Momentum SUPER DAHSYAT Dalam MERESAPI TAUHID

pernyataan-sikap-mta-isisSegala puji bagi Alloh, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Saw, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Nya.

Alloh SWT adalah ilah Yang Esa, Dia ilah yang Esa yang telah berkehendak menciptakan segala makhluq termasuk manusia. Segala Apa yang diciptakan menurut sunatullah yang telah Dia tetapkan. Dan Perubahan dalam ciptaannya pun akan mengikuti kehendak-Nya, sebagaimana firman-Nya

 

سُنَّةَ مَن قَدْ أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِن رُّسُلِنَا وَلاَ تَجِدُ لِسُنَّتِنَا تَحْوِيلاً ﴿٧٧﴾

(Kami menetapkan yang demikian) sebagai suatu ketetapan terhadap rasul-rasul Kami yang Kami utus sebelum kamu dan tidak akan kamu dapati perubahan bagi ketetapan Kami itu. (QS. 17:77)

 

سُنَّةَ اللَّهِ فِي الَّذِينَ خَلَوْا مِن قَبْلُ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلاً ﴿٦٢﴾

Sebagai sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu sebelum(mu), dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunnah Allah. (QS. 33:62)

 

سُنَّةَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلُ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلاً ﴿٢٣﴾

Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu. (QS. 48:23)

 

Bahkan sunatulloh itu Alloh tetapkan 50 ribu tahun sebelum Alloh menciptakan makhluqnya. Dan Alloh telah pula menetapkan sunatulloh tentang perubahan dalam kehidupan manusia harus dimulai dalam diri (anfus) manusia sebagaimana firman-Nya.

 

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِّن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللّهِ إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللّهُ بِقَوْمٍ سُوءاً فَلاَ مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَالٍ ﴿١١﴾

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (QS. 13:11)

 

Perubahan jalan kehidupan manusia haruslah dimulai dari anfus (jiwa, diri) manusia. Diawali dari perubahan pola berfikir, pola berperasaan, pola hati, pola jiwa yang terwujud dalam kebenaran-kebenaran nyata dalam pengalaman dan pengamalan amal serta pengalaman dan pengamalan batin.

 

1. TAUHID RUBUBIYAH

Alloh SWT , Tuhan Yang Maha Esa (Tunggal/Satu) menyatakan diri dalam TAURAT, INJIL dan AL-QUR’AN bahwa DIA lah yang telah menciptakan semesta Alam Raya sebagaimana dalam banyak firman-Nya

 

إِنَّ رَبَّكُمُ اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثاً وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلاَ لَهُ الْخَلْقُ وَالأَمْرُ تَبَارَكَ اللّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ ﴿٥٤﴾

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Tuhan semesta alam. (QS. 7:54)

 

الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ الرَّحْمَنُ فَاسْأَلْ بِهِ خَبِيراً ﴿٥٩﴾

Yang Menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia. (QS. 25:59)

 

Dan Alloh pulalah yang menciptakan segala jenis makhluq bahkan dari Malaikat, Jin, Manusia, dan makhluq melata yang disebarkan di seluruh Jagat Raya. Semuanya adalah ciptaan Alloh Tuhan Yang Maha Esa yang semuanya harus tunduk patuh kepada Alloh.

 

وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَثَّ فِيهِمَا مِن دَابَّةٍ وَهُوَ عَلَى جَمْعِهِمْ إِذَا يَشَاءُ قَدِيرٌ ﴿٢٩﴾

Dan di antara ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan)-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya. (QS. 42:29)

 

Segala puji hanya bagi Alloh Yang Esa. Semoga seluruh manusia mau dituntun oleh Alloh menempuh jalan kebenaran.

 

2. TAUHID ULUHIYAH

Setelah Alloh memperkenalkan akan ke ESA an-Nya kemudian Alloh mengenalkan untuk apa makhluq-makhluq itu diciptakan. Apa kehendak Alloh yang Esa itu menciptakan makhluq manusia, sebagaimana firman-Nya

 

وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ سَيُرِيكُمْ آيَاتِهِ فَتَعْرِفُونَهَا وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ ﴿٩٣﴾

Dan katakanlah:”Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kamu akan mengetahuinya. Dan Tuhanmu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan”. (QS. 27:93)

 

تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ وَإِن مِّن شَيْءٍ إِلاَّ يُسَبِّحُ بِحَمْدَهِ وَلَـكِن لاَّ تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ إِنَّهُ كَانَ حَلِيماً غَفُوراً ﴿٤٤﴾

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (QS. 17:44)

 

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ ﴿٥٦﴾

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (QS. 51:56)

 

Dari zaman Nabi Adam hingga Nabi Muhammad SAW, hingga hari Qiyamat Alloh terus menerus menurunkan Syariatnya yang harus dijalani manusia. Bahkan setelah Rasulullah Muhammad SAW, Rasul Alloh terakhir. Maka Alloh memunculkan MUJADDID, agar Islam kembali dijalankan dengan lurus sesuai kelurusannya di jaman Rasulullah Muhammad SAW, disegarkan dan disemaikan kelurusannya. Maka manusia harus tekun menelusuri jalan sesuai syareat terakhir, syareat yang dibawa Rasulullah Muhammad SAW.

