Revolusi & Evolusi Moral Yang Sering Ditolak Umat Manusia

revolusiSegala puji hanya bagi Alloh, Dia Alloh SWT, Tuhan pencipta, pemelihara semesta alam. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya yang selalu mengikuti petunjuk-Nya.Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya.

Alloh SWT, mengutus para Nabi dan Rasulnya dan mereka telah dilebihkan dalam iman dan taqwanya dibandingkan dengan manusia kebanyakan, para Nabi dan Rasul digembleng oleh Alloh agar mereka menjadi manusia yang memiliki kelebihan, terutama dalam mendekat dan tunduk patuh kepada Alloh, sebagaimana misalnya dalam diri Nabi Nuh dan Nabi Ibrahim.

 

قَالَ يَا قَوْمِ أَرَأَيْتُمْ إِن كُنتُ عَلَى بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّيَ وَآتَانِي رَحْمَةً مِّنْ عِندِهِ فَعُمِّيَتْ عَلَيْكُمْ أَنُلْزِمُكُمُوهَا وَأَنتُمْ لَهَا كَارِهُونَ ﴿٢٨﴾

Berkata Nuh:”Hai kaumku, bagaimana pikiranmu, jika aku ada mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku, dan diberinya aku rahmat dari sisi-Nya, tetapi rahmat itu disamarkan bagimu. Apa akan kami paksakankah kamu menerimanya, padahal kamu tiada menyukainya”. (QS. 11:28)

 

يَا أَبَتِ إِنِّي قَدْ جَاءنِي مِنَ الْعِلْمِ مَا لَمْ يَأْتِكَ فَاتَّبِعْنِي أَهْدِكَ صِرَاطاً سَوِيّاً ﴿٤٣﴾

Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. (QS. 19:43)

 

Alloh SWT telah membimbing para utusan-Nya untuk mampu menempuh jalan-jalan ketinggian yang menjadikan mereka memiliki iman dan ketaqwaan kepada Alloh, sehingga mampu dengan sabar menempuh jalan-jalan Alloh. Dan Alloh pulalah yang memberi tugas kepada mereka untuk mengajak umatnya menuju jalan kebenaran dan kebahagiaan yang Alloh tunjukkan.

Rasulullah Muhammad telah dipelihara oleh Alloh dan dikaruniai kemuliaan akhlaq, sebelum diangkat jadi Nabi pun telah mendapatkan pengakuan Al-Amin (manusia yang dapat dipercaya) oleh masyarakatnya. Alloh telah memberikan kelebihan akhlaq kepada beliau.

Namun ketika para Rasul itu telah memiliki bukti yang nyata dan benar tentang keyakinan mereka, namun para umatnya masih saja meragukan kebenaran apa yang disampaikan para Nabi dan Rasul-Nya, sebagaimana firman Alloh,

 

كَمْ أَهْلَكْنَا مِن قَبْلِهِم مِّن قَرْنٍ فَنَادَوْا وَلَاتَ حِينَ مَنَاصٍ ﴿٣﴾ وَعَجِبُوا أَن جَاءهُم مُّنذِرٌ مِّنْهُمْ وَقَالَ الْكَافِرُونَ هَذَا سَاحِرٌ كَذَّابٌ ﴿٤﴾ أَجَعَلَ الْآلِهَةَ إِلَهاً وَاحِداً إِنَّ هَذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌ ﴿٥﴾ وَانطَلَقَ الْمَلَأُ مِنْهُمْ أَنِ امْشُوا وَاصْبِرُوا عَلَى آلِهَتِكُمْ إِنَّ هَذَا لَشَيْءٌ يُرَادُ ﴿٦﴾ مَا سَمِعْنَا بِهَذَا فِي الْمِلَّةِ الْآخِرَةِ إِنْ هَذَا إِلَّا اخْتِلَاقٌ ﴿٧﴾

 

Betapa banyaknya ummat sebelum mereka yang telah kami binasakan, lalu mereka meminta tolong padahal (waktu itu) bukanlah saat untuk lari melepaskan diri. (QS. 38:3)

Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata :”ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta”. (QS. 38:4)

Mengapa ia menjadikan ilah-ilah itu Ilah Yang Satu saja, Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan. (QS. 38:5)

Dan pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata):”Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) ilah-ilahmu, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki. (QS. 38:6)

Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir; ini (mengesakan Allah), tidak lain hanyalah(dusta) yang diada-adakan. (QS. 38:7)

 

Ajakan untuk menyembah satu ilah, satu sesembahan, merupakan sesuatu pengertian yang aneh dan sangat asing serta sesuatu yang amat sulit bagi pikiran orang kebanyakan. Padahal bukti-bukti bahwa ilah itu satu telah Alloh sampaikan, agar manusia dapat mencerna dengan aqal dan hatinya, sebagaimana firman Alloh. Alloh mengajukan bukti bila Tuhan lebih dari satu maka langit dan bumi akan selalu binasa.

