Dakwah Bil Hikmah, “NGEMONG” UMAT

pernyataan-sikap-mta-isisSegala puji bagi Alloh, Dia Tuhan Pencipta, Pemelihara dan Penguasa Semesta Alam Raya, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya yang selalu mengikuti jalan petunjuk-Nya, salam untuk para Nabi dan para Rasul semuanya.

Segala puji bagi Alloh, sungguh kejadian yang amat kontras telah kita lihat di tengah-tengah masyarakat modern di jaman ini. Bila kita melihat bagaimana sebuah pengumuman terpampang di Media, apakah itu pengumuman tentang penerimaan pegawai negri sipil atau pengumuman tentang tata cara pendaftaran masuk sebuah sekolah, maka begitu antusiasme masyarakat untuk mencermati pernik-pernik aturan yang begitu panjang dan bertele-tele, sungguh manusia sangat antusias untuk memahami dan kemudian rajin menyiapkan dan tekun untuk melakukan aturan-aturan tersebut.

Sebaliknya bila manusia diberi tahu tentang aturan dalam agama Islam, berkaitan dengan jalan-jalan yang datang dari Alloh, yang dijadikan aturan untuk menjadikan manusia selamat dan bahagia di dunia dan di akherat, dan bagaimana manusia bisa dicintai Alloh Tuhan semesta Alam. Dan Bahkan telah diberikan sebuah Kitab Suci (Al-Qur’an) yang begitu mudah untuk dibaca dan dipelajari, namun respon manusia begitu amat tidak hirau dan amat lambat.

Sebenarnya Alloh mampu memberikan balasan yang tepat kepada manusia yang tidak hirau dengan tuntunan agama Alloh dengan balasan di dunia, namun yang pasti Alloh akan memberi balasan yang tepat di akherat kelak dengan balasan yang setimpal. Sebagaimana firman-Nya

 

وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوا مَا تَرَكَ عَلَى ظَهْرِهَا مِن دَابَّةٍ وَلَكِن يُؤَخِّرُهُمْ إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى فَإِذَا جَاء أَجَلُهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِعِبَادِهِ بَصِيراً ﴿٤٥﴾

Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu makhluk yang melatapun akan tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka, sampai waktu yang tertentu; maka apabila datang ajal mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya. (QS. 35:45)

 

وَكَأَيِّن مِّن قَرْيَةٍ أَمْلَيْتُ لَهَا وَهِيَ ظَالِمَةٌ ثُمَّ أَخَذْتُهَا وَإِلَيَّ الْمَصِيرُ ﴿٤٨﴾

Dan berapalah banyaknya kota yang Aku tangguhkan (azab-Ku) kepadanya, yang penduduknya berbuat zalim, kemudian Aku azab mereka, dan hanya kepada-Kulah kembalinya (segala sesuatu). (QS. 22:48)

 

Kita melihat tingkah laku umat manusia yang begitu lemah untuk merespon petunjuk Alloh, aturan Alloh dan kasih sayang Alloh. Betapa Al-Qur’an Kitab Suci yang begitu mulia dan penuh dengan rahmat Alloh, namun begitu lemah respon umat manusia kepadanya.

Semua kita orang tua akan berpikir, bagaimanakah bila anak-anak kita dan orang-orang yang menjadi tanggungan di rumah kita meremehkan aturan-aturan yang telah kita tetapkan. Mereka menjadi orang-orang yang kita cukupi dan kita nafkahi dan dalam pemeliharaan kita, namun mereka tidak mau peduli dengan aturan yang kita tetapkan untuk mereka.

Demikian pula Alloh SWT. yang telah berkehendak menciptakan manusia sebagai makhluq yang diberi kemampuan lebih, dan diberi tugas dan tanggung jawab yang lebih. Lalu mereka tidak hirau dan amat lemah dalam merespon peraturan dan ketentuan yang datang dari Alloh yang telah Alloh buat untuk ditaati oleh manusia. Dapat dipahami pasti sampai waktunya Alloh akan menetapkan keputusan hukuman bagi mereka.

