Berlaku HEMAT ENERGI karena Alloh

BERLAKU-HEMAT-KARENA-ALLAHSegala puji hanya bagi ALLOH, sholawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya yang selalu tekun mengikuti jalan petunjuk-Nya. Salam untuk seluruh nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya.

Manusia harus menyadari bahwa nikmat hidup di dunia adalah karunia ALLOH SWT, yang harus disyukuri, dengan banyak bersyukur kepada-Nya, cara manusia bersyukur adalah dengan cara hidup selalu dijalan Petunjuk-Nya, hidup dalam jalan iman dan amal sholih, hidup dalam selalu beribadah kepada ALLOH. Hidup Selalu mengagungkan ALLOH, hidup selalu bertasbih kepada ALLOH, hidup selalu dijalan yang dincintai ALLOH, Dan terus bersabar di jalan ALLOH hingga bertemu ALLOH di Al-Jannah (Surga) di akherat kelak.

Manusia telah diperintah oleh ALLOH untuk menggunakan apa saja yang ditemui di saat hidupnya di dunia ini adalah untuk beribadah kepada ALLOH SWT. Dengan segala nikmat yang ada dalam lahir lahir dan batin manusia, dan juga segala macam nikmat dan karunia yang ada di segenap bumi dan bahkan disegenap penjuru alam raya.

Manusia perlu bersyukur tentang santunan ALLOH atas apa yang ada dalam dirinya, yang ada dalam tubuhnya, dan segala kemampuan lebih yang ada dalam diri manusia. Dan diperintah untuk mengelola bumi yang indah, yang penuh dengan keajaiban diatasnya, untuk dikelola dengan tujuan untuk beribadah dan mengagungkan ALLOH SWT.

Terciptanya berbagai material di atas bumi, baik berupa batuan, logam, cairan, gas, bahkan tumbuhan dan hewan-hewan, semuanya adalah merupakan tanda-tanda keagungan ALLOH, dan itu semua akan menjadi bukti bahwa semua nikmat-nikmat tersebut akan dimintai pertanggung jawaban diakherat kelak. Sehingga manusia harus memahami kehendak ALLOH kenapa semua itu diciptakan. Tiada ada lain kecuali semuanya itu untuk berbakti kepada-Nya.

Sebagaimana firman ALLOH

 

قُلْ أَمَرَ رَبِّي بِالْقِسْطِ وَأَقِيمُواْ وُجُوهَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ كَمَا بَدَأَكُمْ تَعُودُونَ ﴿٢٩﴾

Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”. Dan (katakanlah): “Luruskan muka (diri)mu di setiap sholat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan keta’atanmu kepadaNya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali kepadaNya”. (QS. 7:29)

 

وَإِنَّهُ لَذِكْرٌ لَّكَ وَلِقَوْمِكَ وَسَوْفَ تُسْأَلُونَ ﴿٤٤﴾

Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab. (QS. 43:44)

 

أَيَحْسَبُ الْإِنسَانُ أَن يُتْرَكَ سُدًى ﴿٣٦﴾

Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban) (QS. 75:36)

 

إِنَّ اللّهَ لاَ يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ وَإِن تَكُ حَسَنَةً يُضَاعِفْهَا وَيُؤْتِ مِن لَّدُنْهُ أَجْراً عَظِيماً ﴿٤٠﴾

Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarah, dan jika ada kebajikan sebesar zarah, niscaya Allah akan melipat gandakan dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar. (QS. 4:40)

 

Rasulullah SAW, telah mengajari sahabat-sahabatnya tentang bagaimana menggunakan segala fasilitas hidup yang telah ALLOH berikan agar digunakan di jalan ALLOH, Untuk beribadah kepada ALLOH dan digunakan untuk selalu mengagungkan ALLOH SWT.

Tubuh yang kuat dan otak yang cerdas, hati yang santun, indra-indra yang utuh, ilmu dan pengalaman yang banyak, kekayaan yang melimpah, kekuasaan yang luas, anak buah yang menyemut, semuanya seharusnya digunakan untuk beribadah kepada ALLOH, untuk berbakti kepada ALLOH yang telah memberikan nikmat tersebut.

Bahkan nikmat yang sebesar zarah (mikro nano) pun ALLOH akan mengawasi dan akan membalasinya. ALLOH akan meminta pertanggung jawaban kepada manusia tentang apa yang telah ALLOH berikan kepada mereka, Rasulullah telah menyampaikan beritanya sebagai berikut.