 

شَرَعَ لَكُم مِّنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحاً وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَن يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَن يُنِيبُ ﴿١٣﴾

 

Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya.Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya.Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). (QS. 42:13)

 

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفاً فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ ﴿٣٠﴾

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.(Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui, (QS. 30:30)

 

Disanalah letak manusia SHOLIH, CERDAS, BERSIH HATI, TEKUN, untuk meresapi Al-Qur’an dan As-Sunnah, untuk benar-benar disesuaikan dengan petunjuk Alloh dan Rasul-Nya kemudian diajarkan dan diamalkan kepada seluruh umat manusia di muka bumi di jaman mereka masing-masing. Sifat dakwah tidak hanya GLOBE-ALL namun Alloh SWT menghendaki UNIVERSE – ALL, sehingga tembus sampai surga Alloh di Akherat. Umat awam perlu mendapatkan pengajaran yang lurus dan benar sesuai kehendak Alloh dan Rasul-Nya.

 

الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَتْلُونَهُ حَقَّ تِلاَوَتِهِ أُوْلَـئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ وَمن يَكْفُرْ بِهِ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ ﴿١٢١﴾

Orang-orang yang telah kami beri Al-Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barang siapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi. (QS. 2:121)

 

Jangan sampai manusia awam dibawa larut kepada perbedaan yang berlarut-larut yang sangat berbelit dan berbelit. Jangan sampai waktu hidup manusia habis untuk membahas ratusan ribu perbedaan yang seharusnya tidak perlu mengganggu dalam kehidupan masa kini. Waktu habis untuk hidup dalam kebingungan.

 

 

3. TAUHID ASMA’ WA SYIFAT

Alloh telah memperkenalkan dirinya kepada makhluq manusia. Dan manusia-manusia yang menyiapkan diri dengan kebersihan hati akan dengan mudah untuk mengenal tanda-tanda kebesaran Alloh di muka bumi. Dan Alloh mengenalkan dirinya dalam Al-Qur’an dengan sifat-sifat-Nya yang MAHA MULIA sebagaimana firman-NYa

وَلِلّهِ الأَسْمَاء الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُواْ الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَآئِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ ﴿١٨٠﴾

Hanya milik Allah asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. 7:180)

 

Manusia dijelaskan oleh Alloh SWT tentang DIRI Alloh SWT. Di dunia manusia baru bisa merasakan tanda-tanda KEBESARAN dan KEAGUNGAN Alloh SWT. Indra manusia tidak akan mampu melihat Keagungan Alloh di Dunia sebagaimana dalam kisah Nabi IBRAHIM dan nabi MUSA dan Nabi ISA alaihi salam

 

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِـي الْمَوْتَى قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِن قَالَ بَلَى وَلَـكِن لِّيَطْمَئِنَّ قَلْبِي قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةً مِّنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلَى كُلِّ جَبَلٍ مِّنْهُنَّ جُزْءاً ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْياً وَاعْلَمْ أَنَّ اللّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ ﴿٢٦٠﴾

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata:”Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang yang mati,” Allah berfirman:”Apakah kamu belum percaya” Ibrahim menjawab:”Saya telah percaya, akan tetapi agar bertambah tetap hati saya”. Allah berfirman:”(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu jinakkanlah burung-burung itu kepadamu, kemudian letakkanlah tiap-tiap seekor daripadanya atas tiap-tiap bukit. Sesudah itu panggillah dia, niscaya dia akan datang kepada kamu dengan segera”. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 2:260)

 

وَلَمَّا جَاء مُوسَى لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنظُرْ إِلَيْكَ قَالَ لَن تَرَانِي وَلَـكِنِ انظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي فَلَمَّا تَجَلَّى رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكّاً وَخَرَّ موسَى صَعِقاً فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَاْ أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ ﴿١٤٣﴾

Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung kepadanya), berkatalah Musa:”Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau”. Tuhan berfirman:”Kamu sekali-kali tak sanggup untuk melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap ditempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku”. Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musapun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata:”Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang pertama-tama beriman”. (QS. 7:143)

 