 

أَمِ اتَّخَذُوا آلِهَةً مِّنَ الْأَرْضِ هُمْ يُنشِرُونَ ﴿٢١﴾ لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلَّا اللَّهُ لَفَسَدَتَا فَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ ﴿٢٢﴾

Apakah mereka mengambil ilah-ilah dari bumi, yang dapat menghidupkan (orang-orang mati)? (QS. 21:21)

Sekiranya ada di langit dan di bumi ilah-ilah selain Allah, tentulah keduanya itu sudah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai ‘Arsy daripada apa yang mereka sifatkan. (QS. 21:22)

 

مَا اتَّخَذَ اللَّهُ مِن وَلَدٍ وَمَا كَانَ مَعَهُ مِنْ إِلَهٍ إِذاً لَّذَهَبَ كُلُّ إِلَهٍ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلَا بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ ﴿٩١﴾

 Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada ilah (yang lain) beserta-Nya, kalau ada ilah beserta-Nya, masing-masing ilah itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari ilah-ilah itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu, (QS. 23:91)

 

1. Keyakinan salah bahwa Nabi-Nabi adalah Anak Alloh

Dari zaman ke zaman hingga zaman sekarang, dimana peralatan canggih telah dapat ditemukan, namun keyakinan manusia masih ada saja yang menolak untuk menerima bahwa Alloh, Dia adalah Tuhan yang Maha Esa.

Bahkan Al-Qur’an telah memberikan penjelasan-penjelasan yang banyak tentang ke Maha Esa an Alloh SWT, namun manusia tetap saja tekun dengan keyakinan-keyakinan yang salah.

Atau manusia masih saja menganggap bahwa Alloh Tuhan itu beranak, sehingga Alloh sangat tidak enak disebut-sebut oleh manusia bahwa Dia beranak.

 

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لاَ تَغْلُواْ فِي دِينِكُمْ وَلاَ تَقُولُواْ عَلَى اللّهِ إِلاَّ الْحَقِّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِّنْهُ فَآمِنُواْ بِاللّهِ وَرُسُلِهِ وَلاَ تَقُولُواْ ثَلاَثَةٌ انتَهُواْ خَيْراً لَّكُمْ إِنَّمَا اللّهُ إِلَـهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَن يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَات وَمَا فِي الأَرْضِ وَكَفَى بِاللّهِ وَكِيلاً ﴿١٧١﴾

 

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Ilah itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Ilah Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara. (QS. 4:171)

 

وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَداً ﴿٨٨﴾ لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئاً إِدّاً ﴿٨٩﴾ تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدّاً ﴿٩٠﴾ أَن دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَداً ﴿٩١﴾ وَمَا يَنبَغِي لِلرَّحْمَنِ أَن يَتَّخِذَ وَلَداً ﴿٩٢﴾ إِن كُلُّ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِلَّا آتِي الرَّحْمَنِ عَبْداً ﴿٩٣﴾ لَقَدْ أَحْصَاهُمْ وَعَدَّهُمْ عَدّاً ﴿٩٤﴾

 

Dan mereka berkata: “Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak”. (QS. 19:88)

Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, (QS. 19:89)

hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, (QS. 19:90)

karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Penurah mempunyai anak. (QS. 19:91)

Dan tidak layak lagi Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. (QS. 19:92)

Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. (QS. 19:93)

Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti. (QS. 19:94)

 

Umat umat ahli kitab adalah orang-orang yang mendapatkan penjelasan dari para Nabi dan Rasul Alloh sebelum Nabi Muhammad SAW dilahirkan, sehingga seluruh ajaran Nabi dan Rasul Alloh semuanya menjelaskan bahwa Alloh itu satu dan tidak beranak, dan jangan sampai umat beragama sampai memiliki keyakinan yang menyimpang.