 

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ أَبِي عُمَرَ الْعَدَنِيُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ يَحْيَى بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حَاطِبٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ بْنِ الْعَوَّامِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ
لَمَّا نَزَلَتْ
{ ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنْ النَّعِيمِ }
قَالَ الزُّبَيْرُ وَأَيُّ نَعِيمٍ نُسْأَلُ عَنْهُ وَإِنَّمَا هُوَ الْأَسْوَدَانِ التَّمْرُ وَالْمَاءُ قَالَ أَمَا إِنَّهُ سَيَكُونُ

 

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya bin Abu Umar Al ‘Adani telah menceritakan kepada kami Sufyan bin ‘Uyainah dari Muhammad bin ‘Amru dari Yahya bin Abdurrahman bin Hathib dari Abdullah bin Az Zubair bin Al ‘Awam dari Ayahnya dia berkata, “Ketika turun ayat: ‘(Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu) ‘ (Qs. At Takaatsur: 8), Zubair bertanya, “Nikmat apakah yang kiranya akan dimintai pertanggung jawaban dari kami? Sedangkan nikmat kami tidak lain hanya terdiri dari al aswadain (kurma dan air)?” beliau bersabda: “Dan itu pasti akan terjadi.” (HR Ibnumajah No 4148)

 

Para sahabat Rasulullah Muhammad SAW, disadarkan walaupun nikmat kehidupan yang nampaknya sangat sederhana berupa kekayaan seteguk air dan sejumput kurma yang telah dirasakan nikmatnya, itu semua akan dimintai pertanggung jawaban oleh ALLOH, Apakah untuk bersyukur kepada ALLOH ataukah untuk durhaka kepada ALLOH SWT.

Demikian pula kabar Rasulullah dibawah ini

 

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ خَلِيفَةَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ كَيْسَانَ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ أَوْ لَيْلَةٍ فَإِذَا هُوَ بِأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ فَقَالَ مَا أَخْرَجَكُمَا مِنْ بُيُوتِكُمَا هَذِهِ السَّاعَةَ قَالَا الْجُوعُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَأَنَا وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَأَخْرَجَنِي الَّذِي أَخْرَجَكُمَا قُومُوا فَقَامُوا مَعَهُ فَأَتَى رَجُلًا مِنْ الْأَنْصَارِ فَإِذَا هُوَ لَيْسَ فِي بَيْتِهِ فَلَمَّا رَأَتْهُ الْمَرْأَةُ قَالَتْ مَرْحَبًا وَأَهْلًا فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيْنَ فُلَانٌ قَالَتْ ذَهَبَ يَسْتَعْذِبُ لَنَا مِنْ الْمَاءِ إِذْ جَاءَ الْأَنْصَارِيُّ فَنَظَرَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَصَاحِبَيْهِ ثُمَّ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ مَا أَحَدٌ الْيَوْمَ أَكْرَمَ أَضْيَافًا مِنِّي قَالَ فَانْطَلَقَ فَجَاءَهُمْ بِعِذْقٍ فِيهِ بُسْرٌ وَتَمْرٌ وَرُطَبٌ فَقَالَ كُلُوا مِنْ هَذِهِ وَأَخَذَ الْمُدْيَةَ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِيَّاكَ وَالْحَلُوبَ فَذَبَحَ لَهُمْ فَأَكَلُوا مِنْ الشَّاةِ وَمِنْ ذَلِكَ الْعِذْقِ وَشَرِبُوا فَلَمَّا أَنْ شَبِعُوا وَرَوُوا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتُسْأَلُنَّ عَنْ هَذَا النَّعِيمِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُيُوتِكُمْ الْجُوعُ ثُمَّ لَمْ تَرْجِعُوا حَتَّى أَصَابَكُمْ هَذَا النَّعِيمُ
و حَدَّثَنِي إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ أَخْبَرَنَا أَبُو هِشَامٍ يَعْنِي المُغِيرَةَ بْنَ سَلَمَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ حَدَّثَنَا يَزِيدُ حَدَّثَنَا أَبُو حَازِمٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُا بَيْنَا أَبُو بَكْرٍ قَاعِدٌ وَعُمَرُ مَعَهُ إِذْ أَتَاهُمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَا أَقْعَدَكُمَا هَاهُنَا قَالَا أَخْرَجَنَا الْجُوعُ مِنْ بُيُوتِنَا وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ ثُمَّ ذَكَرَ نَحْوَ حَدِيثِ خَلَفِ بْنِ خَلِيفَةَ

 

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah; Telah menceritakan kepada kami Khalaf bin Khalifah dari Yazid bin Kaisan dari Abu Hazim dari Abu Hurairah ia berkata;