إِذْ قَالَ اللّهُ يَا عِيسى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِي عَلَيْكَ وَعَلَى وَالِدَتِكَ إِذْ أَيَّدتُّكَ بِرُوحِ الْقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلاً وَإِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالإِنجِيلَ وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ بِإِذْنِي فَتَنفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْراً بِإِذْنِي وَتُبْرِئُ الأَكْمَهَ وَالأَبْرَصَ بِإِذْنِي وَإِذْ تُخْرِجُ الْمَوتَى بِإِذْنِي وَإِذْ كَفَفْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَنكَ إِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِنْهُمْ إِنْ هَـذَا إِلاَّ سِحْرٌ مُّبِينٌ ﴿١١٠﴾

(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: “Hai ‘Isa putera Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada Ibumu diwaktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia diwaktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) diwaktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) diwaktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) dikala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata:”Ini tidak lain sihir yang nyata”. (QS. 5:110)

 

Dalam Al-Qur’an Bertabur banyak tentang sifat-sifat Kemuliaan Alloh SWT, yang seharusnya menjadi sesuatu yang sangat menggetarkan jiwa manusia, untuk selalu berlindung kepada Alloh, Mencintai Alloh, Memuji Alloh, Mengagungkan Alloh dan selalu bermohon kepada Alloh Saja. Segala puji bagi Aloh.

 

4. Dampak Dahsyat Dari PEMAHAMAN dan PENGAMALAN TAUHID.

Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah… tiada cukup waktu hidup kita kecuali seluruhnya untuk memuji dan mengagungkan Alloh SWT. Perubahan-perubahan Dahsyat telah terjadi dengan sangat-sangat luar biasa ketika manusia memahami dan meresapi serta memegang teguh ajaran Tauhid.

 

Sejarah Dunia lama yang dipenuhi dengan penyembahan kepada berhala-berhala LOKAL, telah membelenggu anak turun Nabi Adam. Bahkan ketika manusia dibolehkan untuk membuat syareaat agama. Banyak kebekuan-kebekuan LOKAL yang tiada habis habisnya dan pada akhirnya segala agama yang tidak sesuai standard UNIVERSAL pasti tidak diperkenankan masuk SURGA ALLOH SWT.

 

Bila manusia berperilaku memecah belah Agama Alloh, maka Alloh pun sangat Murka dengan-Nya dan pasti akan diberi siksa pada mereka di akherat kelak.

 

كَمَا أَنزَلْنَا عَلَى المُقْتَسِمِينَ ﴿٩٠﴾ الَّذِينَ جَعَلُوا الْقُرْآنَ عِضِينَ ﴿٩١﴾

Sebagaimana (Kami telah memberi peringatan), Kami telah menurunkan (azab) kepada orang-orang yang membagi-bagi (Kitab Allah), (QS. 15:90)

(yaitu) orang-orang yang telah menjadikan al-Qur’an itu terbagi-bagi. (QS. 15:91)

 

مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعاً كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ ﴿٣٢﴾

yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan.Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. (QS. 30:32)

 

وَهُوَ الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هَذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخاً وَحِجْراً مَّحْجُوراً ﴿٥٣﴾

Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing). (QS. 23:53)

 

وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ بَلْ أَتَيْنَاهُم بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَن ذِكْرِهِم مُّعْرِضُونَ ﴿٧١﴾

Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu. (QS. 23:71)

 

Alloh telah membuktikan di masanya masing-masing tentang manusia-manusia yang memegang teguh kitab Alloh akan keselamatan, kebahagiaan, kemuliaan di dunia dan di akherat. Bagaimana Beberapa bangsa telah diangkat oleh kitab Alloh. Ada yang diangkat oleh Alloh dengan Kitab TAUROT, ada yang di angkat oleh Alloh dengan kitab INJIL, dan ada pula yang diangkat oleh ALLOH dengan kitab AL-QUR’AN.

Namun ketika masing-masing umat tersebut kemudian membagi bagi kita Alloh sesuai dengan hawa nafsunya maka semuanya mendapatkan kemunduran dan kekacauan yang luar biasa.

 

5. Agar Dimuliakan ALLOH dengan AL-QUR’AN.

Alloh SWT tuhan semesta Allah memiliki kebenaran yang sangat EKSAK(sangat pasti, sangat teliti dan sangat tepat) , dan Alloh pula yang telah memberikan janji-janji dan ancaman di dalam Al-Qur’an. Bila Manusia menghendaki derajad mereka terangkat harus mengikuti sebab-sebab terangkatnya derajad. Demikian sebaliknya, mereka akan jatuh tersungkur dan terhina bila mereka menempuh jalan kemunduran, kekecauan dan kehancuran.

 

Manusia perlu mencermati sunatulloh mengapa manusia, masyarakat, suku, bangsa, peradaban menuju kepada derajad yang mulia, jaya, dan mercu suar. Dan demikian pula kejadian yang sebaliknya, sunatullloh apa yang menjadikan, retak, meluruh, surut, meredup, hancur dan musnah. Beberapa firman Alloh telah sangat nyata terbaca.

