KBIH MTA Berangkatkan 108 Calhaj

mta-calon-haji-2014Ahad, 21 September 2014 bertempat di Masjid SMA MTA Surakarta, KBIH MTA melepas sebanyak 108 Calon Haji untuk berangkat ke Tanah Suci guna melaksanakan ibadah Haji tahun 1435 H.

Suatu kebahagiaan yang sangat mendalam dirasakan para calon jama’ah haji atas penantiannya yang panjang hingga akhirnya kesempatan untuk memenuhi undangan Allah bisa dipenuhi pada tahun ini.

Ketua Panitia Pelepasan calhaj MTA Bapak Sutarno melaporkan bahwa calaon jam’ah haji dari KBIH MTA pada tahun ini sebanyak 108 jama’ah yang terdiri 48 putra dan 60 putri. Selepas dari SMA MTA para calon Jama’ah akan menuju balai kota Surakarta untuk acara pelepasan yang diadakan oleh walikota Surakarta.

Salah satu wakil dari calon jama’ah haji bapak Sri Mulyono menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pengurus KBIH MTA yang telah memberikan bantuan dan dukungan sehingga semuanya menjadi lancar, semoga Allah memberikan pahala berlipat.

Beliau juga memohona doa, bekal dan nasehat dari AL-ustadz dan para hadirin yang hadir agar pelaksanaan haji dapat berjalan lancar sebagaimana yang diajarkan dalam kegiatan manasik haji di KBIH MTA. Menurut informasi pemondokan atau maktab jama’ah haji KBIH MTA yang tergabung dalam kloter 56 embakasih Solo (SOC) adalah di Jarwal.

Dalam tausyiahnya Al-ustadz Drs, Ahmad Sukina selaku pimpinan pusat MTA menyampaikan bahwa semua calhaj tentu mengharapkan haji mabrur, sebab tidak ada balasan yang pantas bagi haji mabrur melainkan surga, sedangkan untuk mendapatkan haji mabrur tidak gampang, niat atau kesungguhan ibadah haji hanya mengharap ridlo Allah. Lebih lengkapnya beliau memberikan pesan-pesan sebagai berikut :

  • Jangan bercampur syirik dan bid’ah agar tidak menghalangi kemabruran.
  • Jangan ikut-ikutan dengan orang lain yang tidak diajarkan di manasaik haji.
  • Jangan menjadikan kabah atau batu hajar aswad sesuatu yang kramat, ingat ketika sahabat Umar akan mencium batu hajar aswad mengatakan, “Sesungguhnya aku tahu bahwa kamu adalah batu yang tidak bisa mendatangkan madlarat dan tidak pula manfaat. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah SAW menciummu, aku tidak akan menciummu. [HR. Bukhari juz 2, hal. 159]
  • Kalau semua syarat dan rukunnya terpenuhi, insya Allah mendapatkan haji yang mabrur yang diterima Allah SWT.
  • Jangan ada unsur riya untuk diketahui manusia, maka sepulang dari haji jangan ingin dipanggil haji atau hajah.
  • Sepulang haji aqidah tambah lurus, amal sholeh bertambah, sikapnya semakin tawadlu.
  • Jangan membuat kelompok atau kelas tersendiri, tapi harus membahur dengan masyarakat.
  • Jauhi sifat bohong karena bohong pangkal kejahatan dan membawa ke neraka.
  • Perilaku yang kurang baik diperbaiki semaksimalnya.
  • Ikhlaskan apapun yang ditinggal di rumah, yang di rumah agar mendoakan yang berangkat agar dimudahkan.
  • Jaga kesehatan, makan yang enak tidak usah bakhil, banyak minum
  • Jaga kebersamaan, adakan evaluasi setiap apa yang telah dikerjakan, hindari pertengkaran, tingkatkan kesabaran, banyak-banyak doa dan tidak usah mikir oleh-oleh.

Semoga Allah berikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan semua rukun ibadah haji dan pulang menjadi haji yang mabrur.

Jpeg


Leave a Reply