakan:”Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah). (QS. 39:56)

 atau supaya jangan ada yang berkata:”Kalau sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah aku termasuk orang-orang yang bertaqwa”. (QS. 39:57)

 Atau supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab:”Kalau sekiranya aku dapat kembali (ke dunia), niscaya aku akan termasuk orang-orang yang berbuat baik”( (QS. 39:58)

 (Bukan demikian) sebenarnya telah datang ketetapan-ketetapan-Ku kepadamu lalu kamu mendustakannya dan kamu menyombongkan diri dan kamu adalah termasuk orang-orang yang kafir”. (QS. 39:59)

 Dan pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, mukanya menjadi hitam.Bukankahdalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri? (QS. 39:60)

 

Segala puji bagi Alloh, wahai manusia, marilah kita menyadari diri siapa diri kita dan untuk apa kita dihidupkan di dunia, dan akan kemana setelah kita hidup, kita akan menuju kepada alam berikutnya alam kubur. Mari kita umat manusia segera bertaubat, atau Alloh akan menurunkan ketetapan-Nya.

Semoga umat manusia menyadari kekeliruannya dan mau bertaubat, bila tidak mau bertaubat pasti ketentuan Alloh akan berlaku secara adil bagi segenap manusia. Wallohu a’lam.


5 Responses to “Menjauhi Hal-Hal Yang Dimurkai Alloh SWT.”

  1. 5
    djoko purwanto Says:

    Semoga dgn uraian ini menjdikan kita lebih  bisa mawas diri dan lebih bisa mengoreksi diri kita sendiri. selamat pada semua warga mta dimanabsaja berada.

  2. 4
    Maskatno Giri Says:

    http://sukatnowonogiribelajar.blogspot.com/

  3. 3
    Maskatno Giri Says:

    mestinya kita semakin bersyukur krn kita mendapat hidayah . Selamaat n sukses seluruh warga MTA dan umat Islam secara umum. Salam dari saya alumni SMA MTA . Kunjungi blog motivasi kami : Maskatno Giri atau sukatnowonogiribelajar.

  4. 2
    wardana Says:

    Memang penyimpangan lahiriyah mudah terbaca, KORUPSI, MENCURI,..mudah dibaca buktinya..namun orang sering tidak tahu dengan sebab-sebab penyimpangan jiwa…kenapa manusia suka berbuat kejahatan ? apa yang MENDORONGNYA untuk berbuat jahat….sering kita manusia membiarkan TELMI dalam masalah sebab-sebab penyimpangan jiwa…..karena diri manusia masih dalam kubangan kebodohan, namun sombong…bodoh masalah jiwa…. ..tapi sombong kepada Allah, nggak mau diberi tahu Allah..sombong sekali …nasehat dari ALLAH diabaikan….

  5. 1
    wardana Says:

    kenapa manusia sering TELMI (TELAT MIKIR), padahal masalah kehancuran moral sudah begitu nyata masih dibiarkan terus berlanjut…semoga tulisan ini menyadarkan manusia dari TELMI..sebelum akibat selanjutnya berlanjut lebih parah..

Leave a Reply