 

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللّهِ وَقَالَتْ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُم بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِؤُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ ﴿٣٠﴾

 

Orang-orang Yahudi berkata:”Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata:”Al-Masih itu putera Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir terdahulu. Dila’nati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling. (QS. 9:30)

 

2. Keyakinan salah bahwa Malaikat Adalah Anak Perempuan Alloh

Alloh SWT telah memberi tahu kepada manusia lewat Al-Qur’an bahwa ada sebagian manusia yang meyakini bahwa Alloh mempunyai anak perempuan, dan mereka itu adalah para malaikat. Mereka menyangka jin-jin adalah anak-anak laki2 Alloh dan Malaikat adalah anak-anak perempuan Alloh. Dan Alloh benci dengan sangkaan manusia tersebut sebagaimana firman-Nya.

 

وَجَعَلُواْ لِلّهِ شُرَكَاء الْجِنَّ وَخَلَقَهُمْ وَخَرَقُواْ لَهُ بَنِينَ وَبَنَاتٍ بِغَيْرِ عِلْمٍ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يَصِفُونَ ﴿١٠٠﴾

 

Dan mereka (orang-orang Musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, dan mereka membohong (dengan mengatakan):”Bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan”, tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan. (QS. 6:100)

 

وَيَجْعَلُونَ لِلّهِ الْبَنَاتِ سُبْحَانَهُ وَلَهُم مَّا يَشْتَهُونَ ﴿٥٧﴾

Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan. Maha Suci Allah, sedang untuk mereka sendiri (mereka tetapkan) apa yang mereka sukai (yaitu anak-anak laki-laki). (QS. 16:57)

 

أَفَأَصْفَاكُمْ رَبُّكُم بِالْبَنِينَ وَاتَّخَذَ مِنَ الْمَلآئِكَةِ إِنَاثاً إِنَّكُمْ لَتَقُولُونَ قَوْلاً عَظِيماً ﴿٤٠﴾

 

Maka apakah patut Tuhan memilihkan bagimu anak-anak laki-laki sedang Dia sendiri mengambil anak-anak perempuan di antara para malaikat sesungguhnya kamu benar-benar mengucapkan kata-kata yang besar (dosanya). (QS. 17:40)

 

3. Keyakinan Orang-orang Musyrik bahwa Tuhan beranak

Alloh memberi tahu kepada umat manusia di zaman Akhir,lewat Rasulullah Muhammad SAW, bahwa orang-orang yang tidak berilmu sering mereka menyangka bahwa Alloh SWT beranak, dan bahkan mereka mengadakan nasab bagi Malaikat dan Jin sebagai anak-anak Alloh SWT. Dan seharusnya semua itu dijauhi oleh umat manusia.

 

فَاسْتَفْتِهِمْ أَلِرَبِّكَ الْبَنَاتُ وَلَهُمُ الْبَنُونَ ﴿١٤٩﴾ أَمْ خَلَقْنَا الْمَلَائِكَةَ إِنَاثاً وَهُمْ شَاهِدُونَ ﴿١٥٠﴾ أَلَا إِنَّهُم مِّنْ إِفْكِهِمْ لَيَقُولُونَ ﴿١٥١﴾ وَلَدَ اللَّهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ ﴿١٥٢﴾ أَصْطَفَى الْبَنَاتِ عَلَى الْبَنِينَ ﴿١٥٣﴾ مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ ﴿١٥٤﴾ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ﴿١٥٥﴾ أَمْ لَكُمْ سُلْطَانٌ مُّبِينٌ ﴿١٥٦﴾ فَأْتُوا بِكِتَابِكُمْ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ ﴿١٥٧﴾ وَجَعَلُوا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجِنَّةِ نَسَباً وَلَقَدْ عَلِمَتِ الْجِنَّةُ إِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ ﴿١٥٨﴾ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ ﴿١٥٩﴾

Tanyakanlah (ya Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekah):”Apakah untuk Tuhanmu anak-anak perempuan dan untuk mereka anak laki-laki, (QS. 37:149)

atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan(nya)? (QS. 37:150)

Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan: (QS. 37:151)

“Allah beranak”.Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta. (QS. 37:152)

Apakah Dia memilih (mengutamakan) anak-anak perempuan daripada anak laki-laki (QS. 37:153)