Pada suatu hari atau suatu malam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pergi keluar rumah, tiba-tiba beliau bertemu dengan Abu Bakar dan ‘Umar. Lalu beliau bertanya: “Mengapa kalian keluar rumah malam-malam begini?” Mereka menjawab; ‘Kami lapar, ya Rasulullah! ‘ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Demi Allah yang jiwaku dalam Tangan-Nya, aku juga keluar karena lapar seperti kalian. Marilah!” Mereka pergi mengikuti beliau ke rumah shahabat Anshar (Abu Haitsam bin At Taihan). Namun sayang dia sedang tidak di rumah. Tetapi tatkala istrinya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang, dia mengucapkan; “Marhaban wa Ahlan (selamat datang).” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: “Kemana si Fulan (Abu Haitsam)?”‘ Isterinya menjawab; ‘Dia sedang mengambil air tawar untuk kami.’ Tiba-tiba suaminya datang dan melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beserta dua sahabat beliau, maka dia berkata; ‘Alhamdulillah, tidak ada orang yang lebih bahagia dariku hari ini, karena kedatangan tamu yang mulia.’ Lalu dia mengambil setandan kurma, di antaranya ada yang masih muda, yang mulai masak, dan yang sudah masak betul. Katanya; ‘Silakan dimakan ini.’ Sambil dia mengambil pisau. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Jangan disembelih yang lagi mempunyai susu.’ Maka dipotongnya seekor kambing, lalu mereka makan kambing, makan kurma setandan, dan minum. Setelah semuanya kenyang dan puas makan dan minum,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Abu Bakar dan ‘Umar: ‘Demi Allah yang jiwaku berada dalam Tangan-Nya, kalian akan ditanya pada hari kiamat tentang nikmat yang kalian peroleh ini. Kalian keluar dari rumah karena lapar dan pulang sesudah memperoleh nikmat ini.’

Telah menceritakan kepadaku Ishaq bin Manshur; Telah mengabarkan kepada kami Abu Hisyam yaitu Al Mughirah bin Salamah; Telah menceritakan kepada kami ‘Abdul Wahid bin Ziyad; Telah menceritakan kepada kami Yazid; Telah menceritakan kepada kami Abu Hazim ia berkata; Aku mendengar Abu Hurairah berkata; Tatkala Abu Bakr dan Umar sedang duduk-duduk, tiba-tiba Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang kepada mereka, beliau bertanya: “Kenapa kalian duduk-duduk di sini?” Mereka menjawab; ‘Kami lapar hingga kami keluar rumah.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Demi Allah yang jiwaku dalam Tangan-Nya, …” kemudian dia menyebutkan Hadits yang serupa dengan Hadits Khalfa bin Khalifah. (HR Muslim 3799)

 

Bahwa nikmat-nikmat apapun walau sebesar zarah (mikro nano) ALLOH akan meminta pertanggung jawaban-Nya. Segala puji bagi ALLOH Tuhan Yang Maha Besar, Tuhan Yang Maha Teliti.

Zaman modern telah terbentang dihadapan manusia, berbagai nikmat Jasmani dan Rohani, termasuk nikmat Ilmu, nikmat harta,nikmat kenyamanan hidup telah ALLOH bentangkan di hadapan manusia. Akan kita gunakan untuk apa nikmat-nikmat tersebut???. Apakah untuk beribadah dan bersyukur kepada ALLOH apakah mau digunakan untuk durhaka kepada ALLOH.

Ilmu dan teknologi Modern di saat ini telah melimpah-limpah dicurahkan oleh ALLOH kepada manusia, bila dengan teknologi yang sangat canggih tersebut manusia tidak tahu untuk apa, maka kita akan melihat akibat buruk yang amat dahsyat, sebagaimana firman-Nya.

 

وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ بَلْ أَتَيْنَاهُم بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَن ذِكْرِهِم مُّعْرِضُونَ ﴿٧١﴾

Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu. (QS. 23:71)

 

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ ﴿٤١﴾

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS. 30:41)

 

Marilah kita umat manusia mengingat saat-saat kita kembali kepada ALLOH, bahwa segala nikmat walau sebesar zarah akan dimintai pertanggung jawaban. Sehingga kita perlu menggunakan segala nikmat dan karunia yang ALLOH berikan, semuanya untuk beribadah kepada ALLOH, untuk bertaqwa kepada ALLOH, untuk digunakan di jalan yang dicintai oleh ALLOH. Bila tidak bersikap demikian maka manusia PASTI akan memanen musibah-musibah dan dan dan kehancuran. Lihatlah bukti-bukti nyata yang sudah tertampang di depan mata. Wallohu a’lam


2 Responses to “Berlaku HEMAT ENERGI karena Alloh”

  1. 2
    heni nurdianti polii Says:

    Yaaa…. kita harus menghemat energi. kalau tdk yaa.. bisa-bisa Allah swt tdk akan memberi kita kenikmatan lagi donk.😔😔😔

  2. 1
    yono Says:

    memang segala yang diciptakan oleh Alloh itu akan selalu dalam keselamatan, rahmat dan barokah Allah bila digunakan untuk beribadah kepada Allah, Bila digunakan untuk bersombong diri, menunjukkan kehebatan diri, untuk pamer kehebatan diri, maka segala keselamatan, rahmat dan barokah allah akan tercabut dan berganti menjadi kesulitan dan siksa lahir dan batin, maka tetaplah pada jalan IBADAH kepada Allah,agar nikmat itu kekal hingga sampai SURGA-NYA, jangan sok kuat dan sok hebat dan sok perkasa…itu pintu awal terbukanya pintu kebinasaan,kita berlindung kepada Allah dari pribadi yang demikian.

Leave a Reply