Rasa Prihatin Para Nabi, Rasul Dan Para Da’I Umat Islam

pernyataan-sikap-mta-isisSegala puji hanya bagi Alloh, Shalawat dan salam untuk Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya yang senantiasa mengikuti jalan petunjukNya, salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya.

Dalam Dunia Prasejarah hingga Zaman Sejarah dan Zaman Pasca Sejarah, penyakit umat manusia yang paling parah adalah penyakit jiwa, yaitu penyakit Melupakan Alloh dan tidak mau mengenal Alloh Tuhan Sang Pencipta dan pemilik semesta Alam.

Ketika Estafet agama yang lurus telah memudar, maka zaman berubah dari manusia-manusia yang sadar akan keberadaan dan ke Maha Kuasaan Alloh, menuju pada zaman yang gelap tidak lagi mengetahui kekuasaan Alloh apalagi beribadah kepada-Nya.

Islam telah diberi Rasul Terakhir, rasulullah Muhammad SAW, yang meluruskan kembali tentang bagaimana manusia mengenal Alloh, Alloh sebagai Tuhan pencipta semesta Alam, Alloh sebagai Tuhan Yang Esa yang kepadaNya semua makhluq menyembah dan taat, dan Alloh Dia Tuhan yang memiliki Kemuliaan yang Maha Mulia. Tauhid Rubbubiyah, Tauhid Ilahiyah dan Tauhid Asma’ wa Sifat, menjadi rujukan Para Da’I umat Islam dalam menyampaikan Islam ke segenap penjuru bumi.

 

وَإِلَى عَادٍ أَخَاهُمْ هُوداً قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُواْ اللّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـهٍ غَيْرُهُ إِنْ أَنتُمْ إِلاَّ مُفْتَرُونَ ﴿٥٠﴾

Dan kepada kaum ‘Ad (Kami utus) saudara mereka Huud. Ia berkata:”Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Ilah selain Dia. kamu hanyalah mengada-adakan saja. (QS. 11:50)

 

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُواْ اللّهَ وَاجْتَنِبُواْ الطَّاغُوتَ فَمِنْهُم مَّنْ هَدَى اللّهُ وَمِنْهُم مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلالَةُ فَسِيرُواْ فِي الأَرْضِ فَانظُرُواْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ ﴿٣٦﴾

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thagut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (QS. 16:36)

 

إِنَّا أَنزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصاً لَّهُ الدِّينَ ﴿٢﴾

Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (al-Qur’an) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya. (QS. 39:2)

 

فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ ﴿١٤﴾

Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadat kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya). (QS. 40:14)

 

Rasulullah Muhammad Telah ditunjuk oleh Alloh SWT untuk menjadi saksi bagi segenap Nabi dan Rasul bahwa para Nabi dan Rasul telah menyampaikan firman-firman Alloh kepada umat-umat mereka masing-masing, demikia pula bahwa Para Nabi telah menjadi saksi pada umatnya bahwa mereka telah menyampaikan firman Alloh, demikian pula para Da’I umat Islam, bahwa mereka telah menjadi saksi untuk menyampaikan Islam dengan benar kepada umat manusia, sebagaimana firman-Nya.

 

وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِّلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمينَ مِن قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيداً عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ ﴿٧٨﴾

Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (al-Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atau segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. (QS. 22:78)

 

وَيَوْمَ نَبْعَثُ مِن كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيداً ثُمَّ لاَ يُؤْذَنُ لِلَّذِينَ كَفَرُواْ وَلاَ هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ ﴿٨٤﴾

Dan (ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan dari tiap-tiap umat seorang saksi (rasul), kemudian tidak diizinkan kepada orang-orang yang kafir (untuk membela diri) dan tidak (pula) mereka dibolehkan meminta ma’af. (QS. 16:84)

 

Dengan Al-Qur’an yang telah memuat kisah-kisah para Nabi dan Rasul sepanjang zaman hingga sunatulloh yang akan dihadapi para Da’I Umat Islam hingga akhir zaman, menunjukkan bahwa semua umat manusia telah Alloh beri jalan-jalan ilmu untuk mengenal Alloh, dan beribadah kepada Alloh SWT. Tidak ada umat kecuali Alloh telah mengutus Nabi kepada mereka, agar mereka mengetahui siapa Alloh, dan kemudian mengenal Alloh sebagai dzat pencipta, pemelihara dan menyantuni segenap alam ciptaannya. Dan kemudian agar manusia rajin beribadah dan taat kepadanya untuk selalu dalam jalan Selamat, jalan Rahmat dan Barokah Alloh, jalan Bahagia dari Alloh SWT.

 

وَرُسُلاً قَدْ قَصَصْنَاهُمْ عَلَيْكَ مِن قَبْلُ وَرُسُلاً لَّمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ وَكَلَّمَ اللّهُ مُوسَى تَكْلِيماً ﴿١٦٤﴾ رُّسُلاً مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلاَّ يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ وَكَانَ اللّهُ عَزِيزاً حَكِيماً ﴿١٦٥﴾

 

Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung. (QS. 4:164)

(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 4:165)

 

Para Nabi, Rasul dan Da’I yang sungguh-sungguh mengikuti jejak para Nabi dan Rasul pasti Alloh akan memberikan ke dalam jiwa mereka perasaan yang tepat dalam menghadapi umat, sebagaimana Rasulullah telah diberi ilmu oleh Alloh kepadanya sebagaimana firman-Nya

 

لَقَدْ جَاءكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ ﴿١٢٨﴾

Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu’min. (QS. 9:128)

 

Setidaknya rasa prihatin para Da’I adalah disebabkan akan rasa tanggung jawab mereka dihadapan Alloh. Bila manusia terus menerus ingkar kepada Alloh, maka Alloh berkenan menurunkan adzab dan siksa kepada mereka, sebagaimana firman-Nya.

 

وَإِذَ قَالَتْ أُمَّةٌ مِّنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْماً اللّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَاباً شَدِيداً قَالُواْ مَعْذِرَةً إِلَى رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ ﴿١٦٤﴾

Dan (ingatlah) ketika suatu umat diantara mereka berkata:”Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab dengan azab yang amat keras”. Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertaqwa”. (QS. 7:164)

 

Diutusnya para Nabi Dan Rasul Alloh dan demikian para Da’I umat Islam, agar umat manusia kembali kepada jalan-jalan yang di ridhoi oleh Alloh, dan agar mereka semua kembali ke jalan Alloh, jalan selamat, jalan Rahmat, jalan penuh Barokah Alloh, jalan yang Bahagia di dunia dan di akherat. Sungguh Adzab Alloh yang ditimpakan kepada orang-orang kafir sungguh sangat-sangat pedih. Semoga Alloh menyelamatkan kita dari murkaNya.   Wallohu a’lam.


Leave a Reply