Marilah kita umat manusia kembali menghargai segala yang datang dari Alloh, mau untuk mengetahui kehendak Alloh, dan mau untuk mengikuti jalan-jalan petunjuk Alloh, sebelum Alloh kemudian medatangkan siksaan kepada mereka.

 

فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ فَيُوَفِّيهِمْ أُجُورَهُمْ وَيَزيدُهُم مِّن فَضْلِهِ وَأَمَّا الَّذِينَ اسْتَنكَفُواْ وَاسْتَكْبَرُواْ فَيُعَذِّبُهُمْ عَذَاباً أَلُيماً وَلاَ يَجِدُونَ لَهُم مِّن دُونِ اللّهِ وَلِيّاً وَلاَ نَصِيراً ﴿١٧٣﴾

Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal saleh, maka Allah akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk mereka sebagian dari karunia-Nya. Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih, dan mereka tidak akan memperoleh bagi diri mereka, pelindung dan penolong selain daripada Allah. (QS. 4:173)

 

قُلْ أَرَأَيْتَكُمْ إِنْ أَتَاكُمْ عَذَابُ اللّهِ بَغْتَةً أَوْ جَهْرَةً هَلْ يُهْلَكُ إِلاَّ الْقَوْمُ الظَّالِمُونَ ﴿٤٧﴾

Katakanlah:”Terangkanlah kepadaku, jika datang siksaan Allah kepadamu dengan sekonyong-konyong atau terang-terangan, maka adakah yang dibinasakan (Allah) selain orang-orang yang zalim. (QS. 6:47)

 

وَكَم مِّن قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا فَجَاءهَا بَأْسُنَا بَيَاتاً أَوْ هُمْ قَآئِلُونَ ﴿٤﴾

Betapa banyaknya negeri yang telah Kami binasakan, maka datanglah siksaan Kami (menimpa penduduk)nya di waktu mereka berada di malam hari, atau di waktu mereka beristirahat di tengah hari. (QS. 7:4)

 

Segala puji bagi Alloh, banyak manusia yang tidak mau tau dan tidak mau tau kepada aturan Alloh, dan mereka merasa bangga dengan aturan-aturan yang ada pada mereka. Padahal mereka hidup diatas bumi Alloh, dan bahkan mereka dihidupkan oleh Alloh namun mereka mengabaikan kasih sayang Alloh.

 

فَلَوْلا إِذْ جَاءهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُواْ وَلَـكِن قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ ﴿٤٣﴾ فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُكِّرُواْ بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُواْ بِمَا أُوتُواْ أَخَذْنَاهُم بَغْتَةً فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ ﴿٤٤﴾

Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras dan syaitanpun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan. (QS. 6:43)

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka gembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. (QS. 6:44)

 

Dengan alasan apalagi akan kita unjukkan kepada Alloh, ketika manusia telah beramai-ramai meninggaklan ketaatan kepada Alloh kita terus menerus memberi kesempatan kepada umat manusia untuk terang-terangan mengabaikan dan melanggar aturan Alloh, apakah kita akan membiarkan umat ini akan masuk kedalam ketetapan hukuman dari Alloh?. Segala puji bagi Alloh, bila Alloh memberi hukuman kepada umat manusia pasti disebabkan oleh karena manusia sudah terlalu jauh mengabaikan aturan-aturan Alloh.

Alloh pun bisa berkehendak untuk menangguhkan siksa tersebut, sehingga di dunia dibiarkan leluasa berbuat durhaka kepada Alloh, namun mereka tidak akan bisa mengelak dari adzab Alloh di alam kubur dan di alam akherat, atas kedurhakaan mereka sewaktu mereka hidup di Dunia. Akan seberapa jauh lagi kita harus “NGEMONG” umat ini. Apakah setelah mereka terjatuh di NERAKA ???, semoga Alloh menyadarkan kita semua.   Wallohu a’lam.


Leave a Reply