 

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَلَـكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ ﴿٩٦﴾

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. 7:96)

 

وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَـكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِن تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَث ذَّلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ ﴿١٧٦﴾

Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir. (QS. 7:176)

وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ ﴿٢٤﴾

Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar.Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami. (QS. 32:24)

مَن كَانَ يُرِيدُ الْعِزَّةَ فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعاً إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ وَالَّذِينَ يَمْكُرُونَ السَّيِّئَاتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَكْرُ أُوْلَئِكَ هُوَ يَبُورُ ﴿١٠﴾

Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah kemuliaan itu semuanya.Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya.Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras, dan rencana jahat mereka akan hancur. (QS. 35:10)

وَإِنَّهُ لَذِكْرٌ لَّكَ وَلِقَوْمِكَ وَسَوْفَ تُسْأَلُونَ ﴿٤٤﴾

Dan sesungguhnya al-Qur’an itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab. (QS. 43:44)

 

Jalan-jalan menekuni dalam memahami, mengamalkan dan mendakwahkan Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah sebab utama manusia diangkat oleh Alloh ke tempat yang mulia di dunia dan di akherat

 

6. Menunggu Gelombang Besar Perubahan Cara Pandang Umat Islam

 

Alloh SWT telah memberikan jalan lapang kepada umat Islam untuk bahagia di dunia dan di akherat, dan jalan itu tidak ada lain adalah jalan menempuh keridhoan Alloh dan jalan melaksanakan perintah Alloh dengan patuh dan merendahkan diri kepada-Nya. Dan pasti Alloh akan mengilhamkan kepada mereka sesuatu yang di luar pemikiran mereka sebelumnya.

 

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاء مَرْضَاتِ اللّهِ وَاللّهُ رَؤُوفٌ بِالْعِبَادِ ﴿٢٠٧﴾

Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. (QS. 2:207)

 

وَالَّذِينَ صَبَرُواْ ابْتِغَاء وَجْهِ رَبِّهِمْ وَأَقَامُواْ الصَّلاَةَ وَأَنفَقُواْ مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرّاً وَعَلاَنِيَةً وَيَدْرَؤُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ أُوْلَئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ ﴿٢٢﴾

Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rejeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (QS. 13:22)

 

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ ﴿٦٩﴾

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (QS. 29:69)

 

 

Kita menuju bagaimana umat Islam mendefisikan kesatuan umat Islam sedunia sebagaimana kesatuan umat yang pernah menerima TAUROT sedunia atau umat yang telah menerima INJIL se dunia maka umat Islam harus berani menempuh petunjuk Alloh sebagaimana dalam firman-Nya

 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ ﴿١٣﴾

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu.Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS. 49:13)

 

Bagaimana terwujudnya ayat tersebut di jaman Rasulullah Muhammad SAW diantaranya dengan menyambung ikatan perkawinan diantara masyarakat dan suku, tidak memandang kepada asal suku tetapi melihat kepada ketaqwaannya. Maka kapan umat Islam bisa memulai menciptakan sebuah sejarah baru, MEMBANGUN HUBUNGAN PERNIKAHAN ANTAR BANGSA BANGSA sesama orang Islam, tidak hanya sekedar antar suku di dalam bangsa namun antar suku antar bangsa manusia Muslim se dunia.

 

Menikah antara orang-muslim diantara bangsa-bangsa dan masyarakat muslim se Dunia. Dan untuk jaman sekarang sudah sangat memungkinkan. Pergerakan TRANS NASIONAL telah terjadi. Seharusnya umat muslim menyambutnya dengan penuh syukur kepada Alloh SWT.

 

Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, umat Islam diperintah oleh Alloh untuk taat kepada Alloh hu Akbar. Sungguh bumi seisinya hanyalah setitik debu di angkasa raya dibanding bentang galaksi dan bahkan bentang alam semesta. Segala puji hanya bagi Alloh Semoga Alloh menyadarkan kita kepada derajad kemuliaan yang hakiki di dunia dan di akherat. Wallohu a’lam.


2 Responses to “Momentum SUPER DAHSYAT Dalam MERESAPI TAUHID”

  1. 2
    Hana Says:

    Artikel tauhid yang sangat menyentuh

  2. 1
    wardana Says:

    Semoga Dakwah Islam yang dikemas MTA, ….Produk Asli Dalam Negri Indonesia….. Segera muncul Cabang2 nya di LUAR NEGRI… dan semoga semua berisi manusia-masnusia yang ikhlash dan tunduk patuh dalam beribadah dan berbakti kepada Allah dan senantiasa dilindungi dan ditolong Alloh SWT…. di dunia dan akherat….Aaamien… mari bekerja dengan IKHLASH…….IKHLASH…IKHLASH…

Leave a Reply