Apakah yang terjadi padamu Bagaimana (caranya) kamu menetapkan? (QS. 37:154)

Maka apakah kamu tidak memikirkan? (QS. 37:155)

Atau apakah kamu mempunyai bukti yang nyata (QS. 37:156)

Maka bawalah kitabmu jika kamu memang orang-orang yang benar. (QS. 37:157)

Dan mereka adakan (hubungan) nasab antara Allah dan antara Jin. Dan sesungguhnya jin mengetahui bahwa mereka benar-benar akan diseret (ke neraka), (QS. 37:158)

Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan, (QS. 37:159)

 

4. Alloh hanya SATU dan benci bila dikatakan beranak

Rasulullah utusan Alloh Menunjukkan bukti Kebenaran kepada umat manusia bahwa Alloh SWT tidak beranak dan sangat benci bila dikatakan bahwa Tuhan beranak, sebagaimana firman-Nya

 

أَمْ يَحْسَبُونَ أَنَّا لَا نَسْمَعُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَاهُم بَلَى وَرُسُلُنَا لَدَيْهِمْ يَكْتُبُونَ ﴿٨٠﴾ قُلْ إِن كَانَ لِلرَّحْمَنِ وَلَدٌ فَأَنَا أَوَّلُ الْعَابِدِينَ ﴿٨١﴾

Apakah mereka mengira, bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami selalu mencatat di sisi mereka. (QS. 43:80)

Katakanlah, jika benar (Tuhan) Yang Maha Pemurah mempunyai anak, maka akulah (Muhammad) orang yang mula-mula memuliakan (anak itu). (QS. 43:81)

 

Rasulullah SAW memberi tahu bahwa Alloh sangat membenci kepada orang-orang yang bersangka-sangka kepada Alloh, bahwa Alloh beranak. Dan Alloh mengatakan bahwa orang-orang yang menyangka bahwa Alloh beranak adalah orang yang mencaci maki Alloh, dan orang-orang yang tidak percaya dengan adanya hari akhir, mereka itu orang-orang yang menuduh Alloh berdusta, sebagaimana khabar dari Rasulullah

 

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُرَاهُ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى يَشْتِمُنِي ابْنُ آدَمَ وَمَا يَنْبَغِي لَهُ أَنْ يَشْتِمَنِي وَيُكَذِّبُنِي وَمَا يَنْبَغِي لَهُ أَمَّا شَتْمُهُ فَقَوْلُهُ إِنَّ لِي وَلَدًا وَأَمَّا تَكْذِيبُهُ فَقَوْلُهُ لَيْسَ يُعِيدُنِي كَمَا بَدَأَنِي

 

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku diperlihatkan ketika Allah berfirman: “Anak Adam mencaciku padahal tidak pantas dia mencaci-KU dan dia mendustakan-KU padahal tidak patut baginya. Caciannya kepadaKU yaitu ucapannya yang mengatakan bahwa AKU punya anak dan pendustaannya adalah ucapannya yang mengatakan bahwa tidak ada yang dapat mengembalikannya (setelah hancur dimakan tanah/mati) sebagaimana awal penciptaan-KU”.(HR. Bukhari No 2945)

Segala puji bagi Alloh, Sungguh Alloh Tuhan Yang Maha Esa yang Amat Pengasih dan Penyayang Kepada makhluqnya, namun manusia tidak mau dikasihani dan bahkan mereka beribu-ribu tahun tetap berpegang kepada keyakinan yang salah. Alloh telah menurunkan kitab suci untuk menjelaskan kesalahan-kesalahan tersebut, dan ternyata manusia masih tetap saja berpegang pada keyakinan yang salah.

Sebagai Penyeru dan pengajak, kita tidak henti-hentinya untuk mengajak manusia untuk kembali kepada jalan Tauhid, jalan mengESAkan Alloh SWT, namun tetap saja manusia masih saja enggan untuk menerima penjelasan yang disampaikan.

Dan Alloh yang akan menghakimi seluruh umat manusia, Dia Alloh maha Tahu siapa yang mau benar-benar berserah diri dan tunduk patuh kepada-Nya, dan siapa pula yang berpura-pura berserah diri dan tunduk patuh kepada Alloh SWT. Alloh yang akan menghakimi semua makhluqnya. Dan kita bermohon agar kita selalu dalam keselamatan, rahmat dan barokah-Nya. Wallohu a’lam


Leave a Reply